SUSPICIOUS PARTNER 9-12: The End is The Beginning

05:31


SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

1a

Ketika melihat mantan tukang selingkuh yang tiba-tiba muncul kembali.... Reaksi Ji Wook terbilang ‘keren’. Awalnya dia terkejut hingga tak bisa berkata apa-apa. Berikutnya, dia bersikap dingin dan acuh. Ia tak peduli dengan kemunculan Yoo Jung dihadapannya.

2

Hal ini membuat Yoo Jung gusar—Setelah kejadian itu, Ji Wok bahkan tak pernah memarahinya ataupun sekedar memakinya. Namun, Ji Wook punya alasannya sendiri,.. Baginya, Yoo Jung hanyalah sebuah kenangan yang terlupakan  dan lagipula ia tak lagi tertarik dengan masa lalu mereka.

3

Tak jauh darisana, berdiri Bong Hee yang kebingungan harus berbuat apa? Diam saja? Atau memberikan bantuan?

Akhirnya, atas dasar ‘balas budi’.. Ia menghampiri mereka dan memanggil Ji Wook dengan sebutan “Honey--”. Ji Wok terdiam kikuk, ia-pun kebingungan harus berespon seperti apa. Ia memilih diam saja, sementara Bong Hee terus melantur mengatakan kalau mereka sepasangan kekasih yang tengah dimabuk cinta dan la..la..la..la..

4

Fakta mengejutkan ini, membuat Yoo Jung jadi penasaran akan identitas Bong Hee. Ia bertanya pada Ji-Hae.. Hingga ia-pun mengetahui fakta mengenai kasus pembunuhan dimana Bong Hee menjadi terdakwa yang berhasil bebas karena kurangnya bukti. 

5

Apakah Ji Wook benar-benar sudah move-on dari Yoo Jung???

Mungkin belum sepenuhnya, yaa (?) Terbukti, dengan perubahan sikap Ji Wook setelah bertemu dengan Yoo Jung. Seketika, ia menjadi pria super-mellow yang kerjaannya hanya melamun-meratapi nasib-sembari mendengarkan lagu-lagu sedih, layaknya orang-orang galau.

6

Namun, bisa dibilang kalau Ji Wook sangat beruntung karena masih ada Bong Hee disampingnya. Secara tidak sadar, Ji Wook lupa akan perasaan sedihnya ketika bersama dengan Bong Hee. Bahkan, secara sukarela ia mau membuatkan makanan untuk Bong Hee, meskipun nyatanya ia sendiri tak faham mengapa dirinya mau melakukan hal itu?

7

Dan secara sukarela juga, ia mau menceritakan kisah menyedihkan tentang masa lalunya dengan Yoo Jung kepada Bong Hee. Padahal... sangat amat meyakitkan, ketika harus menceritakan kisah yang bahkan sangat ingin untuk dilupakan itu—

8

Sejalan dengan kisah hidupnya yang menyedihkan.. Pekerjaan Ji Wook sebagai pengacara juga tengah berada di ambang kehancuran. Di firma hukum tempatnya bekerja, ia dibenci oleh banyak orang.. hanya karena hubungannya yang buruk dengan kepala kejaksaan yang otomatis, membuat orang-orang menaruh stigma negatif kepeadanya.

9

Tak mau berdiam diri saja, akhirnya Ji Wook memutuskan untuk berhenti bekerja di firma hukum dan lebih memilih untuk membuka firma hukumnya sendiri. Niatnya itu ditolak keras oleh Tuan Byun, selaku bos-nya. Ia mengetahui pasti, dengan kondisi seperti ini Ji Wook tak akan berhasil jika ingin membuka firma hukumnya sendiri.

10

Beruntunglah, ketika semua orang menentangnya—Ji Wook memiliki ibu yang sangat percaya dan mendukungnya. Nyonya Hong tak mau membatasi kehidupan Ji Wook, ia percaya kalau anaknya ini memiliki kemampuan dan memiliki hak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

11

Terkait ibunya Ji Wook... Ternyata ada hubungan tak disangka antara ia dengan ibunya Bong Hee. Dulu ketika masih bekerja di tempat pijat, Nyonya Hong adalah pelanggan VIP yang selalu diacuhkan oleh ibunya Bong Hee selaku manager disana. Namun, kali ini kondisinya berbalik.. Ibunya Bong Hee berhenti dari pekerjaannya di tepat pijat dan melamar kerja di kedai pizza milik Nyonya Hong. Baginya, ini adalah saat yang tepat untuk mengerjai ibunya Bong Hee--

12

Ohiya—mengenai si pria misterius pegawai forensik yang menyimpan kotak terror di kantor Bong Hee. Dia bernama Chan Ho. Suatu malam, ia bertemu dengan Bong Hee untuk mengobrol terkait hasil penyelidikan dari kantor Bong Hee. Kebetulan di televisi tengah menayangkan sebuah berita terkait pembunuhan Chef Yang.

12b

Di akhir episode sebelumnya, dia terlihat membawa SD Card kemudian memasuki rumah Chef yang dan terjadilah pembunuhan itu. Sepertinya aku agak salah faham di episode sebelumnya.. Barang itu, bukan SD Card biasa, melainkan sebuah chip khusus yang mungkin hanya dimiliki tim forensik untuk bisa membuka kunci rumah jenis apapun.

13

Pertemuan Bong Hee dan Chan Ho berlangsung lancar, namun dibalut dengan suasana yang agak mencekam. Entah apa yang sebenarnya ingin dilakukan Chan Ho, namun gerak-geriknya menunjukan seakan-akan, ia ingin mencelakai Bong Hee.

14

Untunglah muncul Ji Wook yang menjemput Bong Hee. Lebih dari itu, Ji Wook yang telah berpengalaman dalah hal kriminal, malah menaruh curiga pada Chan Ho. Ia mengtahui kalau di kantor Bong Hee tak ditemukan sidik jari orang asing, hal itu berarti kalau penjahat yang datang sudah sangat ahli. Entah dia bekerja terlalu rapi, hingga tidak meinggalkan jejak. Ataukah ada orang lain yang menghilangkan jejaknya?

15

Desas-desus mengenai terpuruknya Ji Wook sampai hingga ke-telinga Bong Hee. Ia menyadari betul, bahwa awal mula semua kejadian buruk yang menimpa Ji wook adalah karena dirinya. Tak mau memberi beban lebih banyak lagi, akhirnya ia memutuskan untuk pergi menjauh dari kehidupan Ji Wook.

16

Tanpa pamit secara langsung, Bong Hee hanya meninggalkan secarik post-it bertuliskan pesannya untuk Ji Wook beserta beberapa makanan ringan untuk mengobati insomnia. Meskipun tak menunjukkan respon sedih.. Namun, secara eskplisit bisa ditebak jikalau Ji Wook merasa kehilangan—

17

Memulai semuanya dari ‘nol’.. Ji Wook mengubah bagian ruang tamu rumahnya menjadi sebuah kantor kecil. Ia menyiapkan semuanya sendirian, dari mulai perizinan hingga mencari pegawai baru yang akan bekerja dengannya.

18

Dari sekian banyak orang, yang pertama kali didatangi olehnya adalah Tuan Bang. Ialah orang kepercayannya yang dulu menjadi sekretarisnya selama ia bertugas di kantor kejaksaan. Agak tidak rasional memang—Akankah orang normal bersedia meninggalkan pekerjaan resminya di kantor kejaksaan hanya untuk bekerja di sebuah firma hukum amatiran(?)

19

Selanjutnya, Ji Wook menemui Bong Hee. Secara langsung ia memintannya untuk bekerja padanya. Namun, sangat disayangkan.. Karena kini, Bong Hee yang telah lebih dahulu bangkrut.. memilih untuk meninggalkan profesinya sebagai pengacara untuk menjadi pelatih Taek Won Do.

20

Ji Wook merasa kecewa, padahal sudah dari lama ia meminta Bong Hee untuk bekerja dengannya. Malam itu—ketika dalam kondisi mabuk, ia benar-benar sadar dan serius ketika mengatakan jika ia ingin Bong Hee hanya bekernya untuknya dan dengannya.

21

Bong Hee menjelaskan lebih lanjut kalau dirinya telah mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk meninggalkan profesi sebagai pengacara. Hal ini membuatnya takut.. ia terlalu takut, jika ia memulai kembali namun ujungnya gagal lagi.. maka akan membuatnya merasa sangat malu dan terbebani.

22

Kini, semua pilihan ada di tangan Bong Hee. Ji Wook akan menerima keputusanya apapun itu—

23

Lucunya.. hanya dalam hitungan 7 menit saja, Bong Hee sudah berubah fikiran dan ia bersedia untuk menerima tawaran itu. Ji Wook sendiri, sudah bisa menduga kalau hal ini akan terjadi. Ia bahkan sengaja menunggu Bong Hee di depan tempat latihan Tae Kwon Do.

24

Bong Hee menganggap dirinya sebagai orang yang menganggu dan menjadi benalu dalam kehidupan Ji Wook.. Dan Ji Wook sendiri membenarkan hal tersebut. Namun, ada hal lain yang ingin ia tegaskan.. Mulai detik ini, ia meminta Bong Hee untuk menjadi sanderaanya, yang selalu berada didekatnya. Alasannya? Karena pembunuh itu pasti akan muncul lagi, dan dengan posisi Bong Hee yang berada di dekatnya maka ia akan bisa menangkap pembunuh itu dengan tangannya sendiri.

25

Firma hukum kecil yang didirikan Ji Wook ternyata memiliki pegawai yang luar biasa. Tanpa diminta, Tuan Byun dan Eun Hyuk bersukarela untuk bekerja dengannya. Bahkan Tuan Bang juga ada disana. Pertemuan pertama mereka cukup ricuh.. Tuan Byun menentang keberadaan Bong Hee, sementara Ji Wook menentang keras keberadaan Eun Hyuk

26

Meskipun demikian, Eun Hyuk tetap ingin bekerja bersama Ji Wook. Ketika ada kesematan, Eun Hyuk berusaha untuk mengajak Ji Wook berbicara berdua dengannya. Ia ingin menjelaskan semua terkait masa lalu buruk diantara mereka..

27

Tentang Eun Hyuk-Yoo Jung-Ji Wook...

Cinta segitiga yamg rumit.. Sejujurnya, Eun Hyuk yang lebih dulu menyimpan perasaan untuk Yoo Jung. Namun, ia harus membuang jauh-jauh perasaannya itu setelah melihat Yoo Jung yang telah mencintai Ji Wook.

28

Hari-demi-hari tetap mereka leawati bersama. Eun Hyuk berusaha menahan diri ketika ia melihat kemesraan Yoo Jung dan Ji Wook didepan matanya.

28b

Hingga suatu hari ia sampai di titik ambang toleransinya. Pada akhirnya ia gagal untuk memendam rasa itu, hingga terjadilah tragedi perselingkuhan di malam itu...

*Apakah yang salah cuman Eun Hyuk? Jelas-jelas, kita lihat kalau Yoo Jung juga sadar ketika melakukan ‘hal’ itu. Dia enggak kelihatan mabuk atau sebagainya.. Tapi yang bikin ngenes, kenapa Yoo Jung bisa bersikap seakan-akan dia enggak bersalah sementara Eun Hyuk selalu bersikap layaknya dia-lah pihak yang bersalah dalam kejadian ini -_-*

29

Meskipun Ji Wook menunjukkan sikap acuh terhadap mereka.. Sejujurnya, dari lubuk hati yang terdalam.. Ia tak akan pernah bisa membenci mereka berdua, karena mereka adalah sahabat yang telah menemaninya sedari kecil hingga beranjak dewasa. Mereka adalah segalanya untuk Ji Wook..

30

Hebatnya drama ini adalah, ketika situasi ceritanya lagi menyedihkan atau menegangkan.. Selalu ada scene yang bikin ngakak. Jadi, ketika scene pengakuan Eun Hyuk.. Tiba-tiba, muncul geng anak-anak SMA nakal yang buang kuntung rokok kearah mereka. Niatnya ngajak berantem, tapi akhirnya Eun Hyuk & Ji Wook malah jadi babak belur karena kalah masa melawan 30 gengster ‘junior’

31

Tapi dibalik musibah selalu ada hikmah-nya, ‘kan?

Ketika kembali kerumah, Bong Hee melihat wajah Ji Wook yang babak belur. Dengan telaten, ia-pun mengobatinya dengan memberikan salep di bagian lukanya hingga membuat Ji Wook terlelap tidur di sofa. Bong Hee menatapnya penuh cinta, hingga ia-pun ikut ketiduran.

32

Beberapa saat kemudian, Ji Wook terbangun.. Dan giliran dia yang menatap Bong Hee dengan penuh perhatian. Bahkan, ketika kepala Bong Hee mulai kehilangan keseimbanga, Ji Wook segera menyanggahnya dengan tangannya. Dalam posisi itu, Bong Hee terbangun—

Refleks, Ji Wook langsung berkata: “Jangan Salah Faham..” dan kemudian berlari pergi menuju kamar tidurnya.

33

Bong Hee kegirangan melihat sikap salting Ji Wook. Ia berteriak: “Jangan lupa kunci pintu kamar, siapa tahu aku melakukan ‘sesuatu’ ketika kamu tertidur--” (ckckckckckckck...)

34

Mengetahui fakta bahwa Eun Hyuk merupakan pria yang berselingkuh dengan Yoo Jung, membuat Bong Hee sedikit membencinya. Namun, Eun Hyuk meminta Bong Hee untuk tidak bersikap seperti itu kepadannya. Karena, ia merasa sangat berterimakasih kepada Bong Hee yang telah membuat Ji Wook mau menghubunginya kembali.

35

Bong Hee menyadari ada sesuatu yang janggal dengan ‘tawa’ Eun Hyuk.. Baginya tawaan itu terasa hambar dan ‘palsu’. Akhirnya, Eun Hyuk mau bercerita yang sejujurnya.. Ia hanya ingin terus berada disamping Ji Wook. Jika ia tak menganggap semuanya sebagai lelucon, maka tak ada cara lain untuknya bisa menutupi rasa bersalahnya.

36

Kedekatan Bong Hee dan Eun Hyuk, ternyata memancing kecemburuan Ji Wook. Tuan Byun dan Tuan Bang, telah mengendus hubungan tak biasa diantara Ji Wook dan Bong Hee. Namun, Ji Wook terus menyangkal hal tersebut, kemudian menegaskan kalau dirinya tak mungkin menjalin hubungan apapun dengan perempuan seperti Bong Hee.

37

Beberapa saat yang lalu, pemberitaan dihebohkan dengan kematian misterius dari seorang chef terkenal bernama Yang Jin Woo. Hingga saat ini, masih belum diketauhi identitas dari pelakunya..

Namun, secara tiba-tiba ditangkaplah seorang pria bernama Jang Hyun Soo yang berprofesi sebagai seorang kurir pengantar makanan di kompleks TKP. Kasus ini, ditangani oleh jaksa Yoo Jung dan Ji Hae.. Sementara itu, untuk pengacaranya sendiri.. Secara khusus, Hyun Soo meminta Bong Hee untuk menjadi pengacaranya.

38

Karena kasus ini sangat ramai diberitakan di televisi, maka akan menjadi kesempatan meas untuk menaikkan popularitass firma hukum mereka. Untuk itu, mereka harus bisa mengungkap dan memenangkan kasus ini.

39

Tak banyak fakta dan bukti dari TKP.. Karena si pria misterius, anggota tim forensik yang bernama Chan Ho menjadi salah satu petugas yang menyisir TKP. Sepertinya, dia telah menghilangkan bukti hingga bisa memanipulasi fakta di lapangan.

40

Bagian ini agak kurang aku mengerti.. Entah scene ini adalah interpretasi dari fakta yang diketahui Yoo Jung ataukah hal ini memang yang sebenarnya terjadi?

Setelah Chef Yang terbunuh, datanglah seorang wanita. Ia nampak histeris melihat kejadian ini, ia ingin menelpon bantuan, namun sebelum itu perhatiannya teralihkan kepada sebuah tulisan berdarah di Foto yang bertuliskan kutipan dari buku Deuteuronomy 22:25 “Jika seorang pria membawa seorang wanita yang telah bertunangan dan kemudian memperkosanya,... maka aku akan membunuh pemerkosa itu!”

Selanjutnya, wanita itu berubah panik.. Ia membuka seluruh loker... sambil berkata: “Ini pencurian.. barang-barang berharga-ku harus hilang--”

41

Sebagai pengacaranya, Bong Hee hendak menemui Hyun So. Ia meminta Ji Wook menemaninya, tapi ditolak. Akhirnya, Eun Hyuk menawarkan diri untuk menemaninya, namun setelah mendengar itu.. Segera, Ji Wook berubah fikiran dan bersedia untuk menemani Bong Hee.

42

Pertemuan mereka berjalan cukup intens. Hyun Soo menceritakan apa yang dilakukannya pada hari kejadian. Semua yang dialaminya, mirip dengan yang dialami oleh Bong Hee dulu. Tak ada bukti nyata yang bisa membuktikan alibinya.

43

Ketika Bong Hee merasa simpati dan mempercayainya, Ji Wook merasakan sesuatu yang janggal. Beberapa kali, Hyun Soo menunjukkan senyuman ‘menyeringai’, setiap kali Bong Hee sedang tak melihat kearahnya.

44

Ji Wook mencoba untuk menjelaskan hal ini pada Bong Hee, namun Bong Hee menuduhnya terlalu berlebihan. Sekarang mereka ini berprofesi sebagai seorang pengacara yang seharusnya mempercayai segala pernyataan yang diucapkan kliennya.

45

Demi membuat Ji Wook mau mempercayai Hyun Soo, Bong Hee mencari bukti terkait pernyataan kliennya tersebut. Ia pergi ke sebuah kafe dimana terdapat foto sepasang kekasih yang tengah merayakan annyversary mereka. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Hyun Soo tadi.

46

Dalam perjalanan pulang, Bong Hee berpapasan dengan kepala kejaksaan yang tengah membeli kue karena hari ini adalah hari ulangtahun Hee Jun. Dia geram melihat wajah Bong Hee yang tersenyum tanpa rasa bersalah.. Ia-pun menghampiri Bong Hee dan dengan kasar, langsung mencekiknya.

Dalam kondisi sesak nafas, Bong Hee menegaskan kalau dirinya tidak bersalah. Namun Kepala kejaksaan masih tak mempercayainya.. Ia hanya akan percaya pada hal itu, setelah Bong Hee berhasil menangkap penjahat yang sebenarnya.

47

Sepulangnya kerumah, Bong Hee kembali menunjukkan raut wajah ceria, seakan-akan tak terjadi apapun kepadanya. Ia memperlihatkan foto itu kepada Ji Wook. Foto ini, memang tak bisa menjadi bukti ketidakbersalahan Hyun Soo. Namun setidaknya, bisa menjadi alasan untuk mereka mempercayai pernyataan Hyun Soo.

48

Ji Wook menyadari ada sesuatu yang terjadi pada Bong Hee. Ia masuk ke kamar Bong Hee dan akhirnya melihat luka kemerahan di leher Bong Hee.

Ji Wook: Apa yang terjadi?
Bong Hee: Ah.. bukan apa-apa
Ji Wook: Gapapa, cerita saja padaku
Bong Hee: Aku tak mau menceritakan apapun
Ji Wook: Baiklah.. Apakah kamu akan baik-baik saja?
Bong Hee: (Mengangguk)


*Sederhananya scene ini, tapi bikin adem. Ji Wook gak memaksa Bong Hee untuk menceritakan apapun, setelah mendengar kalau Bong Hee merasa dirinya bakalan baik-baik aja. Karena ada saatnya, ketika seseorang memang enggak mau menceritakan masalahnya. Dan Ji Wook bener-bener memahami hal itu*

49

Ji Wook bersama Bong Hee berusaha untuk mencari bukti lebih lanjut. Mereka menyusuri restoran yang yang hari itu didatangi oleh Hyun Soo. Namun anehnya, semua pegawai disana malah menghindar dan tak mau memberikan penyataan apapun.

50

Mereka tak kehabisan akal, mereka berjalan mengitari wilayah itu.. Namun tiba-tiba turun hujan. Sejenak, mereka berteduh di dalam terowongan kecil. Suasananya hening.. hanya ada bunyi air hujan yang jatuh ke tanah. Di saat itulah, sepertinya Ji Wook mulai menyadari kalau dirinya memliki perasaan spesial kepada Bong Hee. Namun, ia berusaha menyadarkan dirinya sendiri.. Ia-pun mengajak Bong Hee untuk pergi dari tempat ini, karena sebentar lagi persidangan perdananya akan dimulai.

51

Di persidangan, Tim Bong Hee-Ji Wook harus berhadapan langsung dengan Tim Yoo Jung-Ji Hae. Nampaknya Yoo Jung tengah sakit, karena wajahnya begitu pucat dan badannya juga terlihat lemah.

52

Jaksa menuntut Hyun Soo dengan dakwaan pemnuhan dan pencurian. Namun, Ji Wook berhasil menyanggah dakwaan itu dengan mudah. Fakta dilapangan, memang menunjukkan kalau ada barang-barang yang hilang. Namun tak ada satu-pun bukti yang menunjukkan kalau Hyun Soo telah mencuri barang tersebut.

Berdasarkan dakwaaan jaksa, Hyun Soo membunuh Chef Yang ketika mencuri. Namun jikalau Hyun Soo bukanlah pencurinya maka mustahil untuknya menjadi pembunuh Chef Yang..

53

Persidangan pertama berakhir. Saat di tempat parkir, Ji Wook melihat Yoo Jung yang begitu lemah, hingga hampir terjatuh. Merasa kasihan, akhirnya ia-pun menawarkan diri untuk mengantarnya pulang.

54

Tak jauh dari sana, ada Bong Hee dan juga ada Eun Hyuk yang melihat kejadian ini. Bong Hee hanya tersenyum, kemudian memberikan sinyal kepada Ji Wook, mengatakan kalau dirinya tak apa pulang sendirian. Namun, dari raut wajah Eun Hyuk .. Nampaknya, ia merasa patah hati.

55

Sepertinya, Eun Hyuk masih menyimpan rasa kepada Yoo Jung. Ketika pulang kerumahnya, Eun Hyuk bahkan sampai meneteskan air mata. Entah ini air mata kecewa, atau air mata galau (?)

56

Padahal, sebelumnya kita melihat Yoo Jung yang menemui Eun Hyuk. Lagi-lagi, Yoo Jung bersikap seakan-akan tak pernah terjadi masalah besar diantara mereka. Namun saat itu, Eun Hyuk bersikap dingin dengan meminta agar mereka tak usah bertemu satu sama lain lagi—

*Dari pengamatanku, Eun Hyuk berusaha untuk menjauhi Yoo Jung karena rasa bersalahnya terhadap Ji Wook..*

57

Setelah diantar sampai ke depan apartemennya, Yoo Jung meminta hal lebih, dengan mengajak Ji Wook menemaninya sebentar, untuk sekedar minum teh dengannya. Namun, Ji Wook menolak dan langsung melangkahkan kakinya pergi. Namun Yoo Jung menghentikannya, dengan membahas mengenai masa lalu mereka.

“Aku terlalu mencintaimu. Itulah mengapa aku tidak pernah merasa puas dengan cinta darimu. Aku merasa kehausan.. Aku merasa kalau aku tengah berkencan dengan diriku sendiri. Tapi setelah aku pergi, setelah kita berpisah.. aku hanya menginginkanmu!” ungkap Yoo Jung

*Kalimat yang diucapkan Yoo Jung terkesan menyalahkan Ji Wook atas semua yang terjadi pada mereka dulu. Simpelnya, dia bilang kalau Ji Wook enggak bisa memberikan cinta sebesar rasa cintanya, makanya dia ada ‘main’ sama pria lain. Yang aku enggak habis fikir, kenapa pria lain itu mesti Eun Hyuk yang masih sahabatnya sendiri? Betapa tamaknya Yoo Jung, karena dia kepingin memiliki dua cowok yang udah lama sahabatan sama dia...*

58

Bong Hee tak tenang, ia tak bisa tidur karena hingga larut malam Ji Wook masih juga belum pulang. Ia-pun menunggu diluar rumah sembari terus berjalan mondar-mandir. Hingga akhirnya Ji Wook datang juga-- Tanpa rasa ragu, Bong Hee langsung berlari  kearahnya dan memeluknya.

59

Detik itu juga, Bong Hee mengakui perasaannya... Ji Wook tak terkejut, ia bahkan hampir mengelus rambut Bong Hee. Namun, belum sempat melakukannya, Ji Wook malah menurunkan kembali tangannya dan mengatakan: “Jangan menyukaiku--”

60

*Beberapa saat, sempet gak ngerti sama responnya Ji Wook. Udah jelas-jelas, dia punya perasaan juga sama Bong Hee, tap kenapa dia ngomong kayak begitu? Tapi... setelah dicerna lebih lama, dan diperhatikan lebih detail lagi.. Ji Wook enggak nolak pernyataan cinta dari Bong Hee, dia enggak bilang “Aku enggak suka sama kamu..” tapi dia bilang “Jangan suka sama aku..”—Dia minta Bong Hee buat enggak suka sama dia, karena dia terlalu takut.. dia takut kalau dia bakalan megulang apa yang dia lakukan ke Yoo Jung. Dia terlalu takut—kalau dia juga enggak bisa memberikan perasaan yang lebih besar atau bahkan sama dengan yang dimiliki Bong Hee untuknya. Okeee, jadi penasaran nih.. Begimana reaksi Bong Hee setelah menerima penolakan dari Ji Wook ini T_T*

You Might Also Like

5 komentar

  1. .bener banget lia, saya suka gimana swnim bikin karakter ibu di sini jadi penguat anak anaknya t.t apalagi tanpa ayah...
    .mungkin tuan bang nyambi kerja aja do tempat ji wook hahaha kan enak tuh ada mata mata prmgacara di kantor kejaksaan #eaaaaaa
    .tapi saya bukannya terkesan lho sama ji wook yg bilang bong hee adl sandera/jaminan buat menangkap pelaku. Kok rasanya kejam ya buat saya. Kayak dia cuma manfaatin bong hee aja. Meski kita tahu sih itu cuma alasan doang. Buktinya dia senyum waktu liat bonghee langsung keluar, ga pasang raut cool kayak biasanya. Dan lagi bong hee mah polos aja selama dia bisa sama ji wook kayaknya ga masalah apapun alasan ji wook. Jadi mungkin setelah ji wook nglarang bong hee menyukainya, bong hee akan beralasan itu perasaannya lah siapa ji wook yg nglarang nglarang hahahaha. Sama kayak waktu ji wook nglarang bong hee mengingat kebaikannya. Itu kan memorinya, terserah dia mau nglakuin apa hehe. Bong hee menurut saya bukan tipe cuek bebek sama pendapat orang tp dia emang gamau tambah bikin susah hidupnya. Dia udah ngrasa orang paling ga lucky, jadi kalau dia masih mikirin orang lain apalah arti hidup mah? Dia masih punya ibu yg slalu mendukungnya jadi biar dia sendiri yg mengeluhkan ketidakberuntungannya ga perlu orang lain ikut campur lol
    .nyadar ga sih, akhirnya dg ngobrol bareng bong hee kita bisa liat sisi lain eun hyuk. Makjleb banget waktu bonghee aware sama kebiasaan eun hyuk yg suka ketawa seakan semua adl lelucon, termasuk waktu dia nglarang eun hyuk ketawa ngedengerin curcolnya di mobil yg iri sama cewek yg mudah sakit. Sama bong hee, bisa jadi eun hyuk bakal jadi dirinya sendiri dan cerita banyak.
    Bong hee jg disukain yoo jung kan sebenernya jadi ngarep banget lah saya keempat karakter utama ini bisa kumpul bareng...
    .btw agak gemes jg sebenernya sama pergantian scenenya, habis dari ji wook yg so sweet banget ke bong hee sampe hujan hujanan pun kita ga diliatin bong hee yg biasanya swooning ke ji wook, langsung ke scene bong hee ditinggalin gitu aja sama ji wook. Bilang hati hati di jalan pun ga, atau dibilangin naik taksi haha. Kok brasa ga konsisten aja nih si ji wook *hiding

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya juga orang jatuh cinta. Dia lagi salting, mbak. Wkwkwk--

      Senengnya kalo mereka bisa akur berempat. Tapi butuh waktu yg lama buat itu terjadi kali yaaa? Diselingkuhin pacar sama temen tuh, rasanya pasti dendam bangetttt T_T

      Tapi saya masih seubeul ama Yoo Jung. Dia terus2an bertingkah seakan-akan dia enggak melakukan kesalahan. Seakan-akan 'hal' itu bukan apa-apa. Untung ajasih, dari karakternya bisa ditebak kalo dia bukan tipe perempuan licik-ambisius yg menghalalkan segala cara buat dapetin Ji Wook lagi. Semoga dia enggak kayak begitu pokoknyaaaa :(

      Delete
    2. Lol pokoknya ga respect saya akhirnya di ending episode kemarin. Berasa cm dianggep adek si bong hee kayak jcw ke njh wkwkwkwkwk *whoamisaythis
      Iya lia, mereka soalnya bukan temen biasa tp temen kecil yg saling mengisi. Makanya ketika pisah gini keliatan banget lukanya, eun hyuk jd nangis, yoojung jd sakit, ji wook jd galauan haha...
      Kalau ga dibikin akur atau segaknya bs bikin nyaman satu sama lain kayaknya buat saya ending itu blm happy.

      Delete
    3. Harus akur yaaa? Tapi kalo ada di posisi Ji Wook, kayaknya gak akan bisa akur seperti sedia kala. KArena kejadian itu bukan hal sepele..
      Seenggaknya, mereka akursebagai pertner kerja ajadeh :D

      Delete
    4. Iya segaknya mereka masih bisa ngobrol terus kayak sekarang. Bagus kalau bisa saling terbuka. Tinggal yoojung nanti ngmg sama mereka berdua pas bareng sebagai sahabat. Meski lama kayaknya mereka bertiga beresin perasaan haha

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤