STRONG WOMAN DO BONG SOON EPISODE 8 [BAGIAN 2]

08:28

------------------------

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : jtbc =

1

Begitu banyak makanan yang telah tersaji di meja,. Ibu dengan pedenya, mengatakan kalau keluarga mereka memang terbiasa makan sarapan seperti ini.

2

“Iya kita memang selalu seperti ini, tapi pagi ini kufikir terlalu banyak jenis makanannya..” celetuk Bong Ki

3

Entah apa penyebabnya, namun Min Hyuk terus menunjukkan raut wajah kikuk. Ia nampak ragu untuk menyantap semua makanan itu hingga pada akhirnya ibu memaksanya untuk makan.

Lambat-laun, suasana canda tawa dan kehangatan didalam keluaraga Bong Soon seakan memperngaruhi suasana hati Min Hyuk. Tanpa disadarinya, ia-pun ikut tersenyum ketika melihat interaksi diantara mereka.

4

Scene langsung berindah ke kediaman ayahnya Min-Hyuk..

Ternyata inilah penyebabnya, mengapa Min Hyuk ragu untuk ikut sarapan di rumahnya Bong Soon. Karena sebenarnya, dirumah ayahnya-pun mereka berkumpul untuk sarapan. Bong Soon sedikit kesal, ia berbisik kepada Min Hyuk, bertanya mengapa Min Hyuk tak menjelaskan hal ini sebelumnya?

“Hehe.. tidak ada waktu untukku menjelaskannya padamu..” jawab Min Hyuk dengan nada berbisik pula

5

Secara tiba-tiba, ayah bertanya kepada Bong Soon: “Kenapa kamu menyukai Min-Hyuk?”

“Karena... dia tampan.. dan baik...” jawab Bong Soon

6

Sayangnya, jawaban Bong Soon malah membuat suasana terasa sangat garing, tak ada respon apapun dari keluarga Min-Hyuk. Hingga akhirnya, ayah dibuat tertawa terbahak-bahak, setelah Bong Soon mengatakan kalau Min Hyuk itu orang yang ‘gila’ dan bahkan ‘sangatttt gila’ (Gangerti kenapa dia ketawa? Padahal gak ada yang lucu sama sekali, ‘kan?)

7

Ayah mengajak Bong Soon untuk berbicara dengannya di balkon. Ternyata, meskipun terlihat begitu garang dan emosional, ayah memiliki rasa peduli yang sangat tinggi terhada Min Hyuk. Beliau berterimakasih kepada Bong Soon karena telah bisa memberikannya bukti kalau Min-Hyuk bukanlah seorang gay.

Padahal, dulu semasa sekolahnya, Min Hyuk adalah seorang pria playboy yang menjalin hubungan dengan begitu banyak gadis, sehingga menimbulkan banyak masalah. Namun, entah kenapa... tiba-tiba Min-Hyuk berubah seperti ini dan timbullah rumor bahwa dia seorang gay.

8

Sepanjang perjalanan, Bong Soon terus melamun, ia menerungkan perkataan ayahnya Min Hyuk dan juga perkataan Gook Du terkait status Min-Hyuk yang menurut mereka bukanlah seorang gay.

9

Tanpa disadarinya, Bong Soon belum mengenakan sabuk pengaman, sehingga alarm keselamatan berbunyi. Min Hyuk segera menepikan mobilnya, dan dengan inisiatif-nya sendiri, ia memasangkan sabuk pengaman tersebut.

Untuk beberapa saat, posisi mereka sangat amat berdekatan.. Mereka saling memandang, namun tak mengatakan apapun..

10

Tak mau terbawa perasaan, Min-Hyuk segera mengalihkan perhatian dengan memarahi Bong Soon yang lupa mengenakan sabuk pengamannya itu.

11

Min Hyuk membawa Bong Soon ke sebuah tempat asing, hal ini membuat Bong Soon bertanya-tanya mengapa mereka ada disini?

“Diamlah.. lagian aku sudah membeli waktumu.. Dan perlu kau tahu, kalau ini adalah tempat aku akan bertemu dengan wanita yang paling kucintai...” ungkap Min Hyuk

12

Ternyata, ini adalah tempat dimana ibunya Min-Hyuk disemayamkan. Dibawah sebuah pohon, Min-Hyuk menaruh sebuket bunga cantik yang telah dibawanya.

“Bu.. aku datang kesini dengan seseroang yang sangat ingin kukenalkan kepadamu...” gumam Min Hyuk dalam benaknya

13

Selanjutnya, Min Hyuk mengajak Bong Soon untuk berjalan dipinggir danau.. Ia menceritakan kisah dalam sebuah film yang dulu disukai ibunya. Tentang bagaimana sebuah pertemanan bisa berubah menjadi cinta.

Sama hal-nya seperti Bong Soon, karakter wanita dalam film ini ialah seseorang yang sangat mengagumkan.

“Untuk seorang pria akan sulit rasanya, untuk hanya berteman dengan perempuan yang mengagumkan sepertimu...” ucap Min-Hyuk

14

Secara eksplisit, Min Hyuk menyinggung soal Gook Du. Ia menjelaskan, bahwasanya Gook Du memilih untuk hanya berteman dengan Bong Soon, mungkin karena hanya inilah cara dia untuk tetap bisa mempertahankan Bong Soon untuk tetap berada disampingnya..

15

“Untuk mengubah sebuah pertemanan menajdi cinta sangatlah mudah.. hanya perlu salah satu pihak yang berani untuk maju satu langkah...” ucap Min Hyuk yang seketika itu juga langsung berjalan satu langkah kearah Bong Soon.

Dunia seakan berhenti berputar.. Bong Soon hanya terdiam sembari menatap mata Min-Hyuk dengan tatapan penuh rasa penasaran.. Penasaran terhadap perasaannya sendiri..

16

Satu langkah... Diantara aku dan Gook Du, tidak pernah ada hal yang semacam itu. Tapi, pada hari ini... Dia (Min-Hyuk), maju satu langkah lebih dekat denganku....” –Bong Soon

-------------------------------------------------------------

17

Kantor kepolisian sektor Do Bong-Dong terlihat begitu sibuk.. Meskipun kasus penculikan dan pembunuhan yang sebelumnya ditangani oleh mereka sekarang telah dialihtugaskan kepada tim khusus, namun mereka tetap bersikukuh untuk memecahkan kasus ini secara diam-diam.

18

Bersama-sama, mereka menonton kembali seluruh CCTV yang ‘mungkin’ menangkap sosok si penjahat. Namun sangat disayangkan, karena hal ini sia-sia saja.

Gook Du teringat pada kesaksian Bong Soon.. Dan tanpa menjelaskan apapun kepada rekan-rekannya ia lansgung pamit pergi dengan hanya mengatakan kalau dirinya mengetahui sesuatu..

19

Aktor teater datang kekantor polisi untuk bersaksi. Ia benar-benar tidak mengetahui siapa penjahat penculikan dan pembunuhan Do Bong-Dong. Dan mengenai sepatunya, ia mengakui kalau itu hilang saat disimpan di backstage. Selain itu, ia tak mengetahui apapun lagi..

20

Sesuai dugaan, Gook Du mendatangi tempat rongsokan mobil. Disana, lagi-lagi ia hanya bertemu dengan pegawai. Dan ketika ditanya mengenai lokasi pemilik tempat ini, si pegawai menjawab kalau beliau tengah melakukan perjalanan bisnis ke Sudan. Tentu saja Gook Du tak memercayainya, namun kali ini ia memilih untuk diam saja dan segera pamit pergi...

21

Dari ruangannya, ternyata si penjahat pshyco telah memasang begitu banyak monitor yang menyangkan CCTV dari berbagai tempat, hingga rekaman didalam gedung kantor polisi-pun dimilikinya. Kok bisa? Jadi pada saat ia mendatangi kantor polisi sebagai saksi.. Secara sembunyi-sembunyi, ia telah menyelipkan sebuah kamera pengintai di belakang layar TV.

-------------------------------------------------

Keesokan harinya...

22

Bertempat di toko kue kenari terlihat Ibunya Gook Du yang tengah asyik mengobrol dengan ayahnya Bong Soon. Sama seperti biasa, obrolan mereka selalu dipenuhi dengan lontaran pujian terhadap satu-sama-lain.

23

Tanpa disadarinya, ada ibu yang tengah memerhatikan mereka dari balik pintu. Segera, ibu-pun masuk dan mengomeli ayah. Tak lupa ia juga menyindir sikap ibunya Gook Du yang selalu menunjukkan ekspresi bahagia padahal kondisi daerah mereka yang sedang rumit seperti sekarang ini.

“Gook Du-omma... apa yang saja yang dilakukan anakmu, hingga penjahat itu masih belum tertangkap juga..” sindir Ibu

“Hah.. lantas apa yang dilakukan Bong Ki sehingga masih banyak orang yang mati karena kanker?” sindir balik ibunya Gook Du

“Hahahahahaha.. kamu salah! Bong Ki itu seorang ortopedi, jadi dia sama sekali tak ada kaitannya dengan pasien penyakit kanker!” tukas Ibu dengan nada sinis

24

Ayah memberikan kode agar ibunya Gook Du pergi saja.. Setelah itu, ayah membentak ibu, mengatkan jika dirinya sudah tak tahan diperlalkukan seperti ini terus. Ia-pun hendak berjalan meninggalkan toko...

Namun, ibu segera menarik dan bahkan menyeretnya kembali...

25

Beberapa saat kemudian...

Wajah ayah terlihat babak-beluk, daerah sekitar mata dan bibirnya juga lebam. Dari bangku pengunjung, dua teman Ibu terus menatapnya dengan kasihan. Mereka juga tak tega melihat kondisi ayah, bahkan perasaan mereka sangat ingin menolongnya.. Tapi, apalah buat....

26

Di perusahaan Baek Tak, tengah diadakan pertemuan untuk membahas strategi dan teknik lanjutan yang akan mereka lakukan guna menyelamatkan citra perusahaan. Tak tanggung-tanggung, karena seorang ahli lulusan Harvard menjadi pembicaranya.

Beliau bernama Charles Go, siapa dia? (Siapa sih, sebenernya gajelas juga nih orang datengnya darimana, wkwk...)

27

Setelah memberikan penjelasan yang rumit, berbelit-belit dengan kosakata dan bahasa yang teramat ‘lebay’, akhirnya muncul sebuah solusi. Mereka harus membalas kelakuan akar penyebab masalah yang terjadi di perusahaan ini, yaitu Do Bong Soon. Caranya? Mereka harus bisa menculiknya!

Dua orang aktor, sengaja didatangkan untuk melncarkan rencana mereka kali ini..

28

Di lingkungan sekolah, anak-anak gengster tengah berkumpul. Mereka membcarakan aksi keren Bong Soon semalam.. Salah seroang dari mereka, ternyata telah merekamnya. Mereka ingin menyebarkan video itu, untuk menunjukkan pada dunia kalau ‘BOS’ mereka sangatlah keren.. Namun, disisi lain mereka menyadari bahwasanya Bong Sook tak ingin orang-orang mengenalinya...

29

Bong Soon menemui Bong Ki di rumah sakit, ia ingin meberikan sedikit hadiah dari hasil gajinya yang pertama. Disela-sela pertemuannya, Bong Soon menyinggung perihal hubungan antara Bong Ki dan Hee Ji.

Langsung pada intinya, Bong Soon mengingatkan Bong Ki jikalau Hee Ji adalah orang yang disukai Gook Du yang notabennya adalah teman mereka. Bong Ki tersenyum: “Tapi aku menyukainya.. Tak bisakah, aku menjadlin hubungan dengan Hee Ji?”

30

Belum sempat Bong Soon menjawab, Bong Ki langsung menarik kembali ucapannya: “Tidak boleh yaa.. karena Gook Du adalah temanku, dan akan sangat tidak nyaman jika aku berhubungan dengan Hee Ji” ujarnya

31

Geng Baek Tak sudah bersiap-siap di markasnya.. Mereka mengatur posisi yang tepat strategi jitu untuk melawan Bong Soon.

32

Sementara itu, Bong Soon sendiri tengah berada dirumahnya. Ternyata, hari ini ibu tengah berlibur keluar kota. Sehingga seluruh isi rumah nampak begitu bahagia, mereka seakan-akan terbebas dari kungkungan monster yang selama ini berada didekat mereka.

33

Min Hyuk menelponnya, ia mengingatkan bahwa hari ini adalah sesi terakhir latihanya. Dan saat ini, Min Hyuk telah berada didepan rumah dan menunggunya untuk pergi ke tempat latihan bersama. Bong Soon mengangguk faham, ia-pun meminta Min Hyuk untuk menunggu sebentar lagi karena dirinya masih bersiap-siap.

34

Bong Soon masuk ke kamarnya, ia duduk di meja belajar kemudian membuka lokernya. Disana, ia mengambil kemudian membaca sepucuk surat dari neneknya. Isinya begitu mengharukan, hingga membuat mata Bong Soon berkaca-kaca.

Pada intinya, surat itu berisi tentang kata-kata semangat dan pesan dari nenek untuknya. Semua sindiran dari oerang lain tak perlu Bong Soon hiraukan, karena ia harus bangga dengan kekuatan yang dimilikinya.

35

Kemudian, Bong Soon berjalan menuju lemari, ia mengambil sebuah dus berwarna ungu untuk kemudian dibukanya. Disana tersimpan, jaket merah muda yang sebelumnya ia kenakan beberapa tahun yang lalu ketika menyelamatkan sebuah bus yang kebetulan ditumpangi oleh Min Hyuk.

36

Ditempat lain, kita melihat anak buah Baek Tak yang tengah memanfaatkan dua orang aktor tadi untuk melakukan penipuan lewat telpon. Mreka nampak ragu, namun karena terus-terusan diberi tekanan akhirnya mereka bersedia untuk melakukan hal itu.

37

Bong Soon sendiri telah berganti pakaian, kini ia menganakan jaket merah muda yang sepertinya penuh dengan kenangan itu.. Baru juga duduk di meja, tiba-tiba ponselnya berdering.

38

Setelah diangkat, ternyata itu adalah telpon dari orang suruhan Baek Tak yang niatnya ingin mengelabui Bong Soon, dengan membuat sebuah skenario sekaan-akan ibunya Bong Soon tengah diculik. Tak boleh dilaorkan ke polisi, dan Bong Soon harus datang ke tempat yang mereka minta detik ini juga, SENDIRIAN saja!

39

Karena panik, Bong Soon bergegas pergi.. Ia bahkan tak sempat menelpon ibunya, dan hanya berpesan kepada Gyeong Shim agar terus mencoba untuk menghubungi ponsel ibu. Diluar, terlihat Min Hyuk yang tengah berdiri menunggunya, namun sayang sekali karena Min Hyuk tak menyadari kalau Bong Soon telah pergi meninggalkan rumah lewat pintu belakang.

40

Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya Gyeong Shim berhasil mengubungi Ibu. Dan mereka begitu lega sekaligus terkejut, ketika mengetahui kalau Ibu dalam kondisi yang baik-baik saja.

41

Bong Soon telah tiba di TKP, setelah turun dari taksi poselnya berdering dan itu adalah telon dari Min Hyuk. Awalnya, Min Hyuk memarahinya karena masih belum juga muncul, padahal ia telah menunggunya lama..

Namun, dengan panik Bong Sook menjelaskan kalau dirinya tengah dalam kondisi darurat dan genting karena ibunya diculik. Ia-pun segera menutup telpon tanpa menjelaskan lebih lanjut dimana dan bagaimana kondisinya sekarang.

42

Sementara itu, ayah dan Gyeong Shim memilih untuk menguhubungi Gook Du demi meminta bantuan. Detik itu juga, baik Gook Du maupun Min Hyuk,.. dengan caranya masing-masing, mereka mencoba untuk melacak lokasi keberadaan Bong Soon.

43

Bong Soon tiba di sebuah gedung yang sepertinya menjadi tempat yang harus didatanginya. Suasana didalamnya sangat sei, berkali-kali Bong Soon berteriak memanggil ibunya..

44

Tapi, yang keluar malah para ahjussi Gengster pegawai di perusahaan Baek Tak. Dengan sok ‘gagah’ mereka berjalan ke arah Bong Soon.

45

Bong Soon sendiri nampak kebingungan, hingga akhirnya ada telpon masuk dari Gyeong Shim yang memberitahukan bahwasanya ibu dalam kondisi aman dan berarti Bong Soon telah ditipu!

46

Baek Tak tersenyum penuh kemenangan, ia menyuruh Bong Soon untuk menyerah.. Tapi sebelumnya, Bong Soon mesti membuat video yang menunjukkan dirinya tengah berlutut meminta maaf kepada mereka.

47

“Baiklah.. tapi sepertinya bukan aku tapi kalian yang harus membuat video itu!” tegas Bong Soon

Baektak CS langsung tertawa meremehkannya. Namun, Bong Soon tetap menyikapinya dengan santai.. Ia mengambil kemudian meremas dua biji kenari dari dalam sakunya.

48

“Kemarilah...” tantang Bong Soon

“Ayo kita mulai!..” tegas Baek Tak


------------------
::: NOTES :::

I Love this Episode Sooooo Much :D

Karena di episode inilah, titik balik perasaannya Bong Soon. Lagian, siapa sih perempuan yang gak akan meleleh ketika dihadapkan sama cowok seganteng dan sekeren Ahn daepyo-nim.

Suka deh sama kata-katanya Gyeong-Shim. Perasaan cinta itu memang enggak selamanya abadi, kadang bahkan seringkali kita bisa goyah cuman karena hal-hal kecil. Toh Bong Soon masih single, dan pada akhirnya cinta bertahun-tahun dia bisa pudar hanya karena ‘satu langkah’-nya Min Hyuk. Does it possible? Yaa.. of course :D

Hmmm, apalagi yaaa??? Dan soal Hee Ji, beberapa saat aku sebel sama dia, tapi beberapa saat aku juga salut sama dia yang berani mengungkapkan perasaannya dengan jujur. Kalau kata Mbak Dian, mungkin dia sedang haus tatih tayang..

-----------------------

You Might Also Like

2 komentar

  1. Mampir^^
    Awwww udah domain sendiri nih...
    Kabar baik puji. Semoga puji jg baik kabarnya

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤