INDIVIDUALIST MS. JI-YOUNG Episode 1

06:18

00

Ji-Young (Min Hyo-Rin), seseorang dengan karakter yang sangat individualis. Ia tak peduli dengan lingkungan sekitar, tak mau berinteraksi dengan siapapun dan menganggap kalau dirinya bisa hidup bahagia dalam kesendiriannya itu. Namun, terlepas dari karakternya yang individualis itu, Ji-Young memiliki kekasih bernama Yeon-Suk (Ji Il-Joo).

“Memperbaiki suatu hubungan merupakan salah satu kebohongan yang kusadari dalam hidup ini. Hubungan dapat dianggap tulus, ketika tidak ada pihak yang merasa dirugikan dan merugikan. Aku mencoba untuk mencari jenis kebahagiaanku sendiri. Dan kusadari, kalau kebahagiaanku adalah kesendirianku----”

01

Byeok-Su (Gong Myung) memiliki sifat yang sebaliknya. Hidupnya sangat bergantung pada orang lain dan ia akan sangat sedih jika dirinya tengah sendirian tanpa ada orang yang menemaninya. Saat ini ia memiliki kekasih bernama Ye-Jin (Jang Hee-Ryung) yang tinggal dengannya, Byeok-Su selalu menunjukkan sikap manja yang tujuannya agar Ye-Jin tak meninggalkannya.

“Bisakah manusia hidup tanpa satu sama lain? Keinginan untuk dicintai merupakan salah satu kebutuhan dasar seorang manusia. Intinya, manusia tak akan bisa bertahan hidup dengan mengabaikan keberadaan orang disekitarnya--”

03

Dua orang dengan sifat bertolak belakang ini, tinggal di kamar yang bersebelahan. Ji-Young menempati kamar nomor 704 dan Byeok-Su menempati kamar nomor 705. Sebagai tetangga, banyak sekali saat dimana mereka berpapasan dan berhadapan satu sama lain. Byeok-Su selalu menyapa sembari menunjukkan senyuman ceria, namun Ji Young selalu menunjukkan sikap dingin dan acuh kemudian mengabaikannya.

03b

Secara rutin Ji-Young selalu berkonsultasi dengan psikiater. Ia mengidap tanda-tanda kecemasan yang cukup parah, hingga membuatnya insomnia. Namun, sikap Ji-Young terlalu tertutup hingga psikiater-nya sendri kebingungan harus memulai pengobatannya darimana?

04

Suatu hari--- terjadi masalah besar..

Ji Young sangat ingin putus dengan Yeon Suk. Sementara Byeok-Su, bersikeras tak mau diputuskan oleh Ye-Jin. Pertikaian dua pasangan ini, membuat kericuhan di apartemen hingga membuat mereka harus berurusan dengan pihak keamanan yang langsung menyerahkan mereka ke kantor polisi.

Ye-Jin meninggalkan Byeok-Su karena ia sudah lelah dengan hubungan mereka. Menurutnya, tak adalagi rasa cinta.. Karena Byeok-Su hanya menjadikannya sebagai orang untuk menutupi kesepiannya saja.

Beda hal-nya dengan Ji Young. Sudah berkali-kali, Yeon-Suk bertanya tentang alasan, mengapa mereka harus putus.. Namun, Ji Young memilih untuk menutup bibirnya rapat-rapat dan tak mau memberikan penjelasan apapun----

05

Tapi, kita semua pasti tahu—Bahwa setiap tindakan yang dilakukan seseorang pasti ada penyebabnya. Suatu hari, Ji-Young datang menemui Yeon-Suk ke kantornya. Namun, secara tak sengaja ia menguping pembicaraan Yeon Suk..

“.... ada yang aneh, aku rasa aku berkencan dengan seseorang yang tidak normal....” begitulah perkataan yang terlontar dari bibir Yeon Suk ketika mengobrol dengan  salah satu rekan kerjanya.

06

Dari pihak Yeon-Suk sendiri, ia memiliki alasan mengapa dirinya sampai mengatakan hal seperti itu. Ia telah menjalin hubungan dengan Ji-Young selama 3 bulan. Namun, dirinya tak pernah diperbolehkan memasuki kamar Ji-Young, bahkan ia tak bisa mengetahui kapan hari ulang tahun Ji-Young.

Ketika libur natal tiba, Yeon-Suk mengajak Ji-Young untuk berkencan dengannya. Namun, Ji-Young menolak—dengan alasan ia tidak mendapat libur dari pekerjaannya. Secara diam-diam, Yeon Suk melihat agenda di ponsel Ji Young dan disana tertulis jelas bahwa dia tak memiliki jadwal bekerja di hari itu.

07

Pekejaan Ji Young adalah seorang perawat--- agak mengejutkan memang, karena karakter dingin sepertinya serasa tidak cocok untuk menjalankan profesi tersebut. Di hari natal, Ji Young mendapat jatah libur.. Namun, secara tiba-tiba ada perawat lain yang minta bertukar shift dengannya. Ji Young nampak tak suka dengan hal itu, namun ia tak bisa menolaknya..

Sudah sangat jelas, kalau keretakan hubungan Ji-Young dan Yeon-Suk disebabkan oleh sebuah kesalahfahaman. Tak mau buang-buang energi, Ji-Young lebih memilih untuk menganggap semua ini sebagai kesalahannya sendiri. Seberapa keras, Yeon Suk meminta penjelasan---Ji-Young terus menghindar dan tak mau mengatakan apapun selain mengatakan kata putus----

08

Sementara itu, Byeok-Su berubah menjadi seseorang cengeng setelah ditinggal Ye-Jin. Ia berusaha sekeras mungkin untuk bisa membuat Ye Jin kembali padanya. Namun, apalah daya--- baru juga putus beberapa hari, namun nampaknya Ye Jin telah mendapatkan penggantinya.

09

Dirundung rasa galau yang berlebih, membuat Byeok Su terpaksa menghabiskan waktunya sendiran. Namun sangat amat kebetulan, karena ia bertemu dengan Ji-Young. Mereka sama-sama membeli tiket untuk film tengah malam. Ternyata, Ji-Young sudah biasa menonton di jam seperti ini, biasanya dalam satu bioskop hanya ada dirinya sendirian dan ia sangat menikmati saat-saat tersebut. Mengetahui kalau kali ini, ada orang lain.. membuatnya berniat untuk menukarkan kembali tiketnya. Namun hal itu tidak bisa dilakukan, karena filmnya akan mulai sebentar lagi.

10

Ji-Young sengaja duduk jauh dari tempat Byeok Su. Namun Byeok Su malah terus-terusan mengikutinya dan duduk didekatnya. Ji Young mearas tak nyaman, namun ia berusaha menahannya. Secara tak sengaja, Byeok Su meminum cola milik Ji Young dan Ji Young yang tidak mengetahuinya kemudian meminum lagi cola tersebut. Namun, tak lama setelahnya ia sadar akan hal itu.... Karena cola miliknya yang masih penuh, tiba-tiba tinggal sedikit lagi.

11

“Bukankah, ini artinya kita sudah berciuman secara ‘tak sengaja’?” begitulah kalimat yang terus dan terus ditanyakan Byeok Su sepanjang perjalan pulang. Ji Young merasa sangat risih, ia menyindir Byeok Su sebagai pria kenakak-kanakan yang membesar-besarkan hal sepele seperti itu. Namun kejadian ini malah membuat Byeok Su menyimpan ketertarikan berlebih pada Ji-Young.

12

Suatu hari, Yeon Suk menunggu Ji Young di depan apartemennya. Namun Ji Young tengah terburu-buru karena dirinya sakit perut. Ia berlari dan sempat terjatuh, dan sialnya---ketika terjatuh ia tak tahan ingin buang angin. Kejaian memalukan ini membuat situasi jadi awkward. Segera, Ji Young kembali bangkit dan berlari menuju kamarnya.

13

Yeon Suk mengkhawatirkan kondisi Ji Young, ia berlari mengejarnya namun ia tak bisa masuk karena tak memiliki akses. Ji Young sendiri, karena terburu-buru.. ia lupa passcode kamarnya. Sialnya lagi, beberapa hari lalu, Ji Young mengubah passcode-nya menjadi 12 digit. Tak tahan ingin BAB, akhirnya Ji Young memasuki kamar Byeon Suk. Ia mengetahui passcode-nya karena sempat melihat Byeon Suk memasukkan passcode beberapa kali...

14

Saat itu, Byeon Su tengah berada di kamarnya. Ia terkejut, mengira kalau yang barusan masuk dan berlari ke toilet itu adalah maling. Segera... ia membuka pintu toilet dan mereka berdua sama-sama langsung berteriak histeris.

Byeon Su menutup kembali pintu toilet, kemudian tertawa cekikikan.. Apalagi, ia mengetahui kalau Ji Young telah BAB dicelana dan itu membuatnya tak bisa keluar dari toilet ini.

Setelah bernegosiasi, akhirnya Byeon Su setuju untuk mengambilkan pakaian dari kamar Ji Young. Namun, Ji Young memperingatkan agar ia tak menyentuh barang apapun dari kamarnya.

15

Byeok Su tak menepati janjinya.. Ia tertarik untuk melihat-lihat barang milik Ji Young termasuk secarik Kartu Keluarga yang tersimpan di meja belajar. Ternyata, kedua orangtua Ji Young telah bercerai dan ia adalah anak tunggal.

16

Lantas bagaimana dengan keluarga Byeok-Su? Ia masih memiliki keluarga yang lengkap, ibu-ayah-dan seorang adik perempuan. Byeok Su sangat loyal terhadap adiknya, meskipun ia menyadari kalau adiknya itu tak begitu  menyukainya. Hanya ibu saja, yang bersikap baik kepadanya. Mengapa demikian? Karena ternyata, ia hanyalah anak angkat di keluarga itu.

17

Ji Young tak pernah mau menceritakan kisah pribadinya kepada siapapun, termasuk psikiaternya sekalipun. Hal ini, membuat psikiaternya kesal: “Aku tak bisa mengobati orang yang bahkan tidak mau jujur terhadap dirinya sendiri--”

Bagi Ji Young, semua orang disekitarnya adalah orang asing. Maka tak ada kepentingan untuknya menceritakan kelemahannya terhadap siapapun itu. Jika Ji Young ingn melanjutkan terapi-nya, maka sang psikiater mengharuskannya menulis jurnal tentang kehidupan dan tentang perasaannya.

18

Malam ini, adalah malam natal---- Byeok Su nampak gelisah karena tak ada satupun orang yang mau menemaninya. Ia mengirim pesan kesemua kontak teman yang ada di ponselnya.. Namun ia diabaikan, sekalinya ada yang membalas.. malah orang yag meminta bantuan padanya.

19

Sementara Ji Young  terbaring lesu diatas tempat tidurnya. Ia meminum beberapa pil untuk mengobati rasa pusing dan mual yang dideritanya belakangan ini. Mungkin ini efek obat.. tiba-tiba Ji Young mulai kehilangan kesadarannya, secara tak sadar ia menekan tombol volume di remote hingga maksimal.

20

Byeok Su merasa terganggu dengan suara bising ini, ia-pun menggedor pintu kamar Ji Young namun tak ada jawaban. Lama-kelamaan, ia mulai panik: “Akankah dia bunuh diri?”

Untunglah, ia mengetahui passcode kamar Ji Young karena terakhir kali ia yang memanggil tukang untuk mengembalikan passcode-nya ke 4 digit. ‘1234’ itulah kode yang ia masukkan, ia kira ini akan gagal karena kemungkinan besar Ji Young telah mengganti lagi passcode-nya. Namun ternyata ia berhasil, karena Ji Young masih belum mengubahnya.

21

Dalam kondisinya yang setengah sadar, Ji Young bermimpi mengenai kisah masa lalunya..
Mengapa ia memiliki karakter yang sangat individualis? Hal ini karena apa yang telah dialaminya selama ini.

Ketika masih kecil, setiap hari dilewatinya dengan melihat pertengkaran diantara kedua orangtuanya. Ibunya, selalu memiliki jurus jitu untuk melawan perkataan kasar dari ayah: “Aku menyesal melahirkannya.. seharusnya aku menggugurkannya saja--”

Dulu, Ji Young kecil masih belum mengerti arti dari kalimat itu... Namun, setelah beranjak dewasa, ia mulai memahaminya. Hingga tiba suatu saat, dimana orangtuanya memutuskan untuk berpisah. Mereka berdebat besar, karena tak ada yang mau merawat Ji Young bersamanya.

22

“..Aku tak akan tinggal bersama salah satu dari kalian! Aku bisa hidup sendirian!..” teriak Ji Young, yang saat itu kemungkinan masih duduk di bangku SMP. Begitulah kisahnya—semejak saat itulah, ia benar-benar hidup mandiri tanpa bantuan dari siapapun...

23

Bersamaan dengan Byeok Su yang berhasil memasuki kamarnya, Ji Young-pun kembali sadar. Byeok Su merasa khawatir, ia hendak menelpon panggilan darurat namun Ji Young menghentikannya.

“Selamat ulang tahun...” ucap Byeok Su kepada Ji Young. Ia mengetahui hal ini, karena tak sengaja melihatnya di kartu keluarga.

24

Ji Young agak tersentuh namun ia juga merasa kesal, karena tanpa sepengetahuannya Byeok Su telah melihat-lihat barang pribadinya. Namun Byeok Su langsung meminta maaf, ia kemudian memaparkan kalau kisah keluarga Ji Young bukanlah hal yang memalukan hingga perlu dirahasiakan. Karena dirinya sendiri, juga memliki kisah keluarga yang tidak sempurna.. Bertahun-tahun hidup sebagai anak angkat yang diabaikan, tak pernah sekalipun ia menuntut lebih. Karena ia takut, jika ia akan diabaikan untuk kedua kalinya. Perlu kita tahu, kalau keluarganya sekarang adalah keluarga kedua yang mengangkatnya sebagai anak karena keluarga yang sebelumnya memilih untuk mengembalikannya ke panti asuhan.

Sikap keterbukaan Byeok Su, secara perlahan berhasil meruntuhkan sikap tertutup Ji Young. Mereka curhat satu-sama-lain. Kisahnya memang berbeda, hanya ada satu hal yang sama.. Yaitu mereka benar-benar kesepian saat ini..

25

Hari semakin larut, Byeok Su pamit pergi.. Namun, Ji Young tiba-tiba mengatakan hal yang mengejutkan: “Ka..kamu.. maukah kamu bersamaku, menemaniku malam ini saja?”



*** NOTES

Suka aja, sama simple-nya minidrama ini. Setelah lihat sikap Ji Young, kok serasa mirip-mirik sama diri saya sendiri. Dan pas lihat yang dialamin Byeok Su, ketika dia kesepian, karena gak ada yang bisa dia hubungin padahal ada banyak kontak temen-temen di ponselnya... Kukira, kebanyakan orang pernah mengalami hal yang sama.

Orang yang individualis, punya pola pikir-nya sendiri terhadap dunia luar. Baginya, ia mampu melakukan semuanya sendirian.. padahal kita tahu, kalau manusia itu makhluk sosial. Ada kalanya kita mesti mandiri dan ada kalanya juga kita perlu batuan orang lain---

::: TO BE CONTINUED :::

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤