SUSPICIOUS PARTNER 5-8: Curious VS Worried

02:54


SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =

1a

Hari itu... sejujurnya Bong Hee sudah membulatkan tekadnya untuk mengungkapkan  perasaannya. Namun, penyataan Ji Wook yang menyebutkan bahwa mereka terikat oleh takdir buruk yang mengerikan, membuat nyali Bong Hee menciut seketika—

Bong Hee mengalihkan pembicaraan, dengan menceritakan fakta bahwa dirinya mampu mengungkap identitas penjahat yang sebenarnya, karena ia mengingat melodi siulannya malam itu. Sayang sekali, karena ia hanya mengingatnya, namun tak bisa mepraktekannya.

2a

Ji Wook menyimpan harapan besar akan keberhasilan Bong Hee untuk mengungkap identitas penjahat itu. Namun, semakin ia memperlihatkan harapannya itu— malah semakin membuat Bong Hee jadi salah tingkah dan juga salah faham padanya.

Sikapnya yang begitu menginginkan supaya kasus ini segera terungkap, membuat Ji Wook jadi gusar akan perasaannya sendiri. Apakah ia hanya sebatas penasaran dengan kasus ini? Ataukah ia juga merasa khawatir akan keselamatan Bong Hee karena penjahat yang sebenarnya masih berkeliaran diluar sana?

*Entah ini perasaanku aja, atau begimana.. Tapi di scene ini, Ji Wook lagi dengerin musik. Dan anehnya, musiknya ini punya melodi yang mirip sama melodi yang pingin dipraktek-in sama Bong Hee tadi(?)*

3a

Kepala kejaksaan, yang merupakan ayah dari mendiang Hee Jun masih tak rela dengan kebebasan Bong Hee. Ia bahkan mendatangi Bong Hee, memaki hingga menamparnya. Padahal, Bong Hee sendiri, berusaha menjelaskan jikalau dirinya tak bersalah karena bukti yang ditemukan dirumahnya adalah palsu.

Namun, responnya sangat kejam.. Kepala kejaksaan malah mengutuk Bong Hee, mengatakan kalau kebebasan yang didapatkannya akan terasa lebih berat daripada hukuman penjara. Bagaimanapun caranya, ia pasti akan segera membuat Bong Hee mendapatkan hukuman yang amat sangat berat.

4a

Setelah dipecat dari posisinya sebagai jaksa, hal pertama yang dilakukan Ji Wook ialah mendatangi tempat penyimpanan abu ayahnya. Satu hal yang sangat ia sesali, ialah karena ia berhenti dari pekerjaan ini, dalam kondisi kasus terakhirnya yang masih belum terpecahkan. Hal ini membuatnya sangat merasa bersalah dan malu pada dirinya sendiri—

6a

Entah ini keberuntungan ataukah kesialan—

Tak perlu waktu lama untuk Ji Wook agar bisa mendapatkan pekerjaan kembali. Kesempatannya untuk menjadi seorang jaksa telah hancur, dan kini yang bisa dilakukannya hanyalah menjadi seorang pengacara. Ia bekerja di kantor yang sama dengan Eun Hyuk, karena mereka masih satu keluarga jadi sangat mudah untuknya mendapatkan pekerjaan disana.

Rasanya sangat canggung—Kedatangan Ji Wook disambut hangat oleh Eun Hyuk, dan sebaliknya Ji Wook masih terus bersikap dingin pada Eun Hyuk. Meskipun baru kembali berinteraksi secara langsung seperti ini, Ji Wook sempat-sempatnya untuk ‘curhat’. Ia bertanya mengenai tindakan yang telah dilakukannya pada Bong Hee-mengatakan kalau mereka takdir yang buruk hingga menyuruhnya pergi menjauh: “Apakah aneh jika aku mengajaknya untuk bertemu lagi, karena aku masih penasaran tentang kasusnya?” tanyanya

“Tentu saja, itu hal aneh. Tapi, kalau aku menjadi dia (Bong Hee), pasti aku akan sangat senang jika kau mengajakku bertemu lagi--” jawab Eun Hyuk

*Kalo beneran diajak ketemu lagi, entar malah bikin pihak perempuannya kegeeran loh T_T*

7a

Bong Hee sendiri terus melanjutkan hidupnya, meskipun orang-orang masih menganggapnya sebagai seorang penjahat. Ia tetap berdiri tegap dan berusaha keras mencari pembunuh yang sebenarnya, ia bahkan sengaja memasang spanduk besar di wilayah tempat tinggalnya demi mendapatkan informasi tentang pembunuh itu.

*Paling iri, kalo lihat karakter perempuan yang cuek-bebek, meskipun dikatain ini-itu sama orang. Karena jujur, perempuanitu sensitif banget sama omongan orang.. Meskipun itu cuman candaan, seenggaknya pasti 10% dia masukkin ke hati -_-*

8

Tanpa rasa takut, Bong Hee bahkan menyusuri lokasi ditemukannya barang bukti ‘kedua’ yang membuatnya dibebaskan dari kursi terdakwa. Namun, secara tiba-tiba, muncullah sosok misterius—Ia tak bisa melihat wajah orang itu dengan jelas, karena kondisinya yang tengah tak memaki kacamata

9a

Tapi tenang saja, karena pria itu adalah Ji Wook. Melihat ekspresi Bong Hee yang ketakutan, ia-pun lansgung membombardirnya dengan begitu banyak pertanyaan yang mengenai kondisi Bong Hee.

“Kamu mengkhawatrikanku?” celetuk Bong He sembari tersenyum senang

11a

Hari berubah gelap—

Kali ini, Ji Wook tak mau Bong Hee semakin salah faham dengan sikapnya. Ia mengatakan semuanya dengan jujur, memberitahukan kalau semua yang dilakukannya hanyalah atas dasar rasa 'kasihan' semata. Mulai detik ini, ia-pun secara sopan meminta Bong hee untuk menghindarinya, dan juga menghindari segala sumber masalah dan menyuruhnya untuk melanjutkan hidup dengan tenang dan aman.

*Oke—seenggaknya, kesalahfahaman ini tak berlarut-larut. Berpisah aja dulu, biar pada nyadar kalo mereka butuh satu sama lain, ‘kan?*

12a

Bong Hee terlihat kecewa. Namun, ia tak menunjukkan ekspresi sedih.. Sembari melihat Ji Wook yang berjalan menjauh darinya ia bertekad akan satu hal—Ia akan mencaritahu dan menangkap penjahat yang sebenarnya. Ketika saat itu tiba, ia akan kembali mencari Ji Wook dan meyakinkannya kalau diantara mereka tak ada takdir buruk dan yang ada hanyalah takdir yang baik.

---------------------------------------------------------
Dua musim salju telah terlewati..

13a

Hari-demi-hari, dilalui Bong Hee tanpa berinteraksi dengan Ji Wook. Ia tak bisa menepati janjinya untuk menjauhi Ji Wook, secara terang-terangan ia selalu sengaja melewati jalan yang sama dengannya, hanya supaya mereka bisa berpapasan.. Hanya berpapasan, tanpa ada interaksi apapun, bahkan kontak matapun tak ada.

*Masa-masa sulit bangetttt nih. Lihat tapi pura-pura gak lihat, pengen nyapa tapi gak bisa. Bahkan pengen senyumin aja rasanya takut T_T*

14a

Meskpiun telah 2 tahun berlalu, Ji wook masih belum bisa beradaptasi dengan pekerjaannya sebagai seorang pengacara. Ia menyelesaikan kasus yang didapatkannya menggunakan cara layaknya seorang jaksa.

15a

Sering sekali, ia mendapat teguran dari atasannya yang sebenarnya masih keluarganya juga. Namun, ia memang benar-benar kesulitan untuk lepas dari sikap seorang jaksa yang tugasnya hanya membela orang yang tidak bersalah.

16a

Beberapa kali, Ji Wook membuat ‘onar’ di kantor. Pernah, ketika seluruh pengacara dikantonya makan diluar, Ji Wook yang mabuk.. Dengan sengaja, menjelek-jelekan pengacara, mengatakan kalau ini adalah profesi yang sangat menjengkelkan dan tidak disukai olehnya karena ia harus membela orang yang jelas-jelas bersalah!

17a

Di sisi lain, kita melihat Bong Hee yang kini telah menjadi seorang pengacara dan musuh terbesarnya yaitu Ji-Hae yang kini telah menjadi seroang jaksa. Meskpiun masih saling membenci, mereka tak bisa menghindari fakta kalau profesinya ini membuat mereka harus sering bertemu di persidangan.

18

Dan karena profesinya ini pula, maka Bong Hee beberapa kali melihat kehadiran Ji Wook. Mereka tetap hanya berpapasan, dan Bong Hee tetap melakukan kebiasan rutinnya yaitu untuk melihat Ji Wook dari jauh T_T

18b

Bong Hee bukanlah pengacara sukses yang bekerja di firma hukum ternama. Ia membuka sebuah kantor kecil, dimana beberapa klien aneh datang dan meminta bantuannya. Kenapa aneh? Karena sebagian besar dari mereka menghadapi kasus pembunuhan, dan mereka berharap agar Bong Hee yang sudah ‘berpengalaman’ untuk bisa membantu mereka.

19a

Hingga suatu saat, Bong Hee mendapat telpon dari klien yang meminta bantuannya. Saat itu, Bong Hee yang tengah memperbaiki sepatunya kebingungan harus pulang menggunakan apa. Sangat kebetulan, karena ia melihat Ji-Hae. Tanpa berkata panjang-lebar, ia langsung meminjam sepatu Ji-Hae.

21b

Sangat kebetulan, karena klien yang mendatangi Bong Hee mengajukan gugatan untuk klien yang meminta bantuan Ji Wook.

*Ininih yang namanya takdir.. takdir untuk berjodoh, lebih tepatnya. Wkwkwkwk---*

22a

Sung Woo, mengalami cedera setelah terjatuh dari bis. Penyebabnya adalah Na Eun, seorang gadis yang ia sukai sejakk lama. Ceritanya cukup panjang.. Sung Woo menjadi stalker Na Eun, ia begitu terobsesi dengannya dan mengikutinya kemanapun. Na Eun yang merasa risih melaporkannya kepolisi, hingga ia mendapat peringatan.

Semenjak hari itu, ia berhenti mengikuti Na Eun. Namun suatu hari, mereka tak sengaja bertemu di dalam bis.. Na Eun berteriak histeris, dan mendorongnya hingga terjatuh dan mengalami cidera seperti saat ini.

Bong Hee bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Sung Woo. Atas dasar empati, akhirnya ia-pun bersedia membelanya di pengadilan.

23a

Awalnya terkejut, bahkan terasa canggung karena untuk pertama kalinya setelah dua tahun Bong Hee bisa duduk disamping Ji Wook. Mereka saling membela kliennya masing-masing.

Bong Hee: Apakah bersalah jika seseorang memerhatikan orang yang dicintainya dari jauh? Toh dia  tidak melukainya!

Ji Wook: Siapa bilang dia tidak terluka? Meskipun tak ada luka fisik, tapi dia pasti mengalami luka psikis. Diawasi orang asing dimanapun dan kapanpun, pasti membuatnya sangat frustasi!

*Eaaaa, Ji Wook cerita pengalamannya sendiri tuh. Nyatanya, selama ini dia juga sadar kalau Bong Hee selalu ngikutin dia kemana-mana T_T*

24a

Karena terlanjur bertemu, akhhirnya Bong Hee mencuri-curi kesempatan untuk mengobrol dengan Ji Wook. Di dalam lift, ia bertanya... Mengapa Ji Wook bersikap fomal padanya? Hal ini membuatnya merasa canggung dan seakan-akan ada jarak diantara mereka.

Namun, dengan sagat dingin.. Ji wook mengatakan kalau mereka memang bukan dalam hubungan dimana mereka bisa bersikap informal terhadap satu-sama-lain T_T

25a

Jalan damai diambil oleh kedua belah pihak. Sebagai pengacanya, Ji Wook dan Bong Hee mendampingi mereka dan semuanya berjalan lancar. Namun masih ada sesuatu yang mengganjal di fikiran Bong Hee...

Setelah proses perdamaian ini selesai, Bong Hee duduk sendirian kemuaian ia berfikir bahwasanya ntuk seseroang yang akan berpisah dengan orang yang dicintainya, ekspresi Sung Woo itu aneh. Alih-alih bersedih, ia malah tersenyum bahagia—

26a

Ternyata, kecurigaan Bong Hee memang benar adanya. Awalnya Sung woo mengatakan jika ia akan pindah ke luar negeri.. Tapi nyatanya, ia malah kembali ke kebiasaan lamanya dan ia membuntuti Na Eun untuk mencaritahu tempat tinggalnya. Lebih dari itu, ia bahkan membuat Na Eun ketakutan, karena sikap kasar dan nekatnya yang menerobos masuk dan menggedor-gedor pintu kamar dengan sangat keras.

27a

Segera, Bong Hee menghubungi Ji Wook dan bersama-sama pergi menuju tempat tinggal Na Eun. Di sepanjang perajalanan, Bong Hee menceritakan teorinya tentang sikap Sung Woo. Menurutnya, Sung Woo telah salah faham akan segala hal kecil yang dilakukan Na Eun. Ringtone ponsel hingga warna pakaian—Sung Woo mengira, kalau Na Eun menyukai hal-hal yang juga disukai olehnya. Ji Wook menyanggah, mengatkan kalau semua itu bukanlah salah faham, melainkan khayalan Sung Woo semata.

*Huaaaa--- ternnyata ada cowok sayko semacem Sung Woo. Biasanya perempuan yang sensitif sama hal-hal kecil yang dia anggap sebagai ‘kode’ padahal bukan sama sekali karena itu cuman kebetulan T_T*

28a

Sesampainya di TKP, Bong Hee yang tiba lebih dulu mencoba untuk menghajar Sung Woo. Namun, Ji Wook menyuruhnya menjauh dan ia sendiri yang menghajar Sung Woo hingga terkapar dilantai.
Betapa kerennya Ji Wook, ketika ia mengatakan kalau Bong Hee tak boleh melukai kliennya sendiri maka biar dirinya saja yang menghajar Sung Woo.

*Supen keren inimah namanya!!!!!*

29a

Semua kejadian hari ini, membuat Bong Hee intropeksi diri. Apa yang dilakukannya selama dua tahun kebelakang ini, kurang lebih dama seperti Sung Woo. Apakah ini perasaan cinta atau hanya obsesinya belaka? Bong Hee sendiri masih merasa bingung..

Ketika orang yang kita sukai tak menyukai kita, maka rasanya sangat sakitt.. Akan tetapi, ketika kita disukai oleh orang yang tidak kita sukai, bukankah kita akan menjadi beban yang menyakitkan untuknya dan untuk kita sendiri?

*Oke—part ini yang paling menyentuh buatku. Seringkali, kita ngerasa patah hati karena dia gak suka balik sama kita. Tapi, apa kabar mereka yang kita abaikan karena kita enggak suka sama mereka? Jadi, pihak mana yang paling bener? Aku sendiri gak bisa jawab pertanyaan itu—Hahahahaha *

30a

Setelah berfikir singkat, akhirnya Bong Hee membulatkan tekad untuk benar-benar memisahkan diri dari Ji Wook. Meskipun ragu, namun ia benar-benar mengucap kata perpisahan dihadapan Ji Wook. Padahal ketika masuk kekamarnya, Bong Hee langsung terbaring lemah sembari menitikan air matanya: “Kita bahkan belum jadian, tapi kita sudah sangat sering mengucap kata berpisah--”

31A

Dalam suasana gelap guita, Bong Hee merasakan ada sesuatu yang janggal. Ia-pun bangkit dan berjalan menuju meja kerjanya Disana telah tersimpan sebuah kotak hadiah yang ketika dibuka terdapat sepasang sepatu dengan secarik pesan bertulisakan: “Kalau kamu terus mencariku, maka aku akan mencarimu!”

32

Dan perlu kita ketahui, bahwasanya orang yang menaruh kotak hadiah itu masih berada didalam ruangan ini. Ia bersembunyi didalam lemari dan Bong Hee menyadarinya. Ia-pun segera mengejarnya hingga keluar.. Namun sayang sekali, karena orang itu pergi menghilang tanpa meninggalkan jejak apapun.

34a

Panik, Bong Hee segera menghubungi Ji Wook yang dalam waktu singkat langsung datang menemuinnya. Mereka mengobrol cukup panjang, Bong Hee tak bisa menjelaskan kejadian tadi secara detail karena sejujurnya, ia-pun tak bisa melihat wajah orang misterius itu dengan jelas.
Satu hal yang diyakininya, kalau orang itu adalah pembunuh yang menghilang 2 tahun lalu. Dia muncul kembali, dan inilah saat yang tepat untuk Bong Hee bisa membuktikan ketidakbersalahannya. Ji Wook memintanya bersabar, karena jika terburu-buru maka Bong Hee bisa terluka atau bahkan terbunuh. Namun Bong Hee tak peduli, karena apapun yang terjadi.. yang penting ia bisa menangkap penjahat itu.

“Baiklah.. kita tangkap dia bersama-sama..” tegas Ji Wook

*Kali ini, karena sekedar penasaran aja atau beneran khawatir bang?*

35a

Karena kantor Bong Hee terkesan ‘rawan’, akhirnya Ji wook mempersilahkan Bong Hee untuk menginap di rumahnya. Mungkin terasa canggung, seakan mengulang kejadian  2 tahun lalu ketika mereka masuk ke tempat ini dalam kondisi mabuk dan entah apa yang selanjutnya mereka lakukan...
Ji Wook tak suka ada orang asing yang masuk kedalam kehidupannya. Dua tahun kebelakag, hidupnya terasa begitu hambar.. Kemarin, hari ini dan besok.. kegiatannya sama saja tak ada yang berbeda. Hingga Bong Hee muncul lagi dan semuanya mulai berubah. Banyak kejadian aneh dan mengejutkan yang menimpanya, namun satu hal---hidupnya tak lagi membosankan ketika ada Bong Hee didekatnya....

*Secara eksplisit, Ji Wok menyatakan kalau dia kangen Bong Hee :)*

36a

Berjanji untuk sama-sama mengungkap identitas pembunuh yang sesungguhnya.. Ji wook mulai bekerja kembali layaknya seorang jaksa. Ia mencari fakta kesana-kemari.. Salah satu yang dilakukannya, ialah mendatangi kantor kepala kejaksaan. Karena perlu kita ketahui, ternyata selama ini beliau terus mengintai gerak-gerik Bong Hee dan kebetulan Ji Wook menyadari hal itu. Ia-pun berniat meminta balckbox dari kamera mobil yang terus siaga mengintai di depan tepat tinggal Bong Hee. Namun sayang sekali, karena permintaannya itu ditolak mentah-mentah. Dan ia malah mendapat sebuah oleh-oleh ‘keji’. Secara sengaja, kepala kejaksaan menyuruh staffnya untuk menyebar rumor terkait buruknya sikap Ji Wook kepadanya. Sehingga apabila pengacara yang sekantor dengan Ji Wook kalah dalam persidangan, mereka akan mennuduh Ji Wook sebagai penyebab kekalahan mereka.

37

Dan akhirnya, kita-pun mengetahui wajah pria yang menyimpan kotak misterius di kantor Bong Hee. Kali ini, ia menyamar sebagai petugas kejaksaan yang memeriksa TKP. Tanpa sepengetahuan Bong Hee, ia mengambil kembali barangnya yang tertinggal. Yaitu sebuah SD Card yang entah isinya apa. Dan perlu kita ketahui kalau ternyata, pria ini juag telah mengganti nomor ponsel di spanduk yang dipasang Bong Hee--

38a

Awalnya berniat untuk menginap semalam saja.. Namun, Bong Hee yang merasa parno jadi ketakutan dan berniat untuk menginap lagi di rumahnnya Ji Wook. Ia tak berani memencet bel, dan malah sibuk sendiri merangkai kalimat supaya Ji wook mau mengasihaninya. Namun kebetulan sekali.. Karena ternyata sedaritadi Ji Wook sudah berdiri dibelakangnya. Merasa kaget sealigus malu, Bong Hee terjatuh hingga kakinya terkilir.

Ji Wook yang merasa bersalah, akhirnya membawa Bong Hee masuk.. Ia-pun membantu untuk mengompres kaki Bong Hee yang terkilir itu.

39a

Keesokan harinya, secara tak sengaja Bong Hee melihat keributan didalam kafe. Disana, nampak seorang wanita yang tengah memarahi sekawanan pencuri. Tak mau tinggal diam, akhirnya Bong Hee bekerjasama dengannya untuk menghabisi mereka semua. Namun naas, perkelahian ini membuat kaki Bong Hee yang terkilir menjadi semakin parah sakitnya.

Akhirnya wanita itu-pun membawa Bong Hee ke klinik. Setelahnya.. mereka jadi semakin dekat dan cocok satu sama lain. Setelah saling berkenalan, akhirnya kita mengetahui bahwasanya wanita itu bernama Cha Yoo-Jung (Nara) yang berprofesi sebagai seorang jaksa.

39b

Yoo-Jung adalah senior yang sangat disegani oleh Ji-Hae. Ketika mereka mengobrol, barulah terungkap fakta kalau mereka berdua sama-sama perempuan yang memilki masa lalu berkaitan dengan ‘perselingkuhan’. Yoo Jung menyelingkuhi Ji Wook, dan Ji Hae berselingkuh dengan Hee Jun.

Ternyata setelah kejadian perselingkuhan itu, Yoo Jung langsung pindah keluar negeri. Dan setelah ia kembali ke Korea.. Hal pertama yang ingin dilakukannya, ialah meminta maaf dan memohon agar Ji Wook mau kembali padanya...

*Idihhh, mana mau Ji Wook balik lagi sama dia. Lagian udah ada Bong Hee ini, ‘kan!!!*

40a

Ji Wook melihat Bong Hee pulang dalam kondisi kaki yang terbalut perban. Hal ini membuatnya semakin merasa bersalah.. Tanpa bertanya terlebih dahulu tentang apa yang terjadi, Ji Wook malah menganggap kalau kaki Bong Hee jadi terluka seperti ini pasti karenanya. Dan atas inisiatifnya sendiri, ia-pun merawat Bong Hee dengan sangat telaten.. Lebih dari sekedar merawat, Ji Wook bahkan terkesan seperti peseuruhnya Bong Hee yang mau melakukan ini dan itu jika diberi perintah.

*Kalau perawatnya semacam ini, mending kakinya Bong Hee gausah sembuh-sembuh dah. Wkwk*

40b

Entah apa yang sebenarnya terjadi dulu...

Namun tiba-tiba, kita diperlihatkan saat ketika Ji Wook bermimpi buruk tentang tragedi kebakaran yang menyebabkan kematian ayahnya. Saat itu, Ji Wook masih kecil.. Ia hanya bisa menangis.. Remang-remang.. Ji Wook kecil melihat seorang pria misterius yang berjalan kearahnya...

*Kalian curiga sama siapa nih? Kalo akusih curiganya, si kepala kejaksaan tahu atau bahkan terlibat dalam kematian ayahnya Ji Wook. Secara, pas sebelumnya ketemu, dia nyinggung soal ayahnya Ji Wook--*

41a

Bong Hee mulai frustasi dengan kondisi pekerjaannya yang hampir bahkan mungkin sudah bangkrut. Betapa antusianya ia, ketika mendapat telpon dari temannya yang mengatkan kalau dia akan memberikan pekerjaan untuknya. Bong Hee segera datang ke tempat yang diminta, ia bersikap ramah didepan ahjussi-ahjussi yang tampangnya mencurigakan itu. Kebetulan sekali, karena Ji Wook juga tengah berada disana dan melihat seluruh tingkahnya.

42a

Mereka mengobrol di depan toilet.. Ji Wook memintanya untuk segera pergi dari tempat ini. Karena tak nyaman melihat seorang wanita, bersikap ‘murah’ dihadapan pria-pria seperti itu. Namun, Bong Hee berusaha membela diri.. Ia mengatakan kalau inilah satu-satunya cara supaya dirinya bisa mendapatkan pekerjaan.. Karena ia, tak ingin selamanya menjadi benalu yang menempel dalam kehidupan Ji Wook.

43a

Namun betapa menyedihkan dan hancurnya harapan Bong Hee, ketika ia menyadari bahwa pekerjaan yang ditawarkan untuknya adalah posisi resepsionis yang diharuskan memkai pakaian seksi dan bersikap agresif. Untunglah, Ji wook membantunya keluar dari situasi menyedihkan ini dengan cara yang ‘keren’. Ia menarik tangan Bong Hee, sembari meneguk segelas bir yang tersimpan di meja.

Dalam kondisi yang sudah mabuk, Ji Wook berbicara pada Bong Hee.. Mengatakan, jika ia menginginkan Bong Hee untuk bekerja dengannya saja. Segera setelah mengatkan itu, ia langsung tak sadarkan diri dan menjatuhkan kepalanya di pundak Bong Hee.

44a

Keesokan harinya...

Ji Wook terbangun dalam kondisi berantakan. Ia melihat baju berserakan.. ia berusaha mengingat kejadian semalam, namun ingatannya terpotong-potong. Ia begitu kebingungan sekaligus penasaran akan apa yang dilakukannya kemarin malam.

45a

Ketika keluar dari kamar, ia bertemu dengan Bong Hee. Ia mencoba untuk menggali informasi terkait kejadian semalam. Namun, Bong Hee memperlihatkan sikap yang ambigu. Ia tak memberikan jawaban yang pasti terkait apa yang yang sudah mereka ‘lakukan’ tadi malam.

45b

Si pria misterius, dengan membawa SD Card ditangannya mendatangi sebuah rumah. Entah siapa yang akan ditemuinya dan apa yang dilakukannya. Namun, sepertinya berkaitan dengan pemilik SD Card itu.

46a

Berniat untuk menghindari Bong Hee karena ‘canggung’, namun Ji Wook tak bisa melakukannya karena tiba-tiba Bong Hee mendapat telpon dari pihak kejaksaan yang ingin memberikan informasi terkait hasil penyidikan di kantornya yang kemasukan orang misterius tempo hari.

47a

Baru juga melangkahkan kakinnya melewati gerbang... Langkah Ji Wook terhenti, karena sudah ada Yoo Jung yang berdiri menunggunya.. Suasana seketika membeku.. Ji Wook dan Yoo Jung saling menatap, sementara Bong Hee hanya bisa berdiri memandang interaksi diantara mereka---

*Whoaaaaa--- akhirnya serangan mantan datang juga. Ji Wook gak akan tergoda mantan sih, yakin 100% inimah*

You Might Also Like

3 komentar

  1. Hihihi mian ya lia...lia nontonnya cepet cepetan atau gimana nih krn ada beberapa part yg kurang pas.
    .bukan bong hee yg nelpon ji wook krn panik, tp ji wook duluan yg cm mau ngasih tau bedaknya bong hee ketinggalan padahal emang ditinggal krn habis (episode setelahnya)
    .dan bonghee bukannya pingin di rumah ji wook krn ngrasa terancam tp krn dia udah ga punya uang buat bayar sewa kantornya. Percaya deh kalo dia punya pasti masih tinggal di rumah yg jd tkpnya hee jun dulu
    .dan ji wook ga ngrasa kok dia distalking bong hee, buktinya dia malah ngrasa sepi kan 2th ini. Mr. Bang jg bilang kalau ji wook aja ga nyadar ada bawahannya yg suka dia selama 2th pdhl semua di kantor tahu. Pembelaannya ttg stalker yg nyebelin emang fakta btw bkn krn dia ngrasain sendiri
    .ji wook ga narik tangan bong hee hehe, dia cm menghentikan bonghee yg mau nyiram calon bosnya.

    Emang lia, drama ini punya banyak konten yg bs dimasukin terkait misterinya. Ayah ji wook salah satunya. Sampe sekarang pun kita cm diliatin sepotong sepotong. Sama aja aja kayak kasus yang dilihat bonghee malam itu. Belum ada titik terang yg diungkap, masih ke romance aja -.-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tengkyu, revisiannya, aku segera benerin deh :))))

      Iyanih, aku ngejar episode yg minggu ini. Jadi terburu-buru buat bikin yg epi 5-8. Minggu kemaren ada kegiatan weekend-nya jadi gk sempet bikin.

      Akusih gk masalah kalo berfokus di romance, untuk mengantisipasi tetiba nantinya mereka malah terpisah dan cerita fokus ke misteri T_T

      Sekali lagiii, gomawo buat revisiannyaaaaa :)))))))

      Delete
  2. Hehe mungkin saya aja sih yg ngarepnya crita ini bisa kayak i remember you punya swnim sebelumnya. Tp ya judulnya aja love in trouble jd mau ngarep apa haha yg penting imbang lah dan masuk aja alurnya sampe ending nanti

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤