STRONG WOMAN DO BONG SOON EPISODE 14 [BAGIAN 1]

06:37

SEBELUMNYA <<<
------------------------

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : jtbc =

1

Min Hyuk memeluk Bong Soon dengan sangat erat. Sementara itu, Gook Du dengan sigap berusaha untuk mengejar Jang Hyun. Dia menembakan peluru yang sepertinya berhasil mengenai lengan Jang Hyun, hingga membuatnya tak bisa mengendalikan mobilnya dengan baik.

2

Dalam kondisi yang panik, Jang Hyun dengan sengaja mengubah jalur mobilnya. Ia membanting kemudi hingga membuat mobilnya terjun bebas ke dalam sebuah danau di dasar tebing curam.

3

Melihat kejadian ini, membuat Gook Du terdiam tak berdaya.Hingga tak  lama kemudian, bala bantuan dari kepolisian-pun tiba. Mereka semua berusaha untuk menemukan tubuh atau jasad Jang Hyun, namun hasilnya nihil.

4

Gook Du terdiam di pinggiran danau, nampak jelas jika ia sangat amat jengkel dengan tragedi ini. Terlebih lagi, ketua Tim mengatakan padanya kalau kejadian ini membuat kasus Jang Hyun secara resmi ditutup.

5

Gook Doo menerima sms dari Min-hyuk, yang isinya memberitahukan bahwa dia telah membawa Bong Soon ke tempat yang aman. Meskipun merasa tenang, namun raut wajah muram Gook Du menunjukkan kalau dia kurang suka akan kedekatan diantara Min Hyuk dan Bong Soon.

6

Alih-alih membawa Bong-soon pulang ke rumah, Min Hyuk malah membawanya ke rumah dia, tepatnya untuk tidur di ruang rahasianya. Dengan penuh perhatian, ia terus memandangi wajah Bong Soon yang tengah tertidur.

7

Min Hyuk teringat untuk menelpon ayah Bong Soon. Ia memberitahu ayah bahwa saat ini Bong Soon tengah ada bersamanya. Setelah mendengar suara Min Hyuk, Ayah menyadari kalau ada sesuatu yang telah terjadi. Min Hyuk tidak menyangkalnya, tapi ia juga tak bisa menjelaskan semuanya. Yang jelas ia memastikan kalau detik ini, Bong Soon sudah dalam kondisi yang baik-baik saja. Bahkan, jika ayah ingin berbicara dengan Bong Soon, maka Min Hyuk akan membangunkannya. Namun, Ayah menolak kemudian mengatakan kalau dirinya percaya pada Min Hyuk.

8

Bong Ki yang baru pulang dari pekerjaannya, langsung duduk disamping ayah Ayah. Mereka mengobrol sembari meneguk beberapa kaleng bir. Bong Ki mulai bertanya-tanya, akankah Min Hyuk dan Bong Soon menjalin hubungan yang lebih serius?

Ayah sendiri mengakui kalau Min Hyuk adalah sosok pria yang baik. Dan dimata Bong Ki Min Hyuk sudah seperti penyelamat untuk keluarga mereka.

Obrolan semakin mengarah pada bahasan yang serius, Ayah nampak termenung setelah mendengar pengakuan Bong Ki yang mengatakan bahwa semenjak kecil, dirinya selalu mengkhawatirkan jika Bong Soon akan mengalami kesulitan atau masalah karena kekuatan suer yang dimilikinya. Bong Ki terus-menerus merasa takut jika Bong Soon terluka, dan jika bukan karena Min Hyuk tak menyelamatkan dia hari ini ... mungkin saja hal yang mengerikan bisa terjadi kepadanya.

9

Dan sejujurnya, alasan terebesar mengapa Bong Ki masuk ke universitas kedokteran ialaah untuk bisa mempelajari genetika sehingga bisa memahami mengapa wanita yang dilahirkan di keluarga mereka bisa memiliki kekuatan super. Dan jika bisa,.. setidaknya bong Ki ingin membuat Bong Soon bisa kembali hidup dengan normal sama seperti yang lainnya.

Lantas, Ayah bertanya apakah Bong Soon bisa hidup dengan normal sepenuhnya?

Bong Ki menjawab kalau hal itu adalah sesuatu yang sangat amat sulit dan bahkan tidak mungkin.. Yang membuatnya jadi selalu mengkhawatirkan Bong Soon sepnajang waktu. Ayah mengelus rambut Bong Ki: “Kau jadi seperti seorang kakak disaat seperti ini....” ucapnya

10

Di tengah malam, Bong Soon terbangun dan ia melihat Min Hyuk yang tengah tertidur tepat disampingnya. Ini bukanlah kali pertama untuk Bong Soon tidur ditempat ini, namun entah mengapa secara spontan ia malah minitikan air matanya.. Bong Soon hendak mengelus wajah Min Hyuk, namun sebelum itu terjadi ia lansgung menarik kembali tangannya dan mencoba untuk bangkit.

11

Ternyata Min-hyuk masih belum tertidur dan menyadari apa yang dilakukan Bong Soon barusan, ia menariknya kembali untuk tidur disampingnya. Ia menatapnya dengan tatapan yang sangat amat lembut kemmudian megajaknya berbicara dari hari-ke-hati.

Disaat inilah, dengan penuh haru Bong Son mengakui kalau dirinya benar-benar mencintai Min Hyuk.

“....Kau seperti kacang kecil yang bisa kusimpan didalam hatiku, tapi sepetinya aku tidak ada di hatimu....“ –Min Hyuk

12

Bong Soon menggelengkan kepala, kemudian mengatakan kala Min Hyuk sudah berada didalam hatinya.. Mereka menatap satu sama lain untuk waktu yang lama, beriringan dengan air mata Bong Soon yang terus saja mengalir.

“Aku mencintaimu...” ungkap Min Hyuk yang kemudian manrik Bong Soon kedalam pelukannya.

------------------------------------------------------------------------
13

Keesokan paginya, Ibu tersenyum sumringah setelah melihat Bong Soon tidak ada dikamarnya. Segera, Ibu menceritakan hal ini kepada orang rumah yang lainnya. Terlebih lagi, Bong Ki malah mengatakan hal ekplisit dengan meyebutkan kalau Bong Soon bermalam dirumahnya Min Hyuk karena telah terjadi ‘sesuatu’

14

Belum sempat ibu mendengar cerita lebih lanjut, ponsel ibu berdering. Ada telpon masuk dari Gyeong Sih, dengan suara yang bergetar Gyeong Shim mulai menagis sembari menyebut nama ibu....

15

Ketika terbangun dari tidurnya, Min Hyuk sudah tak melihat Bong Soon. Ia-pun segera mencarinya dan ternyata Bong Soon tengah berdiam diri di dapur. Ia mencoba untuk memeras apel dengan tangannya, namun kali ini ia sudah tak memiliki kekuatan untuk melakukannya lagi.

16

Setelah menyadari kalau Min Hyuk tengah memerhatikannya, Bong Soon segera bersikan seakan-akan tak ada apapun yang terjadi padanya. Min Hyuk melihat apel di tangan Bong Soon, ia ingin menanyakan sesuatu namun belum sempat melakukannnya, ia lebih memilih untuk mengurungkan niatnya itu.

17

Ia malah mengambil apel yang lain, mengirisnya tipis kemudian memasukannya kedalam blender: “Minumlah jus apel di pagi hari, supaya kamu tetap sehat... Bukankah itu yang selalu kau katakan padaku?” ujar Min Hyuk sembari tersenyum

18

Di kantor polisi, Gook Du tengah sibuk menulis laporannya terkait kecelakaan yang dialami Jang Hyun. Anehnya, hingga saat ini masih belum bisa ditemukan keberadaan jasad dari Jang Hyun, sehingga ia belum bisa menarik kesimpulan mengenai kondisi Jang Hyun.

Pimpinan bertanya pada Gook Du terkait caranya Min Hyuk menyelamatkan Gyeong Shim. Namun, Gook Du tak mau menceritakan apapun dan memilih untuk menutupi cerita ini dari orang lain, siapapun itu.

19

Di rumah, ibu sangat terkejut dan marah setelah mengetahui kalau selama ini Bong Soon telah menyembunyikan fakta terkait penculikan Gyeng Shim kepada mereka semua. Namun, Bong Ki membela Bong Soon dengan menyatakan bahwa penculik mengancam akan membunuh Gyeong Shim jika Bong Soon melaporkannya ke polisi.

20

Min Hyuk mengantar Bong Soon pulang, dan tak lupa ia memberitahukan kondisi pria yang terluka ketika Bong Soon hendak menyelamatkan Gyeong Shim. Saat ini ia masih berada di rumah sakit, namun Min Hyuk meyakinkan Bong Soon kalau pria itu pasti akan baik-baik saja.

21

Di dalam rumah, Bong Soon langsung berlari menghampiri Gyeong Shim. Sembari menangis, mereka saling berpelukan dan bertanya kondisi satu-sama-lain. Gyeong Shim bertanya apakah Bong Soon baik-baik saja? Apalagi setelah kekuatannya lenyap...

Bong Soon mengatakan kalau sedari dulu, ia selalu menginginkan kekuatannya lenyap. Tapi ketika hal itu benar-benar terjadi, ia malah merasakan ada sesuatu yang hilang dari dirinya...

22

Di meja makan, seluruh anggota keluarga memerhatikan Gyeong Shim yang makan dengan perlahan. Ibu melirik Bong Soon dan langsung memarahinya karena idak memberitahukan hal sebesar ini kepada mereka semua. Spontan, ibu bahkan memukul pundak Bong soon dengan cukup keras hingga Bong Soon berteriak kesakitan, kemudian pergi menjauh dari mereka.

23

Ibu tertegun setelah melihat sikap Bong Soon yang berbeda dari biasanya. Gyeng Shim, akhirnya memberitahukan seluruh anggota keluarga bahwasanya Bong Soon telah kehilangan kekuatannya.

24

Setelah memastikan Gyeong Shim masuk kedalam mobil polisi yang akan mengantarnya ke Busan dengan aman, Ibu mengajak Bong Soon untuk duduk dan mengobrol berdua dengannya. Untuk pertama kalinya, kita melihat ib berbicara dengan nada yang lembut kepada Bong Soon, ia mengatakan tak apa jika Bong Soon kehilangan kekuatannya. Karena berarti, mulai dari sekarang ibu akan lebih memerhatikan Bong Soon.

25

Alasan selama ini Ibu lebih memerhatikan Bong Ki, ialah karena ibu bisa yakin sepenuhnya kalau Bong Soon bisa mengurus dirinya sendiri. Dulu, ketika ibu mengalami hal yang sama yaitu ketiak ibu kehialangan kekuatannya.. Ibu juga mengalami masa-masa yang sulit. Namun, semuanya akan kembali normal seiring dengan berjalannya waktu. Begitupun dengan Bong Soon, ibu meminta agar Bong Soon melanjutkan hidupnya seperti biasa dan melupakan hal-hal buruk yang telah terjadi kepadanya.

26

Ketika berdiri di halte bus, Bong Soon nampak terus melamun.. Ia bahkan terjatuh setelah seorang pria yang tengah tergesa-gesa tak sengaja menyenggolnya. Detik itulah, Bong Soon menyadari kalau dirinya hanyalah wanita lemah jika tak memiliki kekuatas super...

27

“.....Aku tidak istimewa lagi. Mulai sekarang, aku harus hidup seperti orang normal. Sekarang, aku tidak bisa keluar larut malam dengan bebas. Sekarang, aku tidak bisa melindungi orang lain.  Aku, Do Bong Soon, telah benar-benar menjadi orang biasa.....” Do Bong Soon

28

Dengan lesu, Bong Soon berjalan melewati lobby kantor. Sejenak langkahnya terhenti ketika melihat poster karakter prajurit wanita dari games Chronicles of Albertan. Dari tatapannya, tersirat kalau Bong Soon seolah-olah tengah mengucapkan selamat tinggal pada karakter idolanya itu.

29

Memasuki ruangan kerja, Bong Soon langsung menatap kearah mejanya dan meja Min Hyuk. Ia memikirkan apa yang dikatakan ibu kepadanya tadi, tentang melanjutkan hidupnya dan berpura-pura seperti dia baik-baik saja. Ia mengulangi kata-kata Ibu untuk dirinya sendiri seperti sebuah mantra dan ia bertekad untuk melanjutkan project games Super Bong Soon-nya. 

30

Ponselnya berbunyi, ada pesan masuk dari Min Hyuk yang mengabarinya kalau pria yang terluka itu sudah dalam tahap pemulihan dan tentunya kan segera pulih.

31

Masih marah karena tragedi ‘gelang-sumpit’, ketua Tim Oh berusaha untuk mengekspos kekuatan Bong Soon dengan cara menyuruhnya untuk mengangkut 10 box kertas HVS ‘lagi’. Ia memanggil Sekretaris Gong dan Min Hyuk, dengan niat ingin memperlihatkan hal ini kepada mereka yang sebenarnya sih memang sudah mengetahui hal ini.

32

Tapi sayang sekali, usaha Ketua Tim Oh gagal total.. Karena seperti kita ketahui bahwa kini kekuatan Bong Soon telah lenyap. Ia kembali menjadi manusia normal yang hanya bisa mengangkut satu-per-satu box itu. Min Hyuk menatap Bong Soon dengan tatapan penuh cemas, hingga akhirnya ia menariknya untuk ikut pergi dengannya saja.

33

Kemudian, Min Hyuk membawa Bong Soon ke rooftop untuk kemudian bertanya mengapa Bong Soon tetap datang untuk bekerja ketika ia menyuruhnya beristirahat? 

34

Bong Soon menjelaskan bahwa Gyeong Shim telah  kembali ke Busan, jadi dia tidak memiliki alasan untuk tinggal di rumah. Sekarang Gyeong Shim sudah aman dirumahnya dan Jang Hyun sudah mati, Min-hyuk mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan kehidupan mereka seperti pasangan kekasih normal yang lainnya.

35

Ia mengeluh karena pacarnya yang begitu istimewa, sangat sulit untuknya bisa mendapatkan waktu berkencan. Bong Soon menjawab dengan tenang bahwa sekarang dia tidak istimewa lagi, dia juga mengakui dengan jujur ​​bahwa saat ini dirinya tidak baik-baik saja, tapi Ibu mengatakan kalau semuanya akan berlalu seiring berjalannya waktu.

36

Ibu dan geng-nya bertemu di toko kue kenari. Mereka sibuk menggosipkan pembangunan gedung yang pada akhirnya jatuh ke tangan perusahaan milik Baek Tak.

37

Tak lama kemudian, datanglah Ibu Gook Du yang hendak membeli kue. Namun ibu, dengan menunjukkan wajah sinisnya menyuruh dia untuk pergi dengan alasan dirinya tak sudi menjual dagangannya untuk dia. Detik ini, ayah tak tinggal diam.. Ia membela ibunya Gook Du, dan menegaskan kalau toko ini adalah miliknnya jadi terserah dia mau menjual kue ini untuk siapa. Tapi keberanian ayah tak berlangsung lama.. Karena, segera setelah ibu memelotinya ayah langsung menundukkan kepalanya takut...


-----------------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤