SUSPICIOUS PARTNER 17-20: Let Me Love You

06:07


SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

0

Sekarang situasinya berbalik... Noh Ji-Wook akhirnya menyadari perasaannya kepada Bong Hee. Dia menyesali apa yang pernah dikatakannya---Jika bisa, ia bahkan ingin menarik kembali semua perkataannya itu. Sebelumnya, kita mengetahui jika tindakannya berdasar pada rasa takutnya akan memulai suatu hubungan baru.. Dan lewat seuntai narasi, kita-pun bisa memahami lebih jauh alasan sesungguhnya dari tindakannya itu...

“Dalam suatu sajak, terdapat seuntai kalimat ‘sebuah permulaan dapat diprediksi, tetapi akhirnya akan tetap menjadi misteri’.... Namun, untukku sebaliknya. Aku telah melewati berbagai macam akhir yang membuatku ragu untuk memulai. Aku terlalu takut terhadap apa yang akan terjadi nantinya... Disaat ketika aku menyadari perasaanku untukmu (Bong Hee), aku malah berlari menjauhimu, layaknya pengecut. Tapi pada akhirnya, aku gagal... Karena, tanpa aku sadari, perasaanku terus tumbuh dan berkembang..... Yang jelas, aku sangat terlambat dalam menyadari hal ini.. Aku sendiri, bertanya-tanya, kapan tepatnya perasaan ini ada.. Saat ini, hanya satu hal yang kuyakini: Aku tak bisa menghentikan apa yang terjadi diantara kita, karena ini telah terjadi---” –Noh Ji Wook

1

Setelah ciuman itu.. suasana diantara mereka terasa sangat kikuk.. Bong Hee kembali goyah, ia bingung dengan perasaannya sendiri, dan Ji Wook tak tahu harus mulai menjelaskan semuanya darimana dan seperti apa.

Ji Wook ingin menjelaskan yang sebenarnya, namun Bong Hee memotong pembicaraan dan langsung mengemukaan isi hatinya yang dengan tegas meminta Ji Wook untuk berhenti melakukan tindakan yang membuat perasaannya goyah. Selama ini, ia sudah berusaha keras untuk melupakan Ji Wook, dan kedepannya-pun ia akan terus berusaha melupakannya. Bong Hee telah merasa sangat bahagia karena bisa tinggal dan bekerja ditempat ini, bersama dengan orang-orang yang menyenangkan.. Saat ini, harapannya hanya satu.. Ia hanya ingin tinggal disini dengan nyaman dan tenang untuk waktu yang lama, hanya itu saja.

2

Beberapa saat, mereka hidup dalam dunianya masing-masing.. Perkataan Bong Hee, benar-benar membekas didalam fikiran dan hati Ji Wook dan itu membuatnya jadi gusar. Tepat, ketika ada kesempatan untuk berbicara dengan Bong Hee lagi, ia-pun tak ragu untuk mengungkapkan isi hatinya.

3

Dimulai dari permintaan maaf, karena terlambat untuk menyadari perasaannya sendiri dan karena telah menjadi pria pengecut yang takut untuk memulai hubungan baru: “....Mungkin itu semua terdengar seperti alasan belaka. Namun, memang begitulah adanya.. Sekarang, aku tak memintamu untuk merubah pemikiranmu untuk mencintaiku kembali. Sama halnya ketika aku menghargai perasaanmu padaku, akupun memintamu melakukan hal yang sama kepadaku. Aku tak akan memberikanmu saat-saat yang sulit.. Aku tak akan mengganggu kehidupanmu.. Kita hanya perlu melanjutkan hidup kita seperti ini saja,... Namun, jika suatu saat kamu berubah fikiran.. kuharap kamu bisa membalas perasaanku ini. Karena aku akan terus menunggumu----”

4

Pernyataan cinta Ji Wook, tentu saja membuat Bong Hee sangat bahagia.. Namun, terjadi konflik antara ego dan hati nuraninya. Di satu sisi, ingin sekali rasanya ia menerima Ji Wook. Tapi di sisi yang lainnya, ia merasakan ketidakadilan. Dia harus menderita, menahan perasaannya dalam waktu yang cukup panjang.. Sekarang, ketika dirinya mulai terbiasa dengan situasi ‘pertemanan’ diantara mereka.. Secara tiba-tiba, Ji Wook malah menyatakan perasannya. Bisa dibilang, serasa ‘ditusuk dari belakang’

Bong Hee dengan jujur memperlihatkan perasaan cinta sekaligus bencinya terhadap Ji Wook. Namun, ia lebih dominan untuk menunjukkan rasa kesalnya: “Aku tak akan berubah fikiran, karena ini tidak adil. Aku harus melewati masa-masa sulit.. Tapi apa-apaan semuanya ini? Sekarang sudah terlambat. Tunggu dan lihatlah! Kalau kamu akan terus menungguku, terus saja menunggu sampai kamu mati!”

5b

Semua umpatan dari Bong Hee malah ditanggapi Ji Wook dengan sangat santai. Ia malah memberikan respon yang terkesan ‘menggoda’ Bong Hee. Dimulai dari menunjukkan raut wajah ‘imut’-nya, mengeluarkan kata-kata rayuan ‘maut’-nya, dan hal-hal kecil lain yang berhasil membuat Bong Hee salah tingkah hingga ia lupa untuk bernafas---

6

Bahkan, sempat di suatu malam.. Ji Wook mengalami mimpi buruk. Ia melihat seorang pria (kayaknya Ji Wook?) hendak diserang oleh Hyun Soo. Dan hal ini, membuatnya mengingau hingga badannya bergetar ketakutan. Untunglah, Bong Hee datang dan menenangkannya. Ji Wook sendiri tanpa berkata apapun.. Ia langsung memeluknya erat.

Supaya Ji Wook bisa kembali tidur dengan tenang, Bong Hee-pun menawarkan diri untuk menemaninya.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
7

Kecurigaan Ji Wook terhadap Hyun Soo semakin bertambah. Secara tiba-tiba Chan Ho menghilang tanpa jejak.. Di malam ketika mereka seharusnya bertemu, tiba-tiba Chan Ho mengirim pesan yang mengatakan kalau ia ada keperluan mendadak. Dan setelahnya... tak ada kabar apapun.

Ketika dicari di tempat kerjanya, Chan Ho ternyata telah mengambil hari libur cutinya selama beberapa hari kedepan. Kemudian ketika didatangi ke tempat tinggalnya, pemilik bangungan mengatakan kalau Chan Ho tak memberi kabar dan hanya menitipkan pesan untuk menjual kamarnya dan ia mempersilahkan calon pembeli untuk melihat kamarnya kapan saja.

8

Dikira sebagai pasangan pengantin baru yang tengah mencari tempat tinggal.. Bong Hee beserta Ji Wook, dipersilahkan untuk masuk dan melihat-lihat isi kamar Chan Ho. Mereka-pun memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari informasi mengenai Chan Ho. Tak banyak yang didapat, namun mereka menemukan sebuah foto Chan Ho bersama dua orang pria.

9

Tiba-tiba, muncul sebuah berita mengenai penemuan mobil yang didalamnya terdapat senjata tajam yang digunakan untuk membunuh Chef Kang. Tak lama kemudian, diketahui jikalau mobil itu milik Chan Ho.

10

Lantas dimanakah Chan Ho berada saat ini?

Tak ada penjelasan pasti, namun setelah pertengkaran hebatnya dengan Hyun Soo, ia menyelamatkan diri dengan melompat kesungai. Namun, setelah melakukan semua itu dengan susah payah, tak lama kemudian Hyun Soo berhasil menemukannya lagi---

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
11

Sebelum kejadian ini heboh diberitakan, Kepala Kejaksaan memanggil Yoo Jung, kemudian memintanya untuk membuka kembali kasus kematian Hee Jun. Ternyata.. selama ini, Kepala Kejaksaan terus menyelidiki bukti lain terkait kematian Hee Jun, namun hasilnya nihil.

Yoo Jung: “Tidak.. aku mengetahui betul kalau Ji Wook bukan tipe orang yang akan melakukan hal seperti itu...”

Kepala Kejaksaan: “Buktikanlah.. kalau memang dia tak melakukan hal seperti itu. Selidikilah kembali kasus ini..”

12

Mengenai keberadaan dua barang bukti--- Kepala kejaksaan, mengakui kalau bukti yang ditemukan di TKP ditaruh olehnya. Sama seperti yang ia lakukan, ia menduga kalau Ji Wook juga memalsukan bukti yang satunya lagi.

Hal ini berdasar pada hubungan diantara Ji Wook dan Bong Hee. Baik Ji Hae maupun Kepala Kejaksaan, mengira bahwa Ji Wook sangat ingin melindungi Bong Hee hingga membuat bukti palsu seperti itu.

13

Yoo Jung memberitahukan pihak Bong Hee mengenai niatnya untuk mebuka kembali kasus kematian Hee Jun. Ia mendatangi kediaman Ji Wook, dimana semua orang tengah berkumpul untuk makan malam bersama. Disana juga ada Hyun Soo, yang sebelumnya datang kesini bersama dengan Bong Hee.

14

Jadi, Hyun Soo telah menyadari bahwa gerak-geriknya diawasi oleh Ji Wook. Maka dari itu, ia memilih untuk maju datu langkah dengan meberitahukan terlebih dahulu kpeada Bong Hee mengenai alibi-nya yang tidak sepenuhnya benar.

15

Di jalan, Bong Hee bertemu dengan ahjussi yang membantunya memasangkan spanduk mencari saksi mata kejadian pembunuhan yang dituduhkan kepadanya dulu. Hyun Soo segera membalikan badan,.. ternyata dulu ia-lah pria yang menukar spanduk dan ahjussi itu pernah melihatnya. Jika ahjussi itu mengenalnya, ia berniat untuk menghabisinya—akan tetapi, ahjussi itu nampak tak mengingatnya---

16

Bong Hee membicarakan hal ini kepada Ji Wook--- Bagaimanapun yang sebenarnya terjadi, Bong Hee mengetahui betul kalau Ji Wook pasti memiliki alasan tersendiri untuk mencurigai Hyun Soo. Dan mulai saat itu, kepercayaan Bong Hee terhadap Hyun Soo tak sama seperti dulu lagi.

17

Eun Hyuk mendengar semua pembicaraan mereka.. Ia tak berkomentar apapun, namun ia menawarkan bantuan, kapanpun Ji wook membutuhkannya--

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
18

Seorang ibu rumah tangga, bernama Park Seong Eun... Secara khusus meminta bantuan Eun Hyuk untuk menjadi pengacaranya. Ia akan menyerahkan diri ke polisi karena telah membunuh suaminya yang bernama Kang Jin Ho.. Tapi, dibalik pernyataannya ini ada sebuah rahasia yang ia ungkapkan kepada Eun Hyuk.

Seong Eun: “Seorang pengacara berkewajiban untuk menjaga rahasia klienn-nya, ‘kan?”

Eun Hyuk: “Namun, seorang pengacara... tak bisa menutupi kebenaran ataupun membuat pernyataan palsu. Kami berkewajiban untuk mengungkapkan kebenaran..”

Seong Eun: “Mana yang akan anda pilih? Mengungkapkan kebenaran atau menjaga rahasia klien? Sebenarnya.. saya tidak membunuhnya, tetapi saya akan mengakui kalau saya membunuhnya.. Maukah anda menjaga rahasia ini?”

19

Eun Hyuk merasa gusar.. Setelah memikirkannya sendirian, ia memutuskan untuk mengikuti permintaan kliennya yaitu untuk tetap menjaga rahasia. Namun, karena ia bekerja didalam tim maka ada saat ketika dirinya harus mempresentasikan kasus yang ia tangani dihadapan rekan kerjanya. Tentu saja, ia tak menjelaskan ‘rahasia’ kliennya, namun Ji Wook menyadari ada sesuatu yang janggal akan kasus ini.. Maka, ia-pun bersikeras untuk membantu Eun Hyuk.. Meskipun ditolak mentah-mentah, namun Ji Wook tetap bersikukuh untuk terlibat dalam menyelesaikan kasus ini.

20

Kecurigaan Ji Wook memang benar adanya.. Karena ternyata, ada pihak lain yang sempat berada di TKP pada hari kejadian. Dia adalah Kang Jae Young, yang merupakan anak dari keluarga itu. Tanpa diberitahu siapapun, Ji Wook sendiri bisa menafsirkan ‘rahasia’ yang sengaja ditutupi oleh Eun Hyuk.

Sang ibu sengaja menyerahkan diri untuk menutupi tindakan anaknya. Karena ternyata, selama bertahun-tahun.. Korban (Kang Jin Ho) telah melakukan KDRT terhadap istri dan anaknya. Sekarang Jae Young telah beranjak dewasa dan ia ingin membalaskan dendamnya dengan cara membunuh sang ayah.

21

Ji Wook berbiacara dengan Eun Hyuk, ia memarahi dan mengingatkannya terkait kode etik pengacara yang tidak memperbolehkannya untuk menutupi kebenaran. Namun, Eun Hyuk membela diri dengan menyebut kode etik pengacara yang mengharuskan mereka untuk menjaga rahasia kliennya.

Eun Hyuk: “Bagiku, klien adalah nomor satu.. Ini artinya, aku akan menuruti permintaannya dan tetap menjaga rahasianya!”

Ji Wook: “Kau akan memasukkan orang tak bersalah kedalam penjara, kemudian membiarkan penjahat yang aslinya berkeliaran bebas?”

22

Sidang perdana berlangsung.. Semuanya berjalan sesuai dengan rencana. Namun, selama persidangan.. Bong Hee melihat interaksi yang janggal diantara Seong Eun dan anaknya. Ia teringat, saat-saat ketika dirinya berada di posisi terdakwa, ketika ia-pun harus dihadapkan pada situasi yang menyedihkan dengan ibunya. Namun, kali ini ada sesuatu yang berbeda.. mereka saling menatap untuk memberi semangat, namun sepertinya ada sebuah kesalahfahaman yang terselip diantara mereka.

23

Bong Hee merasa tertantang untuk mencaritahu lebih dalam mengenai kasus ini. Ia-pun menanyakan secara langsung kepada Jae Young apa yang dilakukannya pada hari kejadian. Ternyata, ia tidak membunuh ayahnya. Hari itu, ia memang bertengkar dengan ayahnya.. setelah itu, ia pergi meninggalkan sang ayah yang masih dalam kondisi baik-baik saja.

24

Beberapa hari, Bong Hee lewati dengan bekerja keras mengungkap teka-teki kasus ini. Ia tak menghiraukan lingkungan sekitar, bahkan dirinya sendirinya-pun tak terurus dengan baik. Namun, usahanya ini tidaklah sia-sia.. Karena pada akhirnya, ia bisa mengungkap kebenarannya.

24b

Ternyata, kematian Tuan Kang bukanlah pembunuhan. Ia meninggal karena trauma perdarahan otak.. Jika ditelisik lebih dalam, ia memiliki riwayat penyakit stroke. Hari itu, penyakitnya kambuh dan ia terjatuh dalam kondisi kepalanya tepat menyentuh ujung anak tangga. Hal ini berhasil dibuktikan lewat autopsy post-mortem. Maka dari itu, Nyonya Song Eun tak lagi didakwa dengan UU pembunuhan dan hanya didakwa atas penganiayaan terhadap mayat, karena bagaimanapun juga ia telah menusuk mayat Tuan Kang.

25

Ji Wook mengapresiasi seluruh usaha dan kerja keras Bong Hee. Ia bahkan memeluknya dengan alasan ‘pelukan dari seorang senior’.. Kemudian, ia mengelus rambut lepek Bong Hee sambil berkata ‘kamu kotor.. tapi kamu cantik...’

26

Bong Hee: “Aku fikir semua ibu itu luar biasa. Bagaimana bisa, mereka mengorbankan dirinya masuk penjara hanya demi anaknya?”

Ji Wook: “Aku setuju. Mereka memang luar biasa..”

Bong Hee: “Hmmm... aku menyukaimu, tetapi aku ingin menemui ibuku hari ini--”

Ji Wook: “Bong Hee---- barusan kamu bilang menyukaiku ‘kan?”

Bong Hee: “Huh? Tidak.. aku tak mengatakan apapun---”

Ji Wook: “Baiklah—aku juga harus melihat ibuku hari ini. Sama sepertimu, Bong Hee....”

27

Sebuah fakta yang mengejutkan, karena ternyata... Ji Wook memiliki dua keluarga. Nyonya Hong yang selama ini kita ketahui sebagai ibunya Ji Wook, ternyata bukanlah ibu kandungnya melainkan teman dari ibu kandung Ji Wook.

Ibu kandung Ji Wook, bernama Kim Mi Yeon.. Ia telah meninggal karena tragedi kebakaran yang menimpa mereka semasa kecil. Sementara ayahnya meninggal di TKP, sang ibu meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

28

Di hari ketika Ji Wook lahir, Nyonya Hong telah bertekad untuk menganggap Ji Wook sebagai anaknya sendiri. Setelah tragedi itu terjadi, ia-pun memutuskan untuk membawa Ji Wook tinggal bersamanya yang ternyata telah memiliki suami yaitu Tuan Byun.

29

Hal yang sedikit lucu, ialah karena Ji Wook bersedia memanggil Nyonya Hong dengan panggilan ‘Ibu’. Namun, ia tak mau memanggil Tuan Byun dengan panggilan ‘ayah’. Wkwkwkwkwk------

30

Dan kepada Bong Hee, Ji Wook mau menceritakan perihal latar belakang keluarganya ini. Hal yang mengejutkan, ketika Bong Hee mengatakan kalau dirinya juga mengalami situasi yang mirip dengannya. Ia mengatakan, kalau dirinya juga memiliki dua ayah: “Aku akan memberitahumu lain kali---- itupun jika aku memiliki kesempatan untuk menceritakannya...”

31

Mengenai tragedi kebarakan yang dialami Ji Wook kecil, akhirnya setelah sekian lama ia tak bisa melihat secara jelas wajah pria yang menghampirinya malam itu... Lewat mimpinya, Ji Wook bisa melihat wajah pria itu dengan sangat jelas.

32

Namun, sangat mengejutkan... karena pria dalam mimpi Ji Wook ternyata merupakan ayah yang sangat disayangi oleh Bong Hee. Hal itu kita letahui dari foto yang ditempel Bong Hee di dalam buku diary kesayangannya-----



***NOTES

Tapi ada yang janggal.. Kenapa Bong Hee tidak memiliki foto keluarga lengkap? Foto ibunya ditempel terpisah, sementara Bong Hee sendiri hanya memiliki foto bersama dengan ayahnya. Apakah orangtuanya sudah bercerai? Ataukah ibu kandung Bong Hee telah meninggal dan ibunya yang sekarang adalah ibu angkat???

33

Masih belum jelas juga, dimana dan bagaimana keadaan ayah Bong Hee itu. Mungkin udah meninggal? Karena ke foto itu, Bong Hee bilang, “Mimpi indah, ayah---”

Sejauh ini, teori yang berkembang diantara nettizen yaitu ayahnya Bong Hee masuk penjara karena diduga sebagai tersangka pembakaran rumah keluarganya Ji Wook.

Diawal-awal episode, Ji Wook pernah lihat foto Bong Hee kecil dan dia bilang, kalau fotonya serasa familiar. Ada kemungkinan, semasa kecil mereka pernah ketemu atau Ji Wook pernah lihat foto itu dari ayahnya Bong Hee (?)

Terlalu banyak kemungkinan, dan SW-nim nya juga terlalu banyak ngasih clue. Kita udah menduga begini, entar tiba-tiba begitu.. Tunggu aja, kelanjutannya bakalan kayak gimana. Tapi, beberapa episode kedepan perkiraan sih, ceritanya mulai mello-mello gimana gitu :(



You Might Also Like

3 komentar

  1. Teori keluarga idah di tempat lain ya lia hehe
    Mau ngomongin ji wook yg udah ngambil tempat min hyuk, karakter lead male favorit haha. Karakter yg meski ga dibesarin ibu bapak kandungnya tp baik dan dewasa banget. Padahal di awal awal ga gitu, tp makin ke sini emang wajar banyak orang suka...caranya ke bong hee, ngomong, sikap. Walau kadang agak agresif tp jatuhnya maklum lol jangan jangan efek pemain ^^"
    Makanya fansnya ji hyun seneng jg nih tiap dramanya slalu dipasangin lead male yg nyenengin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seneng 'Ji Wook' apa 'Ji Chang Wook'-nya nih?

      Si Ichang tuh, hebat banget kalau udah akting lewat mata.. MAu sedih/seneng/marah, bisa kelihatan dari tatapannya. Kalo udh panik gegara mimpi buruk, banyak yang bilang tatapannya itu imut banyak kayak puppy. Hahahaha--

      Delete
    2. ji wook kayaknya haha jcwnya an udah kamu jelasin gimana.

      tenang...nggak cuma jcw yg kayak gitu jadi tiap liat drama nggak ada diapun masih bisa ngerasain akting mata yang bagus :P

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤