SUSPICIOUS PARTNER 1-4: Unexpected Accident

02:55

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : SBS =


4 episode perdana yang cukup padet ceritanya. Berawal dari kisah komedi-romantis, kemudian beralih menjadi kisah misteri-triller....

00

Cerita berpusat pada sosok Eun Bong-Hee (Nam Ji Hyun), di awal kita melihatnya mengenakan pakaian tahanan. Ia tengah menulis sebuah surat pernyataan mengenai apa yang sebenarnya ia alami....

1

Ceritanya cukup rumit dan panjang. Dimulai dari kejadian menjijikan yang dialaminya saat naik kereta bawah tanah. Ada seorang ahjussi ‘nakal’ yang sengaja menyentuh pantatnya. Hal itu membuatnya risih, namun ia salah sangka dan menuduh pria rapi yang berada disebelahnya yaitu No Ji-Wook (Ji Chang Wook) sebagai pelakunya. Mereka saling debat, hingga membuat perhatian orang-orang didalam gerbong tersebut  tertuju kepada mereka.

Bong Hee dan Ji Wook akan turun di stasiun yang sama. Namun secara sengaja, Bong Hee menghalangi jalannya, hingga terpaksa Ji Wook tak bisa turun dan terjebak di dalam kerta yang kembali melaju melanjutkan perjalanan ke stasiun berikutnya...

2

Bong Hee mendapatkan sms mencurigakan, yang isinya memberitahukan lokasi sebuah hotel dimana pacarnya, Hee Jun (Chansung) tengah berada sekarang. Ia memberanikan diri untuk datang ke tempat itu, dan sms itu memang benar adanya.. Namun hal yang sangat menyakitkan, karena ia melihat Hee Jun yang keluar dari lift sembari merangkul perempuan lain. Mereka saling lihat, Hee Jun-pun menyuruh wanita lain itu untuk pergi duluan sementara dirinya menghampiri Bong Hee.

Sejujurnya, Bong Hee sendiri sudah menyadari tingkah janggal Hee Jun. Seringkali, ia lambat memberikan respon-ada hal mencurigakan didalam mobilnya-dan hal kecil lain yang jelas-jelas menggambarkan kalau pacarnya itu telah selingkuh.

Tapi terlepas dari semua itu, selama ini Bong Hee malah pura-pura tidak mengetahuinya dan secara sukarela membiarkan dirinya dibodohi!

3

Karena sekarang ia telah melihatnya dengan mata-kepalanya sendiri, maka ia-pun memutuskan untuk bersikap tegas. Di lain pihak, pacarnya malah membujuk Bong Hee untuk memaafkannya. Alasannya sederhana, karena dia adalah pria muda yang tidak tahan dengan godaan wanita.. Toh, menurutnya, dia hanya melakukan ‘One-Nigt Stand (cinta satu malam)’

Untunglah... Bong Hee bukan tipe perempuan yang mudah luluh dengan perkataan pria. Ia menganggap semua perkataan pacarnya itu hanyalah sebuah kiasan semata.. karena kedepannya, pasti sang pacar akan tetap melakukan perselingkuhan, namun dengan cara yang lebih mulus supaya tidak tertangkap basah seperti ini lagi!

4

Tak mau diremehkan, Bong Hee berfikiran untuk balas dendam.. Ia hanya akan putus dengan pacarnya ini, setelah ia juga melakukan One-Night Stand dengan pria lain. Tak tanggung-tanggung, ia bahkan berikrar untuk melakukan hal itu dengan pria pria pertama yang bersenggolan dengannya setelah ini.

5

Seorang pria tua berjalan kearahnya, namun Bong Hee menghidar hingga ia terjatuh ke lantai. Ia berusaha bangkit kembali, dan secara tiba-tiba muncullah seorang pria yang berjalan disampingnya, yang kemudian menyenggolnya.

Dengan suara yang bergetar Bong Hee berkata: “Maukah kamu tidur denganku?”

“Tentu saja--” jawab pria disampingnya, yang ternyata adalah Ji Wook.

Bong Hee samar-samar mengenali wajah Ji Wook, ia terkejut.. Namun dikarenakan suasana yang mendesak, akhirnya ia-pun segera berjalan meninggalkan gedung ini sembari merangkulnya.

*OMOOOO.. daebakkk, dapetnya langsung cowok sekeran iniii*

6

Diluar, barulah ia melepaskan rangkulannya. Lagi-lagi mereka berdebat.. Namun, kali ini Ji Wook yang lebih dominan-hingga ia-pun berhasil menyelesaikan kesalahfahaman mereka dengan menjelaskan bahwa dirinya bukanlah pria hidung belang seperti yang dituduhkan Bong Hee kepadanya.

Terakhir, sebelum berjalan pergi.. Ji Wook masih sempat memberikan nasihat untuk Bong Hee. Bagaimanapun kondisinya, ia meminta Bong Hee untuk tidak sembarangan mengajak pria lain untuk tidur dengannya seperti ini..

*Bijaksananya Ji Wook. Padahal, kalo dari tampangnya.. Duhh, cowok playboy inimah*

7

Benerankah, Ji-Wook cuman sekedar lewat dan enggak sengaja nyenggol Bong-Hee?

Ya enggak-lah.. Karena sebenernya, Ji Wook memang udah ada di deket situ daritadi. Dia melihat kejadian pertengkaran diantara Bong Hee dan Hee Jun. Dan ternyata... dia sendiri adalah korban diselingkuhin. Dulu, dia melihat secara langsung pacarnya yang abis tidur bareng pria laen. Padahal, dia udah dateng sembari bawa sebuket bunga warna merah yang cantik.. T_T

*Waahh.. pacarnya Ji Wook salah minum obat yaa? Cowok seganteng ini masih diselingkuhin. Hmmm, saya tidak bisa berkata-kata, kurang apa Ji Wook dimatamu, mbak???*

7a

Besok paginya.. saat bangun dari tidur, Bong Hee dibuat kebingungan karena dirinya tengah berada di kantor Ji Wook. Terlebih lagi, kondisi pakaian yang berserakan di sekitarnya.. Hal ini membuatnya parno, karena ia sendiri tak mengetahui apakah yang sebenarnya telah terjadi tadi malam.. Tanpa sepengetahuan Ji Wook ia-pun kabur dengan hanya meninggalkan spucuk surat ucapan terimakasih dan sekaligus permohonan maafnya..

*Scene ininih yang kata orang-orang, rada mirip sama My Secret Romance. Sebenernya, menurutku beda sih. Kalo disana ceritanya mereka memang beneran tidur bareng. Tapi kalo disini masih ambigu, dan akusih ngiranya mereka gak sampe tidur bareng. Karena, Ji Wook sendiri masih punya trauma sama perempuan-selain itu, Ji Wook adalah tipe pria yang sangat menghargai wanita.. Tapi, gak menutup kemungkinan jugasih, kalo mereka sempet kissu (?)*

8

Setelah hari itu.. kehidupan Bong Hee tak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkannya. Recana awal,  ialah mempermalukan pacarnya-mencampakannya dengan cara melakukan One Night Stand dengan pria lain. Namun sialnya, sang pria yang sekarang sudah jadi mantannya bersikap lebih cerdas. Ia menyebarkan rumor, bahwasanya dialah yang mencampakan Bong Hee, karena Bong Hee tertangkap basah tidur dengan pria lain. Posisi korban dan penjahat kini telah tertukar, dan terlalu sulit untuk mengembalikannya ke posisi semula.

Akhirnya, Bong Hee memilih untuk melanjutkan kehidupannya-meskipun gelar wanita tukang selingkuh telah tersemat di dirinya..

===============================================================

9

3 Bulan kemudian.. Bong Hee yang ternyata mahasiswa jurusan Hukum harus magang di kantor kejaksaan. Dan sebuah kebetulan yang sangat aneh, karena atasan sekaligus mentornya tidak lain adalah Ji Wook. Nampaknya, hanya Bong Hee saja yang merasa canggung, karena Ji Wook sendiri terlihat begitu santai dan malah terkesan mempermainkan Bong Hee dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan menjebak.

10

Hingga akhirnya, Bong Hee merasa kesal dan tanpa ragu ia-pun melayangkan sebuah pertanyaan: “Jadi, kita pernah tidur bareng atau enggak?”

Sontak, pertanyaan itu membuat Ji Wook terdiam seribu bahasa.. Tak mau memberikan jawaban, namun ia malah menatap Bong Hee dengan tatapan serius..

*Kenapa enggak dijawab??? Jadi kalian ngapain aja malem ituuuu???? Kita, jadi kepo ’kan -_-*

11

Masih bungkam terkait kejadian malam itu, namun Ji Wook malah asyik memberikan segudang tugas untuk Bong Hee. Sekalinya ia berbicara, ia malah meberikan pernyataan yang kesannya klise, tidak jelas maksudnya ‘iya’ atau ‘tidak’

11a

Hari-demi-hari berlalu.. Ji-Wook benar-benar mempekerjakan Bong Hee siang dan malam. Ia menempatkannya dibagian interogasi. Sialnya, semua klien yang datang bersikap brutal, mereka tak tanggung-tanggung untuk berkelahi dihadapan Bong Hee. Niat hati ingin melerai, tapi hasilnya malah membuat Bong Hee juga kena pukul.

12

Hingga suatu saat, datanglah ahjussi ‘nakal’ yang kita lihat di dalam gerbong kereta. Ia menyerahkan dirinya sendiri, setelah mengakui tindakan pelecehan yang dilakukannya. Awalnya Bong Hee tak mengenalinya, perlu beberapa saat hingga ia mengingat kembali wajahnya. Berhubung ahjussi itu adalah pemain lama, Bong Hee menegaskan kalau dia harus ditahan didalam sel.

Ahjussi itu sama sekali tak takut ditahan.. Ia malah merasa bersyukur, karena ini berarti dirinya bisa diam ditempat yang aman. Dia menceritakan kalau sebenarnya, akhir-akhir ini ia merasa ketakutan..

13

Suatu malam, ia melakukan kegiatan rutinnya untuk ‘mengintip’ perempuan. Namun, hal yang menyenangkan itu berubah jadi menakutkan, ketika secara tak sengaja ia melihat tindakan pembunuhan..

Sayangnya, Bong Hee benar-benar tak mempercayai hal itu.. Dan menganggap hanya mengada-ngada saja.

*Huhh.. justru yang kelihatannya bohong malah ternyata bener. Kalau ada di posisi Bong-Hee pasti enggak percaya sama ahjussi ini jugasih.. Tapi tolong diinget-inget mukanya ajayaa, soalnya dia salah satu orang yang mungkin akan jadi saksi mata penting di kemudian hari..*

14

Melihat sang mantan, yang kini telah punya gebetan baru yaitu Na Hi-Jae (Kim Ye Won).. Bong Hee menunjukkan sikap santai. Namun karena ia sangat membenci mereka, selalu saja ia melontarkan sebuah lagu yang berisi kalimat keinginannya untuk membunuh Hee Jun.

Hi-Jae tak suka dengan sikap Bong Hee. Ia melakukan perlawanan, dengan merendahkan-hingga menyindir Bong Hee yang menurutnya belum bisa move-on.

*Hi-Jae itu, perempuan selingkuhan Hee Jun. Kayaknya, dia deh yang malem itu ngirim sms ke Bong Hee! Dia sengaja ngelakuin itu, karena dia memang kepengen Bong Hee putus sama Hee Jun. Setelah itu, orang yang nyebarin rumor Bong Hee dicampakan juga kayaknya dia.. Karena kalo diperhatiin, Hee Jun itu bukan tipe-tipe cowok comel yang hobi nyebarin gosip palsu*

15

Untunglah, tak jauh darisana ada Ji Wook yang telah memerhatikan semua kejadian itu.  Atas inisiatif-nya sendiri, ia menghampiri Bong Hee kemudian bertingkah, seakan-akan dirinya menyukai Bong Hee.

Dengan begitu kikuk, ia menyanjung Bong Hee dengan kata-kata manis, salah satunya: “Kamu memang terlihat jorok, tapi kamu tetap cantik. Apakah orang-orang tahu, kalau aku telah menyukaimu semenjak pertama kali melihatmu?”

16

Setelah Hee Jun dan Hi Jae pergi.. Ji Wook kembali lagi ke sikapnya yang seperti biasa, yaitu kalem dan bijaksana. Dia menasehati Bong Hee, mengatakan kalau tindakannya yang menyindir-menyanyikan lagu ingin membunuh mantan pacarnya itu adalah tidak benar. Cukup abaikan dan lupakan saja dia.. Karena itu adalah hal terbaik yang bisa dilakukannya saat ini.

*Ji Wook bisa ngomon kek gitu, karena dia udah melewati masa-masa kritis. Padahal, kayaknya dulu juga dia sama terpuruknya kayak Bong Hee. Malah bisa jadi lebih parah, sampe dia jadi trauma sama perempuan gini -_-*

17

Dalam tidur singkatnya, Bong Hee memimpikan kejadian di malam itu. Ia megingat sesuatu.. Ia mengingat ketika Ji Wook berusaha membangunkannya yang tengah dalam kondisi mabuk. Saat itu, Ji Wook berusaha membuatnya menyadari, kalau kejadian yang menimpanya bukanlah salahnya-melainkan salah pacarnya yang telah menyelingkuhinya. Ia bisa berkata seperti itu, karena dirinya juga pernah dalam posisi terkhianati..

18

Bong Hee diperbolehkan pulang dari kantor, karena Ji Wook sudah tak tahan melihat dandanannya yang semrawut. Dalam perjalanan pulang, sang mantan muncul dan berusaha membujuk Bong Hee agar kembali padanya. Namun, Bong Hee tak mudah jatuh untuk rayuan seperti itu.. Ia bersikap tegas, mengatakan kalau mereka tak akan pernah bersatu lagi, kalau iya.. mungkin hanya dalam khayalan sang mantan saja!

*Good Job, Eun Bong-Hee!!!*

18a

Di kamarnya, Bong Hee mencoba menulis surat ungkapan terimakasihnya untuk Ji Wook. Karena ternyata, sebentar lagi masa magangnya akan berakhir. Namun, seberapa kerasa ia mencoba, nampaknya tak ada kata-kata indah yang bisa ia rangkai untuk sang mentor yang ‘kejam’ itu. Tak sengaja, ia terjatuh dari kursi, kepalanya terbentur dan ia teringat sekilas tentang kejadian malam itu. Ia mengingat kalau ia bersikap agresif, hingga mereka hampir berciuman. Namun, sayang sekali karena ingatannya hanya sampai disitu saja—

*Bahkan kalian jadi kissu atau enggak—masih jadi misteri -_-*

KEMUDIAN.. DARI SINILAH CERITANYA BERUBAH JADI MISTERI-TRILLER..

18b

Karena merasa pengap, Bong Hee membuka jendela kamarnya. Ia tak bisa melihat dengan jelas, ketika ia tak menggunakan kacamata. Selanjutnya, ia pergi keluar untuk membeli beberapa kaleng bir.. Ada hal yang janggal malam itu, karena tiba-tiba terjadi mati lampu total di daerah itu. Di minimarket, ia harus membayar menggunakan uang cash, pemadaman listrik ini otomatis membuat semua barang elektronik tak bisa berfungsi. Ketika kembali kerumahnya, ia dibuat terkejut sekaligus ketakutan.. karena dilantai sudah tergeletak Hee Jun dalam kondisi bersimpah darah—

*Ininih yang namanya horror.. ketika apa yang sering diucapin dan itu hal buruk, ternyata beneran kejadian--*

18c

Sebenarnya apa yang terjadi?

Ketika Bong Hee membuka jendela, di atap gedung sebrangnya ternyata ada sosok misterius berpakaian serba hitam yang mencurigakan. Ia membuang sebuah kantong besar (kantong mayat?) kedalam tangki air. Pria itu menyadari, bahwasanya Bong Hee tengah membuka jendela dan mungkin melihatnya.

18d

Ketika Bong Hee tengah keluar, datanglah Hee Jun. Ia mengetahui passcode kamar Bong Hee dan masuk begitu saja.. Sialnya, pria misterius itu muncul dan langsung menyerangnya...

Sementara itu, Bong Hee sendiri.. ketika berjalan pulang dari minimarket, ia berpapasan dengan pria misterius itu. Namun sayang sekali, karena masing-masing dari mereka hanya berpapasan saja, seakan-akan tak mengingat-atau-mencurigai satu-sama-lain.

*Rada aneh di scene ini.. Apakah si penjahat enggak ngeuh, kalau dia salah bunuh orang? Apakah karena suasananya yang gelap, dia gak ngeuh kalau orang yang ada di jendela dan difikirnya lihat diatuh,  Bong Hee? Kalau Bong Hee sih, jelas-jelas gak akan kenal sama penjahat ini, orang dia tuh gak pake kacamata dan pandangannya burem-gak bisa lihat apa-apa--*

19

Begitulah, bagaimana kejadian buruk-tak teduga ini bisa menimpa Bong Hee. Ia tak memiliki alibi yang kuat, ditambah lagi tak ada saksi mata dan hanya ada DNA-nya saja didalam ruangan itu—

20

Bong-Hee dibawa ke kantor polisi. Ia benar-benar shock, hanya diam meskipun polisi memborbardirnya dengan beragam pertanyaan.

21

Saat itu, satu-satunya orang yang bisa ia hubungi hanyalah Ji Wook. Ia percaya kalau Ji Wook berada di pihaknya dan akan membantunya. Meskipun Ji Wook menyanggah hal tersebut, kemudian mengatakan jika Bong Hee tak boleh mempercayainya.. Tetap saja, Bong Hee menegaskan kalau ia akan tetap mempercayai Ji Wook.

22

Didalam kamar mandi, Bong Hee menangis.. Ia masih belum percaya pada kejadian buruk yang tiba-tiba menimpanya ini. Ia tak pernah berharap kalau Ji Hun benar-benar akan meninggal secepat ini. Meskipun ia membencinya, namun ia juga pernah sangat mencintainya.

*Di scene ini rasanya aku ngerti banget perasaan Bong Hee. Disatu sisi dia berduka karena meninggalnya Hee Jun. Tapi disisi lain,... dari sekian banyak tempat di dunia ini, kenapa Hee Jun mesti meninggal dikamarnya -_-*

22a

Berhubung Ji Hun adalah anak dari kepala kejaksaan, media sangat gencar memberitakan kasus ini. Para wartawan, belomba-lomba mendapatkan gambar Bong Hee. Mereka saling dorong, hingga khirnya membuat kacamata Bong Hee terjatuh dan maskernya juga terlepas. Menyedihkannya, karena kacama milik Bong Hee juga harus rusak, karena terinjak-injak oleh para wartawan.

*Pity her T_T*

23

Ji Wook mendapat amanat langsung dari atasan untuk memberi hukuman maskimal kepada Bong Hee. Karirnya terancam, karena ia menangani kasus ini.. Jika ia tak menjebloskan Bong Hee ke dalam penjara, maka detik itu juga karirnya sebagai jaksa akan hancur.

*Kejanggalan yang lainnya.. Kenapa nih kepala jaksa, maksa banget supaya nahan Bong Hee dengan hukuman maksimal? Kayaknya, dia pingin menutupi fakta yang sebenernya. Dan kemungkinan terbesar saat ini, ialah orang yang dibunuh di atap itu dari kalangan politik atau yang ada kaitannya sama politik (Maybe?)*

24

Di pihak lain, Bong Hee tetap bersikukuh untuk mempercayai Ji Wook. Bagaimanapun situasinya, ia sangat yakin kalau Ji Wook akan bisa menolongnay terbebas dari semua tuduhan yang ditujukan kepadanya.

25

Ji Wook teringat sebuah kejadian di masa lalu—saat masih kanak-kanak, ada seorang biksu yang mengatakan padanya kalau suatu saat akan ada seorang perempuan yang membuat masa depannya hancur berantakan. Ji Wook akan mengetahui siapa perempuan itu, setelah ia bertemu dengannya. Dan detik ini, Ji Wook menyadari bahwasanya perempuan yang dimaksud biksu itu, tidak lain ialah Bong Hee—

*Di scene lain, Ji Wook cerita kalau biksu ini sebenernya masih diragukan ke-asliannya. Tapi, entah kenapa, tiba-tiba dia percaya sama ramalannya setelah ketemu sama Bong Hee--*

26

Bong Hee tinggal bersama dengan ibunya yang bekerja di tempat pijat. Hubungan mereka begitu dekat.. Rasanya begitu salut, melihat sosok ibu yang bisa tetap tegar, memberikan dukungannya untuk Bong Hee. Tanpa rasa ragu sedikitpun, ia meyakini bahwa Bong Hee akan segera keluar dari tempat ini.

Tak lupa, ibu juga memberikan Bong Hee kacamata lama  yang dulu selalu digunakannya untuk belajar. Setidaknya dengan kacamata itu, Bong Hee bisa melihat dengan jelas.

*Saling menguatkan, padahal dalem hati dua-duanya sama-sama mewek T_T*

27

Ji Wook benar-benar berusaha semampunya untuk membantu Bong Hee. Terbukti, dari tindakannya yang secara sengaja, mencarikan pengacara untuknya. Secara khusus, ia meminta Ji Eun-Hyuk (Choi Tae Joon) untuk menjadi pengacaranya Bong Hee.

Menurutku, Ji Eun Hyuk adalah sosok pengacara yang menarik.. Setelah ia mendengar Bong Hee menegaskan kalau dirinya tidak membunuh Hee Jun, Eun Hyuk langsung mengatakan jika dirinya telah mengetahui kebenarannya-tanpa menunjukkan ekpresi keraguan sedikitpun.

*Hubungan Ji Wook sama Eun Hyuk bermasalah. Kenapa coba? Karena ternyata, Eun Hyuk adalah cowok yang ketahuan tidur bareng mantan pacarnya Ji Wook. Maka dari itu, diatuh mati-matian sebelnya sama Eun Hyuk. Tapi demi Bong Hee, dia bela-bela-in nelpon duluan dan minta bantuan Eun Hyuk--*

28

Kepada Eun Hyuk, Bong Hee menceritakan usaha kerasnya hingga bisa masuk dan berjuang di fakultas hukum. Padahal, IQ-nya hanya 101.. Sangatlah sulit untuknya bisa lulus dalam ujian bar. Semua yang bisa diraihnya hingga saat ini, ialah hasil dari kerja kerasnya sebagai bentuk dari rasa terimakasihnya terhadap sang ibu yang telah berjuang mati-matian untuk membiayai kehidupan mereka.

Dan karena kejadian ini.. masa depannya dan juga keluarga kecilnya tengah berada di ujung tanduk. Ia benar-benar meminta kesungguhan dari Eun Hyuk.. Ia tak mau dibantu hanya karena rasa kasihan semata, ia ingin mereka sama-sama berjuang semampunya untuk bisa membuktikan ketidakbersalahannya.

*Hebat banget aihhhh.. IQ 101 itu kan terhitung rendah meskipun gak pake bangett sih. Ujian hukum itu kan susahnya minta ampun T_T*

28a

Sidang perdana akhirnya berlangsung juga... Saksi yang hadir, memberatkan posisi Bong Hee karena mereka menyinggung masalah nyanyian Bong Hee yang liriknya mengancam akan membunuh Hee Jun. Namun, beruntunglah Bong Hee karena Eun Hyuk bisa mematahkan kesaksian itu dengan sangat mudah.

29

Namun sayang sekali, karena di akhir persidangan.. Bong Hee memberikan pernyataan yang bermakna kontroversial. Dengan polosnya ia mengatakan: “..... aku yakin, ada saat dimana beberapa wanita pernah berniat untuk membunuh kekasih atau suami mereka...”

*Rada setuju sih, tapi kalo diomongin di persidangan.. dan kondisinya sebagai terdakwa, kalimat ini berpotensi memicu opini publik yang bikin masalahnya makin ruwettt*

31

Persidangan pertama berakhir-kemudian berlanjut pada persidangan yang kedua. Kali ini, Ji Wook memberikan bukti telak, berupa pisau yang ditemukan dikamar Bong Hee. Pisau itu telah dicek di laboratorium dan terbukti bahwasanya terdapat darah Hee Jun disana.

Atas dasar bukti tersebut, Ji Wook akhirnya mendakwa Bong Hee dengan tuntutan hukuman penjara selama 15 tahun—

31b

Seisi ruang persidangan dibuat riuh karena tuntutan tersebut. Kini giliran pihak pengacara untuk memberikan pernyatannya. Namun, baru juga mengungkapkan beberapa kata—omongan Eun Hyuk harus terpotong, karena sikap Ji Wook yang tiba-tiba menginterupsinya.

32

Ternyata... Ji Wook berdiri untuk memberikan bukti yang lainnya. Sebuah pisau yang sama persis dengan yang berada di dalam kamar Bong Hee, ternyata juga ditemukan disebuah lahan pertanian yang jaraknya sekitar 7 KM dari TKP pembuhan.

Dan telah diteli juga, bahwa di pisau tersebut juga terdapat darah dari Hee Jun. Jika ada dua bukti yang sama, maka kemungkinan salah satunnya adalah palsu..

Atas dasar inilah Ji Wook menarik kembali tuntutannya.. Yang secara otomatis, membuat Bong Hee bebas.

*Daebakkkk- gak nyangka kalau dia bakalan berubah fikiran cuman dalam hitungan detik. Padahal, dia mati-matian pengen mempertahankan posisinya--*

32a

Kenapa tiba-tiba Ji Wook berubah fikiran?

Sebenernya aku sendiri masih bingung sama alesan tindakannya dia ini. Diceritakan, kalau dia jadi seorang jaksa karena dia pingin mengikuti jejak ayahnya. Dulu semasa hidup, ayahnya hanya mau menangani kasus kriminal karena ternyata adiknya meninggal karena tindakan kriminal.

Tapi naas, karena ternyata hidup ayahnya juga berakhir ditangan kriminal. Semenjak itulah, Ji Wook bertekad untuk melanjutkan profesi kebanggaan ayahnya ini. Bahkan, ia berikrar kalau ia akan menjadi jaksa hingga dirinya meninggal kelak—

*Jadi, kenapa dia rela melepas karirnya sebagai jaksa cuman karena Bong Hee? Karena dia mulai ada perasaan sama Bong Hee? Kayaknya bukan karena itu deh—Menurutku, sampai detik ini, baru Bong Hee yang punya perasaan ke Ji Wook dan enggak sebaliknya. Sejauh ini Ji Wook selalu mau bantuin Bong Hee atas dasar kasihan-merasa senasib-dan mungkin karena dia memang yakin kalau Bong Hee bukanlah penjahat yang sebenernya*

32aa

Bong Hee akhirnya bisa bebas.. Ia sempat ragu untuk kembali ke kamarnya lagi. Namun, sang ibu tetap berada disampingnya dan memberikannya kekuatan. Lantas apakah kebebasan Bong Hee ini sifatnya permanen?

Enggak juga sih.. karena, dia bisa kembali ditahan kapanpun-jika jaksa meneukan bukti baru yang secara telak bisa membuktikan kalau dia bersalah dalam kasus ini. 

32c

Sedikit hal kecil yang cukup menyentuh.. Ialah ketika Bong Hee bisa kembali tersenyum, setelah ia membaca buku agenda-nya. Semua kalimat caci-makinya untuk Ji Wook, dibalas dengan tulisan tangan Ji Wook sendiri. Ternyata, pada hari dimana Ji Wook menginvestigasi kamar Bong Hee, ia membaca agenda tersenut dan menyempatkan diri untuk menuliskan balasan di setiap tulisan tersebut---

32cc

Ji Wook harus menerima konsekuensi pahit atas tindakannya ini. Kepala kejaksaan, bahkan memarahi hingga menamparnya berkali-kali. Ujungnnya, ia dipecat dari jabatannya, dan dengan berat hati harus meninggalkan jubah beserta ruangan jaksa kebanggaannya..

33

Bong Hee mencoba untuk kembali melanjutkan hidupnya.. Ia yang awalnya telah kehilangan kepercayaan pada sosok pria, akhirnya menyadari kalau hal itu tak lagi terjadi padanya. Dialah Ji-Wook, sosok pria yang berhasil menyembuhkan lukanya---

34

Mereka berpapasan di depan gedung kejaksaan, dengan raut wajah ceria Bong Hee tersenyum kepadanya. Sementara Ji Wook malah menunjukkan ekspresi sebaliknya dan berkata: “Aku fikir.. kita bertemu karena takdir”

Bong Hee: “Aku juga berfikiran, kalau kamu adalah takdirku..”

Ji Wook: “Lebih tepatnya, sebuah takdir buruk yang mengerikan. Jadi—sebaikanya kita ak penah saling ikut campur dalam kehidupan datu sama lain..”

*Kok aku berasa keinget lagi sama cerita Tomorrow With You.. Sama-sama tentang takdir, diawali dengan kesalhfahaman di kereta juga. Si pria sebel sama perempuan itu, tapi dia malah berakhir terus-terusan bantuin perempuan itu--*

You Might Also Like

2 komentar

  1. Gomawooo eonni,,lanjut Minggu iniii yaaa 😉

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling aku postingnya entar weekend ajayaaaa :D Kalo weekdays sibuk kuliah, heheheh--

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤