STRONG WOMAN DO BONG SOON EPISODE 10 [BAGIAN 2]

07:22

------------------------

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : jtbc =

 photo 1_zpscs7tm6uj.jpg

“Jadi... Games seperti apakah yang ingin kamu ciptakan?” tanya Min Hyuk

“Hmm... games yang tidak mengandung unsur kekerasan.. kebohongan dan berisi unsur-unsur edukasi..” jawab Bong Soon.

 photo 2_zpsnibct14o.jpg

Min Hyuk mengangguk faham, kemudian berkata: “Jadi... Kamu ingin membuat games yang tidak ada harganya?”

“Ada kok.. anak kecil dan anak TK pasti senang bermain games ini..” ujar Bong Soon

“Tapi, anak seusia itu tidak akan mengeluarkan uanganya untuk bermain games..” tukas Min Hyuk

Secara sepihak, Min Hyuk menutup rapat kali ini. Bong Soon tak terima, dan mengatakan kalau mereka belum menemukan kesepakatan terkait games yang diusulkannya.

“Sudah ... aku sudah berhasil menerjemahkan games seperti apa yang ingin kamu buat. Dan nanti aku akan menyampaikan idemu ini pada Daepyo-nim” ujar Min Hyuk

 photo 3_zpsgycetpsg.jpg

Bong Soon terus mengekori Min Hyuk, memintanya untuk bersikap normal dan tidak membuatnya bingung seperti ini. Namun Min Hyuk malah menyruhnya pergi ke toilet saja. Itu adalah perintah dan seorang pegawai magang diwajibkan untuk mematuhi perintah dari atasannya.

 photo 4_zpsx1mestkp.jpg

Dengan raut wajah kesal, Bong Soon meninggalkan ruangan. Namun, baru juga beberapa langkah melewati pintu, ia harus berhenti karena Ketua Tim Oh sudah menunggu dan langsung mengajaknya untuk berbicara berduaan saja.

 photo 5_zpsg7khgc1h.jpg

Ketua Tim Oh membawanya masuk kedalam pantry. Diawali dengan basa-basi yang lebay, dan pada intinya beliau ingin memperingatkan Bong Soon supaya tidak menggoda Min Hyuk. Dikantor ini, orang-orang mengira Bong Soon sebagai asisten ‘pribadi’ Min Hyuk namun untuk Ketua Tim Oh, Bong Soon bukanlah siapa-siapa. Apalagi, jika tanpa seizinnya.. Maka Bong Soon tak akan pernah bisa masuk ke departemen perencanaan dan pengembangan games.

 photo 6_zpsywajjyuk.jpg

Tatapan serta bentakan bernada ‘kemayu’ dari Ketua Tim Oh berhasil membuat jantung Bong Soon berdegup kencang tak beraturan, karena merasa ketakutan: “Huahhh.. dia sangat menyeramkan..” gumamnya pelan

Pada intinya Ketua Tim Oh hanya ingin memperingatkan Bong Soon untuk tidak dekat-dekat dengan Min Hyuk, karena Min-Hyuk adalah miliknya!

 photo 7_zpsebzghw4g.jpg

Dengan raut wajah lesu Bong Soon mengintip kearah ruangan Departemen pengembangan, kemudian memasuki ruang kantor Sekretaris Gong, “Jangan tanya apapun, biarkan aku duduk disini sebentar...” pinta Bong Soon

 photo 8_zps7t6twflp.jpg

Baru juga duduk sebentar, sudah terdengar suara Min Hyuk yang memanggilnya dengan nada suara yang menggelegar mengiang di telinga Bong Soon. Akhirnya, dengan sangat amat kesal, Bong Soon bangkit dan berjalan menuju ruangan Min Hyuk.

 photo 9_zpsj93hj9hz.jpg

Merasa kesal, tapi tak bisa mengungkapkannya secara langsung, membuat Bong Soon memilih untuk menjadikan Sekretaris Gong sebagai perantara sekaligus tempat meluapkan segala kata-kata yang sebenarnya ia ingin ucapkan kepada Min Hyuk sebagai bosnya.

Mendengar hal itu, Min Hyuk tak berkomentar apapun dan malah tersenyum nyinyir...

 photo 10_zpsf3hwkubp.jpg

Tak lama kemudian, datanglah Ketua Tim Oh. Ia melemparkan beberapa berkas proposal yang ditolak, kemudian meminta Bong Soon memberikan analisis, terkait mengapa proposal itu bisa ditolak. Tak hanya itu, Ketua Tim Oh juga meminta izin kepada Min Hyuk, untuk mengajak Bong Soon berkeliling kantor bersamanya.

 photo 11_zpstwibfbi3.jpg

Ternyata bukan berkeliling, tapi dia malah membawa Bong Soon ke dalam sebuah ruangan. Ketua Tim Oh, sibuk touch-up, sembari menyuruh Bong Soon untuk membuatkannya kopi dengan gula satu sendok saja.

 photo 12_zpsltt0ldfy.jpg

Meskipun tak suka diperintah ini dan itu, tapi dengan berat hati, Bong Soon pergi ke dapur dan membuatkan kopi sesuai dengan perintah dari Ketua Tim Oh.

 photo 13_zpsp7rkpqh3.jpg

Tapi hasilnya..... kopi yang dibuat Bng Soon malah dicaci maki oleh Ketua Tim Oh. Lasannya karena kopi tersebut sama sekali manis.. Satu sendok yang dimaksud Ketua Tim Oh, bukanlah satu sendok teh, melainkan satu sendok makan yang besar!

Tak hanya mencibir kopi buatan Bong Soon, ia juga menyindiri Bong Soon yang menurutnya tidak cantik.. dan bukan tipenya Min Hyuk. Lebih dari itu, ia juga menuduh Bong Soon telah melakukan operasi plastik.

 photo 14_zpsqzatqblx.jpg

Bong Soon mulai jengah, kebetulan balpoin Ketua Tim Oh jatuh dan ia disuruh untuk mengambilnya. Dan dengan sengaja Bong Soon mengambil kesempatan ini untuk membalas dendam. Ia mendorong kaki-kaki meja hingga mejanya bergeser, membuat Ketua Tim Oh terjepit dan tak bisa keluar darisana.

 photo 15_zpsifzv2p6z.jpg

Setelah itu, dengan sengaja Bong Soon pergi meninggalkan ruangan.. Mengabaikan teriakan Ketua Tim Oh yang berkali-kali memohon pertolongan.....

 photo 16_zpso1y5a9no.jpg

Didalam ruangannya, Min Hyuk tengah mencoba games baru.. Disampingnya ada sekretaring Gong yang bertanya penasaran.. tentang mengapa Min Hyuk membiarkan Bng Soon pergi bersama Ketua Tim Oh yang tabiatnya ‘buruk’

Dengan santai, Min Hyuk menjawab kalau Bong Soon akan baik-bak saja dan malah Ketua Tim Oh yang dibuat kewalahan..

Tak lama kemudian, Bong Soon datang keruangan.. Ia tak menceritakan apa yang barusan dilakukannya terhadap Ketua Tim Oh. Dan Min Hyuk-pun tak bertanya lebih lanjut, ia malah mengajak Bong Soon untuk menemaninya minum kopi diluar.

 photo 17_zpsijn4mdzv.jpg

Barulah.. ditempat minum kopi, Bong Soon mengakui perbuatannya. Min Hyuk tak setuju dengan tingkah Bong Soon, dan lansgung menyuruhnya untuk membantu Ketua Tim Oh. Namun, Bong Soon dengan tegas menolak untuk melakukannya.

 photo 18_zpsd2zr3kvd.jpg

Pada akhirnya, Min Hyuk sendiri yang pergi.. Ketika berjalan melewati lobby kantor, terpajang rangkaian bunga dari Baek Tak yang berisi ucapan semangat untuk Bong Soon. Min Hyuk sejenak berhenti, kemudian melanjutkan langkahnya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya heran...

 photo 19_zpsfawx9hia.jpg

Ditemani oleh Sekretaris Gong Min Hyuk memasuki ruangan dimana Bong Soon ‘menjahili’ Ketua Tim Oh. Disana, dengan segera Min Hyuk memanggil pegawainya yang lain untuk mendorong meja tersebut. Karea, sekretaris Gong yang sendirian saja tak mampu melakukannya.

 photo 20_zpszaontn1j.jpg

Berpindah ke ruangan kerjanya, Min Hyuk duduk di meja kemudian mengobrol dengan Sekretaris Gong yang bertanya penasaran kepadanya.. Mengapa, ia mau terluka demi menyelamatkan Bong Soon? Padahal selama ini, Min hyuk sangat-amat protektif terhadap tubuhnya sendiri.

Min Hyuk menjawab, kalau apa yang dilakukannya memanglah kemauannya sendiri.. Sekretaris Gong lanjut bertanya, alasan Min Hyuk melakukan ini?

Min Hyuk terdiam.. nampaknya ia sendiri tengah memikirkan jawaban dari pertanyaan itu..

 photo 21_zpsal5y9axs.jpg

Dari balik pintu, ternyata Bong Soon tengah berdiri dan menguing semua pembicaraan mereka. Namun, tak lama kemudian Min Hyuk membuka pintunya.. Membuat Bong Soon terdiam, kikuk tak bisa berkata apapun.

 photo 22_zps286t0ck4.jpg

Min Hyuk memilih untuk menyendiri membaca buku di perpustakaan. Tapi tetap saja, dalam diamnya ia terus memikirkan Bong Soon. Saat hendak mengambil buku di rak, sangat kebetulan karena dihadapannya juga ada Bong Soon.

 photo 23_zps0ufkc5fr.jpg

Meskipun terhalang oleh rak buku, Mereka saling menatap penuh makna.. Dengan nada suara ragu, Bong Soon mengatakan kalau ia mengiyakan ajakan Min Hyuk untuk makan diluar dengannya...

 photo 24_zpspymvsyvr.jpg

Dua orang pria ‘korban’ Bong Soon tengah berbicara berdua. Ketua Tim Oh, curhat akan perasaannya yang sangatlah terlukai karena telah dipermalukan oleh gadis bertubuh mungil seperti Bong Soon. Sama halnya dengan Sekretaris Gong, matanya bahkan sampai berkaca-kaca ketika menceritakan penderitaannya dan ‘masa depannya’ yang telah hancur karena ulah Bong Soon.

 photo 25_zpskqr6w7hj.jpg

Ibunya Bong Soon, memberikan sebotol besar minuman herbal untuk Baek Tak. Dan dengan senang hati, Baek Tak langsung meneguknya dengan sangat bersemangat, tanpa bertanya sedikitpun tentang kandungan minuman tersebut.

 photo 26_zpskutwjbzk.jpg

Namun, betapa terkejutnya ia... Setelah mendengar, kalau minuman itu merupakan minuman fermentasi dari ‘kotoran’

 photo 27_zpsz86gqzku.jpg

Ketika tiba waktunya Bong Ki untuk berkunjung, memeriksa mereka.. ia sempat dibuat kebingungan karena melihat sosok Baek Tak yang tengah tertidur dalam posisi miring sembari menutup wajahnya dan tak mau mengatakan apapun.

Bong Ki melihat botol minuman pemberian ibunya yang tersimpan diatas meja, “Apakah karena itu? Apakah dia telah meminum ramuan fermentasi ‘kotoran’ itu?” tanyanya heran

 photo 28_zpsh2hxuz3v.jpg

Bong Soon mengantar Min Hyuk pulang.. Setelah pamit, Bong Soon hendak pergi, namun Min Hyuk menarik tangannya, dan memintanya untuk duduk disampingnya.  Lebih dari itu, ia-pun menjadikan kaki Bong Soon sebagai bantalnya, “Hanya sekejap.. tetaplah seperti ini hingga aku tertidur..” pinta Min Hyuk

 photo 29_zpsag6nobon.jpg

Min Hyuk telah tertidur, Bong Soon berjalan ke ruangan pakaian. Ia terdiam, setelah melihat lukisan perempuan bertudung merah muda di depan pintu rahasia. Nampaknya, Bong Soon baru menyadari, kalau peremuan itu adalah dirinya..

 photo 30_zpskbwya3gm.jpg

Ketika menunggu bis, ponsel Bong Soon berbunyi.. Ada pesan masuk dari Gook Du yang mengajaknya untuk bertemu esok hari..

 photo 31_zpsl3jqc0t3.jpg

Ditempat lain, Gook Du bersama dengan Atasannya tengah minum soju.. Dalam kondisi mabuk, atasannya itu mengatakan kalau ia juga ingin menuntaskan kasus penculikan Do Bong-Dong. Meskipun, pada kenyataannya mereka tidak diberi izin oleh pihak atas, ia bersikukuh agar mereka terus menyelidiki kasus ini. Ia bahkan, menyerahkan kembali lencana dan identitas polisi milik Gook Du sembari memintanya untuk kembali bekerja di kantor polisi.

Gook Du tersenyum senang mendengarnya, namun sebelum kembali bekerja.. Ia meminta satu hal.. Ia meminta izin, untuk mengambil hari libur besok..

 photo 32_zpshdooz95f.jpg

Jang Hyun, menempelkan foto Hee Ji kedalam salah satu bingkai foto yang masih kosong. Selanjutnya, ia mendatangi studio tempat Hee Ji berlatih. Ia tak melakukan papapun, dan hanya memerhatikannya dari jauh saja...

 photo 33_zpsrfelpukl.jpg

Hee Ji tengah menelpon Bong Ki dan bertanya, kapan serta dimana kencan pertama mereka?

Hee Ji nampak begitu bahagia, ia berbicara ditelpon sembari berjalan.. Namun, tak sengaja, ia menyenggol vas bunga dari kaca yang langsung pecah setelah terjatuh ke lantai.

 photo 34_zpsklygquib.jpg

Ditempat yang lain, Min Hyuk terbangun dari tidurnya.. Ia melihat kesekeliling, dan panik karena Bong Soon sudah menghilang. Namun, ia kembali merasa lega setelah membaca sticky notes yang ditnggalkan Bong Soon untuknya.

 photo 35_zpsljlkipxp.jpg
“.....Jangan lupa mengganti balutan luka setiap 5 jam sekali...”
------------------------------------------------------------
 photo 36_zpsy6s8fse9.jpg

Di rumahnya, Bong Soon mendapat warisan berupa buku-buku dari nenek moyangnya. Ternyata, itu semacam buku diary yang harus diisi oleh keturunan perempuan yang memiliki kekuatan super seperti Bong Soon. Sebelumnya, ibu hanya mamu menulis dua kalimat, dan menyerah karena jenuh..

Sekarang, Bong Soon-lah yang berhak untuk mengisi buku tersebut dengan cerita-cerita tenang perbuatan baik yang dilakukannya. Sempat mengelun ‘malas’, tapi akhirnya Bong Soon mengiyakan permintaan neneknya itu.

 photo 37_zpszf76hfwg.jpg

Min Hyuk telah membaringkan badannya diatas kasur, namun ia tak bisa tertidur. Ekspresinya menunjukan kegelisahan yang amat sangat.. Hingga kahirnya, ia memilih bangkit dan berjalan meinggalkan kamar..

 photo 38_zpsltifymon.jpg

Sementara itu, Bong Soon masih belum tertidur.. Gyeong Shim bertanya kepadanya, tentang pengakuan Bong Soon yang sempat menceritakan rasa goyahnya: “Apakah mungkin.... kalau sekarang, kamu menyukai Min-Hyuk?”

Bong Soon tak bisa menjawab pertanyaan itu.. Pada intinya ia menceritakan kalau dirinya tengah bingung dan bimbang.. Dintambah lagi, perubah sikap Gook Du kepadanya akhir-akhir ini...

 photo 39_zpsvipupbdz.jpg

Tiba-tiba, ibu masuk ke kamar dan menyuruh Bong Soon untuk segera keluar. Karena, di depan rumah sudah ada Min Hyuk menunggunya..

 photo 40_zpssde1s5eg.jpg

Bong soon menghampiri Min Hyuk dan bertanya ada apa?

Dengan kikuk Min Hyuk menjawab, “A.. aku... Aku sakit!”

Bong Soon mengomelinya, mengatakan kalau Min Hyuk sakit yaa seharusnya minum obat..

 photo 41_zpswgwm4pti.jpg

Namun, Min Hyuk kemudian menarik tangan Bong Soon dan menaruhnya tepat di dadanya: “Sakitnya disini.. Kumohon berhenti menyukainya (Gook Du)... Karena sepertinya aku telah menyukaimu...”

----------------
:::NOTES :::

Awwwwww, gak tahan lihat tatapannya Min Hyuk.. Kebayang kalo ada di posisinya Bong Soon rasanya bisa langsung gemeteran, dagdigdug gak jelas, bingung mau ngomong apaan :(

Di episode ini, Min Hyuk bener-bener dapet timing yang tepat. Pada akhirnya, satu langkah Min Hyuk itu bisa menjadi penghancur perasaan Bong Soon ke Gook Du. Disisi lain, diriku merasa kasihan sama Gook Du. Baru di episode ini, dia menyadari perasaannya sama Bong Soon.

Sebenernya, Bong Soon dan Gook Du punya peluang besar untuk ‘bersama’, tapi itu DULU. Jikalau Gook Du mengetahui kekuatan Bong Soon, karena kita tahu kalau alesan Gook Du selalu ‘meremehkan’ Bong Soon adalah karena dia ngira Bong Soon itu tipe-tipe cewek yang lemah.

Dari episode ini, udah jelas kalo Gook Du udah bener-bener kehilangan kesempatan buat bersama dengan Bong Soon. Gimanapun caranya, udah jelas banget dimata Bong Soon ada cinta buat Min-Hyuk :D

--------------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤