STRONG WOMAN DO BONG SOON EPISODE 8 [BAGIAN 1]

08:28

------------------------

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : jtbc =

1

Min Hyuk berdiri,... terdiam ditengah-tengah anak tangga jembatan penyebrangan.. Ia memerhatikan seluruh kejadian baku-hantam diantara Gook Du dengan ahjussi gengster demi menyelamatkan Bong Soon.

2

Bong Soon sendiri, tak tega melihat ahjussi dipukuli habis-habisan, secara tak sengaja ia mendorong Gok Du hingga badannya terlempar cukup jauh. Dan tak lama kemudian, datanglah dua orang polisi yang niatnya sih ingin memberikan pertolongan. Tapi hal itu tak perlu dilakukan, karena sekarang situsainya sudah aman terkendali.

3

Bong Soon mengkhawatirkan Gook Du, menyadari kalau barusan ia mendorongnya dengan cukup keras. Namun, Gook Du sendiri nampak tidak curiga akan hal apapun dan malah balik mengkhawatirkan kondisi Bong Soon.

4

Gook Du pamit pergi, karena harus membawa ahjussi gengster ke kantor polisi. Ketika Gook Du lengah, Bong Soon langsung menunjukkan ekspresi mengejek yang khusus ditujukannya kepada ahjussi gengster.

5

Tinggallah Bong Soon sendirian, Min Hyuk-pun berjalan menghampirinya kemudian mengantarnya pulang.

6

Ketika sampai didekat rumah Bong Soon, mereka terdiam sejenak.. Bong Soon bertanya, mengapa Min Hyuk bisa ada ditempat tadi?

“Aku ingin membeli kue kenari..” jawab Min Hyuk

7

Bong Soon mengangguk faham, ia-pun pamit dan berjalan kearah rumahnya. Namun, baru juga beberapa langkah ia kembali membalikkan badannya dan kembali berjalan kearah Min Hyuk.

Dengan nada kesal, Bong Soon bertanya-tanya, mengapa Min Hyuk mengingkari janjinya: “Bukankah dulu, kau pernah megatakan kalau aku akan berkerja di Departemen perencaan, setelah aku berhasil menangkan peneror itu?”

8

Min Hyuk segera berkilah, dengan mengatakan kalau dirinya tak pernah mengumbar janji seperti itu. Toh apa untungnya kalau Bong Soon masuk ke tim perencanaan? Jika ia ingin mengembangkan games, maka ia tinggal bekerjasama dengannya.

Bong Soon menggelengkan kepalanya, ia ingin bekerja kantoran seperti karyawan lainnya. Ia ingin memiliki meja kerjanya sendiri dan juga menggunakan name tag, sama seperti yang lainnya.

Penjelasan Bong Soon membuat Min Hyuk memahami keinginannya. Waktunya memang bukan sekarang, tapi suatu saat Bong Soon pasti akan bisa mendapatkan posisi itu.. : “Itulah janjiku..”

9

Berpindah ke ruangan interogasi, dimana ahjussi gengster tengah dibombardir dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Gook Du. Sayangnya, seberapa keras dan tegas Gook Du bertanya, jawaban ahjussi tetaplah sama. Disini ia adalah korbannya, namun Gook Du tetap tak mempercayainya dan malah menuduhnya sebagai orang yang berniat untuk mencelakai Bong Soon.

10

Meskipun Bong Soon tak mau menuntutnya, namun Gook Du bersikeras untuk menahan ahjussi di dalam sel. Berkali-kali, ahjussi berusaha meronta-ronta meminta keadilan, namun Gook Du terus dan terus saja mengabaikannya.

11

Aktivitasnya seharian ini yang sangat padat, membuat Gook Du keletihan. Ia duduk di kursi pojok ruangan, namun entah mengapa ia merasakan nyeri di daerah punggungnya. Sekilas, ia  teringat kejadian ketika Bong Soon mendorongnya. Namun, ia tak mau ambil pusing dan lebih memilih untuk mengirim pesar kepada Bong Soon: “Kamu sudah sampai dirumah dengan selamat?

12

Min Hyuk mengambil minum dari dalam kulkas... Sejenak, ia terdiam.. Pikirannya terganggu oleh apa yang dilihatnya barusan. Interaksi antara Gook Du dan Bong Soon adalah penyebab utama kegelisahannya..

13

Berpindah ke rumahnya Bong Soon...

Disana seluruh anggota keluarga, tengah dibuat kebingungan untuk menanggapi sikap Bong Soon yang nampak begitu lesu. Berkali-kali ia mengeluhkan nasibnya yang sangat jelas.. Ia bertanya mengapa dan mengapa, hidupnya harus berjalan seperti ini..

14

Untunglah, ibu punya cara jitu. Ia telah membelikan makanan kesukaan Bong Soon. Dan tak perlu waktu yang lama, Bong Soon langsung kembali menunjukkan ekspresi ceria dan ikut makan bersama mereka. Meskipun, dalam hatinya Bong Soon masih bertanya-tanya: “Mengapa aku ini sangat gampangan?”

-------------------------------------------

15

Esok paginya, sebelum berangkat ke kantor, Bong Soon masih sempat menghubungi Gyeong Shim untuk menyakan keadaannya. Syukurlah, karena Gyeong Shim sudah mendingan.

16

Entah apa motifnya, namun dalam perjalanan menuju kantor.. Terlihat sosok si pria misterius yang tengah mengawasi Bong Soon dari jauh..

17

Di kantor, Sekretaris Gong sudah mengetahui perihal dipendingnya perpindahan posisi Bong Soon ke departeman perencanaan. Kini Bong Soon sudah tak begitu sedih, dan dengan ceria ia mengatakan kalau sekarang mungkin masih belum waktunya saja.

18

Bong Soon memasuki ruangan kerja Min Hyuk, dan diatas mejanya sudah tersimpan sebuah laptop. Ia membukanya, dan tadaaaaa.. foto wajah Min Hyuk menjadi wallpaper-nya.

Terkejut? Tentu... Apalagi, tak lama kemudian Min Hyuk yang aslinya juga datang. Ia menjelaskan, bahwa laptop itu memang secara khusus diberikannya untuk Bong Soon.

19

“Punyaku? Berati aku boleh melakukan apapun terhadap laptop ini ‘dong?” tanya Bong Soon

“Silahkan, itu ‘kan memang punyamu...” jawab Min Hyuk

20

Di kantor polisi, Gook Du dengan sangat terpaksa harus membebaskan ahjussi gengster.. Alasannya? Jelas saja karena, korban (Bong Soon) memang tidak mau melanjutkan kasus ini secara hukum..

21

Berita mengenai identitas pelaku pembunuhan sekaligus penculikan wanita di wilayah Do Bong-Dong semakin simpang-siur. Berbagai acara berita di televisi, menduga bahwa penjahatnya adalah seorang misoginis (orang yang membenci wanita)

22

Bong Soon sangat geram.. Ia tak bisa terima, karena penjahat itu merenggut kebebasan kaum wanita yang lemah. Siapapun penjahat itu, yang jelas niat Bong Soon untuk menangkapnya bertambah makin-dan-makin besar.

23

Nampaknya, Bong Soon ingin pergi ke toilet. Ia-pun meninggalkan laptopnya yang masih dalam keadaan menyala begitu saja. Min Hyuk yang sedari tadi memerhatikan kesibukannya, nampak penasaran. Ia-pun melihat layar laptop dan ternyataaa.. wallpaper yang tadinya adalah foto dia sekarang telah berganti menjadi foto Jo In Sung.

24

Atas inisiatif-nya sendiri, Min Hyuk-pun mengubah kembali gambar wallpaper itu dengan foto-nya.

25

Tiba-tiba, terdengar suara pintu yang terbuka.. Tapi itu bukan Bong Son, melainkan Sekretaris Gong. Ia ingin memberitahukan, bahwa sekarang juga ketua Ahn tengah berada di perusahaan dan ingin bertemu dengan Min Hyuk.

26

Min Hyuk menemuinya, obrolan mereka tak jauh-jauh dari hal bisnis. Ketua Ahn, meminta Min Hyuk untuk mengumumkan rencana pernikahannya di rapat pemegang saham, namun sebelum hal itu terjadi ia meminta Min Hyuk untuk membawa Bong Soon bertemu dengannya terlebih dahulu: “Semakin cepat.. akan semakin bagus..” ujarnya

27

Saat kembali ke ruangannya Bong Soon dibuat geli dengan penampakan foto wajah Min Hyuk yang kembali menghiasi layar laptop-nya. Ia-pun dengan segera menggantinya kembali dengan foto Jo In Sung: “Harusnya seperti ini...” ujarnya

28

Saat membuka internet, berita mengenai terkuaknya korban ke-empat penculikan Do Bong-Dong menjadi headline berita media online. Bukan hanya Bong Soon, tapi semua masyarakat teruma penghuni Do Bong-Dong merasa sangat cemas akan hal ini.

Pihak kepolisian-pun akhirnya menjadikan kasus ini sebagai kasus luar biasa yang nantinya akan ditangai oleh tim khusus.

29

Para detektif dari kantor polisi Do Bong-Dong tidak setuju akan hal ini. Jika mereka tak menangani kasusu ini, maka mereka tak akan bisa menghapuskan skorsing yang didapatkan oleh Gook Du.

30

Di kantor, Bong Son tengah serius mengintip karyawan yang bekerja di departemen perencanaan. Hingga, secara tiba-tiba datanglah Min Hyuk yang tentu saja sedikit mengagetkannya.

Bong Soon masih kesal padanya, namun daripada terjadi perdebatan yang tak ada habis-habisnya.. Bong Soon-pun segera mengajak Min Hyuk untuk pergi dengannya, pergi ketempat ia bisa melanjutkan latihan untuk mengontrol kemampuannya.

31

Dalam sesi latihannya kini, terlihat banyak sekali kemajuan. Bong Soon sudah bisa mengontrol kekuatannya, ia tidak lagi merusak alat-alat olahraga seperti sebelumnya. Hal yang masih sama, ialah beberapa kali sempat terjadi adegan dimana posisi Min Hyuk berada begitu bahkan sangat dekat dengan Bong Soon.

32

Di malam hari, geng anak SMA tengah memungut sampah dan lagi-lagi para ahjussi gengter mengganggu mereka. Namun, kali ini berbeda dari sebelumnya... Dikarenakan pertikaian benar-benar terjadi.

33

Tentu saja pihak yang kalah dan mesti babak belur adalah geng anak SMA. Tak terima, salah satu dari mereka-pun lansgung menelpon Bong Soon guna meminta bantuan.

Awalnya, Bong Soon ragu, namun pada ahirnya ia setuju juga untuk datang ke tempat yang diminta oleh mereka.

34

Sama seperti biasa, kehadiran Bong Soon memang selalu diremehkan. Bong Soon mencoba untuk menahan kekesalanya, namun tindakan salah seorang ahjusssi yang dengan sengaja meludahi sepatunya membuat emosi Bong Soon meledak.

35

Untungnya, kini Bong Soon sudah bisa mengatur kekuatannya. Ia tak memukuli mereka dengan membabi buta, hanya dengan kekuatan ‘kecil’-nya saja, ia berhasil membuat para ahjussi gengster tersungker ke tanah.

36

Di perusahaannya, Baek Tak tengah berkumpul bersama seluruh pegawainya. Hingga datanglah seorang pegawainya, yang mmemberitahunya bahwasanya Bong Soon telah menghabisi beberapa pegawai mereka ‘lagi’

37

Baek Tak sungguh geram, ia melampiaskan kegeramannya itu kepada para pegawainya yang sama sekali tidak mempunyai ide untuk bisa membalas kelakuan Bong Soon.

38

Bong Soon pergi ke rumah sakit, untuk menemui Gyeong Shim. Nampaknya, ia sudah siperbolehkan untuk pulang.. Dan disela-sela obrolannya, Bong Soon mengeluhkan sikap Hee Ji yang telah membuat Dook Du patah hati.

Gyeong Shim menanggapinya dengan santai.. Menurutnya, rasa cinta itu tidak ada yang abadi. Rasa cinta seseorang, bisa saja goyah : “Sama halnya denganmu.. Mungkin saja, suatu saat nanti, kau malah menyukai Tuan Ahn..” ujarnya

39

Bong Soon tak setuju dengan hal itu, karena menurutnya baik Gook Du maupun Hee Ji, mereka tak bisa dengan mudahnya mengingkari janji cinta yang pernah mereka buat. Dua orang yang saling mencintai, tak akan bisa dengan mudahnya terpisah seperti itu...

40

Gook Du sengaja munggu Hee Ji di depan gedung tempat ia berlatih cello. Tak lama kemudian, Hee Ji keluar dan Gook Du segera memanggilnya, untuk kemudian mengajaknya makan bersama.

41

Tanpa berbasa-basi, Gook Du langsung megungkapkan bahwa keretakan hubungan mereka ini.. Semuanya adalah karena dirinya sendiri. Mengapa? Karena, Gook Du menyadari bahwa selama ini, ia belum bisa menunjukkan bahwa dirinya mencintai Hee Ji dengan sepenuh hatinya: “Sejujurnya... aku memilki wanita lain didalam hatiku...”

Hee Ji kaget dan bertanya balik, apakah selama berpacaran denganya Gook Du menjalin hubungan dengan wanita itu?

42

“Tidak.. karena selama ini, aku hanya menyimpannya di dalam hatiku. Dia adalah wanita yang sangat menjengkelkan, tapi dia selalu membuatku merasa khawatir...” ungkap Gook Du

“Itu cinta.. Kau memang mencitainya.. Bahkan, sangat mencintainya...” tukas Hee Ji

----------------------------------------

Keesokan paginya...

43

Dikamar, Gyeong Shim yang baru pulang dari Rumah Sakit tengah berbaring diatas tempat tidur sembari mengobrol dengan Bong Soon.

“Pokoknya, setelah sehat kamu harus pulang dan beristirahat sejenak di Busan..” pinta Bong Soon sembari memberikan sekotak hadiah yang sebrisi shampo herbal.

44

Bong Soon melihat posnelnya dan ada pesan masuk dari Min Hyuk, yang isinya meminta dia untuk menemaninya kerumah ayahnya hari ini. Bong Soon sempat menolak, namun Min Hyuk mengingatkannya akan perjanjian mereka. Akhirnya, mau-tak-mau Bong Soon-pun menurutinya.

45

Tak lama kemudian datanglah ibu, yang lasngung menyuruh Bong Soon bersiap-siap karena hari ini mereka akan pergi ke berdoa ke kuil. Bong Soon mengungkapkan jika dirinya tak bisa menemani ibu hari ini..

“Kenapa?” tanya ibu

“Tuh.. menantumu, Ahn-sobang mengajaknya pergi..” celetuk Gyeong Shim

Mendengar itu, malahan membuat ibu senang bukan main. Ia menyuruh Bong Soon untuk segera bersiap-siap dan berdandan dengan rapi.

46

Tak lama kemudian, Min Hyuk telah tiba di kediaman Bong Soon. Ia berdiri diluar rumah, sembari bermain-main dengan anjing peliharaan. Namun, ibu yang melihatnya lansgung menyeretnya masuk dan menunggu didalam saja.

47

Dan saat memasuki rumah, keberulan sekali karena Min Hyuk bertemu dengan Bong Soon yang masih dalam keadaan belom mandi. Bong Soon merasa sangat malu, ia-pun lansgung membalikkan badannya dan berlari masuk ke kamar mandi.

48

Sementara itu, Min Hyuk sendiri mereasa tidak nyaman. Ia mengatakan jika dirinya akan menunggu diluar saja. Namun, ibu menolaknya dan ia malah meminta Min Hyuk untuk ikut sarapan pagi bersama mereka.

“Ahhh.. tidak usah..” jawab Min Hyuk dengan kikuk

“Kenapa? Apakah karena kau tidak terbiasa memakan-makanan rumahan yang murah seperti kami?” tanya ibu

“Hmm.. ti..ti..ddak kok.. Baiklah, saya akan ikut makan pagi disini..” jawab Min Hyuk dengan ragu

-------------------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤