STRONG WOMAN DO BONG SOON EPISODE 12 [BAGIAN 1]

07:23

------------------------

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : jtbc =

1

Sedikit mengulang scene episode sebelumnya, disaat Bong Soon makan malam bersama Min Hyuk. Dengan ­gentle-nya, Min Hyuk menukar mangkuk mie miliknya yang masih utuh dengan milik Bong Soon yang sudah hampir habis. Namun, segera Bong Soon menukarnya kembali, sambil menggerutu bertanya-tanya sudah seberapa banyak Min Hyuk melakukan hal seperti ini terhadap wanita lain.

Berusaha mengelak, Min Hyuk-pun mengubah subjek pembicaraan. Ia menyinggung sikap Bong Soon yang masih saja menyebutnya ‘ahn-daepyo-nim’. Menurutnya mereka harus memiliki panggilan khusus untuk satu sama lain.

“Untuk apa? Memangnya kita memliki hubungan yang spesial atau semacamnya?” tukas Bong Soon

2

Mendengar itu, membuat Min Hyuk menunjukkan raut wajah terkejut.. Baginya, mereka telah melakukan banyak hal bersama-sama: “Kalau hubungan kita ini bukan sebagai kekasih, lantas apa?” tanyanya

Merasa kikuk, Bong Soon langsung berusaha untuk menghentikan omongan Min Hyuk. Dan lucunya, Min Hyuk malah merangkul bahu Bong Soon.... Membuatnya semakin kikuk dan jadi salah tingkah.

3

Hari telah larut, ayah tengah menutup toko kuenya, kemudian ibu datang dan langsung meminta seluruh uang yang didapatkannya hari ini. Sempat ingin berboohong, namun pada akhirnya ayah memberikan semua uang yang dimilikinya.

Meskipun berita mengenai penangkapan ‘penjahat’ Do Bong-Dong sudah dimuat di berbagai media massa, ayah masih merasa khawatir akan keamanan Bong Soon. Sebaliknya, ibu malah bersikap santai dan mengatakan kalau Bong Soon akan baik-baik saja. Namun, ayah tetap bersikukuh menyebut Bong Soon sebagai putrinya yang sangat berharga.

4

Bong Soon memang aman.. Namun ditempat lain, terlihat Gyeong Shim yang baru turun dari bis dan berjalan melalui lorong yang gelap sendirian. Dan tanpa disadarinya, sudah ada Jang-Hyun yang tengah membuntutinya dari belakang..

5

Hingga, secara tiba-tiba.. Jang Hyun muncul dihadapan Gyeong Shim. Ia menunjukkan senyumannya yang menakutkan, kemudian menarik Gyeong Shim, membekapnya dan kemudian menyeretnya pergi... Gyeong Shim hanya bisa berteriak, menjerit sangat keras.. namun tak ada yang mendengarnya...

6

Berpindah ke komplek tempat Gook Du beserta timnya tengah mengintai seseorang yang dikira mereka adalah Jang Hyun, setelah pengejaran yang cukup intens.. Akhirnya, pria yang mereka curigai menghilang entah kemana. Berbarengan dengan itu, Hee Ji yang juga berjalan didaerah itu berteriak histeris karena terkejut setelah melihat seseorang yang dikiranya penjahat.. padahal itu adalah Gook Du.

7

Min Hyuk mengantar Bong Soon pulang. Langkah mereka terhenti ketika lewat sebuah mobil polisi yang membunyikan sirine-nya. Diwaktu yang sama, namun tempat yang berbeda.. Jang Hyun, membuang gelang pelacak milik Gyeong Shim kemudian lanjut menyeret Gyeong Shim yang sudah nampak tak sadarkan diri.

8

Kembali ke tempat Bong Soon, disana Min Hyuk berusaha untuk menenagkan Bong Soon yang nampak khawatir akan ‘sesuatu’ setelah mendengar bunyi sirine. Min Hyuk memegang pundak Bong Soon dan berkata: “Seberapa kuat dan uniknya kamu,.. tetap saja kamu adalah orang yang ingin aku lindungi...”

9

Bong Soon tersenyum, dan mengatakan kalau dirinya-lah yang seharusnya melindungi Min Hyuk, membuat keduanya saling menatap penuh kasih sayang. Bak pasangan yang baru jadian, mereka menyuruh satu sama lain untuk pulang duluan.. “Kamu pulang duluan...”, “Enggak, kamu aja yang duluan...”

10

Ditempat dimana Gyeong Shim diculik, seorang gembel lewat kemudian mengambil barang-barang yang tertinggal, seperti koper dan alat pelacak. Yang secara tidak sengaja, membuat TKP menjadi bersih dari semua barang bukti..

11

Kantor polisi, kembali dibuat hektik... Mereka meyakini, kalau Hee Ji menjadi target Jang Hyun karena ia memiliki hubungan dengan Gook Du. Hal ini membuat tim detektif merasa semakin was-was, takut jika Jang Hyun berbuat lebih jauh lagi. Bahkan, ketua Tim menyuruh anggotanya untuk menyelesaikan kasus-kasus yang lain segera mungkin supaaya mereka bisa fokus pada kasusu ini saja.

12

Secara tiba-tiba, Gook Du menyadari sesuatu.. Ia sadar, jikalau selama ini, gerak-gerik mereka seakan diawasi dari dekat. Terlebih, ia teringat saat ketika, dirinya melihat sendiri begitu banyak kamera pengintai yang tersimpan di meja kerja Jang Hyun...

13

Ketua tim beserta seorang detektif, pergi ke tempatnya Jang Hyun. Mereka menyusuri daerah sekitar, dan hanya menemukan  satu-satunya pegawai disana yang nampak selalu bekerja dengan keras.

14

Mengetahui kalau ada polisi disekitar tempat tinggal, Jang Hyun mengemudikan mobil melalui jalur rahasia yang terhubung langsung dengan ruang rahasia tempatnya menyekap para wanita sanderaannya. Dia melepas ikatan Gyeong Shim, dan Gyeong Shim yang ketakutan langsung merangkak menjauh dan berteriak meminta pertolongan.

15

“DO BONG SOON!” ucap Jang Hyun yang langsung membuat GyeOng Shim terdiam seketika.

Lebih lanjutnya, Jang Hyun menegaskan kalau detik ini, Bong Soon tak akan lagi bisa menolong Gyeong Shim. Ia-pun kemudian, melepas seluruh tali yang mengikat badan Gyeong Shim: “Aku melepas ikatannya bukan untuk membiarkanmu kabur! Tapi, agar kau berlutut dan memohon maaf kepadaku! SEKARANG!”

16

Dengan suara yang gemetar ketakutan, Gyeong Shim berlutut meminta ampunan.. Namun, simata Jang Hyun hal itu masih belum cukup. Dengan kasar, ia menjambak rambut Gyeong Shim dan menyuruhnya untuk memohon lebih keras lagi!

17

Berbanding terbalik dengan kondisi Gyeong Shim... Saat ini, Bong Soon tengah dalam perasaan yang berbunga-bunga. Segera, ia mengirim pesan kepada Gyeng Shim untuk menceritakan semuanya. Namun naas, Jang Hyun-lah yang kini memegang ponsel Gyeong Shim dan membalas semua chat yang dikirim oleh Bong Soon.

18

Dengan menggunakan identitas Gyeong Shim, Jang Hyum mengirim chat kepada Bong Soon, mengatakan jika dirinya sangat iri dengan kekuatan super yang dimiliki oleh Bong Soon. Namun, Bong Soon yang belum mencurigai apapun, malah membalas pesan tersebut dengan menyebutkan kelemahan terbesarnya, yaitu kekuatannya akan menghilang ketika ia melukai orang yang tidak bersalah....

19

Mengetahui hal itu, membuat Jang Hyun tersenyum puas, penuh kemenangan.. Namun sayang, chat berikutnya yang ia kirim, menggunakan bahasa yang tidak pernah dipakai Gyeong Shim. Hal ini membuat Bong Soon terdiam heran.. Ia mulai mencium ada sesuatu yang janggal...

20

Di sebuah lorong stasiun bawah tanah.. Kita melihat gembel tadi, yang tengah membongkar seluruh isi tas milik Gyeong Shim. Ia tertarik dengan gelang pelacak hingga kemudian memakaikannya di pergelangan tangannya sendiri.

21

Kembali ke kantor polisi, disana mereka masih berusaha untuk menyusuri setiap sudut ruangan demi mencari sebuah kamera pengintai... Hingga akhirnya, Gook Du menyadri kalau kamera itu terpasan di balik monitor televisi.

22

Ditempat yang berbeda, Jang Hyun sendiri malah tersenyum ketika melihat Gook Du berhasil menemukan dan mencabut kamera itu: “Kalian baru menemukannya? Dasar bodoh!” gumamnya

23

Jang Hyun memberikan upah kepada pegawai satu-satunya yang bekerja untuknya. Tak lupa, ia memintanya untuk membuat para sanderaannya kelaparan. Terutama perempuan yang hari ini baru datang (Geyong Shim), ia terlalu gemuk hingga ia perlu diberikan treatment yang lebih..

Pria itu memasukkan cairan kedalam suntikan, sementara Jang Hyum masih asyik terduruk didepan semua monitornya: “Polisi telah mengetahui kalau aku adalah penjahatnya. Sekarang permainan baru dimulai!”

24

Min Hyuk bekerja keras untuk menyelesaikan rancangan karakter untuk games Bong Soon. Sesaat setelah membaringkan badannya diatas kasur, Min Hyuk mengirim video rekaman dirinya yang mengatakan “Selamat malam, Bong Bong” kepada Bong Soon

25

Sempat merasa geli sendiri, namun pada akhirnya Bong Soon membalasnya dengan sebuah video dirinya yang tengah mengatakan : “Selamat malam, Min Min..”

26

Sontak saja, sebutan Min Min dari Bong Soon berhasil membuat Min Hyuk tertawa geli. Ia tak bisa tidur, dan malah terus dan terus mengulang memutar video kiriman Bong Soon tersebut.

27

Naasnya, kesenangan Min Hyuk lasngung berubah menjadi ketakutan.. Karena dalam tidurnya, ia malah memimpikkan Bong Soon dalam bahaya, karena ada orang yang ingin mencelakainya. Namun, anehnya Bongg Soon tak bisa menggunakan kekuatannya dan malah mengatakan kalau kekuatannya telah menghilang....

------------------------------------
28

Keesokan harinya, di tempat kerja...

Min Hyuk menunjukkan desain buatannya kepada Bong Soon. Dan dengan sangat antusias, Bong Soon memuji desain tersebut. Meskipun menurutnya mata karakter itu terlalu besar dibandingkan miliknya.

Namun, dengan manisnya.. Min Hyuk menyanggah hal tsersebut, Ia malah memuji Bong Soon, mengatakan kalau Bong Soon memang memiliki mata bersa yang indah.

29

Sekretaris Gong yang berdiri disampingnya, nampak mengernyitkan kening.. Sepertinya, ia merasa geli dengan interaksi dintara Min Hyuk dan Gyeong Shim.

30

Setelah insiden minuman ‘kotoran’, Baek Tak seakan-akan mendapatkan sebuah inspirasi untuk melakukan perjalanan rohani. Didalam bus, ia mendapat telpon dari agari yang memperingatkannya untuk berhati-hati pada anak buahnya Bong Soon yang sangat ingin balas dendam kepadanya.

Baru juga menutup telpon, tapi telponnya kembali berbunyi.. Dan kali ini, adalah telpon dari anak buahnya Bong Soon. Mereka mengumpat, mengajaknya untuk bertemu secara langsung.

31

Dan sangat kebetulan, karena mereka tengah berada didalam bus yang sama dengan Baek Tak. Hal ini disadari duluan oleh Baek Tak, ia-pun segera meminta bus untuk berhenti untuk kemudian segera turun.. Sementara itu anak buahnya Bong Soon, nampak mencurigai Baek Tak namun mereka tak begitu menganggapnya karena ia telah turun dari bus..

32

Ketua Tim Oh, yang masih memendam dendam kepada Bong Soon, berniat untuk menjahilinya dengan mengagetkannya dari balik meja. Melihat Bong Soon yang tidak terkejut, malah membuatnya menggerutu kesal dan bertanya-tanya hal apa yang membuat Min Hyuk bisa menyukai gadis seperti ini.

33

Ketua Tim Oh, memerintahkan Bong Soon untuk membuatkannya kopi, tapi Bong-soon malam membalasnya dengan sebuah ancaman berselimut kata-kata manis, “Jika Anda benar-benar menginginkan saya untuk membuat kopi lagi, haruskah kita melnajutkan pembicaaraan dari ruang rapat tempo hari?”

Perkataan Bong Soon membuat Ketua Tim Oh kesal, namun untunglah datang Sektretaris Gong yang menginterupsi obrolan mereka, hingga membuat Ketua Tim Oh pergi meninggalkan ruangan ini. 

34

Kepala bagian telah mengetahui keberadaan kamaera pengintai di kantor mereka, sayangnya tim detektif  tidak memiliki bukti bahwa itu ditempatkan di sana oleh Jang-hyun. Ketua tim kembali mengungkit masalah kekelirutan terkait tersangka penculikan Do Bong-Dong, tapi Kepala Bagian malah memberikan perintah aga mereka membiarkan masalah ini begitu saja...

35

Perjalanan Baek Taek berakhir di sebuah kuil terpencil. Dia memberikan hormat kearah sebuah pohon besar, dimana terlihat seorang biksu tengah bertengger di salah satu rantingnya. Anak buah setia Baek Tak, telah mengikutinya hingga kesini dan meyakinkannya untuk kembali, tetapi tidak berhasil. Baek Tak memutuskan untuk memulai hidup baru di bawah ajaran tuan barunya, biksu: Nizamutiniz. Dengan penuh rasa hormat, Baek Tak menyatakan bahwa biksu tersebut adalah seorang imigran dari India, tapi Agari dan temannya menatap aneh kearah biksu itu sembari bertanya-tanya, “Indian?”

36

Disaat yang bersamaan, anak buahnya Bong Soon juga tiba di kuil. Masih dengan menjinjing sebotol minuman ‘kotoran’ yang mereka anggap sakti, sembari mengumpat dengan bahsa kasar yang tidak jelas maksudnya apa -_-’

37

Mereka melihat Baek Tak beserta anak buahnya... Dan perkelahian-pun pecah! Namun, hal ini tak berlangsung lama, karena sebelun semuanya terluka pebih parah lagi, biksu Nizamutiniz datang, berteriak pada mereka untuk berhenti.

38

Bong-soon mengelilingi seisi kantor untuk mencari Min-hyuk. Hingga secara tiba-tiba, Min Hyuk keluar dari auditorium dan langsung menarik tangan Bong Soon. Ruangan itu kosong: “Tak seorang pun akan datang ke sini hari ini.” Ujar Min Hyuk sembari tertawa.

--------------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤