MY ONLY LOVE SONG Episode 15

06:58

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : NETFLIX =

00

Soo-jung bersama yang lainnya telah terkepung, tak bisa kabur kemana-mana, dikarenakanan Boong-boong yang telah menghilang begitu saja. Dalam situasi seperti ini, orang dengan kemampuan bela-diri sehebat Moo-myung, sebenarnya bisa melarikan diri dengan mudah.. bahkan Putri Pyeong-gang sendiri sudah menyuruhnya untuk pergi saja.

01

Namun Moo-myung malah menjatuhkan pedangnya secara suka-rela. Dan bersamaan dengan itu, maka mereka semua dianggap telah menyerahkan diri dan kemudian dibawa ke istana dalam status ‘tersangka’ penculikan Putri.

EPISODE 15
[ On Dal, The General ]

02

On-dal memiliki kunci sel tahanan tempat ibunya berada. Dengan mudah, ia bisa membawa ibunya keluar darisana.

“Aku baik-baik saja..” kalimat itu disampaikan ibu melalui bahasa isyarat.

03

On-dal mengangguk faham, “Semuanya akan baik-baik saja.. ayo kita pergi dari tempat ini. Lagipula, tak akan ada lagi yang bisa menghentikan kita.. kita bisa pulang ke kampung-halaman ayah. Disana kita bisa hidup dengan bahagia..” ucap On-dal sembari menangis haru.

04

Tiba-tiba, On-dal berlutut dihadapan ibunya, kemudian ia mengatakan: “Eomma... jangan maafkan aku.. jangan pernah memaafkanku..”

Ibu tak memahami maksud perkataan On-dal. Namun, ibu tetap memeluknya erat hingga kemudian membuat tangis On-dal mengalir makin deras...

05

================================================================

06

Pyeong-gang kembali pada posisinya semula, yaitu menjadi seorang putri yang kesepian karena tak memiliki satupun teman selain para dayang-nya yang hanya berada disekitarnya untuk mengawasinya saja.

Ketika ia melangkah memasuki kamarnya, seorang dayang berkata kepadanya: “Yang mulia.. anda telah melewati saat-saat yang sulit. Sekarang, saatnya anda untuk beristirahat..”

Langkah Pyeong-gang terhenti... “Saat-saat sulit?” gumamnya

07

Sekilas, kita melihat bagaimana pandangan Pyeong-gang terhadap dunia luar yang baru-saja ia jelajahi. Langit yang begitu cerah hingga pasir-bebatuan ditelapak kakinya.. semua itu merupakan hal menyenangkan yang menghiasi kehidupannya baru-baru ini.

08

“Aku sangat bahagia.. Namun sayangnya, aku tak akan pernah bisa merasakan hal itu lagi..” keluhnya

09

Moo-myung, Soo-jung dan Sam-yong tengah berada didalam tahanan. Tiba-tiba, datanglah beberapa orang ajudan yang hendak menyampaikan titah Raja.. betapa mengejutkan, karena titah tersebut berisi perintah untuk memberikan hukum pancung kepada Moo-myung, alasannya karena dia telah melanggar perintah Raja dengan membawa kabur Putri Pyeong-gang.

10

Sam-yong tak kuasa menahan tangis, ia menghampiri Moo-myung dan langsung memeluknya. Begitupun Soo-jung, ia terlihat begitu sedih dan tak percaya dengan apa yang barusan didengar olehnya.

Moo-myung tak mengatakan apapun.. namun jauh dilubuk hatinya yang terdalam, ia mengucap banyak terimakasih untuk Soo-jung dan Sam-yong. Karena berkat mereka-lah, untuk pertama kalinya ia bisa merasakan yang namanya kebahagiaan.

11

Ditengah lapangan eksekusi, Moo-myung duduk ditengah-tengah kemudian sudah berdiri seorang algojo dengan pedang panjang dihadapannya. Pada saat itu, Moo-myung tak merasa takut.. namun ia malah merasa bersalah kepada Putri Pyeong-gang. Ia teringat momen ketika Pyeong-gang bertanya mengenai perasaannya, namun ia tak bisa memberikan jawabannya saat itu..

12

“Kumohon.. jangan memaafkanku, Yang Mulia...” gumamnya sembari menutup mata..

13

Scene langsung berpindah ke-kediaman Putri Pyeonggang. Disana, seorang dayang memberitahukannya perihal hukum pancung yang diterima oleh Moo-myung. Meskpiun pada awalnya memperlihatkan sikap tegar, dengan berusaha terus menyangkal hal ini, pada akhirnya Pyeong-gang malah jatuh-pingsan..

14

Pria pemilik toko antik, memberikan ‘tiket’ untuk On-dal bisa pergi menyebrang menggunakan perahu, “Maaf karena aku tidak bisa menjaga ibumu dengan baik..” ungkapnya

“Tidak.. seharusnya aku yang mengucapkan banyak terimakasih karena kau telah banyak membantuku selama ini..” ucap On-dal

15

Kemudian, pria itu juga menyerahkan kembali pemantik api yang sebelumnya On-dal berika kepadanya: “Buanglah kelaut! Sepertiya benda ini telah dikutuk!” ucapnya

“Kutukan apa maksudmu?” taya On-dal

Pria itu-pun menceritakan apa yang terjadi di istana.. tertangkapnya 3 orang yang telah dianggap sebagai peculik putri. Dimana, dua orang diantaranya disebut-sebut berasal dari dunia ‘yang tidak-diketahui’. Kemudian, ia juga menceritakan perihal humum pancung yang didapatkan oleh Moo-myung.

16

Mendengar hal itu, membuat On-dal terdiam kemudian menggumam pelan.. “Moo-myung? Tapi dia (Raja) telah berjanji untuk membiarkannya tetap hidup..”

17

On-dal berjalan, melewati tempat dimana sebelumnya Soo-jung berlari kembali kepadanya dalam kondisi kaki yang berdarah karena menghindari Il-yong. Secara tidak-sadar, memori itu membuat On-dal menitikan air-mata.... sepertinya ia menyesali tindakan yang telah diambil olehnya.

18

Ibu melihatnya menangis... tapa bertanya apapun, seakan-akan ia telah mengetahui perasaan anaknya. Dengan bahasa isyarat, ibu mengatakan kalau saat ini.. dirinya bisa pergi sendirian dan On-dal bisa menyusul di lain waktu.. “Anakku.. datanglah setelah hidupmu bahagia..”

19

Ibu mengelus pipi On-dal kemudian berjalan pergi... On-dal tak mengatakan apapun, ia terus menangis, kemudian berlutut dan bersujud kehadapan ibunya..

20

Il-yong memasuki kediaman Raja, ia marah besar karena mengetahui bahwa Raja telah membiarkan seseorang menerobos masuk kerumahnya dan membebaskan sanderaan-nya..  Namun, Raja tak mau membahasa hal itu, ia malah menyinggung perihal Moo-myung yang telah diberi hukuman pancung olehnya.

“Sudah kubilang, kalau aku sendiri yang akan membunuhnya!” tegas Il-yong

Raja tersenyum, kemudian mengatakan kalau ini merupakan hak-nya sebagai seorang Raja untuk menghukum orang yang telah lalai dalam menjaga putrinya. Selain itu Raja-pun mengungkapkan bahwasanya Soo-jung dan Sam-yong juga akan mendapat hukuman mati.

21

Setelah mendangar kabar itu,wajah Il-yong yang asalnya penuh dengan amarah tiba-tiba berubah menjadi gugup, seperti tengah mencemaskan sesuatu..

22

Ditempat dimana sebelumnya kita melihat Moo-myung hendak dieksekusi mati. Disana terdapat bekas cipratan darah.. yang diduga kuat berasal dari tubuh Moo-myung.

Soo-jung dan Sam-yong, mereka benar-benar tak menyangka, bahwa pada akhirnya nasib mereka menjadi begitu naas seperti ini.

“Boong-Boong, sial*n!!!” teriak mereka

23

Sam-yong juga menyalahkan On-dal atas apa yang terjadi. Karena jika bukan On-dal, maka tak ada lagi orang lain yang mengetahui keberadaan mereka. Kuat dugaan, bahwa On-dal telah membocorkan lokasi persembunyian, hingga membuat mereka semua tertangkap seperti sekarang ini.

“Dia pasti memiliki alasannya sendiri..” belas Soo-jung

“Sebelumnya, dia juga hendak menjualmu! Kalau memang dia orang baik, seharusnya sekarang dia datang dan menyelamatkan kita!” ujar Sam-yong

24

Algojo sudah menghunus pedangnya, dalam hitungan detik saja nyawa mereka bisa melayang. Namun sebelum itu, muncullah pengawal Il-yong.. mereka membawa Soo-jung dan Sam-yong dengan alasan Il-yong ingin membunuh mereka dengan tangannya sendiri.

================================================================

25

Setibanya didepan gerbang istana, penjaga melarangnya untuk masuk. Namun, setelah memperkenalkan dirinya sebagai On-dal, maka para penjaga itu langsung membukakan pintu. Karena ternyata, Raja memang sudah berpesan kepada mereka untuk membiarkan seseorang bernama ‘On-dal’ untuk masuk ke istana, kapan-pun itu.

26

Berpindah ke tahun 2017, kita melihat CEO yang masih setia menghitung hari-demi-hari setelah menghilangnya Soo-jung. Tak terasa, karena sekarang sudah sampai di hari ke-38.

“Apakah kalian sudah meninggal?” celetuknya

Namun tak lama kemudian, CEO langsung memerahi dirinya sendiri.. mengatakan kalau ia tak-boleh asal berbicara seperti itu.

27

Tiba-tiba, muncullah kabut yang begitu tebal.. beberapa saat kemudian, ketika kabutnya semakin menipis.. ia dibuat begitu terkejut karena melihat Mobil ‘Boong-boong’ yang sudah terparkir tepat dihadapannya...

28

On-dal menemui Baginda Raja, tanpa basa-basi ia berbicara langsung pada intinya.. menanyakan apakah Moo-myung beserta yang lainnya diberi hukuman pancung?

Raja memberikan jawaban yang klise, dengan mengatatakan: “Memangnya kenapa kalau aku telah melakukannya?”

ON-DAL : “Tapi anda telah berjanji kepadaku!”

PYEONG-WON : “Iya aku berjanji padamu..”

ON-DAL : “Lantas mengapa anda melakukan hal itu?”

PYEONG-WON : “Aku memutuskan untuk mengingkari janjiku!”

ON-DAL : “Tapi, janji seharusnya di tepati!”

PYEONG-WON : “Kau sendiri, tidak menepati janjimu dengan memilih untuk datang kembali kesini!”

29

Kemudian, Raja menyinggung perihal ayahnya On-dal yang dulu menolak sebuah posisi penting di kerajaan. Sekarang, Raja meminta On-dal untuk mengambil posisi tersebut.. karena dengan itu, maka On-dal akan memiliki kekuatan yang cukup besar untuk melindungi orang-orang yang ingin dilindungi olehnya.

“Apa gunanya.. lagipula, orang yang ingin kulindungi sudah tiada..” tukas On-dal

30

Raja malah tersenyum, sepertinya ia mengetahui bahwa orang yang dimaksud oleh On-dal adalah Soo-jung. Ia-pun memberitahukan semuanya, kejadian barusan ketika Il-yong secara langsung memintanya untuk menyerahkan Soo-jung beserta Sam-yong yang katanya ingin ia bunuh dengan tangannya sendiri.

“Dari matanya.. aku melihat tatapan seorang manusia dan juga tatapan seorang pria biasa..” ungkap Raja

31

Hari telah berubah gelap.. namun Il-yong malah asik berbaring di singgasananya. Kemudian datanglah sang pengawal, ia bertanya apakan Il-yong tidak akan membunuh mereka (Sam-yong dan Soo-jung) hari ini?

“Aku akan melakukannya sekarang..” jawab Il-yong yang kemudian memegangi dadanya dan lanjut mengatakan kalau dirinya tiba-tiba merasa malas.

“Lantas, apakah anda akan membunuh mereka besok? Ataukah perlu saya saja yang membunuh mereka sekarang juga?” tanya sang pengawal

“Berani-beraninya kau! Aku akan membunuhnya dengan tanganku yang indah ini! Kau ingin aku menunjukannya kepadamu sekarang juga, huh!!!” tegas Il-yong yang kemudian mengambil pedangnya.

32

Soo-jung dan Sam-yong tengah duduk dalam kondisi badan yang terikat di kursi. Sam-yong mulai menceritakan rahasai yang selama ini tak diketahui oleh Soo-jung yang tentunya membuat Soo-jung marah hingga berteriak: “Aku akan membunuhmu!!!!”

Sam-yong malah menangis: “Lagipula, kita berdua memang akan mati...” keluhnya

33

Datanglah Il-yong.. awalnya ia hendak membunuh Soo-jung lebih dahulu. Tapi entah kenapa, ia bahkan terlihat gugup ketika menatap Soo-jung. Alhasil, dia-pun bergeser kehadapan Sam-yong untuk menebas lehernya lebih dulu...

34

Soo-jung tak tahan dengan situasi ini.. ia-pun berteriak, menyebut Il-yong sebagai pria cemen karena hendak membunuh orang yang tengah menangis ketakutan seperti Sam-yong.

“Dia tak sengaja terlibat dalam semua kejadian ini.. jadi jangan bunuh dia dan bunuh saja aku! Lagipula, akulah orang yang kau benci, ‘kan !?!” teriak Soo-jung

35

Il-yong malah tersenyum kemudian mengatakan: “Kau fikir, aku akan melakukannya sesuai kemauan-mu, huh!”

Kemudian, ia malah menunjuk kaki Soo-jung.. membuat sang pengawalnya mengira kalau Il-yong akan menebas kaki Soo-jung lebih dulu. Namun bukannya menebas atau menusukunya dengan pedang.. Il-yong malah memerintahkan pengawalnya untuk menyuruh pelayan memandikan Soo-jung.

36

Sontak-saja, perintah dari Il-yong itu membuat semua orang terdiam-terkejut. Sang pengawal bertanya apakah Il-yong serius dengan hal ini? Di pihak  lain.. Soo-jung sendiri berteriak, menolak-keras perintah tersebut!!!!

Namun, semakin Soo-jung bersikeras untuk menolaknya.... malah membuat Il-yong merasa semakin senang..

37

Putri Pyeong-gang mengurung dirinya dikamar.. ia tak mau makan dan juga tak mau keluar. Tiba-tiba, datanglah utusan Raja yang membawa sesuatu untuknya.. namun, Pyeong-gang tak mau melihatnya sedikitpun.. hingga akhinya barang itu-pun ditaruh didepan kamar Putri saja.

38

Pyeong-gang terus-terusan menangis.. ia melihat salep ‘serbaguna’ yang membuatnya teringat sekaligus merasa bersalah terhadap Moo-myung, Sam-yong dan juga Soo-jung... tak ada hal lain yang bisa ia perbuat, selain mengucap kata ‘maaf’ berulang-kali...

39

Setelah selesai di-mandi-kan, kini seorang pelayan tengah memakaikannya sepatu.. Namun Soo-jung terus meronta minta dilepaskan... disaat yang bersamaan, masuklah Il-yong. Ia-pun menyuruh pelayan itu untuk pergi, sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Soo-jung.

40

Namun Soo-jung lansgung berubah pikiran, ia memohon agar pelayan itu tidak pergi.. karena jika pergi, maka tinggallah ia berduaan dengan Il-yong didalam kamar ini. Namun, apa boleh buat, karena pelayan itu lebih menuruti perkataan Il-yong dibanding perkataannya..

41

Soo-jung berusaha keras menjauh dari Il-yong. Ia berteriak mengatakan bahwa apa yang diinginkan Il-yong tidak akan pernah terjadi!

“Memangnya apa yang aku igninkan?” tanya Il-yong sembari tersenyum picik

“Kau pikir aku tidak tahu! Menyuruh seseorang untuk memandikanku, artinya kita akan tidur bersama!” tukas Soo-jung

Il-yong malah tertawa kemudian mengatakan bahwa dirinya sama-sekali tak menyangka kalau Soo-jung berpikiran hal ‘nakal’ seperti itu.

“Jelas-jelas, aku tak menginginkannya! Tapi kau yang menginginkannya!!!” teriak Soo-jung

“Iyakah? Aku menginginkannya?” tanya Il-yong yang kemudian berjalan mendekati Soo-jung

42

Soo-jung mulai panik, ia berteriak meminta Il-yong untuk menjauh.. namun Il-yong semakin mendekat... Maka secara spontan, Soo-jung langsung mendorong Il-yong dan malah membuat posisi mereka saling bertindihan diatas kasur, dimana Soo-jung berada tepat diatas tubuh Il-yong.

43

Sejenak mereka terdiam, hingga akhirnya Il-yong mengatakan: “Kau benar.. memang hal ini yang kuinginkan..”

44

Tiba-tiba, dari luar terdengar suara seseorang yang memanggil Il-yong. Ia mengatakan bahwa ini urusan penting dan ia akan langsung membuka pintu kemudian masuk kedalam kamarnya. Sangat mengejutkan... karena setelah pintunya terbuka, terlihat sosok On-dal yang dengan gagah-nya berjalan kearah mereka.

“On-dal?” ucap Soo-jung heran

45

“Berani-beraninya kau datang kesini!” tegas Il-yong sembari mencengkram tangan Soo-jung

Dengan sikapnya yang sempurna dan ekpresi wajahnya yang tenang namun terlihat tegas, On-dal mengatakan kalau tujuannya datang kemari, ialah untuk memberikan salam sekaligus memperkenalkan diri.

46

“Mulai hari ini.. aku merupakan ketua Jo Yi Sun In, yang merupakan salah-satu pasukan rahasia utusan Raja.. akulah JENDERAL ON-DAL!!!” ungkapnya

============
*** NOTES ***

OMOOOOOO... akankah kisah On-dal berakhir sama-dengan apa yang tertulis di sejarah? Sekarang dia beneran diangkat jadi Jenderal.. selanjutnya bakalan kayak gimana yaa???

::: TO BE CONTINUED :::

||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

8 komentar

  1. ehmmbbb,aq dah nntn mpe episode akhir,,,seru bgeud critany

    ReplyDelete
  2. mian nontonnya dmana kak?? aku cari di youtube kok susah :-( bagiin situsnya ya <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Donwload di nontonondramaonline.com udah full episodenya kok..
      Semangat terus ya buat adminnnya 😉

      Delete
    2. Tuh udah dikasih jawababn ☺
      Kalo akusih download di dramakoreaindo.com

      Delete
  3. makasih sinopsisnya ..ditggu lanjutannya ya..

    ReplyDelete
  4. Makin seruu,d tunggu lanjutan nya

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤