SUSPICIOUS PARTNER 13-16: Regretful Moment?

06:29


SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

1a

Dalam benaknya, Ji Wook bertanya-tanya.. “Akankah aku menyesali pilihaku saat ini? Akankah aku menyesal karena rasa takutku untuk memulai... hubungan yang baru?”

Sementara Bong Hee,... ia sempat terdiam membisu karena terkejut dengan pernyataan Ji Wook. Namun, segera ia menyadarkan dirinya sendiri.. Ia memberanikan diri untuk menatap Ji Wook, kemudian berkata: “Hufft--- Aku menyesal karena mengutarakan perasaanku yang sebenarnya kepadamu. Namun, aku sama sekali tidak menyesali perasaanku kepadamu. Bolehkah aku mengajukan satu permintaan? Bolehkan aku memelukmu sekali lagi? Setidaknya maukah dirimu mengizinkanku untuk melakukan hal itu? Lagipula aku akan mengakhiri cintaku yang bertepuk sebelah tangan ini....”

2

Tanpa perlu mengatakan ‘iya’, Ji Wook lebih dahulu mendekat kearah Bong Hee kemudian memeluknya kemudian mengelus rambutnya dengan lembut...

Momen ini, terasa sangat menyentuh. Mungkin, dimata kebanyakan orang Ji Wook hanyalah lelaki pengecut. Ia tak mampu melawan rasa takutnya sendiri, padahal ia belum mencoba memulai pertarungan apapun. Tapi, setiap orang memiliki koping yang berbeda-beda terhadap stressornya. Ia tak pernah mau berbagi rasa sakitnya dengan orang lain. Beda hal-nya dengan Bong Hee, dia lebih terbuka.. ia mampu melimpahkan perasaannya secara terang-terangan. *makanya mereka cocok kalo jadi pasangan, saling melengkapi :D

3

Semalaman, Bong Hee menangis hingga matanya sembab.. Ji Wook merasa iba, ia berniat membantunya dengan mengambilkan handuk dingin untuk mengompres mata. Namun dengan tegas, Bong Hee menolak pertolongan itu.

“Kamu memintaku untuk tidak menyukaimu. Maka kamu harus berhenti bersikap baik padaku. Kamu harus membantuku untuk melupakanmu. Aku selalu mendengarkan semua perkataanmu.. Sekarang, aku tengah mencoba untuk melupakanmu. Tapi, jika dirimu terus bersikap baik seperti ini, akan sangat sulit untukku bisa melupakanmu. Sikapmu membuatku galau... Tapi aku berjanji, aku akan mengembalikan sikap dan perasaanku kembali seperti saat aku belum menyukai dirimu.. Kembali seperti saat aku masih menganggapmu sebagai mentor-ku...”

4b

Bong Hee benar-benar serius dengan apa yang diucapkannya. Kejadian semalam, secara tak sengaja dilihat oleh Tuan Byeon. Namun, Bong Hee segera menegaskan dihadapan semua orang kalau diantara dirinya dan Ji Wook benar-benar tak ada hubungan spesial apapun---

5

Namun, sikap tegas Bong Hee hanya muncul ketika ia berhadapan langsung dengan Ji Wook. Selebihnya, ia kembali menjadi wanita galau yang rapuh. Eun Hyuk adalah orang pertama yang menyadari sikap Bong Hee ini. Secara tak sengaja, ia melihat Bong Hee yang tengah duduk sendirian dibawah terik matahari.

EUN HYUK: Kamu sedang apa?

BONG HEE: Berjemur ---- Saat ini, seluruh tubuhku dipenuhi oleh air. Kalau kamu menyenggolnya sedikittt saja, mungkin airnya akan tumpah :(

EUN HYUK: Bukankah akan lebih baik jika kamu mengeluarkannya?

BONG HEE: Haruskah?

6

Pembicaraan mereka terpotong, karena tiba-tiba Ji wook berjalan melewatinya. Ia akan pergi melakukan investigasi terkait kasus Hyun Soo. Tentu saja, Bong Hee inign ikut.. Ia-pun segera bangkit, “Kamu bisa! Kamu sudah mengambil pilihan yang tepat untuk berhenti menyukai dia!” gumamnya

7

Mengenai Jang Hyun Soo.. Banyak hal aneh tentangnya, pihak jaksa sudah bulat meyakini bahwa ia adalah tersangka tunggal. Buktinya adalah kesaksian dari tetangga terdekat yang melihat ia meninggalkan kediaman Chef Yang di hari kejadian.. Selain itu, sidik jari—jejak kaki—dan kancing miliknya juga ditemukan di TKP.

Untuk motifnya sendiri, jaksa menemukan fakta bahwa kontrak kerja Hyun Soo sebentar lagi akan habis. Maka dari itu, ia pasti membutuhkan  banyak uang, hingga ia melakukan perampokan sekaligus pembunuhan di kediaman Chef Yang.

Fakta pendukung lainnya, adalah catatan kriminal Hyun Soo yang pernah terlibat dalam insiden penyerangan ketika ia mencoba untuk menyelamatkan seorang wanita dari bahaya.

8

Ketika menyelinap ke TKP, Ji Wook tak menemukan hal yang mencurigakan.. Kecuali lenyapnya sebingkai foto yang tidak diketahui kontennya seperti apa. Ketika ingin menyelidiki lebih lanjut, munculllah Yoo Jung..

Ji Wook bersama Bong Hee sempat bersembunyi, namun akhirnya ketahuan juga. Mereka berdebat, Yoo Jung meminta waktu untuk berbicara berdua dengan Ji Wook namun Ji Wook menolaknya.

YOO JUNG: Baiklah, kalau begitu aku akan mengeluarkan surat perintah penahanan.. Tapi hanya untuk Bong Hee saja! Kalian pasti faham, ‘kan.. kalau kalian telah melanngar peraturan dengan menerobos masuk ke TKP secara diam-diam. Tindakan kalian ini namanya ilegal!

JI WOOK: Kenapa hanya untuk Bong Hee?

YOO JUNG: Terserahku, aku jaksa yang berwenang atas kasusu ini! Kalau tak setuju berbicaralah denganku 10 menit saja!

JI WOOK: 5 menit!

YOO JUNG: Baiklah...

9

Singkat cerita, Yoo Jung hanya ingin memberitahukan sebuah informasi beserta foto terkait catatan kriminal Hyun Soo yang pernah terlibat dalam penganiayaan yang mengkibatkan korbannya mengalami luka parah, beberapa tulang rusuknya patah, wajahnya hancur.. dan bahkan, jika tak ada yang menghentikannya.. Bisa jadi, korbannya itu mengalami kematian.

10

Tanpa memberitahukan apapun pada Bong Hee, Ji Wook memutuskan untuk menemui Hyun Soo dan bertanya semuanya secara langsung. Pertanyaan menyudutkan dari Ji Wook, secara perlahan membuat emosi Hyun Soo menjadi tidak stabil.. Ia sempat sangat marah, namun segera ia meminta maaf dan mengatakan kalau dirinya hanya terbawa suasana---

Ia mengakui tindakan penganiayaan yang pernah dilakukannya, namun ia beralasan kalau tindakannya itu hanya bersifat “spur-of-the-moment (istilah yang artinya kejadian tak direncanakan-tak disengaja-terjadi secara tiba-tiba tanpa ada motif yang jelas)”

Namun, jika kita melihat foto korbannya.. Sungguh jelas terlihat kalau penganiyaan ini memiliki tujuan khusus, “Keinginan untuk membunuh?” tuduh Ji Wook

11

Tuduhan itu memancing emosi Hyun Soo, dengan nada tinggi ia menjawab: “Iya aku ingin membunuhnya! Pernahkah kau melihat orang terdekatmu disakiti?..... Ada seorang anak yang gagal aku lindungi. Setelah kejadian itu, aku terus berfikir.... ketika aku dewasa, memiliki kekuasaan dan kemampuan.. Aku tak boleh membiarkan lagi jatuh korban yang tak berdosa. Dan orang itu.. dia telah melecehkan seorang gadis. Kau kira, dia punya motif yang jelas untuk melakukannya? Tidak.. tidak sama sekali! Maka pada saat itu, aku hanya mencoba untuk menolong gadis itu semampuku saja!!!!”

Ji Wook cukup terkejut dengan ledakan emosi Hyun Soo. Namun, ia masih tetap penasaran untuk menggali fakta lainnya: “Baiklah.. aku anggap semua perkataanmu itu benar adanya. Namun, bagaimanapun juga.. kau melakukan penganiayan itu bukan untuk menghentikan kejahatannya tetapi untuk menghukumnya, bukan?”

“Apa yang salah dengann tindakanku itu? Aku hanya mencoba untuk berbuat baik.. tapi aku sedikit melampaui batas emosiku saat itu—Tapi satu hal yang inginku tegaskan. Aku bukanlah pembunuh Chef Yang.. Tak ada alasan bagiku untuk membunuhnya!” bela Hyun Soo

12

Nahloh, percaya jangan sama penjelasan Hyun Soo? Singkatnya, dulu dia memang pernah melakukan penganiayaan terhadap seseorang yang melakukan pelecehan. Tapi untuk kejadian pembunuhan Chef Yang, dia bilang dia bukan pelakunya karena dia sama sekali gak ada motif buat melakukan hal tersebut. Alasannya dia, memang bener-bener masuk akal..

Jangankan Ji Wook, aku sendiri-pun dibikin bimbang karena scene ini. Padahal, semenjak kemunculan Hyun Soo dari awal, aku udah yakin banget kalau dia ini bermasalah. Entah dia pembunuh atau kaki tangan atau sejenisnya :(

13

JI WOOK : Aku sangat membenci klien-ku. Aku membenci klien yang bersalah.. dan aku lebih membenti klien-ku yang tidak bersalah, karena aku takut jika aku tak bisa membuktikan ketidakbersalahannya...

TUAN BYEON: Ayahmu... juga selalu mengkhawatirkan hal yang sama. Dia takut jika seseorang yang ia penjarakan ternyata sebenarnya tidak bersalah... Dan ia juga takut, jika orang yang ia bebaskan ternyata bersalah...

14

Daripada dibikin pusing, mending kita pindah dulu ke scene yang lain. Kali ini tentang Bong Hee-Eun Hyuk-Tuan Bang yang tengah menikmati waktu malam mereka, bersantai di kedai untuk sekedar minu soju. Mereka semua sudah dalam kondisi mabuk, dan berbicara melantur tak jelas apa tujuannya.

BONG HEE: Harusnya aku menyukai Tn. Ji (Eun Hyuk).. Coba saja, kalau kamu itu tipeku.. Bukankah kita akan menjadi pasangan luar biasa? Dan sudah pasti, kalau cinta kita tak akan bertepuk sebelah tangan—

EUN HYUK: Yupsss, cinta kita akan berbalas.. Tapi sayangnya, kamu itu bukan tipeku! Seberapa banyak aku melihatmu, tetap saja aku tak memiliki perasaan padamu—

TUAN BANG: Itu karena, dewa cinta adalah seroang bayi. Dia tak bisa melempar panahnya tepat sasaran. Kalau saja, atlet pemanah terbaik Korea yang menjadi dewa cinta, pastilah tingkat kesuksesan orang yang jatuh cinta mencapai 100%

15

Ditengah-tengah, obrolan ngawur mereka.. datanglah Ji Wook. Ia tak bisa berbuat apapun, selain menghela nafas panjang, karena bingung harus melakukan apa terhadap mereka semua. Ia menyeret mereka untuk pulang. Tuan Bang pulang sendirian, Bong Hee terus menempel di pundak Ji Wook layaknya benalu, kemudian Eun Hyuk pulang diantar oleh supi pengganti.

16

Hal yang menyedihkan, karena dalam kondisi tidak sadar.. Eun Hyuk malah memberikan alamat tempat tinggal Yoo Jung. Ketika tiba disana, Eun Hyuk mulai sadar.. Ia sendiri, merasa terkejut dengan tingkahnya ini. Namun, ia segera memberikan alamatnya yang asli.. Bersamaan dengan itu, Yoo Jung lewat di depan mobilnya----

*Jadi penasaran.. dulu kenapa Yoo Jung bisa tidur bareng Eun Hyuk? Siapa yang menggoda siapa duluan nih? Atau kejadiannya persis kayak sekarang? Secara gak sadar, Eun Hyuk datengin rumahnya Yoo Jung? Kalaupun demikian, Yoo Jung juga salah karena dia tergoda sama Eun Hyuk -_-

17

Ji Wook benar-benar kesal atas kelakuan ketiga karyawannya yang memiliki waktu untuk mabuk-mabukan tapi tidak memiliki waktu untuk menyelesaikan tuganya dengan benar. Terlebih Bong Hee, ia adalah orang yang membawa masuk kasus Hyun Soo kedalam tim mereka, maka sudah seharusnya ia memiliki rasa tanggung jawab lebih terhadap kasus ini!

18

Mulailah, masing-masing dari mereka bekerja sesuai dengan tugas dari Ji Wook. Bong Hee harus mengecek ulang seluruh CCTV disekitar TKP, Eun Hyuk ditugaskan mencari tahu karakteristik Chef Yang dari karyawan di restorannya, kemudian Tuan Bang bertugas mengecek latar belakang keluarga Chef Yang.

Setelah kerja keras dan usaha yang tak pantang menyerah akhirnya mereka berhasil mengumpulkan fakta-fakta baru terkait Chef Yang. Semua data yang ditemukan, sama-sama merujuk pada satu orang.. yaitu Yang Ji Yeon yang merupakan adik dari Chef Yang, sekaligus orang pertama yang menemukan mayat di TKP.

19

Di persidangan, jaksa memaparkan seluruh bukti temuannya. Namun, Ji Wook berhasil menyanggahnya dengan mudah. Terkait jejak kaki.. jika memang Hyun Soo adalah pembunuh sekaligus perampoknya, harusnya jejak kaki itu berjumlah ganda. Berdasarkan kesaksian tetangga, ia melihat pelaku pergi tanpa membawa barang apapun. Padahal, keluarga mengatakan kalau beberapa barang berharga hilang: “Jika ia merampok bukankah berarti ia datang lagi ke TKP untuk mengambil barang rampokannya, yang otomatis membuat dia meninggalkan jejak ganda?”

Kemudian, mengenai kancing.. Hyun Soo menyebutkan, kalau kemungkinan, kancing itu terjatuh sehari sebelum kejadian. Karena saat itu, Chef Yang meminta bantuannya untuk mengangkat sebuah sofa.

20

Ketika Yang Ji Yeon duduk di kursi saksi, inilah saat yang tepat bagi Ji Wook untuk menggali fakta terkait kejadian yang sebenarnya.. Dengan kemampuannya, dalam mengajukan pertanyaan menjurus, ia akhirnya berhasil membuat Ji Yeon membuka mulut dan menjelaskan apa yang ia lakukan setelah meneukan mayat dan sebelum menelpon emergency.

Intinya, ia mengakui kalau kejadian perampokan itu hanyalah ceirta rekaannya belaka.. Untuk menutupi aib adiknya yang diketahui oleh si pelaku yang sebenarnya.

Berdasarkan semua fakta yang terungkap di pengadilan.. Akhirnya, hakim memberikan putusan bebas untuk Hyun Soo....

21

Akhirnya kasus ini selesai, dengan kemenangan di pihak Hyun Soo. Yang tertinggal, adalah rasa lelah yang sangat amat teramat di pihak tim pengacara, khususnya Ji Wook. Ia tertidur dalam kondisi masih mengenakan kemeja beserta dasi yang masih menempel di lehernya.

Tak sengaja, Bong Hee melihatnya.. Secara diam-diam, ia-pun membantu melepaskan dasi tersebut. Namun ternyata, Ji Wook terbangun dan terdiam melihat tindakannya tersebut.

“Aku tidak akan melepas seluruh pakaianmu, kok. Aku hanya ingin melepas dasimu saja, serius.. aku tidak bohong...” papar Bong Hee dengan gugup


23

Ji Wook tak mempermasalahan hal ini,.. setelah melihat Bong Hee yang berjalan pergi meninggalkannya, ia malah meraih tangan Bong Hee kemudian berkata: “Maaf, Bong Hee.. Kumohon tetap disini... Kumohon temani aku, 5 menit saja...”

24

Nampaknya, 5 menit itu berubah menjadi 5 jam (?) wkwkwkwk...

Keesokan paginya, Tuan Bang memergoki Bong Hee yang tengah tertidur pulas dengan menyenderkan kepalanya di paha Ji Wook. Dan Ji Wook-pun nampak tertidur pulas dalam posisinya yang seperti itu..

25

Untuk merayakan kemenangan mereka di persidangan, tim pengacara bersama Hyun Soo berkumpull untuk minum-minum dan bercengkrama santai di sebuah kedai. Semua orang menunjukkan raut wajah penuh keceriaan, namun Ji Wook.. nampaknya masih ada sesuatu yang mengganjal didalam fikirannya.

26

Ia memilih menyendiri, menghirup udahara malam sendirian saja.. Namun datanglah Tuan Bang yang menghampirinya dan menanyakan kondisinya.

JI WOOK : Penjahat yang asli masih belum tertangkap. Maka, semuanya belum berakhir.. melainkan baru saja dimulai..

TUAN BANG: Tapi itu adalah pekerjaan jaksa dan bukan tugas kita..

27

Sepasang kekasih yang disebutkan Hyun Soo dalam alibinya, membaca pesan yang ditinggalkan Bong Hee. Mereka mencoba untuk menghubungi nomor telpon yang tertera disana (tertulis nomor Bong Hee dan Ji Wook). Bong Hee tak mengangkat telpon, karena ia sibuk bercengkrama dengan yang lainnya. Untunglah, Ji Wook mengangkat telponnya.. Namun, ia tak memberitahukan hal ini pada Bong Hee dan ia memilih untuk pergi sendirian saja.

Ji Wook bertemu dengan mereka, kemudian melihat video yang diambil mereka pada hari kejadian. Hyun Soo memang benar-benar ada ditempat ini, persis sama dengan alibinya. Namun, Ji Wok berhasil menemukan sebuah kejanggalan besar..

29

Tepat dihapadan tempat duduk yang ditempati Hyun Soo pada saat itu.. terdapat begitu banyak foto beserta sticky notes yang tertempel yang isinya terkait kejadian dan kegiatan memorable yang ditinggalkan oleh para pengunjungnya. Ketika dibaca satu-semi-satu.. isi dari tempelan-tempelan itu persis sama dengan alibi yang diungkapkan oleh Hyun Soo, hal ini membuat Ji Woom berasumsi kalau alibi Hyun Soo disusun berdasarkan apa yang tertulis disini, “Apa yang ingin dia tutupi hingga menceritakan semua kebohongan ini?”

Inilah.. poin pentingnya disini.. Akhirnya, kita tahu siapa penjahat yang sebenernya. Dugaan Ji Wook selama ini memang terbukti. Yaiyalah, dia udah punya jam terbang yang cukup lama di bidang kriminal, makanya dia gak bisa dengan mudah mempercayai seseorang. Beda halnya dengan Bong Hee yang dari awal memang lebih mengedepankan perasaan daripada logikanya. Dia terlanjur melihat Hyun Soo sebagai cerminan dirinya sendiri di masa lalu...

30

Jadi apa yang sebenernya terjadi???

Dimulai dari kejadian pembunuhan 2 tahun yang lalu.. Bong Hee selalu bertanya-tanya, kenapa ‘penjahat’ itu membunuh Hee Jun dan membuatnya menjadi terdakwa?

Dan kita mendapat jawabannya secara langsung dari Hyun Soo. Alasannya, karena Bong Hee telah menyaksikan apa yang seharusnya tidak ia lihat. Hee Jun menjadi korban yang ‘sial’, karena tebunuh tanpa alasan yang pasti.. yang jelas, ia dibunuh hanya karena ia tengah berada di kamar Bong Hee. Lantas, megapa Hee Jun tak juga membunuh Bong Hee? Padahal mereka sempat berpapasan di jalan? Jawabannya sederhana, hanya karena Bong Hee tak mengenalinya,.. 

*Apa jangan-janga, Hyun Soo juga tahu kalau Si Hee Jun ini tukang selingkuh? Makanya dia bunuh? Wkwkwkwk*

31

Setelah kejadian itu, Hyun Soo terus mengawasi setiap gerak gerik Bong Hee dari kejauhan. Sepasang sepatu itu,.. sebenarnya dialah yang menaruhnya disana.

“Selama kau tidak mengenali siapa sebenarnya diriku.. maka aku akan terus menjadi orang yang baik dimatamu..” – Hyun Soo

32

Kemudian, apa hubungan diantara Hyun Soo dan Chan Ho?
Sebenarnya, jika kita ingat lebih jeli lagi.. pada saat pengumuman keputusan di persidangan yang membebaskan Hyun Soo, terlihat jelas ekspresi kekecewaan dari wajah Chan Ho. Mengapa demikian?

Sepertinya, Chan Ho memiliki hutang kepada Hyun Soo. Entah hutang berbentuk apa.. yang jelas, Chan Ho benar-benar tunduk akan seluruh perintah dari Hyun Soo. Mengenai barang bukti yang tertinggal di TKP pembunuhan Chef Yang,.... Chan Ho mengatakan kalau itu merupakan kesalahannya.

“Jika terjadi lagi, maka ini bukanlah kesalahan melainkan kesengajaan! Kesengajaanmu untuk menusukku dari belakang dan menghancurkanku! Bukankah kita harus menyelesaikan apa yang telah kita mulai? 3 orang yang telah menghilang dan 4 orang yang akan menghilang.. Bantu aku sampai semuanya selesai. Hanya itulah satu-satu cara untukmu bisa membayar hutangmu kepadaku!” tegas Hyun Soo

*Masih belum yakin sama maksud dialog ini. Apakah masih ada 4 calon korban lagi berarti total 7, atau maksudnya tinggal 1 korban lagi karena udah ada 3 korban sebelumnya



Motif kejahatan Hyun Soo masih belum terungkap dengan jelas.. DIa selalu menganggap kalau dirinya membunuh orang karena ingin 'balas dendam' (?)

Di episode ini, kita dikasih sedikittt clue tentang sesosok perempuan yang ada difikiran Hyun Soo. Kayaknya, peremuan ini udah gaada, karena dia cuman lewat didalam bayangannya Hyun Soo.--

-------------------------------------------------------------------------------

Dari kisah penjahat yang akhirnya terungkap, sekarang kita sedikit mengulas dampak dari kejadian malam tadi.. Lagi-lagi, ketika mereka mabuk.. ada fakta-fakta lucu hingga mungkin bisa dsebut menyedihkan yang terkuak dari bibir mereka sendiri..

33

Dimulai dari Tuan Bang...

Setelah memberikannya tugas yang begitu banyak, Ji Wook tiba-tiba mengucapkan terimakasih kepadanya karena sudah mau meninggalkan pekerjaannya di kantor kejaksaan hanya untuk bekerja padanya di tempat ini.

“Tidak apa-apa.. Lagipula, aku sangat senang bekerja disini bersama dengan orang-orang hebat seperti kalian..” begitulah jawaban Tuan Bang.

Padahal, tadi malam.. dihadapan semuanya.. Ia mengungkapkan bahwa perbuatan yang paling ia sesali ialah meningglakan pekerjaannya di kantor kejaksaan, hanya untuk bekerja ditempat ini---wkwkwkwk

34

Kemudian Eun Bong Hee...

Kepada Eun Hyuk, dia mengatakan kalau dirinya sudah benar-benar menyerah akan perasaannya terhadap Ji Wook. Sekarang, ia memilih untuk menjadi penggemar Ji Wook saja.. Ia sudah membuang, sekitar 98% rasa cintanya.. Hanya melihat Ji Wook dari jauh, sudah menjadi sumber kebahagiaan untuknya.

Padahal, yang malam tadi dikatakan Bong Hee adalah, “Kufikir, aku tak akan bisa melupakannya.. Aku akan mencintainya.. hingga aku mati..”

35

Eun Hyuk menyadari, jikalau Ji Wook tengah memerhatikan kebersamaan mereka: “Haruskah aku membantumu? Tak ada orang lain yang bisa mengerti perasaanmu (mengagumi seseorang dari jauh) selain diriku..”

Sengaja, Eun Hyuk menyuruh Bong Hee untuk tertawa dengan keras, kemudian ia mendekatkan wajahnya ke wajah Bong Hee, hingga terlihat seolah-olah mereka tengah bercanda dengan sangat asyik. Hal itu berhasil membuat Ji Wook merasa cemburu, hingga ia berniat untuk menyiram Eun Hyuk ‘lagi’. Namun, tak jadi ia lakukan karena ada Tuan Bang yang selalu menyindirnya besikap kekanakan.

36

Terakhir adalah Eun Hyuk...

Hari ini adalah hari ulang tahunnya, dia bahkan membeli cake untuknya sendiri.. Tanpa mengatakan kalau ini adalah hari ulang tahunnya ia mengajak yang lain untuk makan diluar, ditraktir olehnya malam ini. Namun malangnya Eun Hyuk, tak ada yang mau menerima ajakannya.. Sisa mabuk tadi malam, masih membuat mereka kelelahan dan memilih untuk beristirahat saja.

37

Alhasil, Eun Hyuk merayakan ulangtahunnya sendirian.. ditemani oleh sisa cake  yang ternyata telah dimakan oleh yang lain tanpa sepegetahuannya. Ia mengucapkan harapan untuk dirinya sendiri kemudian meniup lilin ulangtahunnya.

Muncullah Yoo Jung yang mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Katanya sih, gak sengaja lewat.. karena ini tempat mereka bertiga biasa berkumpul dulu.. Ia kemudian melanjutkan langkahnya, sambil berharap agar Eun Hyuk memanggilnya.. tapi tidak..

Akhirnya, ia kembali lagi dan mengatakan kalau dirinya ingin duduk sebentar karena kakiknya pegal. Eun Hyuk mengatakan tidak boleh, namun Yoo Jung tetap duduk disampingnya..

38

YOO JUNG: Kepada Ji Wook, aku mengatakan kalau aku meninggalkannya karena cintanya tak pernah cukup untukku. Aku tahu.. aku salah.. dan aku menyesali perkataanku itu.

EUN HYUK: Apa gunanya menyesali hal itu? Apa yang telah terjadi tak bisa dirubah kembali..

YOO JUNG: Kamu benar.. Aku memang membuat kesalahan. Tapi, aku berharap kalian tak membenciku seperti sekarang. Apakah kau begitu membenci diriku?

EUN HYUK: Ya!

Padahal malam tadi, Eun Hyuk mengatakan: “Ada seseorang yang sangat kubenci.. Aku membencinya.. Tapi tetap saja, aku tak bisa membenci ataupun memaafkannya....”

39

Ji Wook mulai menyelidiki Hyun Soo secara diam-diam, tanpa sepengetahuan Bong Hee. Ia meminta bantuan dari Tuan Bang untuk mengumpulkan data, mengenai keluarga beserta semua catatan kriminal terkait Hyun Soo dan keluarganya.

Ia tak mau memberitahu Bong Hee karena ia menyadari bahwa Bong Hee sangat bahagia atas kebebasan yang didapat Hyun Soo. Meskipun beberapa kali Bong Hee bertanya padanya, ia tetap merahasiakan hal ini dan hanya mengatakan kalau suatu saat Bong Hee juga perlu mengetahui hal ini.

40

Setelah mengingat secara detail, terkait segala seusatu yang berhubungan dengan Hyun Soo.. Akhirnya Ji Wook teringat sosok Chan Ho yang selalu muncul di setiap persidangan kemarin. Segera, Ji Wook-pun pergi menemuinya.

Setelah bertemu, Ji Wook langsung bertanya apakah Chan Ho mengenali Chef Yang atau Hyun Soo? Dan jawabannya tidak...

JI WOOK: Lantas, mengapa kamu selalu menghadiri setiap persidangan?

CHAN HO: Ah, kebetulan aku juga menjadi saksi di persidangan yang lainnya

JI WOOK: Baiklah kalau memang begitu.. Aku harap kalau kau ternyata mengenal salah satu atau bahkan keduanya. Hubungi aku kapan saja, aku akan membantumu sebisaku---

41

Malam harinya, Ji Wook menemui Yoo Jung karena ia berhasil mengetahui penampakan foto yang hilan dari TKP. Bersamaan dengan itu, Chan Ho berusaha menghubungi Ji Wook, namun tak ada jawaban.. karena kita tahu bahwa Ji Wook tengah sibuk memeriksa data-data yang diperlihatkan Yoo Jung.

42

Akhirnya, Chan Ho menelpon Bong Hee. Ia mengajaknya bertemu diluar, dengan alasan kalau dirinya ingin memberitahukan siapa orang yang telah menaruh sepasang sepatu di meja Bong Hee. Sialnya, komunikasi diantara mereka diketahui oleh Hyun Soo...

Bong Hee berusaha memberitahukan hal ini kepada Ji Wook.. Namun, berkali-kali menelpon tak ada jawaban juga hingga ia-pun memutuskan untuk berangkat sendirian. Untunglah, ia mengirimkan pesan, yang tak lama kemudian dibaca oleh Ji Wook.

43

Panik, Ji Wook segera menyusul ke alamat yang disebutkan Bong Hee. Betapa leganya ia, ketika melihat Bong Hee yang masih selamat dan tengah duduk sendirian didepan mobilnya..

JI WOOK : Hey Eun Bong Hee! Bagaimana bisa kamu datang ke tempat seperti ini sendirian? Setelah semua yang terjadi kepadamu.. Bagaimana kalau terjadi sesuatu? Apa yang akan kaulakukan dan apa yang harus kulakukan nantinya?........ Harusnya kau menungguku!

BONG HEE: Aku menunggumu! Buktinya aku masih berada disini.. aku sempat igin pergi sendirian, tapi aku measakan ada sesuatu yang janggal.. aku merasa takut, makanya aku duduk disini dan menunggumu...

44

Sebenarnya, orang yang terancam keselamatannya adalah Chan Ho. Karena Hyun Soo terlihat begitu marah atas tindakannya ini..

45

Episode 16, ditutup dengan adegan kissu antara Bong Hee dan Ji Wook. Setelah sampai di rumah, Ji Wook meminta maaf atas sikap dan perkataannya yang membuat Bong Hee merasa tersinggung. Ketika Bong Hee manatpnya untuk memastikan ketulusannya, JI Wook seakan terbawa suasana.. Ia memeluk Bong Hee kemudian menciumnya----

46

You Might Also Like

2 komentar

  1. Koreksi dikit aja yang bilang cupid bayi bukan tuan bang haha tp bong hee...
    Dan bong hee ga duduk depan mobil, ia jongkok malah :p
    Secara keseluruhan jd ngerti sih kenapa jcw suka sama naskahnya swnim, karakternya emang dibikin bersinar banget di sini. Charmnya keluar kan? Jadi orang biasa yang jatuh cinta mungkin peran yg dia ingin mainkan. Saya suka gimana di sini dia diliatin gabbisa bo.ong sama perasaannya. Liat bong hee nangis dipeluk, liat akrab sama orang lain cemburu, cemas. Semuanya kelihatan. Dan puncaknya di ending, dia kayaknya gamau bong hee salah paham lagi ngirain dia nyuruh bong hee tdk menyukainya krn dia jg ga menyukai bong hee. Walhasil itu scene tanpa kata dapet banget. Kalau ji wook ga ngomong apa apa, dan cuma meluk, maybe bong hee masih akan bertanya tanya maksudnya. Tapi karena dia ngungkapin dengan kiss itu kayaknya udah bikin bong hee ngerti. Cuma emang rasanya cepet krn ga dapet monolognya ji wook haha. Apa yg bikin dia akhirnya nyatain perasaannya? Udah ga takut lagi?

    Soal yoojung sama ji wook sampe ga mau tahu bagaimana cerita mereka dulu karena rasanya masih ganjil sampai sekarang. Ji wook kayak sayang banget sama ji wook soalnya...

    Bentar, kalau chan ho dibunuh ga ada lagi dong yg ngeberesin kerjaannya hyun soo?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheheheheh, saya sih tetep penasaran yang sebenarnya terjadi sama mereka dulu begimana.

      Scene tanpa suara ituuu, booming dimana-mana. Makanya, sekarang SBS lebih sering posting BTS mereka, karena emang chemistry-nya nih yang bikin drama ini di-kepoin banyakkkkk orang :D

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤