STRONG WOMAN DO BONG SOON EPISODE 10 [BAGIAN 1]

08:29

------------------------

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : jtbc =

1

Berita mengenai telah ditangkapnya tersangka pembunuhan dan penculikan Do Bong-Dong, menyebar dengan begitu cepat. Hal ini setidaknya membuat kekhawatiran masyarakat menurun..

2

Namun, tidak dengan Bong Soon. Dia yang telah mendengar rekaman suara Kim Jang Hyun, meyakini dengan sangat amat bahwa pria itulah penjahatnya.

3

Kim Jang-Hyun sendiri, tengah terduduk di ruang rahasianya, ia menonton semua berita yang tayang di televisi. Reaksinya cukup aneh sekaligus mengejutkan, karena bukannya senang ia malah kesal dan marah: “Semua ini aku yang melakukannya! Berani-beraninya orang itu mengaku-ngaku sebagai diriku!”

4

Seberapa keras-pun Bong Soon dan Gook Du meyakinkan detektif yang lain, tetap saja omongan mereka dianggap angin lalu. Gook Du meminta Bong Soon untuk pulang saja, namun Bong Soon bersikeras meminta alamat Kim Jang-Hyun.

Tentu saja, Gook Du enggan untuk memberitahunya.. Ia dengan tegas meminta Bong Soon untuk tidak ikut campur salam kasusu ini lagi. Selanjutnya, Gook Du bertanya pada Bong Soon... Apakah dari sini, Bong Soon akan pergi menemui Min Hyuk?

5

“Iya..” jawab Bong Soon

Secara eksplisit, Gook Du bertanya apakah Bong Soon tidak bisa berhenti dari pekerjaannya sebagai pengawal Min-Hyuk? Sayangnya, Bong Soon menjawab kalau ia tidak bisa dan akan terus menjalankan pekerjaannya ini.

6

Dalam sepanjang perjalanan pulang, Bong Soon merenung.. Dalam benaknya, ia menyimpan sejuta amarah dan kekesalan. Ia telah mengetahui siapa penjahat sebenarnya, namun ia tidak bisa menangkapnya..

7

Sesampainya di rumah sakit, telihat Min Hyuk yang tengah diganti balutan lukanya. Bong Soon menyapanya, kemudian langsung duduk di sofa sembari menunjukkan raut wajah lesu.

“Kenapa? Bukannya penjahat itu sudah ditangkap?” tanya Min Hyuk

“Tidak.. orang itu palsu. Dia bukan penjahat yag sebenarnya..” keluh Bong Soon

8

Min Hyuk menyadari kalau Bong Soon sedang sedih, ia-pun menghampirinya dan bersaha untuk menghiburnya. Awalnya terdengar seperti lelucon receh yang garing, namun lambat-laun lelucon garing itu mulai berhasil untuk membuat Bong Soon tersenyum.

Mendengar kalimat-kalimat Min Hyuk yang seakan terus memuji ketampanan dirinya sendiri, membuat Bong Soon dengan lantang bertanya secara langsung: “Bukannya kamu itu gay?”

9

Min Hyuk langsung duduk didepannya, ia menjelaskan kalau dirinya terlalu sibuk mengurus perusahaan hingga tak memiliki waktu untuk ‘pacaran’. Dan tentang dirinya adalah seorang gay, hal itu hanyalah rumor yang sengaja disebarkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab yang ingin menjatuhkannya.

10

Obrolan mereka terus berlanjut, dalam suasana yang lebih cair tentunya.. Bak pasangan kekasih, mereka saling melontarkan ejekan yang bernada candaan terhadap satu sama lain...

----------------------------------------------
11

Beralih ke kantor polisi, disana tim detektif masih berusaha untuk mencuri-curi celah supaya bisa melanjutkan penyidikan terhadap Kim Jang Hyun. Sayangnya, mereka tak bisa mendapatkan surat penangkapan, karena kasus ini sudah tidak berada dibawah wewenang mereka lagi.

Gook Du tak mau menyerah, ia bahkan mengatakan jika dirinya akan terus menyelidiki kasus ini meskipun pada akhirnya ia akan dipecat!

12

Di rumah sakit, Min Hyuk baru keluar dari kamar mandi. Ia berjalan kearah Bong Soon sembari menggosok gigi. Bong Soon yang melihatnya, langsung berlari kedekatnya dan meminta bantuan padanya.

“Bisakah kamu melacak latar belakang seseorang?” pintanya     
               
“Siapa? Penjahat itu?” tebak Min Hyuk

Bong Soon menganggukan kepala dan menunjukkan wajah memelas. Namun, Min Hyuk malah menolaknya mentah-mentah. Ia mengingatkan, agar Bong Soon tidak usah membahayakan dirinya sendiri dengan ikut campur dalam kasus kriminal itu.

13

Baiklah, Bong Soon memang tak akan bisa membantah perintah dari Min Hyuk. Ia-pun meminta hal yang lain.. Karena semalaman berada disini, badannya terasa lengket dan ia ingin pulang untuk mandi dan mengganti pakaiannya. Sempat ditolak juga, namun pada akhirnya wajah memelas Bong Soon berhasil meluluhkan hati Min Hyuk hingga mau mengizinkannya.

14

Namun, sebelum pulang.. Min Hyuk yang manja, meminta Bong Soon untuk mencuci mukanya terlebih dahulu..

15

Di ruang rawat Baek Tak dan kawan-kawan...

Si pegawai yang beberapa kali kena tonjok karena dikira sebagai Gwang Bok, sudah boleh dilepas balutannya. Segera setelah itu, ia menghampiri Gwang Bok, dan mengatakan jika dirinya akan membalas semua pukulan didaptkannya.

16

Namun, Baek Tak menghentikannya dan mengatakan kalau hal itu sia-sia saja karena yang terpenting sekarang, ialah bagaimana caranya agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang baru lagi. Reputasi mereka, dibidang ini telah hancur lebur.

Padahal, jika mengingat masa lalu.. Baek Tak mengeluhkan bahwa sangat sulit untuk dirinya bisa mencapai posisi ini dengan kondisi wajahnya yang selalu disebuh aneh dan tidak garang ini.

17

Gook Du mendatangi Jang Hyun sendirian.. Disana, ia tak mau berbasa-basi dan langsung membentak Jang Hyun untuk kemudian bertanya, dimana ia menyembunyikan semua perempuan yang telah diculiknya.

18

Sayangnya, Jang Hyun tak mau mengakui semuanya begitu saja. Ia terus mengelak, membuat amarah Gook Du meningkat, hingga ia berkali-kali melayangkan pukulanya ke wajah jang Hyun. Tak sengaja, kaki Gook Du mendoro lampu dibawah meja. Dan tepat dibaliknya, tersimpan sepasang sepatu.. Sepatu milik aktor teater yang katanya telah dicuri itu..

19

Gook Du terdiam, ia seakan-akan masih tak memercayai bukti nyata yang selama ini dicari-cari olehnya. Namun, tak lama kemudian, datanglah pegawan bengkel.. Atas perintah jang Hyun, ia-pun menelpon pihak kepolisisan untuk melaporkan tindakan Gook Du yang telah menganiaya bosnya.

20

Bong Soon, dimanapun ia berada, ketika ia sendirian.. Pasti saja teringat kembali akan kekesalannya karena tidak bisa menangkap Jang Hyun..

21

Jang Hyun sendiri, nampak begitu kesal.. Ia memasuki ruangan rahasianya, kemudian menempelkan foto Bong Soon di tembok. Sepertinya, ia berniat untuk mencelakai Bong Soon...

22

Di rumah sakit, Min Hyuk nampak begitu gelisah.. Mungkin, dalam fikirannya, ia begitu mengkhawatirkan Bong Soon. Takutnya, dia melakukan hal yang bisa membahayakan dirinya sendiri.. Min Hyuk kemudian menelpon sekretaris Gong dan memintanya untuk menemuinya sekarang juga.

23

Sejalan dengan Min Hyuk, Gook Du juga tengah dirundung kegelisahan namun bercampur kekesalan. Berita mengenai penangkapan penjahat Dobong-Dong ‘palsu’ semakin terasa simpang siur di telinganya..
24

Ternyata, Min Hyuk memanggil Sekretaris Gong untuk memintanya segera memindahkan Bong Soon ke Departemen perencanaan dan pengembangan games. Sekretasris Gong awalnya nampak kebongungan.. Karena sebelumnya, Min Hyuk begitu kekeh menolak hal ini: “Daepyo-nim.. bukannya anda akan memindahkan dia setelah anda keluar dari rumah sakit?”

“Iya berarti aku akan keluar dari sini besok... Tapi, berjanjilah, jangan dulu beritahu Bong Soon soal hal ini..” tukas Min Hyuk

25

“Ngomong-ngomong..... Bong Soon mau ditugaskan di bagian apa???” tanya Sekretaris Gong

-----------------------------------------------------
26

Beralih ke kamar Bong Soon, dimana ia tengah sibuk mencari-cari data orang bernama Kim Jang HyuN yang pernah masuk di berita kriminal. Namun, seberapa kerasa ia mencoba, hasilnya-pun selalu nihil.

27

Datanglah Gyeong Shim, ia mengingatkan kalau seharusnya Bong Soon kembali ke rumah sakit, karena Min Hyuk pasti tengah sendirian dan menunggunya. Bong Soon-pun segera mengemas pakaian yang hendak dibawanya, sambil menunjukkan raut wajah yang lesu tak ada semangat sedikitpun.

28

Namun, raut wajah muram itu seketika langsung berubah jadi cerah, setelah ia mendapat telpon dari Sekretaris Gong yang mengabarinya terkait pemindahan posisi kerjanya di perusahaan Min Hyuk. Ia terlihat begitu senang, ia memeluk Gyeong Shim dan berjingkrak-jingkrak ria hingga lantai rumah bahkan ikut bergetar karenanya.

29

Dalam kamar rumah sakit, Min Hyuk sengaja menyimpan ponsel tepat disampingnya. Ia menghitung mundur... dengan pedenya, yakin kalau sebentar lagi Bong Soon akan menelponnya.

Dan memang benar, tepat dihitungan ‘satu’ Bong Soon menelponnya dengan nada suara yang sangattt imut. Ia berterimakasih banyak atas kebaikan Min Hyuk kepadanya..

30

Namun, disela-sela pembicaraan, Bong Soon menyinggung perihal: haruskah dirinya datang ke rumah sakit? Padahal besok adalah hari pertamnya bekerja dan ia harus istirahat cukup dan bersiap-siap. Min Hyuk menjawab ‘harus’. Karena, urusan pekerjaan dan menemaninya di rumah sakit, sama sekali tak ada hubungannya.

“Tapi... Gyeong Shim mengatakan kalau anda pasti akan membiarkanku beristirahat dirumahku malam ini.. Jika aku menginap disana, berarti aku harus pulang pagi dan paginya juga aku harus langsung berangkat ke kantor...” keluh Bong Soon dengan nada yang memelas

Apalah daya, karena pada akhirnya Min Hyuk setuju juga dengan permintaannya.......

31

Terakhir, sebelum menutup telpon Bong Soon berkata: “Ahn daepyo-nim.... Kamu sangat keren....”

Kalimat itu membuat Min Hyuk, seketika langsung menunjukkan ekspresi bahagia.. bahkan sangatttt bahagia..

32

Di kantor polisi, Atasan memarahi tim detektif, karena kelakuan Gook Du yang dengan seenaknya masih menyelidiki kasus yang telah diserahkan ke bagian tim khusus, apalagi dalam pelaksanaannya Gook Du malah menganiaya orang yang di mata hukum hanyalah berstatus sebagai saksi mata.

Anggota ti detektif sendiri, berusaha untuk memebela Gook Du, namun usaha mereka terasa sia-sia, karena atasannya sudah tak mau ikut campur lagi dengan kasus ini.

33

Tak lama kemudian, datanglah Gook Du. Ia langsung berjalan kearah mereka dan menaruh lencana miliknya diatas meja: “Aku berhenti...” ucapnya yang kemudian pamit dan pergi meninggalkan ruangan

34

Setelah darisana, Gook Du lansgung bergegas pergi menuju tempat tinggal Jang Hyun. Dengan modal nekat saja, Gok Du menerobos masuk padalah ahjussi pegawai disana sudah melarangnya dan menyuruhnya untuk pergi.

35

Gook Du terus berjalan menuju sebuah pintu yang sebelumnya hampir ia masuki karena lokasinya yang sangat mencurigakan. Namun, Jang Hyun mengehentikan langkahnya, hal ini membuat Gook Du emosi. Ia menarik kerah baju Jang Hyun, kemudian membentaknya dan bertanya dimana Jang Hyun menyembunyikan semua perempuan yang telah diculiknya: “Jangan bilang kalau kau telah membunuh mereka?!”

36

Pertikaian mereka semamkin memanas, untunglah datang dua orang detektif yang memisahkan mereka dan menarik Gook Du pergi menjauh dari tempat ini. Di temat yang sagak sepi, mereka berusaha menenangkan Gook Du, dengan menceritakan kalau mereka mendapat informasi baru.. Ternyata, Jang Hyun sudah beberapa kali menonton pertunjukan teater tentang penculikan 7 wanita, dimana aktor pemeran utamanya kehilangan sepatu itu: “Jadi apa maksud semua itu? Bukankah sudah jelas kalau dia (Jang Hyun) memang mencurigakan.. Kita harus menangkapnya, tapi kita perlu strategi.. Maka besok kau harus datang ke kantor dan mendiskusikan rencana selanjutnya bersama kami semua..”

37

Bong Soon menyetrika bajunya sembari menyanyikan lagu bahagia.. Datanglah ibu, ia bertanya mengapa Bong Soon seperti ini? Dan setelah mendengar semua cerita Bong Soon ibu malah memikirkan Min Hyuk: “Bukankah dia sendirian?”

“Ah iyaya.. apakah aku harus pergi ke rumah sakit saja untuk menemaninya?” tanya Bong Soon

“Hmmm.. tidak perlu...” tukas Ibu

38

Ternyata, bukan Bong Soon.. tapi Ibu sendiri, yang datang kerumah sakit demi menemani Min Hyuk. Bahkan, ibu membawakan begitu banyak makanan dan dengan penuh perhatian menyuapi Min Hyuk. Namun, Min Hyuk sendiri nampak begitu kikuk dan tidak nyaman dengan situasi ini.

39

Datanglah Bong Ki, ia juga terkejut dengan kehadiran ibunya. Terlebih lagi, ia merasa aneh setelah melihat Ibu menyuapi Min Hyuk dengan menggunakan sarung tangan operasi (wkwkwkwkwkwkwk)

“Ahh.. lagian sarung tangan ini sangat nyaman digunakan..” tukas Ibu

40

Min Hyuk sepertinya tersedak, ia mencari-cari minum tapi airnya telah habis. Ibu-pun berinisiatif pergi keluar untuk mengambil air. Disaat ibu pergi, Min Hyuk langsung berbicara dengan Bong Ki, ia memohon agar Bong Ki menyuruh Ibu untuk pulang saja karena situasi disini jadi terasa sangat kikuk..

“Ahh.. aku tidak bisa.. Sangat sulit untuk merubah pikiran ibuku...” ujar Bong Ki

41

Sangat kebetulan, karena saat berjalan keluar ibu berpapasan dengan Baek Tak.. Ibu tertawa geli, setelah melihat wajah Baek Tak yang babak belur. Namun, masih saja ibu mengatai Baek Tak mirip babi..

Sejenak, ibu melihat kondisi anak buahnya Baek Tak yang juga ‘tepar’. Kali ini, ibu tak mengejek dan hanya mengatakan betapa kasihannya mereka...

42

Hari sudah larut... Min Hyuk telah tertidur pulas di ranjang. Smentara itu, Ibu tetidur di sofa.. Sesekali, ibu melihat kerah Min Hyuk: “Imutnya dia...” ujarnya

43

Juliet (Bong Soon).. tengah mencari-cari sang Romeo. Berkali-kali ia memanggilnya dengan bahasa asing, namun sang Romeo tak datang jua.. Akhirnya, setelah ia mencoba berkali-kali,... Muncullah sang Romeo (Min Hyuk), yang ternyata malah menggunakan Bahasa Korea.

44

“Romeo... kau menyukai perempuan?” tanya Juliet

“Iya.. tentu saja.. Aku sangattt menyukai perempuan...” jawab Romeo yang lansgung mendekatkan wajahnya ke wajah Juliet untuk hendak menciumnya...

45
---------------------------------------------------------
46

Dan semua itu hanyalah mimpi....

Bong Soon sendiri, tertidur dalam kondisi bibir yang manyun-manyun, seakan hendak mencium seseroang. Gyeong Shim yang tidur disampingnya langsung membangunkannya : “Wahh. Sepertinya kamu sedang jatuh cinta...” ujarnya

47

Dengan ceria, Bong Soon berangkat ke kantor... Dan di sebuah toko, terlihat Min Hyuk yang tengah sibuk memilih tas yang cantik untuk diberikannya kepada Bong Soon.

48

Setibanya di lobby kantor, Bong Soon disambut oleh Sekretaris Gong yang langsung mengalunginya dengan bunga dan memberikannya suasana meriah (kayak baru menang hadiah dari doorprize inimah..)

Bong Soon terlihat begitu bahagia, hingga tak bisa berkata-kata...

49

Terlebih lagi, Bong Soon melihat Min Hyuk yang sudah pulang dari Rumah Sakit dan tengah berdiri menunggunya didalam ruang kerja. Kebahagiaannya semakin bertambah, setelah Min Hyuk memberikannya sekotak hadian yang berisi tas dan nametag pegawai untuk Bong Soon.

“Ahn Daepyo-nim.... terimakasih... Ohiya, di bagian mana aku akan bekerja???” tanya Bong Soon

50

Min Hyuk tersenyum, kemudian menunjukkan jarinya kearah bilik kerja Bong Soon sebelumnya. Disana, telah tersimpan sebuah patok imut, yang bertuliskan ‘DEPARTEMEN PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN’

51

Wajah semangat Bong Soon seketika berubah lesu... Situasi ini, bukanlah situasi yang menjadi ekspektasinya. Ia ingin bekerja dalam tim yang lengkap dengan seorang kepala tim yang memberinya perintah.

Min Hyuk tetap tesenyum, “Tunggu aku akan memperkenalkanmu pada ketua tim..” ungkapnya

“Mana? Siapa?..” tanya Bong Soon

52

Min Hyuk tertara dan berkata: “Tentu saja itu aku....”

Tak lama kemudian, datanglah Sekretasis Gong. Min Hyuk langsung duduk di sofa, kemudian mengajak mereka semua untuk mengadakan rapat Departemen mereka yang perdana. Di sisi lain, Bong Soon nampak begitu frustasi.. Ia sudah tak mengerti lagi, bagaimana jalan fikiran Min Hyuk -_-

53

Ibu dalam perjalanan pulang dari pasar, dalam telpon ibu berbicara dengan nenek yang nampaknya akan datang kerumah hari ini. Setelah menutup telpon, Ibu bergumam mengatakan kalau dirinya mungkin harus memaafkan mereka (Baek Tak & The Gang), toh ia sudah mendapatkan ‘calon’ menantu sehebat Min Hyuk.

54

Dalam suasana yang kikuk, Min Hyuk membuka rapat Departemen buatannya sendiri itu..Namun, belum juga mulai.. datanglah seseorang yang mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan.

55

Betapa terkejutnya Bong Soon, karena orang itu memiliki wajah yang sangat amat mirip dengan Gwang Bok: “Whoaaaaa... apakah dia memiliki doppleganger (dua orang berbeda dengan wajah yang sama persis..)” gumamnya dengan penuh keheranan

56

Orang itu berjalan dengan kemayu, sesekali ia tersenyum kemudian melirik sinis kearah Bong Soon.. Dia datang untuk memperlihatkan sebuah dokumen kepada Min Hyuk. Mereka mengobrol sebentar, kemudian Min Hyuk menerima dokumen tersebut dan orang itu-pu pamit untuk meninggalkan ruangan..

57

Di tengah langkahnya, ia hampir terjatuh karena menabrak meja, namun dengan ‘sigap’ ia kembali berdiri tegak dan melanjutkan langkahnya dengan kemayu..

58

Bong Soon masih meunjukkan raut wajah takjubnya,... Ia kemudian bertanya, siapakah orang barusan dan apakah dia memiliki saudara kembar?

Sekretaris Gong menjelaskan kalau dia bernama Oh Dong Byung, ketua tim Projek Satu. Disini mereka sering menyebutnya ‘kartilago (artinya tulang lunak)’.. Dan dari yang diketahui olehnya, Oh Byung Hyun hidupnya sangat kesepian karena ia tidak memiliki saudara.

Tiba-tiba telponnya berdering, Sekretaris Gong-pun izin keluar untuk mengangkat telponnya...

>>> SELANJUTNYA
------------------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤