MY ONLY LOVE SONG Episode 3

01:59

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : NETFLIX =

00

Belum banyak yang kita ketahui tentang On-Dal...

Sekarang, ia berusia 24 tahun.... Namun, sudah 17 tahun kebelakang, ia hidup tanpa memiliki apapun. Motto hidupnya adalah ‘uang’. Dia akan melakukan apapun demi mendapatkan uang.

01

Dia mengenal banyak orang, dia baik dan ramah terhadap mereka semua. Dia juga orangnya sangat cerdas dan hemat.. Namun, tetap saja seberapa keras-pun usahanya ia hanyalah orang ‘miskin’.

02

Setiap malam ia selalu berdoa sembari menatap langit yang bertabur bintang. Ia berharap ada satu bintang yang jatuh, agar bisa ditangkapnya untuk kemudian dijual olehnya-----

03
============================*****============================

== EPISODE 3 ==
[ THAT’S ME, ON-DAL ]

04

Setelah mendengar sindiran On Dal yang menyebutnya putri palsu, Soo Jung masih berusaha menunjukkan sikap seakan-akan dirinya memanglah seorang putri yang sesungguhnya. Namun, On Dal malah tertawa nyinyir, mengatakan “Bahkan, kakiku bisa berakting lebih baik darimu!”

05

Soo Jung tak terima dengan omongan itu, ia bahkan menyebut On Dal sebagai pelaku cyber bully. Namun, On Dal malah bertanya balik cyber bully itu apa?

Cyber-bully itu adalah orang-orang yang sengaja menuliskan komentar negatif disetiap artikel mengenai diriku!”

“Aku masih tak mengerti apa itu cyber-bully. Tapi, jika kau mengingkannya.. Maka aku akan menjadi yang seperti itu untukmu..”

06

Dengan suara serta raut wajah yang menggoda, On Dal mendekati Soo Jung dan memanggilnya: “Nan-nyeon-aa...”

Mendengarnya saja, membuat Soo Jung lasngung bergidik geli: “Berani-beraninya kau bersikap seperti itu kepada seorang ‘TOP STAR’ sepertiku!”

07

Lagi-lagi, Soo Jung mengatakan seuatu yang tak dimengerti oleh On-Dal. Akhirnya secara perlahan Soo  Jung menjelaskan arti dari kata ‘TOP STAR’. Namun, On Dal salah mengartikan kata bintang sebagai bintang sesungguhnya yang berasal dari langit. Ia menganggap Soo Jung adalah jawaban dari doa-doa yang dipanjatkannya selama ini. Karena sangat bahagia, On-Dal lansgung memeluk Soo Jung dengan sangat erat.

08

“Heyyy! Kau tak bleh bertingkah seenaknya seperti ini! Aku tahu kalau semua orang ingin memelukku dan menyentuhku, tapi ini tidak benar!”

“Nan-nyeon-aaa...”

“Aku bukan Nan-Nyeon! Pergi menjauh dariku!”

“Aku tak mau melepaskanmu!”

“Apakah kau ini seorang sassaeng(fans gila)? Cepat lepaskan aku!”

09

Setelah melepas pelukannya, On Dal bertanya kepada Soo Jung: “Apakah kau ingin kabur dari tempat ini? Apakah kau ingin aku membantumu?”

Bayangkan, apabila Soo Jung pergi sekarang juga tanpa memberitahukan siapapun.. Sementara tiba-tiba besoknya utusan dari istana datang kesini, maka semua orang akan mengetahui bahwa Soo Jung adalah Putri gadungan. Maka dari itu, mereka harus pergi dari tempat ini secara aman dan terencana.

10

Setelah berdebat ini dan itu, pada akhirnya Soo Jung bersedia mengikuti rencana yang telah dibuat oleh On Dal. Keesokan paginya, ia mengatakan secara langsung kepada pak hakim dan Yi Bang (pegawai yang mirip aktor figuran) bahwa dirinya akan meninggalkan tempat ini.

11

Mereka tentu terkejut, mengira bahwa ‘putri’ akan pergi karena mereka telah melakukan kesalahan. Hakim langsung mengur Yi Bang, mengira bahwa ia tidak sepenuh hati dalam melayani sang ‘putri’. Namun, dengan raut wajah memelas dan suara yang menyedihkan.. ia pun menceritakan betapa keras usahanya untuk memenuhi segala permintaan ‘putri’ yang aneh-aneh dan sulit untuk direalisasikan.

12

Namun, Soo Jung dengan bijak memberikan penjelasan bahwasanya ia pergi atas dasar keinginannya sendiri. Ia membual, dengan mengatakan bahwa dirinya tak akan melupakan jasa mereka dan akan menceritakan kebaikan mereka kepada yang mulia raja.

Terakhir, ia mengatakan bahwa dirinya akan pindah kerumah On Dal. Pak hakim sempat mengernyit heran.. ia akan mengatakan bahwa rumah On-Dal..... Naun, Soo Jung memotong perkataannya, dan mengatakan kalau niatnya pindah adalah untuk melihat lebih dekat bagaimana kehidupan rakyat jelata.

13

Setibanya di rumah On Dal, Soo Jung langsung dibuat kesal karena ekspektasinya tak sesuai dengan kenyataan. Ia tak menyangka bahwa orang yang disebut sebagai ‘pengacara’ seperti On Dal, ternyata tinggal ditempat yang sangat kumuh seperti ini: “Pantesan dia disebut On-Dal yang bodoh!”

14

Soo Jung-pun menolak untuk tidur didalam dan malah berbaring dibilik depan rumah sembari terus menggerutu kesal. On Dal menghampirinya, ia menagih janji Soo Jung yang akan memberikan kalung emas yang digunakan olehnya.

“Tapi.. Boong-Boong masih belum ada disini sekarang!”

“Tunggu saja, mereka akan mengirimkannya besok!”

Akhirnya, dengan sukarela Soo Jung melepas kemudian memberikan kalus emasnya itu untuk on Dal.

15

On Dal memasukan kalung itu kedalam bantal yang ternyata telah berisi beberapa barang berharga lainnya. Ia tertawa bahagia, “Satu lagi kalung emas!” ucapnya dengan bangga.

16

Namun, beberapa detik kemudian... kita malah melihatnya amenangis, “Bu,... berapa banyak lagi yang harus kudapatkan?”

Momen sedih itu tak berlangsung lama, karena suara keras dari dengkuran Soo Jung membuyarkan pikiran dan mengalihkan perhatiannya.

17

Ia menghampiri Soo Jung dan berusaha untuk membangunkannya.. Namun, berkali-kali mencoba, ia tetap gagal. Karena ketika tertidur, Soo Jung benar-benar tak peka terhadap gangguan apapun yang menghampirinya.

Otaknya yang cerdik, membuatnya bisa memikirkan ide licik disaat-saat seperti ini. Ia berniat untuk mencuri sepatu ‘mewah’ yang dikenakan oleh Soo Jung. Namun, sialnya... Sepatu itu sangat sulit sekali untuk dilepaskan dari kakinya Soo Jung ^_^

“Lupakan saja.. aku tak akan mengambilnya!!!”

18

Tak tega melihat So Jung yang tertidur diluar, akhirnya On Dal memangkunya untuk memindahkannya kedalam kamar. Sesekali, ia memerhatikan wajah Soo Jung: “Dia tak begitu jelek ketika tertidur..” gumamnya

Namun, beberapa detik kemudian Soo Jung kembali mendengkur begitu kerasnya, hingga membuat On Dal hanya bisa menghela nafas panjang.

19

Beberapa saat kemudian, Soo Jung terbangun... Ia melihat sekelilingnya dan berkata: “Aih.. ini semua hanya mimpi.. Aku belum bangun, aku harus tidur lagi! Perjalanan waktu? Perjalanan waktu apaan?!?!?”

On Dal datang dan membuka pintu, kemudian memanggilnya: “Nan-Nyeon-aa... ayo kita makan..”

“Tidak.. ini cuman mimpi.. ini cuman mimpi...”

20

Hingga akhirnya. On Dal merangsak masuk dan membangunkannya dengan cara memukul bokongnya dengan cukup keras.

“Dasar pria gila!? Baru saja kau memukul bokongku? Akan kutuntut kau atas tindakan pelecehan seksual!”

“Baiklah, tuntut saja aku.. Tapi, nanti saja setelah kita sarapan..”

21

Menu sarapan mereka sangatlah sederhana. Hanya nasi putih kemudian seekor ayam rebus. On Dal menggerutu, mengungkapkan bahwa dirinya hanya memiliki 3 ekor ayam dan untuk Soo Jung ia harus mengambil 1 ekor ayamnya yang sangat berharga itu.

On Dal mengambil kedua paha ayam, sementara sisisanya yang memilki begitu banyak daging.. sengaja ia berikan untuk Soo Jung. Namun, sebaliknya... Soo Jung malah meminta bagian paha dan menyuruh On Dal untuk memakan sisanya.

“Waah... kukira kau adalah wanita jahat yang tak memikirkan orang lain. Tapi ternyata, kau masih bisa memedulikanku seperti ini...” ujar On Dal

22

Merasa tak enak hati, On Dal meminta Soo Jung untuk memakan bagian yang mengandung banyak daging. Sementara Soo Jung sendiri, tetap hanya menginginkan bagian pahanya saja. Mereka jadi saling berdebat, hingga akhirnya Soo Jung menutup mulut On Dal dengan menyuapinya secuir daging ayam.

Berikutnya, Soo Jung bertanya: “Dimana bagian ceker dan ‘anu’-nya?”

“Huh? Kau ingin memakan bagian itu? Sugguh menjijikan!?”

“Justru, bagian itu yang paling lezat!”

23

Beralih ketempat lain, dimana kita melihat seorang pria bangsawan mengendari seekor kuda gagah yang juga dikawal oleh beberapa orang pengawalnya. Dari tingkahnya saja, kita bisa mengetahui bahwa dia memiliki kepribadian narsistik yang cukup tinggi. Ia melihat banyangan dirinya di pedang kemudian memuji ketampanan dirinya sendiri.

Tak hanya itu, ia juga seakan ‘memaksa’ pengawalnya untuk mengakui kegantengannya tersebut.

24_

Kembali kerumahnya On Dal... Disana, terlihat On Dal yang hendak pergi kesuatu tempat. Soo Jung memintanya untuk segera kembali, karena ia tak mengenal siapapun ditempat ini: “Hanya kau yang mengetahu tentangku.. Itu artinya, kita sedikit mengenali satu sama lain..”

“Tapi kau tak mengetahui apapun tentangku..” ujar On Dal

“Tentu saja aku mengenalmu.. Kau sangat terkenal didalam buku..” ungkap Soo Jung

“Yaa.. aku memang terkenal akan keahlianku. Sebentar lagi, kau-pun akan mengetahuinya..” gumam On Dal

25

On Dal berjalan pergi meninggalkan rumahnya.. Soo Jung berteriak, sekali lagi memintanya untuk segera kembali lagi. On Dal mengiyakannya, kemudian memperlihatkan sebuah semunya licik yang misterius----

26

Seorang wanita ditemui oleh On Dal.. Entah siapa wanita itu, namun On Dal memberikan seluruh perhiasan emas kepadanya. Ia kemudian bertanya,  kepada siapakah wanita itu menjual ibunya? Wanita itupun mnjawab, bahwa ia menjualnya ke rumah gisaeng---

27

Pria narsisitik itu, nakpaknya tengah mencari Putri Pyeong-Gang. Ia mendatangi kediaman hakim, kemudian mendapat informasi mengenai keberadaan ‘putri’ yang tengah berada di tempatnya On Dal.

28

Soo Jung si ‘putri’ gadungan itu sendiri, tengah asyik mengobrol dengan ayam-ayam didalam kandang. Hingga tibalah On Dal yang lansung menyuruhnya untuk berlari dan bersembunyi didalam hutan.

29

Tak lama kemudian, tibalah pria narsis beserta rombongan pengawalnya. On Dal-pun berbohong, ia mengatakan bahwa ‘putri’ telah lebih dulu pergi meninggalkan tempat ini. Pria narsis itu, memerhatikan wajah On Dal, seakan-akan ia mengetahui sesuatu tentangnya. Dengan percaya diri, ia bahkan mengatakan bahwa wajah On Dal tidak lebih tampan daripada wajahnya.

30

Rombongan itu-pun berjalan pergi.. Namun, pak hakim yang datang bersama mereka masih sempat mengobrol sejenak dengan On Dal. Ia bertanya, dimanakah benda kotak besar (Boong-Boong) yang telah dikirimkannya tadi malam?

On Dal menjawab, bahwasanya sang ‘Putri’ telah pergi dengan membawa benda itu bersamanya..

31

Ternyata, Soo Jung belum pergi jauh dan ia mendengar percakapan diantara On Dal dan Pak Hakim. Setelah situasinya aman, ia segera berlari menghampiri On Dal kemudian berteriak: “Dasar penipu! Kau kemanakan mobilku?!”

32

Di sebuah tempat pandai besi, kita melihat Yi Bang beserta seorang pegawai yang tengah memerhatikan Boong-Boong dari segala sudut. Mereka kemudian, masuk kedalam mobil tersebut dan mengobrol tentang niat mereka untuk melelehkan mobil berbahan dasar besi ini, kemudian mengirimkannya ke China. Dengan sangat yakin, Yi Bang juga mengatakan bahwa jikalau terjadi apa-apa terhadap mobil ini maka yang akan disalahkan adalah On Dal.

33

Namun, ada suatu hal yang mengejutkan... selama ini, didalam mobil tersebut terdapat seseorang. Ialah Byun Sam Yong (Lee Jae Jin), yang merupakan manajer dari Soo Jung.

***Kuralat yaaaa, di dua episode pertama kukira dia itu asistennya Su Jong. Tapi ternyata, dia adalah manajer-nya dan orang yang sering kusebut manajer Soo Jung, ternyata adalah CEO agensinya***

Entah bagaimana caranya, namun Sam Yong memiliki nasib yang sama dengan Soo Jung. Mereka sama-sama terjebak di masa lalu, karena Boong-Boong si mobil misterius.

34

Kembali ke rumahnya On Dal.. Disana, mereka bertengkar.. On Dal menyuruh Soo Jung untuk segera pergi, sementara Soo Jung memintanya untuk mengembalikan Boong-Boong...

“Kau! Dasar penipu! Sebenarnya kau itu siapa, huh?!”

“Aku? Aku ini On Dal!”

“Bukan itu maksud pertanyaanku!”

“Aku adalah On Dal! Seseorang yang akan melakukan segalanya demi uang.. Begitulah diriku..”

“Dasar, pria baji**an!”

“Nan-nyeon-aa... pergilah. Jika kau tak mau pergi sekarang juga, maka aku akan menghabisimu!”

35_

============================*****============================

36

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤