MY ONLY LOVE SONG Episode 12

06:15

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : NETFLIX =

00

Pengakuan cinta dari On-dal untuk Soo-jung, berhasil membuat yang lainnya terdiam.. Pyeong-gang menunjukkan rasa kecewanya karena patah-hati, sementara Sam-yong terlihat sangat terkejut hingga tak bisa berkata apapun..

01

Beberapa saat, setelah mendengar jawaban dari Soo-jung.. On-dal malah tersenyum : “Aku hanya bercanda...” ungkapnya

02

“Dasar baji**an!!!” teriak Soo-jung sembari mengambil sebuah ranting untuk memukul On-dal... Situasi yang tadinya sangat serius, kini berubah total menjadi penuh-tawa, namun memalukan sekaligus menyedihkan untuk Soo-jung.

EPISODE 12
[ Don’t Dissapear ]

03

Didalam mobil, Sam-yong mengajak Soo-jung berbicara empat-mata dengannya: “Kamu tak memiliki waktu untuk hal seperti ini.. kamu tak ingin pulang? Apakah kamu merasa bak-baik saja untuk tinggal disini, ‘huh?” tanya Sam-yong

“Tidak... aku tidak baik-baik saja..” jawab Soo-jung

04

Sam-yong menegaskan kalau Soo-jung tak boleh seperti ini.. Soo-jung layak untuk mendapatkan pria yang lebih kaya dan lebih baik daripada On-dal. Karena jika Soo-jung terus bertingkah seperti ini, maka pada akhirnya ia akan benar-benar menjadi nan-nyeon dan bukanlah Song Soo-jung aktris top Korea lagi,

“..Noona, ingatlah bahwa On-dal ditakdirkan untuk berjodoh dengan Pyeong-gang..” tegas Sam-yong

05

Soo-jung memahami semua perkataan Sam-yong padanya, namun hatinya berkata lain.. Sekarang ia tak lagi bisa mengelak ataupun berpura-pura, karena ia memang benar-benar mencintai On-dal, tulus dari lubuk hatinya yang terdalam.

06

On-dal megnhampiri Putri Pyeong-gang yang tengah menyendiri, duduk disalah satu bebatuan besar dipinggir sungai.

PYEONG-GANG : “Sepertinya, sudah tak ada lagi tempat untukku dihatimu...”

ON-DAL : “Ya, begitulah..”

PYEONG-GANG : “Lalu, kenapa sebelumnya kau memintaku untuk tetap berada didekatmu?”

ON-DAL : “Aku tak bisa membiarkanmu untuk hidup bersama dengan Ko Il-yong, karena aku sangat mengenal orang macam apa dia..”

PYEONG-GANG : “Hmm.. jadi bukan karena kamu menganggapku sebagai seorang wanita.. melainkan karena kamu menganggapku sebagai seorang adik yang harus dilindungi..”

ON-DAL : “Ya.. begitulah.. Jadi, kumohon maafkan aku karena perbuatanku ini..”

PYEONG-GANG : “Tidak udah meminta maaf, harusnya akulah yang berterimakasih.. karena selama ini, aku tak memiliki seorang kakak.. dan sepertinya akan menyenangkan jika aku memilikinya..”

07

Berikutnya, Pyeong-gang bertanya.. akankah ia bertemu dengan pria yang menggapnya sebagai seorang wanita? Karena, selain On-dal.. tak pernah ada pria yang berada didekatnya.

“Benarkah tak ada pria lain?” tanya On-dal

Pyeong-gang berfikir sejenak, kemudian ia menggelengkan kepalanya.. menurutnya, selain On-dal, pria yang ada didekatnya adalah Sam-yong dan ia sama-sekali tidak menyukai Sam-yong.

08

“Lihatlah... tidak ada lagi pria yang lain. Jadi mana bisa aku menjadi wanita yang spesial untuk seseorang?”gumam Pyeong-gang. Tak jauh dari sana, terlihat Mo-myung yang tengah berdiri, menguping pembicaraan mereka sedari-tadi.

09

Kabar mengenai Il-yong yang mendatangi kota Danyang terdengar hingga ke telinga baginda Raja. Sebagai informasi tambahan, pelayan melaporkan bahwa disana, Il-yong bukannya mencari Pyeong-gang melainkan mencari sosok seorang pria bernama On-dal.

Mendengar nama On-dal, seketika membuat Raja terkejut: “Akankah dia merupakan On-dal keturunan dari keluarga On yang ‘Maha-Agung’..” gumamnya.

Segera, raja-pun memberi perintah kepada pelayannya untuk mencaritahu lebih-lanjut mengenai latar belakang On-dal yang tengah dicari-cari oleh Il-yong.

10

Tuan hakim, beserta Yi-bang bergabung dalam barisan pengawal yang menemani Il-yong untuk mencari Putri Pyeong-gang. Mereka berjalan melewati sebuah hutan.. dan tuan Hakim menceritakan bahwa, 15 tahun yang lalu.. untuk pertama kalinya, ia bertemu dengan On-dal tepat ditempat ini. Hanya dengan melihat matanya saja, ia bisa menebak bahwa On-dal akan menjadi seorang pria pembuat-onar.

“Lantas.. jika kau mengetahui hal seperti itu.. mengapa kau tidak langsung membunuhnya saja?” tanya Il-young

Tuan Hakim tertawa kikuk, ia mengatakan kalu ia tak mungkin membunuh seorang anak kecil hanya karena hal sepele seperti itu. Il-yong berpendapat sebaliknya, ia kemudian menghunus pedangnya dan berkata: “Mau lihat aku melakukannya?”

11

Ia meminta salah-seorang pengawalnya untuk maju kedekatnya.. dan yang ditumbalkan adalah Yi-bang. Baru juga Il-yong mengangkat pedangnya, Yi-bang langsung berlutut dan dengan gemetar meminta ampunan.

“Lihatlah.. aku hanya mengancamnya dan dia langsung berlutut dihadapanku.. beginilah seharusnya kau memanfaatkan kekusaanmu itu!” ujarnya

Dihadapan para pengawalnya, Il-young menceritakan sebuah kisah dari kejadian yang dialaminya 15 tahun yang lalu.. saat itu, untuk pertama kalinya ia membunuh seseorang dengan tangannya sendiri. Naasnya, orang yang dibunuh oleh Il-yong merupakan ayah dari On-dal.

FLASHBACK

12

Il-yong ingin membeli sebuah gulungan benang layangan yang dibuat oleh ayahnya On-dal, namun keinginannya itu tidak terwujud karena ayahnya On-dal hanya akan memberikan barang itu untuk anaknya saja.

13

Itulah alasan sepele yang pada akhirnya, membuat Il-yong memutuskan untuk menghabisi ayahnya On-dal. Meskipun masih sangat kecil, namun ia tak segan-segan untuk melakukan hal yang sangat mengerikan seperti ini tepat dihadapan On-dal kecil.

FLASHBACK END

14

On-dal berjalan memasuki halaman rumahnya.. diantara begitu banyak barang yang berserakan, ternyata masih tersimpan gulungan-benang buatan sang ayah. On-dal terduduk lemas, ia mengambil benda tersebut dan seketika itu juga air matanya langsung jatuh, tak tertahankan lagi..

15

Terdapat sebuah ukiran bertentuk bulan sabit, On-dal teringat bahwasanya dulu sang ayah pernah berjanji padanya.. mereka akan terus menerbangkan layang-layang bersama hingga bulan sabit itu berubah menjadi bulan purnama.

16

Beberapa saat kemudian, datanglah Sam-yong.. yang kemudian membuat On-dal segera menghapus air-matanya dan menunjukkan sikap seperti biasanya. Mereka membicarakan tentang Soo-jung, Sam-yong mengetahui bahwa perkataan On-dal yang semalam bukanlah sebuah lelucon. Maka dari itu, ia memohon dengan sangat agar On-dal tidak menyimpan perasaan seperti itu suntuk Soo-jung. Namun, On-dal menegaskan kalau dirinya tak bisa mengabulkan permintaan Sam-yong.

17

“Setelah mengetahui sifat dan tingkah asli Soo-jung, kau pasti akan terluka..” ancam Sam-yong

“..Aku siap utuk terluka karenanya..” jawab On-dal yang kemudian berjalan pergi.

“Aih... mana bisa dia tetap terlihat keren meskipun dalam kondisi yang sepertinya ini..” gumam Sam-yong

18

Soo-jung duduk diatap Boong-boong, ia bertanya pada dirinya sendiri.. bagaimana bisa On-dal belum muncul dihadapannya, setleah apa yang terjadi tadi malam: “Soo-jung, apakah kau masih menunggunya? Dasar wanita gila..” keluhnya

19

Namun beberapa detik kemudian, Soo-jung kembali bangkit: “Untuk apa aku bersembunyi darinya!“ ujar Soo-jung

20

On-dal berada tepat dibawahnya, ia meminta Soo-jung untuk turun namun Soo-jung menolaknya. Akhirnya, On-dal memutuskan untuk naik keatas, namun Soo-jung menyuruhnya turun.

“Berikan tanganmu..” pinta On-dal sembari menjulurkan tangannya kearah Soo-jung

“Untuk apa?” tanya Soo-jung

“Supaya aku bisa mengenggamnya dengan erat..” jawab On-dal yang kemudian berhasil membuat Soo-jung bersedia untuk menuruti permintaannya.

21

==========================================

22

Beberapa saat kemudian, mereka terlihat berjalan-jalan di pasar. Keduanya, sama-sama menyamar mengenakan kostum pria berkumis.. On-dal menyuruh Soo-jung untuk memilih salah-satu layang yang paling disukainya.

“Layangan? Kenapa?..” tanya Soo-jung

“Karena anginnya bertiup cukup kencang ditempat ini..” jawab On-dal

“Wahh... kamu benar-benar tak memiliki hal lain untuk dilakukan. Tapi mengapa harus bermain layangan?” tanya Soo-jung

“Entahlah.. sudah lama aku tak melakukannya, tapi karena aku bersama denganmu, sepertinya aku akan bisa melakukannya lagi..” ujar On-dal

23

Soo-jung menjatuhkan pilihannya pada sebuah layangan berwarna pelangi. On-dal menyebut pilihannya itu ‘norak’ namun Soo-jung tetap merengek, meminta On-dal untuk membeli layangan pilihannya itu.

24

Pyeong-gang peri ke sungai, kemudian melihat Sam-yong yang tengah bermain lempar-batu. Ia tertarik, kemudian meminta sam-yong untuk mengajarinya.. namun setelah mencoba sekali, lemparannya tidaklah cukup bagus.

Mereka berdua kemudian mengobrol, pembicaraan mereka terkait ‘melupakan seseorang’.  Meskipun semalam merasa sangat sedih, namun setelah bangun tidur, Pyeong-gang merasa dirinya lebih baikan. 

25

Berbeda hal-nya dengan Sam-yong, yang hingga detik ini masih belum bisa melupakannya.. Sam-yong selalu dan sering teringat pada Gwang-nyeon, terutama setiap kali ia melihat bulu..

26

“Sepertinya aku bisa memahami karaktermu.. karena aku sering membacanya dari buku..” ungkap Pyeong-gang

“Memangnya, buku apa saja yang sering anda baca?” tanya Sam-yong

Dengan antusias, Pyeong-gang menyebutkan beberapa kisah dalam buku yang juga menjadi impiannya dalam mencari pasangan hidup: Kisah cinta diantara wanita bangsawan dengan pengawalnya yang rela memanjat tembok tertinggi untuk melarikan diri bersama, dan juga pria yang rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan wanitanya.

“Heol.. ternyata selera anda yang seperti itu..” gumam Sam-myong

27

Tak jauh dari tempat mereka beradai, terlihat Moo-myung yang tengah duduk menyendiri, dari samping perawakannya terlihat begitu gagak, hingga Sam-yong memujinya: “Wahh.. kau memang pria sejati!”

28

Tiba-tiba, Pyeong-gang terdiam: “..pria..” gumamnya pelan. Seketika, ia-pun mengingat semua kejadian yang telah dilewatinya bersama dengan Moo-myung, dan hal ini menyadarkannya.. bahwa seluruh karakter pria idamannya terdapat pada diri Moo-myung.

29

Pyeong-gang berjalan melawan derasnya arus sungai, hanya untuk menghampiri Moo-myung.. bibirnya tak mengeluarkan kata apapun, namun hatinya yang berbicara. Ia menyadari bahwa dirinya telah menyukai Moo-myung, namun ia tak bisa mengetahui apakah Moo-myung memiliki perasaan yang sama dengannya?

30

Moo-myung hanya terdiam.. ia tak melakukan atau mengatakan apapun. Mereka hanya saling memandang penuh-makna.. Pyeong-gang hendak menyentuh dada Moo-myung, namun belum sempat melakukannya.. ia malah mengepalkan tangannya kemudian berlari pergi  meninggalkan Moo-myung.

31

Sam-yong yang sedaritadi menonton ‘melo-drama’ romantis ini, hanya bisa berkomentar: “..luar biassaa..”

32

Beralih kesebuah tebing, dimana terlihat Soo-jung yang tengah serius menerbangkan layangan. On-dal menghampirinya, kemudian perlahan ia memegangi kedua tangan Soo-jung dengan tujuan untuk mengajarinya: “Biarkan angin yang menerbangkan layangannya..” bisik On-dal dengan suara yang sangat lembut

33

Sam-yong duduk dihadapan Boong-boong, ia mengeluhkan bahwasanya semua hal tak akan terjadi sesuai dengan apa yang diharapkan. Ia menegaskan, kalau selama ini dirinya telah melakukan usahanya semaksimal mungkin.. Namun tetap saja, yang terjadi sekarang malah seperti ini--

34

Soo-jung terdiam kikuk, ia tak tahu harus memberikan respon apa hingga ia-pun meminta On-dal untuk melepaskan tangannya karena ia merasa tidak nyaman. On-dal kemudian melepaskannya, hingga membuat gulungan-benang itu terjatuh ketanah.

35

Mereka saling berhadapan, kemudian On-dal bertanya apakah sekarang Soo-jung sudah merasa lebih nyaman?

“...tidak juga..” jawab Soo Jung

On-dal mengatakan kalau ia memahami apa yang dirasakan Soo-jung, karena ia juga merasakan hal yang sama setiap kali mereka bersama: “Nan-nyeon-aa, apa yang telah kau laukan padaku..”
“Aku tak melakukan apapun padamu..” ujar Soo-jung

“Justru karena itulah, semuanya menjadi rumit.. kamu tak melakukan apapun, tapi aku merasakan hal yang aneh seperti ini.. aku jadi penasaran, apa yang akan terjadi kalau aku melakukan sesuatu.. yang seperti ini..” ungkap On-dal yang kemudian mencium bibir Soo-jung

36
37

Bersamaan dengan itu, kita melihat Boong-boong yang tiba-tiba menyala.. Namun mengeluarkan begitu banyak asap kehitaman, kemudian keempat ban-nya langsung kempes secara berbarengan. Sam-yong yang melihatnya langsung panik sekaligus ketakutan, ia-pun berlari menjauhi tempat Boong-boong berada.

38

On-dal meminta Soo-jung untuk tetap bersama dengannya: “... jangan mati dan jangan menghilang ..” ucapnya pelan

“.. Jangan menghilang?..” gumam Soo-jung

“Apapun yang terjadi, kumohon jangan pernah menghilang dari pandanganku..” pinta On-dal yang kemudian mencium bibir Soo-jung ‘lagi’

39

||====================================================================||

***NOTES***

Huaaaaa, kalian mesti nonton sendiri scene yang terakhirr!!!! Susah buat dijelaskan pake kata-kata soalnya. Aduhhh setelah dua tahun yang lalu, cuman bisa gereget lihat Jong-hyun yang ngebet banget pengen dicium sama Seung-yeon (*meskipun sempat keserempet dikit yang katanga 'gak sengaja' itu, hahah..) di WGM akhirnya kesampean juga di drama ini


Big thanks writer-nim karena udah mengabulkan fantasi-nya para brownies



||=========||||=========||||=========||||=========||

Untuk UPDATE Sinopsis, serta berita terkait drama dan film bisa add Akun Official LINE My-Eternal Story : @azk6919i

Tambah Teman

You Might Also Like

6 komentar

  1. Aaah
    Udh itu ajah.
    Thx cingu
    Cemunguth 😙

    ReplyDelete
  2. Min, aku ga ngerti kenapa boong boong jadi kempes ban gitu.. dia ngambek atau seneng gara2 soo junh sama on dal jadian?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah , akupun enggak ngerti kenapa dia 'ngadat'

      Dan sejujurnya, aku sendiri masih gak ngerti.. motifnya si Boong-Boong bawa Soo-jung ke masa lalu apacoba?

      Sam-yong ngira kalau Soo-jung ditugasin buat jadi mak comblang-nya Pyeong-gang & On-dal.. tapi kalau Boong-Bong enggak bawa Soo-jung ke masa lalu, pastinya hubungan Pyeong-gang & On-dal bakalan mulus ajatuh.

      Namanya juga webdrama dengan genre fantasi lagi, jadinya pasti bakalan banyak hal yang bikin kita bingung dan terasa 'aneh' karena kurang penjelasan secara detail.

      Delete
    2. Kalo motifnya boong boong bawa soo jung ke masa lalu menurut aku sih karna dia tuh meremehkan putri pyeong gang yg malah milih pria miskin kayak on dal buat jadi suaminya.. tapi ga tau juga, soalnya minim penjelasan di drama ini tuh..

      Delete
    3. Ohya? Kalau memang dia meremehkan Pyeong-gang mestinya dia seneng dong si On-dal jadian ama Soo-jung. Tapi sekarang, dia malah ngambek kek begitu :(

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤