STRONG WOMAN DO BONG SOON EPISODE 6 [BAGIAN 2]

08:28

------------------------

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : jtbc =

1

Bong Soon menyelinap masuk kedalam mobil pria menjengkelkan itu, “Ahjussi, tolong kepinggirkan mobilmu sebentar. Ada yang ingin kubicarakan padamu...” pintanya

2

Dari belakang, Min Hyuk mengikutinya. Nampak jelas, jika ia kebingungan sekaligus khawatir dengan apa yang akan dilakukan Bong Soon kali ini.

3

Sampailah mereka di pinggiran sungai yang lumayan sepi. Bong Soon lansgung turun dari mobil dan mengetuk jendela samping kemudi. Semua ocehan Bong Soon, hanyalah dianggap desiran angin oleh si pria menjengkelkan itu. Tak dapat menahan rasa kesalnya Bong Soon-pun berjalan kebagian depan mobil.

4

Tanpa rasa kasihan sedikitpun, Bong Soon memutar-mutar mobil tersebut sembari mengerutu, mencurahkan segala kekesalannya terhadap pria itu. Berkali-kali, pria itu meminta ampun.. Namun, kini giliran Bong Soon yang mengabaikan omongan dia.

5

Tak jauh dari sana, nampak Min Hyuk yang tengah terdiam takjub sekaligus tak percaya dengan apa yang barusan ini dilihatnya. Bong Soon menyadari kehadiran Min Hyuk, ia-pun segara menghampirinya dan menunjukkan senyuman kikuk-nya, “Hmmm... daepyo-nim, ayo kita pergi! Biar aku saja yang menyetir mobil..” ajaknya

------------------------------------------------------
6

Di kantor polisi, seorang detektif tengah meginterogasi pria yang diduga sebagai tersangka pembunuhan dan penculikan Do Bong-Dong. Namun, setelah berkali-kali diberi pertanyaan, terkuak fakta bahwasanya pria itu tak ada kaitannya dengan kasus ini.

7

Dari ruangan panel, Gook Du beserta detektif yang lainnya hanya bisa gigit jari. Merasa kecewa, karena kali ini, mereka gagal ‘lagi’, dalam menangkap targetnya.

-------------------------------------------------------
8

Dibawah langit sore, ketika matahari mulai terbenam.. Bong Soon dan Min Hyuk mengobrol berduaan. Min Hyuk melontarkan sebuah candaan, ia menyamakan Bong Soon dengan karakter utama di film King Kong.

“Jadi maksudmu, aku ini seperti Kin Kong?” tanya Bong Soon kesal

“Yups... tapi kau itu, King Kong yang mungil...” ujar Min Hyuk

9

Min Hyuk bertanya lebih lanjut, mengenai kekuatan luar biasa yang dimiliki oleh Bong Soon. Dan dengan senang hati, Bong Soon menceritakan kekuatan turun-temurun yang ia dapat dari nenek moyangnya.

Min Hyuk nampak takjub, ia kemudian bertanya lebih detail lagi: “Lantas, jika aku menikah denganmu.. Eh tapi, bukan berarti aku ingin menikahimu yaa -_- .. Akankah anak perempuanku memiliki kekuatan yang sama denganmu?”

“Iyupsss..” jawab Bong Son

“Waaahhhh.. keren...”

10

Terlepas dari semua dampak yang ditimbulkan oleh kekuatan aneh nan luar biasa ini, Min Hyuk mengingat bahwasanya Bong Soon pernah mengungkapkan bahwa kekuatannya itu hanya ingin digunakannya untuk kebaikan. Maka dari itu, Min Hyuk bersedia membantu Bong Soon, dengan cara melatihnya supaya bisa mengendalikan kekuatannya itu.

------------------------------------------- 
11

Sekilas, kita melihat apa yang kini tengah dilakukan oleh pria menjengkelkan tadi. Dalam kondisi kepala yang masih pusing karena dipaksa berputar-putar... Ia berjalan sempoyongan menuju mobilnya yang sudah terbalik dalam kondisi hancur. Ban-nya lepas, dan kondisi fisik mobil bagian depan yang nampaknya penyok parah..

12

Berpindah ke depan kantor polisi, nampak Hee Ji yang tengah berdiri sendirian dan tak lama kemudian datanglah Gook Du. ...

13

Scene lansgung berpindah ke ruangan panel, dimana Gook Du tengah terduduk dengan menunjukkan ekspresi wajah yang sangat lesu.

14

Ternyata, penyebabnya adalah apa yang dikatakan Hee Ji kepadanya tadi... Secara jujur Hee Ji mengakui bahwa akhir-akhir ini rasa cintanya untuk Gook Du telah goyah....

15

Tiba-tiba, ponsel Gook Du berdering. Ada telpon masuk dari Bong Soon... Dengan nada suara imut-nya, Bong Soon menelpon hanya untuk mengatakan agar Gook Du tak usah mengkhawatirkannya.

16

Min Hyuk yang duduk disamping Bong Soon, menunjukkan raut wajah masam.. Pertanda, jika ia tak menyukai sikap imut Bong Soon yang hanya muncul ketika tengah berbicara dengan Gook Du.

17

Min Hyuk tak mengantar Bong Soon pulang, namun malah membawanya ke rumah keluarga ayahnya Min Hyuk. Bong Soon kebingungan, ia bertanya mengapa dirinya dibawa ke tempat ini?

“Karena aku bersedia untuk membantumu, maka kau juga harus mau membantuku...” tegas Min Hyuk

18

Mereka bergabung dalam acara makan malam keluarga. Suasananya terasa sangat sunyi, hingga secara tiba-tiba dengan nada suara tegas, ayah menyuruh Min Hyuk untuk segera menikah. Apalagi, beliau telah mencarikan wanita dari keluarga yang mapan untuknya. Mengingat, rumor gay  yang disandang oleh Min Hyuk, maka pernikahan ini harus segera direalisasikan.

19

Min Hyuk menanggapinya dengan tenang.. Ia tersenyum, kemudian mengatakan bahwasanya ia sudah memiliki seseorang yang akan dinikahinya, dan orang itu adalah Bong Soon. Lebih dari itu, ia bahkan menceritakan kalau mereka nantinya ingin memiliki 2 anak.. Satu laki dan satunya perempuan.

Semua orang nampak terkejut mendengarnya, terutama Bong Soon. Saking terkejutnya, sehingga Bong Soon tak bisa mengatakan apapun...

20

Sepanjang perjalanan pulang, Bong Soon terus saja menggerutu. Ia begitu kesal dan marah dengan tindakan Min Hyuk yang seenaknya: “Dasar! Awas saja, kalau ibuku tahu, pasti dia akan marah besar!!!” keluhnya

21

Kebetulan, detik itu juga ibunya Bing Son menelpon. Berbanding terbalik dengan perkataan Bong Soon barusan, karena ternyata sang ibu malah terus saja mendesak Bong Soon untuk mendekati Min Hyuk, wkwkwk...

-------------------------------------------

Keesokan paginya....

22

Matahari baru saja terbit, namun Min Hyuk telah mengenakan pakaian casual andalannya.. Ia berjalan memasuki kamar tidur Bong Soon sembari meniup pluit. Suaranya terdengar sangat kencang hingga membuat Bong Soon akhirnya terbangun dari tidurnya.

23

Ada acara apa? Ternyata, Min Hyuk akan memulai pelatihan untuk Bong Soon. Tak mau menunggu lebih lama, karena ia ingin memulai pelatihannya detik ini juga!


24


Min Hyuk membawa Bong Soon, mendatangi tempat-tempat olahraga outbond. Dimulai dari arena panjat tebing, hingga menarik begitu banyak ban mobil... Semuanya dapat diselesaikan oleh Bong Soon dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini, membuat Min Hyuk geleng-geleng kepala keheranan... Ia sendiri, nampak kebingungan untuk mencari teknik latihan yang tepat...

25

------------------------------=++=------------------------------
26

Sementara itu, geng ibu-ibu Do Bong-Dong tengah menikmati jalan-jalan santai di perbukitan. Disela-sela kegiatannya itu, mereka masih saja sempat bergossip. Dimulai dari membicarakan hubungan Bong Soon dan Min Hyuk, hingga menggosipkan ibunya Gook-Du yang memang selalu menjadi bahan bandingan mereka.

27

Bagaimana tidak? Ibunya Gook-Du ternyata memang wanita kariri yang cukup sukses. Buka yang ditulis olehnya mendapat repon yang positif, sehingga ia mendapatkan begitu banyak pemasukan dari hasil penjualan buku tersebut. Terlebih lagi, ayahnya Bong Soon nampak sangat mengidolakannya.

28

Dikantor polisi, detektif berhasil menggambar sketsa topeng yang dipakai oleh si penjahat.. Bukan hanya itu, mereka juga menemukan jenis sepatu yang sesuai dengan jejak kaki yang tertinggal di TKP. Yang menarik dan menjadi informasi penting, ialah karena sepatu itu merupakan produksi terbatas dari merk tenama Jadi, hanya akan ada beberapa orang di Korea yang memilikinya.

29

Datanglah Gook Du dengan raut wajah yang sangat lesu.. Tanpa perlu bertanya, kepala tim lansgung bisa menebak kalau Gook Du tengah patah hati, tepatnya sih karena dicampakkan. Dia tahu darimana? Katanya, karena dia sudah sering melihat raut wajah seperti itu didalam drama.. Wkwkwkwkwk..

30

Tak lama kemudian, datanglah Bong Soon yang akan memberikan kesaksiannya terkait kejadian yang hampir merenggut nyawa Gyeong Shim. Kebetulan, detektif yang bertugas untuk meminta kesaksiannya adalah Gook Du.

Mereka-pun berbicara berduaan didalam ruang interogasi. Bong Soon menceritakan kronologis kejadian secara men-detail. Namun, ia tak menceritakan semuanya dengan jujur.. Bong Soon merahasiakan tindakannya yang menghajar si penjahat. Ia memilih untuk mengatakan kalau penajahat itu pergi karena dia berteriak meminta tolong...

31

Bong Soon mengakui jika dirinya dan si penjahat sudah saling melihat satu-sama lain. Ia memang tak melihat wajah penjahat itu, namun ia berhasil menatap matanya. Dan lebih spesifiknya lagi, Bong Soon mencium bau besi dan aspal yang cukup kuat dari badan pria itu.

32

Interogasi telah selesai, Gook Du mengantar Bong Soon keluar. Melihat raut wajah sedih Gook Du, membuat Bong Soon tersenyuh. Ia-pun lansgung bertanya alasan dibalik ekspresi sedih itu?

Dengan jujur, Gook Du mengakui bahwasanya Hee Ji tengah menyukai orang lain. Bong Soon tak begitu terkejut, karena ia memang telah mengetahui hal itu sebelumnya. Namun, yang bisa dilakukannya saat ini hanyalah meberikan kata-kata semangat agar Gook Du tidak bersedih.

“Aku memang sedih... Namun, kusadari kalau kesedihanku ini tidak terlalu parah..” ungkap Gook Du

“Saat ini kamu merasa begitu, tapi setelah hari-hari berlalu.. mungkin rasa sedihmu akan bertambah. Karena kamu akan menyadari betapa pentingnya seseroang setelah ia pergi jauh darimu...” jelas Bong Soon

33

“Mengapa... kita hanya berteman?” celetuk Gook Du yang beberapa saat kemudian menarik kembali ucapannya dan segera membahas hal lain dengan mengingatkan Bong Soon untuk lebih berhati-hati lagi.

34

Tak jauh dari sana, nampak Min Hyuk yang juga mendengar semua obrolan mereka. Satu hal yang ia sadari, bahwasanya Gook Du tak menganggap Bong Soon sebatas teman biasa saja..

---------------------------------------------------
35

Kehadiran anak buah Baek Tak di wilayah Dobong-Dong sama sekali tak menimbulkan rasa aman dan malah sebaliknya. Hal itu , menjadi bahan perbincangan ibu-ibu. Merasa tak suka dengan intervensi pria-pria berwajah garang dan berbadan kekar itu, ibunya Bong Soon memutuskan untuk menyiapkan strategi guna mengusir mereka.

36

Geng anak SMA yang tempo hari berursan dengan Bong Soon terlihat tengah mengumpulkan sampah di taman. Namun, dengan seenaknya anak buah Baektak membuang permen karet dan kuntung rokok dihadapan mereka.

Hal ini memicu keributan kecil, ahjussi gengster hendak menghajar anak-anak SMA itu. Namun, hal itu tak terjadi dikarenakan mereka lebih memilih untuk menghindari pertikaian. Namun, satu hal yang mereka tegaskan bahwasanya bos mereka (a.k.a Bong Soon) akan menghabisi para ahjussi jikalau mengetahui kejadian ini.

Perkataan mereka tentu saja menjadi bahan tertawaan para ahjussi Gengster yang menganggap remeh ancaman dari anak-anak SMA itu..

37

Seorang perempuan berjalan sendirian, anak buah Baektak lansgung menghampirinya dan memaksa untuk mengantarnya pulang. Atau jika tidak mau, wanita itu tinggal menandatangani surat pernyataan. Namun, cara mereka terlalu garang, sehingga membuat perempuan itu berteriak histeris karena ketakutan.

38

Entah darimana  asalnya, tiba-tiba datanglah seorang nenek yang tanpa berkata apapun lansgung menghajar para ahjussi gengster hingga masing-masing dari mereka terpental dan terjatuh ke tanah.

------------------------------------------
39

Di sebuah apotik terlihat seorang pria yang tengah membeli obat tidur. Apoteker yang berjaga adalah seroang perempuan cantik yang masih muda dan ramah. Ia meberikan tips agar pria itu tidak usah minum obat supaya bisa tertidur..

Sama sepertinya, yang dulu juga pernah mengalami insomnia.. Namun, ia berhasil sembuh setelah berdoa rutin di gereja setiap pagi-pagi buta.

Pria itu bertanya: “Bukankah situasi diitempat ini berbahaya? Apakah anda tidak takut berjalan sendirian?”

“Tidak.. Karena aku percaya, bahwasanya yang Maha Kuasa akan terus melindungiku..” jawabnya

40

Di kedai kue kenari, terlihat Ibu yang tengah menunggu kedatangan seseorang... yang tidak lain adalah ibunya yang ternyata merupakan nenek super yang kita ihat sebelumnya. Untuk beberapa hari kedepan, nampaknya nenek akan menginap di kediaman keluarga Bong Soon.

41

Scene beralih ke tempat misterius.. Disana si penjahat tengah melihat 2 lembar foto wanita yang telah disekapnya. Entah apa yang tengah difikirkannya, namun sepertinya ia tengah kesal karena sesuatu.

42

Pria itu, berjalan memasuki sel perempuan penari ballet. Ia mengelus-elusnya, namun perempan itu menunjukkan ekspresi ketakutan yang teramat sangat.

“Kenapa? Kamu kesepian? Tenang saja, sebentar lagi aku akan membawakan teman baru untumu...”

43

Kemudian, ia melepaskan topengnya (Yupssss.. dia pria yang beli obat tidur ituuuu). Kemudian, ia mendekatkan wajahnya ke wajah perempuan itu.....

----------------------------------------------------------
44

Bong Soon masuk ke kamar tidurnya, langkahnya terhenti sejeanak,.. Ia teringat pesan dari Gook Du yang memintanya untk selalu mengunci pintu karena menurut Gook Du, Min Hyuk bukanlah seorang gay.

45

Setelah itu, Bong Soon nai keatas kasur.. Sebelum berbaring, ia masih sempat melihat dan mengelus gelang emergency  yang diberikan Gook Du untuknya.

46

Dan ditempat lain, terlihat perempuan penjaga apotik yang sepertinya tengah berjalan menuju gereja. Suasana jalannya memang sangat sepi, namun tiba-tiba seorang pria dengan pakaian serba hitam mengikutinya dari belakang. Saat situasinya semakin sepi, pria itu langsung membekap dan menyeret sang peremuan...

47

Di rumahnya, Min Hyuk nampak begitu resah.. Ia terus berjalan maju dan mundur, kemudian duduk dan menghela nafasnya berkali-kali. Entah apa yang mengganggu fikirannya, namun ia teringat akan kedatangan Baek Tak ke rumah sakit tempo hari.

48

Ketika hari semakin larut... telihat seseorang misterius yang menyelinap kerumahnya Min Hyuk. Awalnya, orang itu hendak masuk ke kamar Bong Soon, namun tidak jadi karena pintunya dikunci.

49

Selanjutnya, orang itu memasuki kamar Min Hyuk.. Ia berjalan mendekatinya, kemudian menaruh sebilah pisau tepat ke leher Min Hyuk. Dan detik itu juga, Min Hyuk terbangun dari tidurnya... Matanya lasgsung terbelalak kaget, ia hanya terdiam setelah mengetahui kondisinya yang sedang dalam bahaya besar....

50

------------------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤