SUSPICIOUS PARTNER 21-24: The Truth is Hurts

06:20


SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

00

Akhirnya, rahasia yang selama ini diketahui hanya oleh penonton--diketahui juga oleh Bong Hee. Rasanya pasti dilema, dia mengetahui betul betapa berbahaya-nya situasi ini. Baik untuk dirinya sendiri, terutama orang-orang disekitarnya yang sangat amat ia sayangi---

Tapi, cepat atau lambat, rahasia ini memang harus terbongkar, agar penyelesaiannya-pun bisa segera didapatkan.

====================***====================

Ternyata, ayahnya Bong Hee dan Orangtua Ji Wook meninggal pada hari yang sama. Dan kebetulan juga, abunya disimpan di columbarium (rumah abu) yang sama dan hanya berbeda ruangannya saja.

01

Penyebab kematian mereka, masih belum diceritakan.. Tapi, dihadapan loker tempat abu kedua orangtua kandung Ji Wook, dengan mata yang berkaca-kaca Nyonya Hong mengatakan: “Bajin**n itu.. Kalau saja, dia tak melakukannya. Kau akan bisa melihat anak laki-lakimu ini tumbuh dewasa sesuka hatimu...”

03

Sementara itu, dihadapan loker abu ayahnya Bong Hee, nampak Bong Hee dan ibunya yang dengan bangga menceritakan profesi Bong Hee sebagai seorang pengacara: “Saat ini, aku bukan apa-apa. Namun aku berjanji aku menjadi seorang pengacara hebat suatu saat nanti..”

04

Tuan Byun sempat melihat keberadaan Bong Hee, namun ia mengira kalau dirinya hanya salah lihat. Akhirnya, meskipun berada disatu gedung yang sama.. kedua keluarga ini sama sekali tak bertemu atau bahkan berpapasan satu sama lain.

====================***====================

Kantor pengacara Ji Wook mendapat klien baru, namanya Seo Jung Ha. Ia terlibat dalam sebuah perkelahian di kafe yang membuatnya tersandung pasal berlapis. Ji Wook ditemani Bong Hee, mengajaknya berbincang untuk menggali informasi lebih dalam.

04b

Masih sama seperti sebelumnya, Ji Wook selalu menginterogasi klien layaknya seorang jaksa. Bong Hee mengingatkannya untuk bertindak seperti seorang pengacara, dan dari luar Eun Hyuk beserta Tuan Bang, memberikan kode supaya Ji Wook sedikit tersenyum, karena ia tengah berhadapan dengan seorang klien bukannya seorang tersangka.

05

Dengan tenang, Jung Ha mengakui semua perbuatannya itu. Ia memang memulai pertengkaran lebih dahulu.. Namun ketika ditanya terkait motifnya, ia malah memberikan jawaban yang tidak masuk akal: “Kadang... aku bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan..”

06

Ia menjelaskan, bahwa pada hari kejadian... ia melihat pria itu akan menusuk pekerja part-time di kafe tempatnya berada. Makanya, ia berusaha menghentikannya dengan menghajarnya terlebih dahulu.

07

Pada awalnya, tak ada yang mempercayai ungkapan Jung Ha yang katanya bisa melihat masa depan. Bahkan, Ji Wook menduga bahwa Jung Ha hanya berbohong, atau mungkin memiliki kelainan mental seperti halusinasi. Namun, seiring berjalannya waktu.. setiap perkataan Jung Ha terbukti benar adanya. Ia mengatakan pizza dan tak lama kemudian Tuan Byun datang dengan membawa pizza. Lalu, ia mengatakan untuk berhati-hati dengan gelas dan setelahnya secara tak sengaja Tuan Byun memecahkan sebuah gelas. Kemudian, mengenai pria yang akan menusuk pekerja part-time.. Hal ini tak bisa dibuktikan secara nyata. Namun, dari keterangan polisi diketahui bahwa pria itu memang menyimpan sebuah pisau dibalik jaketnya.

08

Yang paling mengejutkan-sekaligus menakutkan dan mungkin mengegangkan, ialah ketika Jung Ha tiba-iba mengatakan: “Ada kemungkinan.. dua orang di ruangan ini akan segera meninggal”

09

Tuan Byun langsung memeriksakan kesehatannya dan Tuan Bang sibuk mencari jimat untuk menangkal segala marabahaya yang mungkin akan menghampirinya. Sementara Eun Hyuk, dia sibuk menyelesaikan pekerjaannya dan Bong Hee dia sibuk mencaritahu dimanakah Ji Wook berada saat ini.

Berdasarkan penuturan Eun Hyuk, hari ini Ji Wook pasti tengah berada di satu tempat yang memang rutin didatangi olehnya setiap tahun. 

10

Sehari setelah kematian kedua orangtua Ji Wook, sebenarnya mereka sekeluarga sudah memiliki agenda untuk piknik. Namun tragedi itu terjadi, dan selama bertahun-tahun, Ji Wook menghabiskan waktu seharian untuk piknik sendirian ditempat itu. Tak ada yang berani menganggunya, bahkan orang-orang terdekat Ji Wook sekalipun.

11

Namun, Bong Hee yang telah mengalami tragedi yang kurang-lebih sama dengan Ji Wook, memiliki sudut pandang yang berbeda: “Jujur.. rasanya sangat kesepian. Jujur, sendirian itu tak enak rasanya. Mungkin, sebenarnya dia menginginkan ada seseorang yang menganggunya...”

12

Yang pertama kalinya berani menggangu Ji Wook, ialah Bong Hee. Dan karena itu Bong Hee, makanya Ji Wook langsung menunjukkan ekspresi bahagia. Dibawah pohon rindang, ditemani angin sejuk.. menjadi saat yang tepat untuk berkencan. Namun, Ji Wook malah memberikan setumpuk dokumen dan meminta Bong Hee untuk membacanya :((((

13

Untunglah, ada seorang anak kecil yang tengah berlatih sepeda lewat dihadapan mereka. Bong Hee megatakan kalau sepeda merupakan satu-satunya kenangan yang ia miliki bersama ayahya. Dulu ayahnya berjanji untuk membelikan kemudian mengajakannya naik sepeda.. Namun, sayang sekali karena ayahnya lebih dulu meninggal dunia.

Ji Wook merasa terenyuh, ia-pun langsung mengajak Bong Hee utuk belajar mengendarai sepeda.

14

Secara tak sengaja, Boong Hee melihat si ‘mata keranjang’ yang tengah mengambil foto para wanita di taman. Tanpa mengatakan apapun, Bong Hee malah meninggalkan Ji Wook untuk segera mengejar si mata keranjang.

“Wahhh--- dia pasti sudah jago naik sepeda sebelumnya--” keluh Ji Wook

Dan ternyata memang benar, karena selama ini Bong Hee sudah bisa mengendari sepeda. Wkwkwk---

15

Bong Hee mengambil SD Card dari kamera si mata keranjang, kemudian memarahinya dan menyuruhnya untuk berhenti melakukan hal menjijikan seperti ini. Namun, si mata keranjang malah mengucapkan rasa kasihannya terhadap apa yang telah Bong Hee lalui selama ini. Ia juga membahas mengenai apa yang pernah dilihatnya dulu: “Beberapa kejadian pembunuhan.... pernah terjadi di bangunan apartemen itu. Tepatnya, di rooftop.. Aku ketakutan, makanya aku segera pindah darisana..”

16

Pernyataan si mata keranjang, terus terngiang-ngiang di fikiran Ji Wook dan Bong Hee. Merekapun akhirnya, mengecek secara lansgung rooftop disebrang tempat tinggal Bong Hee terdahulu. Dalam perjalanannya, tak sengaja mereka berpapasan dengan tim kejaksaan (Yoo Jung & Ji Hae) yang juga tengah menginvestigasi ulang kasus kematian Hee Jun.

17

Tak ada obrolan panjang, namun Bong Hee masih sempat-sempatnya mengintimidasi Ji Hae. Dan itu berhasil membuat Ji Wook tersenyum, tepat dihadapan Yoo Jung, sembari mengucapkan: “Terimakasih, karena dia (Bong Hee) hidupku tak pernah terasa bosan..”

18

Setelah berada di rooftop, Ji Wook mencium sesuatu yang mencurigakan dari tangki air. Dan ketika didekati, terlihat genangan air bercampur darah disekitarnya. Segra, ia-pun menelpon kepolisian dan tak lama kemudian tim datang kemudian mendapati dua mayat yang tersimpan didalam tangki tersebut.

19

Ji Wook mengenggam tangan Bong Hee yang merasa gelisah, sekaligus kesal: “Jika ternyata... aku menyaksikan sesuatu yang bahkan tidak aku sadari, dan ternyata itulah yang membuat Hee Jun meninggal dan membuatku harus melewati semua hal ini.. Rasanya sangat tak adil, baik itu untuk diriku sendiri maupun untuk Hee Jun.....”

20

Dari kejauhan, Hyun Soo melihat semuanya.. dengan tenang ia mengatakan: “Semuanya akan baik-baik saja... Aku sudah megurusnya dengan sempurna..”

21

Fakta yang baru terungkap hari ini, membuat Ji Wook meminta maaf pada Bong Hee. Karena ketika menjadi jaksa, dirinya tak berhasil mengungkapkannya. Namun, Bong Hee menganggapnya santaii.. Ia malah memberi kabar gembira, ia mengatakan kalau dirinya akan segera memberikan jawaban atas pernyataan cinta Ji Wook. Sayangnya, bukan saat ini.. Tapi, ia akan meberitahukannya besok saja.

====================***====================

Namun, siapa sangka... Hanya beberapa jam saja sebelum bertemu dengan Ji Wook, terjadi sesuatu yang mengacaukan fikiran Bong Hee. Setelah sekian tahun mencari-cari melodi yang didengarnya dari siulan ‘penjahat’ malam itu, akhirnya siang ini Bong Hee berhasil mengetahuinya.

22

Tak sengaja, Bong Hee berpapasan dengan Hyun Soo, kemudian bertabrakan dan dokumennya terjatuh bersamaan dengan itu ponsel Hyun Soo juga ikut terjatuh. Di saat itulah, Bong Hee mendengar lagu dari ponsel Hyun Soo yang memiliki melodi sama persis dengan melodi yang selama ini dicarinya.

23

Dengan menarik nafas dalam, Bong Hee berusaha untuk bersikap ‘biasa’ saja. Ia bangkit sambil tersenyum, kemudian pamit pergi. Namun, beberapa langkah setelahnya, Bong Hee terdiam.. Dadanya terasa sangat sesak. Ia berusaha untuk meyakinkan dirinya, kalau semua ini hanyalah ‘kebetulan’ semata.

Namun, ia tak bisa menyangkal semua fakta yang memang menunjukkan kalau Hyun Soo adalah penjahat yang telah memanipulasi semuanya dari awal. Dan ini berarti, dirinya-lah yang telah membuat Ji Wook membelas seorang pembunuh.

24

Sebelumnya, Bong Hee juga telah menanyakan sendiri kepada ahjussi pemilik percetakan banner. Ia bahkan menunjukkan foto Hyun Soo dan Chan Ho, namun ahjussi itu malah menunjuk foto Chan Ho.

Sesaat kemudian, kita mengetahui kalau Hyun Soo telah bergerak lebih dulu, dengan mengancam ahjussi itu untuk hanya mengungkapkan apa yang diminta olehnya. Kalau tidak, ia tak segan untuk melukai ketiga putri dari ahjussi itu.

25

Rasa bersalah, membuat Bong Hee ragu untuk menemui Ji Wook. Sangat kebetulan, karena di kafe tempat mereka seharusnya bertemu... tengah ada Yoo Jung yang hendak berbicara dengan Ji Wook. Namun Ji Wook langsung menolak untuk berbicara dengannya. Bong Hee melihat mereka dari luar, dalam benaknya ia berkata: “Jaksa Cha.. maaf karena saat ini aku harus menggunakanmu sebagai alasanku..”

26

Bong Hee berjalan pergi, namun Ji Wook masih bisa mengejarnya. Mereka berbicara berdua, Ji Wook meminta maaf dan meminta Bong Hee untuk tidak salah faham. Namun Bong Hee malah menggunakan kesempatan ini, untuk mengatakan kebohongan yang cukup menyakitkan untuk Ji Wook dan juga untuk ia sendiri tentunya: “Aku berubah fikiran.. Kurasa, aku tak bisa menerima perasaanmu. Entah kenapa, aku merasa tidak nyaman.. Sebelumnya kamu bilang akan menghargai segala keputusanku. Jadi kumohon, terimalah keputusan dan perasaanku yang seperti ini..”

27

Bong Hee menenangkan dirinya sendirian di taman, dan disaat ini satu-satunya orang yang ia percaya untuk berbagi cerita adalah Eun Hyuk. Ia mengungkapkan, bahwa dirinya mengalami perasaan takut dan gelisah, sama seperti yang dialaminya ketika Hee Jun meninggal. Namun saat ini perasaan itu lebih besar karena ada seseroang yang sangat disayanginya. Tanpa penjelasan lebih lanjut, Eun Hyuk bisa menebak kalau semua ini disebabkan oleh yun Soo.

28

Ji Wook begitu kebingungan atas sikap Bong Hee padanya tadi. Ketika datang kesempatan untuknya bertemu dengan Bong Hee, segera ia mengajaknya untuk berbicara lagi. Ia meminta masing-masing dari mereka untuk berkata jujur terhadap satu sama lain. Namun, tanpa fikir panjang, Bong Hee langsung menolaknya dan mengatakan: “Aku tak mau melakukan apapun saat ini. Kita bicara lagi setelah fikiranku lebih tenang---”

29

Persidangan kasus Jung Ha kembali berlangsung, ia tak akan mendapatkan hukuman berat karena telah meminta maaf dan bernegosiasi dengan beberapa pihak terkait. Namun, tinggal satu orang yaitu ‘korban’ pemukulannya yang belum dinegosiasi karena tidak diketahui keberadaannya saat ini.

30

Tak lama kemudian, muncul berita mengenai kasus penyerangan seorang pria terhadap pekerja part-time. Dan tentu saja, pria itu adalah pria yang sebelumnya dihajar oleh Jung Ha. Ini berita baik karena berarti, Jung Ha memag berkata hal yang benar.. Namun, berita buruknya terkait perkataan Jung Ha yang lain, yaitu mengenai 2 orang yang akan meninggal dalam waktu dekat.

31

Ji Wook masih percaya-tak percaya akan hal ini. Bahkan, setelah persidangan, ia masih sempat bertanya secara lansgung pada Jung Ha apakah yang dikatannya itu hanya candaan belaka? Namun, sambil tersenyum Jung Ha mengatakan kalau dirinya sama sekali tidak mengatakan kebohongan.

32

Di perjalanan pulang, terjadilah hal mengerikan.. Jung Ha tertabrak mobil ketika hendak menyebarang jalan. Suara narasinya, mengiringi kecelakaan ini: “Ada kemungkinan.. dua orang akan meninggal.. Aku tiak menyangka, kalau salah satunya adalah diriku sendiri----”

33

Ji Wook segera membawanya ke rumah sakit.. Jung Ha perlu segera di operasi. Namun, ia bersikukuh tak akan melakukannya, sebelum kekasihnya yang dari baru kembali dari Jepang tiba ditempat ini. Ia mengira kalau dirinya tak akan hidup lama lagi, maka sebelum itu hal yang ingin dilakukannya hanyalah bertemu dengan orang yang paling ia cintai.

34

Dalam kondisinya yang sekarat, Jung Ha melihat bayangan ketika Ji Wook menangisi seseorang. Namun, ia segera memberikan nasihat untuk Ji Wook: “Jangan menangis terlalu banyak... Semuanya akan baik-baik saja..”

Tak lama kemudian, pacarnya tiba dan beberapa detik setelahnya... Jung Ha menghembuskan nafasnya yang terakhir.

35

Momen ini, memberikan dampak besar terhadap pola fikir Ji Wook: “Masing-masing dari kita, pernah kehilangan seseroang. Ada yang kehilangan anggota keluarganya, ada yang kehilangan temannya, ada juga yang kehilangan orang yang dicintainya. Entah itu orang yang baik atau jahat, tak ada satupun yang tidak pernah merasakan kehilangan dalam hidupnya...”

Ji Wook menelpon Bong Hee, menanyakan keberadaannya dan memintanya untuk tetap diam disana--

36

Segera setelah melihat Bong Hee, Ji Wook berlari kearahnya dan langsung memeluknya erat, kemudian mengatakan: “Maaf, karena aku tak bisa menepati janjiku. Bong Hee, kumohon sukailah aku kembali saat ini...”

Bong Hee tak mampu mengatakan apapun, dan malah menangis tersedu-sedu..

37

Sesaat kemudian, ketika tiba dirumah... Mereka langsung membicarakan kejadian barusan dalam konteks yang lebih serius.

BONG HEE: Mengapa kamu melakukan hal seperti itu ditengah jalan?

JI WOOK: Aku hanya.. berfikir kalau waktu yang berlalu sangatlah berharga untuk dilewatkan begitu saja. Lantas, ada apa denganmu? Aku merasa ada sesuatu yang janggal..

BONG HEE: Aku hanya.. kelelahan. Banyak sekali, hari dimana aku merasa kesal dan sedih. Kemudian aku melihatmu dan secara tidak sadar malah menangis..

JI WOOK: Jung Hyun Soo... Itu karena dia? Apa yang kamu ketahui tentangnya?

BONG HEE: Memangnya, sejauh mana anda mengetahui tentangnya?

JI WOOK: Hyun Soo.. Mungkin, dia adalah tersangka pembunuh Chef Yang. Tapi, itu hanya dugaanku saja.. Dugaan, tanpa bukti apapun..

BONG HEE: Waah.. aku tak percaya semua ini. Mengapa anda tak menceritakan hal ini padaku?

JI WOOK: Maaf..

BONG HEE: Lupakan semuanya, dan tarik kembali semua perasaan anda kepadaku

JI WOOK: Tidak, aku tidak mau menariknya kembali! Lagipula, untuk apa kita menjadi seperti ini, hanya karena bajin**n itu? Selama ini, aku telah memikirkannya. Aku yakin, kalau dirimu pasti menyalahkan diri sendiri atas semua kejadian ini. Kau menganggap dirimu telah bersalah karena membebaskan dan membela seorang penjahat.

BONG HEE: Memang kenyataannya seperti itu

JI WOOK: Bukan.. ini semua adalah sebuah tragedi. Tragedi yang telah direncanakan oleh Hyun Soo.. yang membuat kau dan aku terlibat didalamnya. Apapun yang terjadi, aku tak akan membiarkan Hyun Soo pergi begitu saja. Sekarang, saatnya kau untuk membuat pilihan----Ingin melawati semua ini sendirian atau bersama denganku? Jika itu aku, aku ingin melawatinya bersama denganmu...

38

Setelah memikirkan perkataan Ji Wook secara matang, akhirya Bong Hee menyadari kalau semuanya memang benar. Ia tak perlu menyalahkan dirinya sendiri, karena ini bukan sepenuhnya kesalahannya.
Bong Hee memberanikan diri untuk menghampiri Ji Wook, kemudian mengatakan kalau ia telah menerima perasaannya. Dengan malu-malu, ia mengatakan kalau hari ini merupakan hari pertama mereka jadian.

Ji Wook terkejut, dan ia juga merasa sangat bahagia: “Akhirnya aku punya pacar..”

39

Malam sebelumnya, setelah mereka mengobrol.. Ji Wook menemani Bong Hee yang pergi ke kantor polisi karena salah satu temannya, yang bernama Yeon Woo mengalami kejadian buruk. Ia diserang oleh mantan pacarnya yang tidak mau putus denganya.

40

Untunglah, Yeon Woo tak mengalami luka parah... Karena muncul seorang siswi yang melihat kejadian itu kemudian berteriak  keras hingga membuat mantan pacaranya berlari pergi. Saat ini, sang mantan telah ditahan di kantor polisi, namun penahananya bersifat sementara.. karena tak ada bukti apapun yang ditemukan di TKP.

Surat penahanan resmi, baru akan dikeluarkan setelah ditemukan bukti atau saksi. Batas waktunya, hanya 48 jam dari sekarang.. Jadi jika mereka tak menemukan apapun, maka mantan pacar Yeon Woo akan dibebaskan begitu saja dan mungkin hanya dihukum dengan membayar denda saja.

41

Pencarian barang bukti, tidak berjalan dengan mudah. Rekaman CCTV tak memberikan banyak petunjuk, karena saat itu situasinya sangat gelap dan lokasinya juga berada di gang-gang sempit. Namun, ditemani oleh Ji Wook.. Bong Hee berusaha untuk menyusuri semua tempat.. Entah itu yang bersih ataupun yang kotor, hanya demi mencari barang bukti.

Namun sayang sekali, karena usaha kerasa mereka tak membuahkan hasil apapun kecuali baadan mereka yang menjadi bau busuk---

42

Selain barang bukti, masih ada saksi.. Namun, saksi tersebut sulit ditemukan. Mereka mengetahui dimana siswi itu bersekolah namun mereka sangat kesulitan untuk mencari identitasnya.

Untunglah, Eun Hyuk lebih cerdas.. Ia memanfaatkan sosial media untuk mencari siswi tersebut. Lucunya, baik Bong Hee masupun Ji Wook.. mereka sama sekali tidak pernah menggunakan atau memiliki sosial media.

43

Bahkan, Eun Hyuk sendiri yang mengajari mereka untuk membuat kemudian memposting foto mereka di instagram untuk yang pertama kalinya.

44

Berbarengan dengan proses pencarian bukti dan saksi mata terkait kasus Yeon Woo.. Merekapun mendalami kasus Hyun Soo. Kini tak ada lagi rahasia diantara mereka, semuanya telah mengetahui identitas sebenarnya dari Hyun Soo.

45

Meskipun telah diminta untuk berhenti menyelidiki, Tuan Bang tetap menyelidiki Hyun Soo. Lebih tepatnya, ia mencari tahu terkait orang-orang yang berada difoto bersama dengan Chan Ho. Ternyata, mereka bertiga berteman.. masuk di sekolah yang sama, namun angkatannya berbeda. Pria yang berdiri dikiri Chan Ho bernama Kim Min Goo.

46

Bersamaan dengan itu, Yoo Jung menelpon Ji Wook. Ia memberi kabar bahwa salah satu dari dua mayat yang ditemukan di dalam tangki air telah diketahui identitasnya.. Namanya, Kim Min Goo. Ia terdaftar dalam nama-nama orang hilang.. Dan waktu ia dinyatakan hilang, hampir bersamaan dengan waktu kematian Hee Jun.

47

Jadi mereka semua menarik kesimpulan, kalau semua kejadian ini saling berhubungan. Hyun Soo adalah dalang dibalik semuanya. Ia telah membunuh Hee Jun, dan juga Chef Yang. Namun, fakta ini masih belum memiliki bukti yang relevan. Ji Wook akan menyerahkan penyelidikan selanjutnya kepada pihak yang berwenang, karena mereka hanyalah warga biasa dan tidak memiliki kemampuan atau hak apapun untuk melakukannya. Terakhir, dengan sangat.. ia meminta agar tak ada satupun dari mereka yang menggali lebih dalam kasus ini sendirian.

48

Bantuan pihak yang berwenang disini maksudnya adalah kejaksaan. Secara langsung, Eun Hyuk bahkan menemui Yoo Jung untuk membicarakan hal ini. Namun, terakhir.. ia tetap meminta Yoo Jung untuk berhati-hati dana tidak bertinak gegabah.

49

Namun, di malam ketika waktu 48 jam untuk mencari bukti hampir habis.. Eun Hyuk berhasil menemukan keberadaan saksi mata. Dan Tuan Bang, berhasil menemukan identitas pria yang didalam foto berdiri dikanan Chan Ho.

50

Sementara itu, Ji Wook tengah mengantar Bong Hee yang hendak menemui Yeon Woo. Entah mengapa, Bong Hee mendapat firasat buruk yang membuatnya merasa perlu untuk memastikan kondisi Yeon Woo selamat hinga pulang kerumahnya.

Tuang Bang memberitahukan informasi yang didapatnya kepada Ji Wook. Pria itu bernama Lee Jae Hoo, dan ia baru saja pulang ke Korea dari Jepang. Sekarang juga, Tuan Bang akan menemuinya sebelum Hyun Soo menemuinya. Bong Hee mengetahui hal ini, dan ia mengkhawatirkan Tuan Bang. Ia-pun meminta Ji Wook untuk segera menyususl Tuan Bang, sementara dirinya kan menemui Yeon Woo sendirian saja.

51

Eun Hyuk berhasil bertemu dengan saksi mata.. Namun, ia perlu bernegosiasi dengannya terlebih dahulu. Karena siswi tersebut menolak untuk menjadi saksi. Malam ketika ia melihat kejadian itu, adalah ketika ia bolos dari akademi-nya. Dan jika ia menjadi saksi, maka secara otomatis ibunya akan mengetahui kalau dirinya bolos.

Tak perlu waktu yang lama, hingga Eun Hyuk berhasil membujuknya. Dan terungkap fakta jikalau pria itu menyembunyikan pisau, didalam gips-nya. Namun, sangat disayangkan.. karena Eun Hyuk melaporkan hal ini kepada polisi setelah waktu 48 jam-nya lewat dan pria itu sudah dibebaskan dari kantor polisi.

52

Panik, Eun Hyuk segera menelpon Ji Wook dan menanyakan kondisi Bong Hee. Ji Wook yang tengah dalam perjalanan menyususl Tuan Bang, langsung memutar arah untuk menemui Bong Hee.

53

Setelah dibebaskan, pria itu mendatangi rumah Yeon Woo. Untunglah, Bong Hee hebat dalam hal bela diri. Ia bisa menepis semua serangan dari pria itu, meskipun ia harus mengalami sedikit luka ditangannya.

54

Sesampainya di lokasi, Ji Wook lansgung berlari panik mencari Bong Hee. Tanpa bertanya apapun, ia langsung memeluk Bong Hee dengan sangat erat. Merasa emosi, ia bahkan berniat untuk menghajar pria itu.. Namun, Bong Hee menahannya dan mengatakan kalau ia baik-baik saja.

Meskipun tahu kalau Ji Wook sangat mengkhawatirkannya, Bong Hee mengatakan kalau ia lebih mengkhawatirkan Tuan Bang. Sekarang, ia meminta Ji wook untuk segera menyusul Tuan Bang.

55

Ji Wook setuju dengannya, ia-pun berjalan pergi.. Namun, masih sempat kembali untuk memeluk Bong Hee, kemudian mengatakan kalau sebentar lagi, Eun Hyuk juga akan datang kesini.

56

Tuang Bang berhasil menemukan kediaman Lee Jae Hoo. Ia menekan bel, namun tak ada jawaban. Ia menelponnya, namun hanya terdengar dering telpon dari dalam kamar. Entah bagaimana caranya, namun Tuan Bang berhasil memasuki rumah tersebut.. *Mungkin pintunya tidak dikunci atau ada yang membukakan pintu untuknya?

57

Suasananya sangat gelap dan terlihat barang-barang yang berserakan diatas lantai. Dan yang lebih mengejutkan, terlihat Lee Jae Hoo yang telah terbaring dalam kondisi perut yang bersimbah darah karena ditusuk senjata tajam. Tuan Bang, mencoba untuk mengecek nadinya.. Namun, tiba-tiba ponselnya berdering. Itu adalah telpon masuk dari Ji Wook.

58

Ia hendak menjawab telpon tersebut, namun ia merasakan keberadaan seseroang disekitarnya. Tepat sekali, karena ketika membalikkan badan, sudah ada sesosok pria berpakaian serba hitam yang langsung menghampiri dan menyerangnya.

Dalam kondisi telpon yang masih tersambung, Tuan Bang berusaha melawan pria misterius itu. Tak disangka, ia ternyata memiliki kemampuan bela diri yang lumayan baik karena dulunya ia seorang detektif kepolisian. Namun, sangat disayangkan karena pria itu berhasil menghajarnya habis-habisan hingga membuatnya tersungkur dilantai, dan tak berdaya untuk melakukan perlawanan apapun lagi..

59

Sesaat kemudian, Ji Wook tiba di TKP. Betapa terkejut dan terpukulnya ia ketika melihat kondisi Tuan Bang yang telah tak sadarkan diri dalam kondisi perut yang bersimbah darah. Ia menangis histeris.. memintanya untuk kembali sadarkan diri----


***NOTES

Di detik-detik menjelang ajalnya, Jung Ha berkata “Jangan menangis terlalu banyak.. semuanya akan baik-baik saja”.. Secara eksplisit, dia mengatakan kalau ada korban yang mungkin akan terluka tapi dia akan tetap selamat.

Berharap Tuan Bang enggak kenapa-kenapa sih :( writer-nim selamatkanlah diaaaa :(

Awalnya, kukira yang bakalan celaka itu Eun Hyuk loh, tapi ternyata malah Tuan Bang. Jadi aku sendiri, gak bisa memprediksi 100% kalau dia bakalan selamat.

Seneng deh, karena di episode ini Bong Hee dan Ji Wook sama-sama bertekad untuk berhenti memendam rasa ‘bersalah’ dan ‘penyesalan’ atas orang-orang terdekat mereka yang telah pergi. Sekarang, sudah saatnya untuk mereka bersatu menjadi tim tangguh dalam mengunggap kejahatan Hyun Soo si penjahat psikopat.

Dan sekarang juga, menjadi waktu yang tepat untuk Ji Wook menghancurkan tembok penghalang antara dirinya dengan trio sahabatnya. Kejadian itu sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu, dan lagipula sekarang Ji Wook sudah memiliki wanita lain dihatinya. Mereka bertiga orang yang hebat, kalau mereka bersama pasti kasus ini akan terselesaikan lebih cepat.

Mengenai tindakan Bong Hee, aku rasa sama halnya ketika Ji Wook meminta Bong Hee untuk tidak mencintainya.. Mungkin, saat itu juga Bong Hee bisa merasakan apa yang Ji Wook rasakan saat itu. Dia sangat ingin menerimanya, tapi ia tak bisa melakukannya karena ia membenci dirinya sendiri yang secara ‘sengaja’ akan membuat Ji Wook terluka karena tindakan yang telah dilakukannya. Tapi beruntunglah kita, karena scene ‘renggang’ mereka cuman sebentar.

Munculnya lagi, ‘ahjussi mata keranjang’ secara tidak langsung memberi clue bahwa kasus pembunuhan lama akan mulai terbongkar lagi sedikit demi sedikit.

Mayat-mayat yang dibunuh bertahun-tahun lalu, akhirnya ditemukan juga. Awalnya agak aneh, karena air didalam tangki kok bisa bercampur darah padahal mayatnya pasti sudah membusuk, tinggal tulang-belulang. Tapi, jika difikirkan lagi, darah itu kemungkinan sudah mengering lalu mencair lagi setelah terkena air hujan (?)

Nah, karena sekarang semua orang udah tahu siapa penjahat aslinya.. Sekarang tinggal kita nikmati, seberapa panjang perjalanan mereka untuk menangkapnya!!!! Dan bersamaan dengan proses itu, kukira fakta mengenai hubungan antara orangtua Ji Wook dan ayahnya Bong Hee juga akan terungkap :(

You Might Also Like

6 komentar

  1. iya...saya feeling aja sih emang bener bakal baik-baik aja. gatau itu epilog ada pengaruhnya atau nggak hehe. hyun soo cuma butuh alibi kan makanya dia mutusin mau bunuh siapa pertama kali?
    soal darah di drum air itu emang mengherankan haha. ya anggap aja hujan ya. untuk masalah drum itu ada airnya atau nggak, mulanya saya kira nggak ada lho soalnya kalau gitu kan mayat nggak cepet membusuk, jadi wajar gak disadarin orang.
    bener lia, suka sama hubungan orang-orang yang makin terbuka. saya sampai jadi cemas sama yoo jung huhuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi, entah itu Eun Hyuk atau Yoo Jung-- perlu ada yang ketiban 'tragedi' dulu. Biar Ji Wook-nya juga entar sadar, kalau dia masih membutuhkan banget sahabatnya ini :D

      Iyaloh itu tangki berdarah, sebenrnya aneh. Iyasih didaerah itu lagi dibangun, tapi---- selama 2 tahun, ada mayat kaga ketemu, rasa-rasanya janggal sekaliii

      Delete
    2. Lewatin aja lah ya. Pokoknya kasus ortu itu jelas. Karena itu nyangut main lead sih. dan disinggung singgung mulai awal.

      Btw saya masih kepikiran alibi yg dibilang hyun soo. Katanya dia butuh alibi makanya mau bunuh 5 org itu. Tp buat apa? Masa iya buat dijadiin tersangka kayak bong hee dulu. Trus kalau mr bang ga mati? Siapa yg akan mati? Atau memang ramalan itu hanya kemungkinan. Dia bilang ada 2 yang mungkin akan mati...
      Tuan so sendiri memang milih ga operasi sih. Bisa jadi kalau dia dioperasi ga langsung mati jg hehe

      Delete
    3. Still.. everything is a mystery..
      Tunggu ajaweh, nanti juga dijawab sama wariter-nim di episode-episode berikutnya. Hahahahaha--
      TApi, tebak-ebakan juga seru. Kalo tebakan kita benar, rasanyatuh puas banget :D

      Delete
    4. swnim masih kelihatan make sedikit formula yang dipake di hello monster kemarin.
      .di hello monster ada pembunuh yang nggak pernah bisa ditangkep karena nggak meninggalkan mayat atau barang bukti, akhirnya ada seseorang yang sengaja bikin bukti palsu buat menjarain dia. sama kayak di sp.
      .di hello monster juga diceritain gimana anak dengan masa lalu pahit tumbuh besar, ada yang baik-baik aja ada yang nggak. hmmm dugaan saya sih ji wook sama hyun soo di sini tuh sebenernya sama. sama-sama pernah kehilangan yang disayanginya sewaktu muda, tapi cara mereka aja yang beda buat ngatasin itu.
      .jadi sih saya ada feeling ji wook sama bong hee ntar pisah lagi sebelum nyatu lagi di ending. maybe salah satu dari mereka ke mana gitu. biar ada waktu buat memulihkan diri sih setelah kasus demi kasus yang berat. soalnya berasa tuh sejak ada bong hee hidup ji wook kacau banget LOL. ketemu hyun soo, ngulik lagi masa lalu ortunya...

      Delete
    5. as always, formula k-drama emang kayak gitu. Dikasih yang manis-manis dulu soalnya mau dikasih yang pahit. hahahahahahah

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤