MY ONLY LOVE SONG Episode 2

06:22

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : NETFLIX =


00

Melihat wajah On-Dal yang nampak sangat terkejut.. Soo Jung kemudian menggodanya, dengan berkata: “Aku tahu---melihat wajahku yang sangat memesona ini, membuatmu begitu terkesan. Semua orang juga mengatakan kalau aku lebih cantik aslinya daripada ketika di TV”

On Dal mengernyitkan keningnya, kemudian menjawab: “Kebohonganmu yang sangat keterlaluan----Aku sangat bodoh karena hampir memercayaimu!”

Mereka kemudian saling menyalahkan, karena tak memercayai apa yang dikatakan oleh pihak berlawanan. Hingga, secara tak sengaja Soo Jung mengatakan sebah kalimat yang niatnya untuk menyindir On Dal tapi malah membuatnya tersadar akan sesuatu---‘.... Kamu kira, kita sedang melakukan perjalanan waktu ke masa lalu?!...’

01

Kata ‘perjalanan waktu’, membuat Soo Jung terdiam--kemudian, ia megingat kembali semua kejadian yang dialaminya, setelah mengendari mobil antik yang bernama ‘Boong.. Boong..’ itu.

02

Segera ia bertanya pada On Dal, tahun berapa sekarang ini? Namun, On Dal malah menggelengkan kepala dan bertanya balik ‘tahun itu apa?’

Dengan ekspresi tak percaya, Soo Jung kemudian mengambil naskah dari balik pakaiannya. Darisana, dituliskan bahwa Putri Pyeong-Gang hidup ditahun ke-20 Dinasti Raja Pyeong-Won.

“Aahhhhh---Tolong selamatkan aku! Tempat apa ini!!!!” teriak Soo Jung panik

03

Keesokan harinya, seluruh tahanan dikumpulkan dilapangan utuk mendapat hukumannya. Disana ada empat orang dengan jenis kejahatan yang berbeda-beda, ada yang mencuri dua ekor ayam, melakukan pemerkosaan terhadap seorang janda, lalu penipuan (On Dal) dan untuk Soo Jung bersama dengan mobil antik yang mereka sebut sebagai ‘monster’, dianggap telah melakukan kejahatan percobaan pembunuhan.

04

Hakim yang menentukan jenis hukuman untuk mereka, memiliki wajah yang sama persis dengan Sutrada Kim. Hal ini, membuat Soo Jung meyakini bahwa semua kejadian yang menimpanya hanyalah sebuah ‘rekayasa’ belaka.

Kembali pada sifat lamanya, Soo Jung langsung mengumpat hakim tersebut dengan kata-kata kasar, ia memintanya untuk menghentikan semua kisah menjijikan ini! Namun, tingkah Soo Jung ini malah membuatnya berakhir dalam kondisi terikat dikursi dan mulutnya juga disumpal agar tidak berteriak membuat kegaduhan.

05

Persidangan kembali berlanjut.. Satu-persatu dari mereka mendapatkan hukumannnya. Si pencuri, diberi hukuman berupa 2 jarinya yang dipotong. Kemudian si pemerkosa, diberi hukuman yaitu ‘anu’-nya yang dipotong. Hukuman itu langsung diberikan ditempat mereka berada, saat itu juga.. dan ini benar-benar membuat Soo Jung terkejut. Detik inilah, ia baru menyadari jikalau kejadian aneh yang dialaminya ini, benar-benar nyata...

06

Giliran selanjutnya, adalah On Dal. Ia dipanggil kedepan dan diberikan beberapa pertanyaan oleh Hakim. Nampaknya, On Dal begitu terkenal di bidangnya.. Hakim bahkan menyebutnya ‘The Great On-Dal’, ia diketahui seringkali berhasil menurunkan hukuman para kriminal jika mereka memberikan uang kepadanya. Kali ini, ia ditahan karena tertangkap basah tengah memberikan sogokan kepada seorang saksi, “Apakah itu benar?” tanya hakim

07

Sambil tersenyum, On Dal mengiyakan hal tersebut. Kemudian, Hakim hendak  menyebutkan hukuman untuknya. Namun, On Dal memotong pembicaraan.. Ia menyinggung kejadian di Seokpajong (rumah gisaeng) pada tanggal 5 Januari. Pada hari itu, ia ada disana dan mengetahui apa yang dilakukan oleh Hakim.

08

“Apakah istrimu masih sangat pencemburu? Lebih berhati-hatilah lagi, jangan sampai tertangkah basah!?” ancam On Dal

Akhirnya, kemenangan jatuh ke pihak On Dal. Hakim menyuruh pengawal untuk melepas ikatannya, dan ia-pun memberikannya kebebasan secara cuma-cuma.

09

Dari belakang, Soo Jung mendengar semuanya.. Ia tak bisa memercayai kalau On Dal yang dianggapnya ‘bodoh’ teryata sangatlah cerdas dan ‘keren’.

10

On Dal kemudian berjalan pergi meninggalkan lapangan eksekusi, namun disana masih ada Soo Jung yang tengah menunggu hukumannya. Kepada bawahannya (yang mirip aktor figuran), hakim bertanya apa gerangan jenis kesalahan yang telah Soo Jung dan ‘mosnter’ itu lakukan?

“Mereka tidak tidak waras!”

Soo Jung menyanggahnya kemudian berusaha menjelaskan kalau dirinya adalah aktris terkenal dari masa depan. Namun, perkataannya itu malah membuat orang lain semakin percaya kalau dia hanyalah perempuan gila yang bisa membuat orang disekitarnya dalam bahaya.

11

Singkat cerita, hakim-pun menjatuhi mereka hukuman berupa eksekusi mati dengan cara lehernya dipotong. Algojo lebih dulu menghampiri Bong.. Bong.. Dari tempatnya berdiri, Soo Jung terlihat begitu panik, ia sempat berteriak minta ampun, namun tak ada gunanya.

Dalam benaknya yang terdalam, ia berterimakasih kepada semua orang yang telah membantunya selama ini, manajernya.. asistennya... dan fans-nya juga... Namun di detik-detik terakhir-nya, ia teringat ucapan sang manajer ‘It’s not over until it’s over!’

12

‘AIR MATA’ itulah yang membuat karir Soo Jung sangatlah cemerlang. Ia dapat dengan mudahnya meneteskan air mata dalam setiap karakter yang ia perankan. Dan sekarang, adalah saat yang sangat tepat untuk memanfaatkan kemampuannya itu.

13

Ia memulai akting-nya, menunjukkan raut wajah sedih---kemudian mengatakan kepada semua orang kalau ia merupakan Putri Pyeong-Gang.

“Bebaskanlah dia----” ujar salah seorang petugas (yang mirip figuran), yang tentu saja membuat Soo Jung tersenyum penuh kemenangan

14

Namun, kalimat itu belum selesai.. masih ada lanjutannya: “Kau kira, aku akan mengatakan kalimat itu hanya karena melihat tangisanmu? Dasar wanita tidak waras!”

Sekarang sudah saatnya algojo untuk mengeksekusi Boong... Boong.... Dari awal, ia sudah dibuat kebingungan karena mencari-cari, dimana letak lehernya? Akhirnya, ia-pun berjalan kebagian depan mobil dan lansgung mengayunkan pedangnya dengan sangat keras. Namun apakah yang terjadi?

15

Malah pedangnya yang patah.. dan setelah itu, Boong... Boong.. membuat kehebohan dengan membunyikan klaksonnya secara terus-menurus. Semua orang yang berada disana lansgung panik, mereka tak mengetahui benda apa itu dan mengapa bisa sekuat itu.

Soo Jung juga kebingungan, mengapa klakson Boong.. Boong.. bisa berunyi secara otomatis? Apapun penyebabnya, namun Soo Jung berusaha untuk memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin.

Soo Jung berteriak, lagi-lagi ia mengatasnamakan dirinya sebagai putri Pyeong-Gang.. Ia memberikan perintah supaya Boong.. Boong.. mengehentikan klaksonnya dan ajaibnya, dalam hitungan beberapa detik kemudian bunyi klakson itu benar-benar berhenti.

16

Semua orang, tak terkecuali Soo Jung sendiri nampak begitu terkejut, mereka tak memercayai hal magis yang baru saja terjadi dihadapan mata-kepala mereka. Bersamaan dengan kejadian ini, merekapun jadi mempercayai bahwasanya Soo Jung adalah Putri Pyeong-Gang.

“Yang Mulia! Yang terhormat!” teriak On Dal sembari berlutut diiikuti oleh yang lainnya. Mereka semua kemudian meminta maaf, karena telah melakukan dosa besar terhadap sang ‘putri’

17

Soo Jung memanfaatkan kesempatan ini untuk balas dendam. Dengan sengaja, ia menyuruh hakim dan pegawainya untuk terus berlutut dan bersujud memohon ampunan darinya. Hingga lama kelamaan, ia menjadi bosan dan kemudian menyuruh mereka untuk pergi saja.

18

Ketika jauh dari tempat Soo Jung berada, mereka mulai menggunjingkan sikapnya yang sangat menjengkelkan. Namun, apalah daya... mereka perlu memperlakukannya dengan baik, setidaknya sampai utusan dari istana menjemputnya kesini. Karena sebelumnya, hakim telah mengirimkan surat pemberitahuan mengenai keberadaan putri ini ke istana.

Hakim akan pergi ke Seokpajong, dan ia menyuruh pegaiwanya untuk melayani putri dengan baik dan sepenuh hati. Dari balik tembok, On Dal mendengar semua percakapan mereka..

19

Sesuai perintah, pegawai itu benar-benar melayani Soo Jung bak seorang Putri. Ia memberikannya makanan (meskipun ditolak).. Kemudian ketika putri hendak Buang Air Kecil, ia membawakannya pispot tradisional (meskipun langsung dilempar, karena Soo Jung ingin dibawakan tissue toilet)

20

Surat pemberitahuan itu, telah sampai ke tangan Raja. Suasana di istana menjadi heboh seketika, karena tuan Putri yang seharusnya berada dikamarnya, kebetulan sekali memang tegah menghilang disaat itu. Semua orang panik mencarinya kesetiap sudut istana, namun hasilnya nihil.

21

Namun ternyata... Putri Pyeong-Gang yang asli, tegah bersembunyi dan asyik membaca dibalik tumpukan buku. Seorang pengawal pribadinya yang dikenal dengan sebutan Moomyung (tak punya nama), muncul dan menghampirinya. Namun, sambil mengacungkan tangannya sang Putri malah berkata : “Nanti dulu, aku belum selesai membaca semuanya....”

22

Hari berubah gelap.. Soo Jung sang putri ‘gadungan’ tengah asyik menikmati hidangan malam yang telah disiapkan secara khusus untuknya. Meskipun sendirian, ia bertingkah seakan-akan tengah minum bersama dengan orang lain. Ia tertawa, bernyanyi dan berbicara sendirian pada orang lain yang nyatanya masih dirinya sendiri.

23

Selanjutnya, ia hendak memakan ceker ayam.. Ia telah memasukkannya kedalam mulut, namun ia teringat saat-saat ketika sang manajer dan sang asisten melarangnya untuk makan bahkan ketika ia kelaparan. Mereka malah dengan sengaja membacakan komentar dari para haters yang menyebutkan bahwa badan Soo Jung gemuk dan sebagainya. Namun karena kelaparan, Soo Jung selalu berlari menghindari mereka supaya bisa memasukan makanan kedalam mulutnya.

“Lihat saja.. Sekarang, aku akan menghabiskan semua ini!” ujar Soo Jung

24

Namun kemudian, ia teringat lagi akan sikap manajer-nya yang begitu perhatian dan memerhatikannya. Dihari ketika ia mengalami tragedi itu, sang manajer memintanya untuk pergi menjauh dan sekarang ia benar-benar pergi jauh dan tak akan ada reporter yang bisa menemui atau bahkan menghubunginya.

25

Dalam kondisi mello ini, tiba-tiba On Dal menerobos masuk lewat jendela kamar. Tentu saja Soo Jung panik, ia hampir berteriak namun On Dal segera membekap mulutnya dan tak sengaja mendorong badannya hingga posisi Soo Jung terjatuh tepat dibawahnya.

26

Sejenak mereka terdiam... Soo Jung memulai pembicaraan dengan mengatakan: “Dalam film komedi-romantis, saat-saat seperti ini adalah bagian dimana jantung para wanita akan berdegup dengan sangat kencang. Namun, aku berbeda dengan mereka...”

27

Soo Jung berusaha untuk lepas dari situasi ini, ia mendorong On Dal namun malah berakhir dengan posisi badan mereka yang tertukar. Kali ini, jadi On Dal yang terbaring dibawahnya.. On Dal malah memperlihatkan senyuman ‘nakal’-nya, kemudian berkata: “Aku juga berbeda dengan mereka...”

Tak sengaja, tangan On Dal hampir menyentuh bagian dada Soo Jung. Namun, On Dal segera mengalihkan perhatian dengan menunjukkan ponsel milik Soo Jung. Ia kemudian mengatakan, bahwa tujuannya datang kesini.. ialah untuk memberikan barang itu.

28

Soo Jung segera mengambilnya, ia berterimakasih namun seketika itu juga ia merasa kecewa.. Karena ia sama sekali tak mendapatkan sinyal ditempat ini. Ia semakin merasa kebingungan, bagaimana caranya ia bisa pulang jika situasinya seperti ini?

29

On Dal tersenyum dan berkata: “Anda akan segera pulang.. Kudengar, mereka telah mengirimkan surat ke istana. Sebentar lagi, pasti akan ada yang menjemput anda kesini...”

Tentu saja hal itu membuat Soo Jung terkejut, namun sebisa mungkin ia menunjukkan ekspresi bahagianya...

30

Sebelum pergi, On Dal malah mengatakan: “Aku bisa mencium aroma kebohongan dari nafasmu...”

Tinggallah Soo Jung sendirian, ia begitu panik dan kebingungan harus berbuat apa. Karena ketika kebohongannya itu terbongkar, maka hukuman mati pasti akan didapatkannya. Disaat-saat kritis ini, yang pertama kali muncul dalam fikirannya adalah Boong.. Boong..

31

Ia-pun secara diam-diam berjalan ketempat Boong.. Boong disimpan. Namun sial, karena ketika mencoba untuk masuk kedalam mobil, ternyata pintunya dikunci. Ia terus mencoba untuk membukanya, namun tiba-tiba muncul On Dal yang langsung membekap mulutnya dan memnyeretnya untuk bersembunyi karena ternyata ada dua orang petugas yang tengah berpatroli.

32

Ketika suasana dirasa aman, On Dal melepasnya, kemudian berbicara padanya : “Senang sekali rasanya, saya bisa membantu anda lagi ‘yang mulia’.. Nan-Nyeon, Anda bukanlah Putri... Aku tahu kalau dirimu bukanlah seorang putri dan kau telah membohongi semua orang!!!....”

33

=============================*****=============================

***NOTES***

34

Pertanyaannya, kenapa On Dal bisa megang ponselnya Soo Jung? Padahal itu jatuh di TKP, kan? Hmm-- something strange? Antara dia curi dari hakim atau pegaiwanya? Ataukah dia juga ada di TKP waktu kejadian munculnya Soo Jung di tengah-tengah hutan itu?

Ngomong-ngomong, perempuan yang keluar dari tandu itu siapa yaa? Enggak dibahas juga di episode ini. Apa jangan-jangan, piguran doang juga? Hahahah---

35

Duh.. gak kuat kalau lihat senyumnya Jong Hyun. Nakal-nakal gimana gituuuu,.. padahal terakhir kali, nonton dia di ‘Orange Marmalade’ yang kerjaannya nunjukkin ekpresi judes melulu. Nah disini, dikit-dikit senyum.. apa-apa senyum.. Haduh godaan terbesar yaaa. Wkwkwkwk---

You Might Also Like

2 komentar

  1. Kuatkan iman ...
    senyumnya jonghyun emg menawan.
    gak kuat aing mah .
    lanjutin min sinopsisnya .

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤