STRONG WOMAN DO BONG SOON EPISODE 16 [BAGIAN 1]

05:05

--------------------------

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : jtbc =

1


Setelah Jang Hyun benar-benar ditangkap dan dibawa ke kantor polisi, Min-hyuk mengantar Bong Soon untuk pulang rumah. Rasa senang dan lega, benar-benar dirasakan Min Hyuk saat ini.. Sekarang semua masalah besar sudah terselesaikan, dan ia mulai mengenang masa lalu ketika ia bertemu dengan Bong Soon di kantor polisi untuk yang pertama kalinya.. Ia tersenyum geli teringat, betapa imutnya Bong Soon yang dulu terus mengabaikannya dan memilih untuk melirik Gook Du.


Bong Soon yang duduk disampingnya, mengacaukan ingatan Min Hyuk dengan suara dengkuran yang cukup keras. Min Hyuk tertawa kecil, menganggap kalau Bong Soon-nya ini sudah sangat kelelahan dan perlu banyak istirahat.

2


Di ruang interogasi, Gook Du berbicara dengan Jang Hyun. Berkali-kali ia bertanya, mengenai motif Jang Hyun melakukan kejahatan ini. Namun Jang Hyun malah tersenyum lepas, dan megatkan kalau semua ini adalah hal yang sangat menyenangkan.

Ia sangat merasa puas, karena ketika ia memerintahkan para wanita itu untuk melakukan sesuatu maka mereka akan melakukannya. Gook Du bergidik kesal menedengarnya, ia tak bisa menahan emosi hingga menendang badan Jang Hyun dengan lumayan keras.

3


Hari berikutnya, Min Hyuk dan Bong Soon kembali bekerja seperti biasa, dan Bong Soon menunjukkan karakter orang jahat dalam permainannya kepada Sekretaris Gong. Padahal sudah sangat jelas kalau karakter itu sangattt mirip dengan Sekretaris Gong. Namun lucunya, dia malah terdiam dan berfikir, kemudian mengatakan kalau ia serasa mengenali wajah karakter itu. Baik Min Hyuk maupun Bong Soon tak mau mengatakan apapun, dengan sengaja mereka membiarkan Sekretaris Gong yang tidak menyadari hal ini.

4


Dengan suara panggilan khas-nya “DO INTEEEEERN!!!!!” Min-hyuk memanggil Bong Soon untuk rapat. Dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk presentasi proposal games yang dijadwalkan ulang karena ia menghilang tempo hari, Min-hyuk dan Sekretaris Gong menempatkan Bong Soon dalam sebuah kondisi interview. Bagusnya, Bong Soon bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik, hingga Sekretaris Gong memberinya sebuah acungan jempol.

5


Sekretaris Gong bertanya tentang misi utama dalam permainan ini. Bong Soon menceritakan kalau karakter Super Bong Soon harus menyelamatkan Pangeran Min-Min, dan setelahnya mereka bisa hidup bahagia.....

Sekretaris Gong lanjut bertanya, apakah dua karakter itu akan menikah dan memiliki anak? (pertanyaan yang membuat Min-Hyuk tersenyum malu-malu). Bong Soon mengatakan bahwa mungkin itu akan terjadi di sekuel permainan berikutnya, dan jawaban itu membuat Min Hyuk semakin bersikap ‘gemesss’, ia bahkan mengatakan kalau mereka perlu segera meluncurkan games ini supaya bisa membuat sekuelnya...

6


Min Hyuk dan Bong Soon berbicara mengenai ayahnya Bong Soon yang belum pulang selama beberapa hari ini, setelah melarikan diri dari Ibu. Min Hyuk berjanji untuk mengurus hal itu, meskipun ia tidak benar-benar yakin bagaimana caranya dia bisa membawa kembali ayah. Meskipun masih tidak pasti, namun Bong Soon tersenyum senang dengan janji yang dikatakan Min Hyuk kepadanya. Bong Soon mengelus-elus kepala Min Hyuk dan membuat Min Hyuk tersipu malu karenanya...

7


---------------------------------------------------------------------------
8


Sementara itu, Ibu dan teman-temannya tengah berkumpul di toko kue kenari. Mereka membicarakan kepergian ayah dari rumah.. Secara berhati-hati, salah satu teman ibu menyinggung perihal sikap Ibu terhadap ayah yang menurut mereka terlalu kasar.

“Kapan aku berbuat kasar padanya?” tanya ibu

“Waktu itu.. hingga membuat wajahnya(ayah) babak belur..”

9


Ibu menghela nafas, menjelaskan kalau wajah ayah babak belur bukan karenanya. Melainkan, karena ayah terjatuh dan wajahnya terbentur ke sudut meja. Ibu hanya membentak dan memarahinya dengan kata-kata. Dan perlu kita tahu, kalau Ibu tak pernah memukuli orag semenjak 18 tahun yang lalu.

10


Akhirnya, Min Hyuk berhasil menemukan keberadaan ayah yang tengah berkemping di tengah hutan dekat danau yang entah dimana pastinya itu. Mereka mengobrol sembari menikmati sebotol soju, berkali-kali Mi Hyuk mencoba untk membujuk ayah, memmintanya untuk kembali pulang kerumah. Namun sayangnya, ayah terus menolak untuk melakukannya.

11


Hingga secara tiba-tiba, Min Hyuk merengek, bereriak mengatakan kalau dirinya ingin menikah dengan Bong Soon. Maka dari itu ayah harus segera pulang!

Mendengar kalimat itu, lasngung membuat ayah tersedak. Ia menatap Min Hyuk, dan bertanya sekali lagi untuk memastikan keseriusan perkataannya barusan?!

12


Min Hyuk sambil merengek, menegaskan kalau dirinya benar-benar serius ingin menikahi Bong Soon. Namun, sikap Min Hyuk malah membuat ayah bingung, hingga menyebutnya sudah tidak waras. Min Hyuk mengamini perkataan itu, ia mengatakan kalau dirinya bisa gila jika hidup tanpa Bong Soon-bahkan, ia akan loncat ke danau jika ayah menyuruhnya detik ini juga.

“Yaudah, loncat sana!” ujar ayah

Min Hyuk mengiyakannya, namun ayah segera menarik kembali pekataannya dan kembali bertanya untuk memastikan perasaan Min Hyuk. Ia bertanya, apa yang membuat Min Hyuk begitu yakin untuk menikahi Bong Soon , anaknya..

Seketika suasana komikal, berubah menjadi serius.. Min Hyuk mengatakan bahwa Bng Soon sangat mirip dengannya. Singkatnya, menurut Min Hyuk Bong Soon telah tercipta untuknya dan begitupun sebaliknya...

13


Hee Ji bertemu dengan Bong Ki, ia mengungkapkan bahwa ia akan berangkat ke Wina untuk bermain dalam sebuah orkestra di sana. Setelah mendengar hal itu, Bong Ki menunjukkan raut wajah datar, seakan-akan hal itu tak berpengaruh untuknya

Ia-pun memberi penjelasan, berkat kisah cinta Bong Soon ia jadi percaya dengan takdir.. Setiap orang pasti akan bertemu dengan jodohnya di waktu yang tepat, jika memang mereka berjodoh pasti akan ada jalan untuk kembali bersama.

14


Hee Ji memahami itu sebagai sebuah pernytaan, bahwasanya mereka tidak berjodoh karena harus berpisah. Bong Ki menatap Hee Ji dengan pilu, namun ia tak mengatakan papapun.. Ia tak memberikan penjelasan lebih pasti mengenai maksud dari perkataannya barusan.

15


Di tempat lain, kita melihat Bong Soon yang tengah berjalan berduaan dengan Gyeong Shim. Oborolan mereka lagi-lagi tentang takdir dan jodoh.. Bong Soon mengatakan, bagaimana bisa dirinya meyakini kalau Min Hyuk adalah jodohnya.

Hal itu, karena Bong Soon bisa melihat bayangan dirinya sendiri didalam mata Min Hyuk. Dirinya yang nampak begitu bahagia.. Hal yang sangat sederhana, tapi memang seperti itulah adanya..

16


Malam harinya, Min Hyuk membawa pulang ayah dalam kondisi mabuk berat. Segera, ia menidurkan ayah di sofa..

Saat Min Hyuk hendak pulang, ibu menahannya dan malah memintanya untuk mengobrol dengan Bong Soon di dalam kamar. Sementara itu, ibu sendiri menghampiri ayah, ia memelototinnya kesal, namun segera memerlihatkan ekspresi khawatir setelah melihat tangan ayah yang kotor...

17


Min Hyuk masuk ke kamar Bong Soon.. Rasanya begitu canggung, karena ini adalah pertama kalinya ia berada di tempat itu. Beberapa kali mereka saling menatap penuh cinta, karena Min Hyuk dengan sengaja membuat Bong Soon mengenang beberapa momen romantis mereka.

18


Lama-kelamaan, suasanya terasa semakin intim hingga Min Hyuk berniat untuk mencium Bong Soon. Namun, terus saja ada suatu kejadian yang meng-‘ganggu’ mereka. Dimulai dari kedatangan ibu yang ingin mengantar buah, hingga Bong Ki yang tiba-tiba masuk yang tentunya membuat suasana terasa begitu canggung bagi Min Hyuk.

19


Akhirnya mau-tak-mau, Min Hyuk memutuskan untuk pulang saja. Dengan berat, ia melangkahkan kakinya meninggalkan kamar itu. Beberapa kali ia menggerutu mengungkapkan rasa ‘gereget’-nya. Namun Bong Son, berusaha membuatnya kembali tersenyum, dengan malu-malu ia mengecup pipi Min Hyuk.

“Sekarang pulang-lah, cepat tidur dan jangan lupa untuk memimpikanku...” ujar Bong Soon

20


Tentang biksu Nizamuddin yang sangat aneh dan misterius. Ternyata, ia hanyalah seorang penipu.. Ia benar-benar berasal dari Korea dan nama aslinya adalah Jo Dal Bong. Fakta ini membuat Baek Tak sangat terkejut, karena nyatanya selama ini dia telah memberikan sejumlah uang kepadanya...

21


Selanjutnya mengenai si penjahat psikopat, Kim Jang Hyun.. Setelah proses hukum berjalan, akhirnya ia dijatuhi hukuman seumur hidup. Dari apa yang kita lihat, nampak jikalau penyakit ‘gila’-nya semakin bertambah parah. Terbukti dari sikapnya yang berteriak-meronta tanpa alasan yang jelas.

22


Sementara itu, ditempat lain kita melihat Bong Soon yang berdiri tegap dengan raut wajah yang begitu puas: “Orang itu—aku telah berhasil menangkapnya dengan tanganku sendiri..” ujarnya bangga

23


Dan demi menutupi fakta mengenai kekuatan Bong Soon, Min Hyuk dengan terpaksa menerima semua penghargaan karena masyarakat mengira jikalau ia merupakan orang yang telah berhasil menangkap Jang Hyun. Raut wajah canggung, terlihat jelas ketika ia harus berpose dihadapan begitu banyak kamera wartawan yang ingin memotretnya.

24


Meskipun sesi fotonya belum selesai, Min Hyuk sengaja berjalan perlahan menjauh dari tempat itu untuk menghampiri Bong Soon yang tengah mengobrol dengan Gook Du. Nampaknya, berkat kejadian ini Gook Du berhasil mendapatkan promosi hingga ia dipindah tugas ke kantor polisi sektor Gang Nam.

25


Akhirnya, kesempatan Bong Soon untuk mempresentasikan rancangan game-nya tiba juga..

Awalnya terasa canggung, raut wajah gugup terlihat jelas di wajahnya. Namun, berkat tatapan penuh cinta dari Min Hyuk, akhirnya ia bisa lebih tenang dan melanjutkan presentasinya dengan sangat lancar.

26


Ayah dan ibu tengah berada di toko kue kenari, mereka mengobrol membicarakan hubungan Bong Soon dan Min Hyuk yang sudah mereka anggap sangat cocok. Terutama karena mereka itu seumuran.. Mendengar kata seumuran langsung membuat dahi ayah mengernyit: “Kita juga seumuran, tapi hubungan kita tak berjalan dengan lancar...” celetuknya

27


Tiba-tiba, datang pelanggan yang tidak lain adalah ibunya Gook Du. Kali ini, ibu membiarkannya mengobrol dengan ayah, meskipun beberapa kali terlihat tatapan sinis yang terpancar dari matanya. Ibunya Gook Du membicarakan perihal Gook Du yang harus pindah tugas, hingga kemungkinan besar keluarga mereka juga akan pindah rumah.

28


Di malam hari, Bong Soon duduk berdua bersama Gook Du. Dibawah indahnya langit malam, mereka duduk berdampingan, Gook Du mencoba untuk mengajak Bong Soon bernostalgia mengenang masa-masa sekolah mereka.

29


Awalnya memperbincangkan kejadian-kejadian memalukan yang membuat tertawa, namun lama-kelamaan suasana obrolan mereka terasa serius dan berbau mello.

30


Dulu, ketika mereka masih duduk di bangku SMA, Gook Du bersama temannya, secara sengaja berjalan melewati Bong Soon yang tengah berdiri di depan keran air. Dengan suara yang cukup keras, ia mengungkapkan kalau tipe wanita idealnya itu yang seperti bunga cosmos.

Kalimat itu adalah kalimat yang sangat membekas di dalam hati dan fikiran Bong Soon, karena setelah mendengar hal itu, ia berusaha sekeras mungkin untuk menutupi kekuatan super-nya agar bisa memenuhi kriteria wanita idaman Gook Du.

31


“Bodoh! Dasar kamu bodoh!” celetuk Gook Du

Lanjutnya,... Gook Du memberikan penjelasan jikalau wanita seperti bunga cosmos yang ia maksud adalah Bong Soon. Dimatanya, Bong Soon terlihat sebagai wanita yang mungil dan lemah..

32


Bong Soon seketika terdiam, lalu Gook Du menatapnya dan bertanya satu hal: “Kita... kita hanya akan menjadi teman dan tidak akan pernah bisa berubah, ‘kan?”

Bong Soon menatapnya, kemudian mengangguk sembari tersenyum. Gook Du hanya bisa menghela nafas dalam-dalam, kemudian berkata: “Hiduplah dengan penuh kebahagiaan..”

“Kamu juga.. hiduplah dengan bahagia..” jawab Bong Soon

33


Pulang kerumah, Bong Soon langsung masuk kedalam kamarnya. Ia duduk, kemudian membuka ponselnya... Ia memandang foto-foto kebersamannya dengan Gook Do. Kalimat-kalimat yang barusan dikatakan Gook Du, kembali terngiang didalam kepalanya.

34


Namun, hal itu sama sekali tak membuat perasaannya goyah. Dengan yakin, ia mengubah nama Gook Du di kontaknya menjadi, “Temanku, Gook-Du

35


Dan didalam mobilnya, Gook Du nampak merasa lega karena telah menceritakan semua hal yang ingin diceritakannya kepada Bong Soon. Meskipun, kesedihan masih terpancar jelas diwajahnya. Kotak perhiasaan yang hendak diberikannya untuk Bong Soon, kini hanya menjadi sebuah benda tak berharga karena tak bisa ia berikan untuk orang yang ia cintai dengan sepenuh hati....

36


--------------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤