STRONG WOMAN DO BONG SOON EPISODE 4 [BAGIAN 1]

19:44

------------------------

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : jtbc =

1

Dibawah gelapnya langit malam, yang diwarnai oleh suara gemuruh petir diiringi rintik-rintik hujan gerimis.. Terlihat sosok pria misterius yang tengah berada di tempat penghancuran mobil bekas. Ia mematikan sumber listrik, hingga disana tempatnya semakin gelap. Kemudian ia berjalan, sembari memangku wanita penari ballet yang kita lihat di episode sebelumnya.


2

Sementara itu, dirumahnya yang juga gelap gulita.. Min Hyuk nampak kesulitan untuk tidur. Ia hanya terdiam, kemudian bangkit dan berjalan menuju ruang pakaian-nya.

3

Seperti biasa, ia berjalan menuju lemari yang dibaliknya terdapat pintu rahasia. Sekilas, kamera memfokus-kan gambar pada lukisan wanita bertudung merah muda yang terdapat pada pintu tersebut...

4

Min Hyuk masuk ke ruangan rahasianya, ia berjalan melewati kursi tempat Bong Soon tidur kemarin malam. Hal itu mengingatkannya pada sosok Bong Soon yang sangatlah berbeda dari wanita lainnya. Kemudian, sebuah senyuman manis, terlihat di wajah Min Hyuk...

5

Sementara itu, dikamarnya sendiri Bong Soon tengah sibuk mendesain karakter kartur dirinya sendiri. Ia tengah mencari, senjata macam apa yang cocok untuk gambarnya ini. Hingga tiba-tiba, ponselnya berdering dan itu merupakan telpon masuk dari Gook Du.

6
“....Inilah pertama kalinya aku menutup telpon dari Gook Du duluan...” keluh Bong Soon


Dengan semangat, Bong Soon mengangkat telponnya... Lagi-lagi, Gook Du menanyakan kondisi Bong Soon, apakah ia masih baik-baik saja? Bagaimanapun juga, Gok Du merasa bertanggung jawab untuk melindunginya dari serangan pria misterius yang telah mengetahui wajah Bong Soon.

Di akhir telpon, Gook Du kembali menegaskan bahwa ia mengkhawatirkan Bong Soon karena mereka adalah teman. Nampaknya, Bong Soon sudah jengah dengan kata ‘TEMAN’ yang selalu keluar dari mulut Gook Du.

“Memangnya siapa bilang kalau kita ini bukan TEMAN!” teriak Bong Soon yang langsung menutup telponnya..

7

Tak lama kemudian, ada telpon masuk dari Min Hyuk.. Bong Soon yang masih dalam suasana hati yang keruh malah dibuat semakin kesal setelah mendengar tujuan Min Hyuk yang hanya ingin bertanya, “Seberapa besarkah kekuatan Bong Soon?”

Tak hanya itu saja, Min Hyuk juga menebak-nebak.. apakah mungkin kalau ternyata sebenarnya Bong Soon itu adalah seorang pria (?)

8

“Emangnya kenapa? Kalau aku pria, lantas kamu akan mengencaniku? Huh?!?!?” teriak Bong Sook kesal

Seakan tak memahami kekesalan Bong Soon, Min Hyuk malah terus dan terus saja bertanya tentang seberapa besar kekuatan Bong Soon. Hingga akhirnya, Bong Soon tak bisa menahan amarahnya, ia memarahi Min Hyuk dan lansgung menutuk telponnya.

“Dasar wanita gila!” / “Dasar pria gila” –kurang lebih seperti itulah kata-kata terakhir yang diucapkan mereka

9

Namun, emosi Bong Soon lasngung mereda seketika ia melihat sosok Gook Du berseragam polisi lengkap, yang masuk kedalam kamarnya. Mereka saling melempar senyuman penuh cinta... Kemudian, Gook Du mengulurkan tangannya kearah Bong Soon.

10

Naas, muncullah seorang pria berpakaian wanita (berawajah Min Hyuk) yang memisahkan mereka. Dia langsung memeluk Gook Du dengan penuh gairah dan cinta.. Sementara Bong Soon, dia hanya bisa berteriak histeris, tak rela Gook Du dipeluk oleh orang itu....

------------------------------------------------
11

Untunglah, kejadian mengerikan itu hanya ada didalam mimpinya Bong Soon saja...

12

Di kantor polisi, beberapa detektif tengah berdiskusi membicarakan kasus misterius yang tengah mereka tangani. Hingga detik ini, masih belum ada laporan kehilangan orang.. Detektif senior, mengemukakan fakta yang ditontonnya dari drama, yaitu kemungkinan besar si korban adalah wanita yang tinggal sendirian sehingga tak ada yang melaporkannya.

Namun, Gook Du lasngung menyanggahnya dan mengatakan bahwa beberapa wanita korban sebelumnya masih memiliki keluarga...

13

Di toko kue, ibu Bong Soon beserta teman-temannya tengah bergossip ria.. Ada hal yang sedikit menganggu pertemanan mereka, salah seorang dari mereka ternyata menyetujui pembangunan gedung bertingkat ini karena memiliki anggota keluarga yang merupakan agen penjual toko, yang tentunya kan sangat diuntungkan jika pembangunan gedung ini benar-benar terealisasi.

Peredebatan diantara mereka berakhir, setelah terjalin kesepakatan yang memberikan ibunnya Bong Soon beserta ibunya Gook Do keuntungan ketika hendak membuka totko di gedung itu nantinya.

14

Nah, karena masih penasaran dengan prospek usaha mereka dimasa depan. Ibu-pun mengajak mereka untuk pergi ke tempat cenanyang. Disana mereka mendapatkan kabar buruk tapi ada juga kabar baik. Intinya, akan ada seorang ria yang menghalangi langkah mereka. Namun, jika berhasil mengalahkannya.. Maka mereka akan mendaatkan keuntungan yang sangat besar.

15

Bong Soon menemui Min Hyuk, Sepanjang langkahnya, ia sibuk melihat jadwal Min Hyuk yang kebanyakan bertuliskan huruf ‘P’

Lantas, ia langsung menanyakan hal tersebut kepada Min Hyuk.. Dan jawabannya “P—berarti Privasi...”. Nah hari ini, Min Hyuk benar-benar hanya ingin bersantai. Dikarenakan kakinya yang katanya masih sakit, ia-pun menyuruh Bong Soon untuk membuatkan makanan untuknya.

16

Bong Soon sempat menggerutu kesal, namun apalah daya.. Ia masih merasa bersalah, sehingga tidak bisa menolak permintaan Min Hyuk. Sementara Min Hyuk tertidur, Bong Soon berjalan ke dapur, ia hendak mencabut sumpit yang ditancapkannya tempo hari.. Namun, entah mengapa.. Min-Hyuk melarangnya dan menyuruh Bong Soon untuk membiarkan benda itu agar tetap berada disana.

17

Bong Soon membuka kulkas, disana terdapat banyak bahan makanan.. Ada beberapa buah-buahan, dan akhirnya ia memilih untuk membat jus saja.

Ajaib.. karena berkat tenaga super yang dimilikinya, Bong Soon bisa mendapatkan sari buah apel hanya dengan memerasnya menggunakan tangan kosong. Tanpa harus menggunakan blender.. wkwkwkwk

Ketika memberikan jus itu kepada Min Hyuk, responnya kurang menyenangkan.. Min-Hyuk memang meminumnya namun setelah itu ia memarahi Bong Soon, “Aku ingin makan.. bukan minum jus. Jadi cepatlah masakan aku sesuatu!” perintahnya

18

Kembali ke tempat cenanyang.. Kali ini, Ibunya Bong Soon bertanya tentang masa depan Bong Soon. Ia bertanya, akankah Bong Soon menikah dengan bos-nya?

Cenanyang itu.. tidak meberikan jawaban pasti. Hanya saja, ia mengatakan kalau Bong Soon memiliki keberuntungan yang besar. Ia akan menikah dengan orang kaya.. namun, ia akan ditindas oleh suaminya..

Sontak saja kalimat terakhir dari cenayang itu membuat Ibunya Bong Soon, mengernyit heran, “Kurasa tebakanmu salah.. bukan dia (Bong Soon) yang ditindas, tapi malah suaminya..”

19

Min Hyuk terbangun dari tidurnya.. Ia berjalan ke meja makan, dan tersenyum senang ketika melihat begitu banyak makanan yang telah tersaji. Ia mencicipinya dengan lahap, “Rasanya seperti masakan ibuku...” ujarnya

20

Sementara itu, Bong Soon sendiri tengah asyik menelpon Gyeon Shim didalam mobil Min Hyuk. Ia menggerutu, membicarakan sikap Min Hyuk yang terus memerintahkannya untuk melakukan ini dan itu. 

Tiba-tiba, Min Hyuk memanggilnya lewat HT.. Bong Soon menjawab akan segera datang. Namun, nyatanya ia malah melanjutkan curhatnya kepada Gyeon Shim..

21

Beberapa saat kemudian, Bong Soon menghampiri Min Hyuk yang tengah terdiam mennggunya diruangan rahasia. Dibelakangnya, terpat dua monitor yang tengah memuarkan video CCTV yang merekam semua tingkah Bong Soon selama berada dimobil tadi.

Sungguh, Bong Soon benar-benar merasa malu.. Ia-pun segera meminta maaf, namun Min-Hyuk menolaknya.. Ia mengatakan kalau Bong Soon telah mmfitnahnya, menyebutnya dengan panggilan yang tidak sopan!

Bong Soon berusaha mengelak, berulangkali ia mengatakan bahwa dirinya tak bermaksud demikian. Min Hyuk-pun sebenarnya tak memiliki alasan yang jeals untuk memarahi Bong Soon, namun karena rasa kesal.. Ia-pun berniat untuk mengerjai Bong Soon..

22

Mereka jalan-jalan ditaman, Min Hyuk menyuruh Bong Soon untuk mengikutinya kesana-kemari. Hal itu membuat Bong Soon kelelahan, karena ia harus berlari menggunakan kakinya sementara Min Hyuk asyik menggunakan skuter elektrik-nya.

23

Tiba-tiba, drone yang tengah dikendalikan oleh Min Hyuk oleng dan terjatuh. Ketika diperhatikan lebih seksama, ternyata ada seserroang dari jauh sana yang menembak drone tersebut. Tak hanya itu saja, karena lama-kelamaan tembakan itu semakin sering dan mengarah ke sekitar tempat Min Hyuk berdiri.

Panik, Min Hyuk-pun segera menarik Bong Soon dan membawanya bersembunyi dibalik pohon..

24

Sial.. salah satu peluru menyerempet lengan atas Min Hyuk hingga membuatnya terjatuh ke rerumputan. Min Hyuk tak sadarkan diri, dan hal ini tentu saja membuat Bong Soon panik, tak atahu harus berbuat apa.

25

Segera, Bong Sook memangku Min Hyuk, dan berlari menuju mobil. Sebenarnya, Min Hyuk sempat tersadar, namun ia tak mengatakan apapun dan malah dibuat takjub dengan kekuatan Bong Soon ini.

26

Sayangnya, rasa takjub ini lansgung sirna seketika Bong Soon melemparkannya kedalam mobil. Secara tak sengaja, kepada Min Hyuk terbentur ke bagian pintu samping dan tentunya itu sangatlah menyakitkan...

Bong Soon segera meminta maaf, dan mengatakan kalau dirinya akan membawa Min Hyuk ke rumah sakit. Namun, Min Hyuk menolaknya.. ia mengatakan bahwa ini hanyalah luka ringan. Peluru yang mengenai lengannya hanyalah berbahan dasar kelereng metal saja...

27

Pada akhirnya, mereka memilih untuk pulang kerumahnya Min hyuk. Disana, Bong Soon menaawari Min Hyuk untuk minum.. Namun, berkali-kali Min Hyuk menolaknya, mengatakan kalau dirinya tak membutuhkan itu.

28

Bong Soon mencoba untuk membersihkan, kemudian mebalut luka di tangan Min Hyuk.. Untuk beberapa detik, suasana diantara mereka terasa begitu dekat.. Min Hyuk bahkan tak bisa mengedipkan mataya, dan terus meliha Bong Soon dengan tatapan penuh perhatian..

29

Namun, suasana ini berakhir seketika Mi Hyuk kembali menanyakan pertanyaan nonsense. Lagi-lagi ia bertanya siapa identitas asli Bong Soon? Lebih parah dari sebelumnya, karena kali ini Min Hyuk berspekulasi kalau Bong Soon itu adalah alien? Atau mungkin makhluk uji coba?

30

Perdebatan mereka terpotong oleh telpon masuk di ponsel Min Hyuk. Ketika diangkat ternyata, telpon itu dari penjahat yang menembaknya tadi. Penjahat itu, mengancam untuk menembak Min Hyuk dengan peluru sungguhan.. Jika Min Hyuk tetap bersikukuh untuk menjalankan perusahaan dari ayahnya..

Bong Soon mencoba menghampiri Min Hyuk dan bertanya ada apa? Namun, Min Hyuk tak mau menceritakannya. Ia malah menyuruh Bong Soon untuk pulang dan pergi meninggalkannya sendirian saja...

31

Min Hyuk masuk ke ruang pakaian. Disana ia terduduk lemah, sembari menatap lukisan perempuan bertcung merah muda yang terdapat di bagian depan pintu rahasianya...

[...FLASHBACK... ]

32

Saat masih remaja, Min Hyuk berjalan meninggalkan rumah ayahnya.. Di dalam hatinya, Min Hyuk berniat untuk memutus segala hubungan dengan keluarga ayahnya ini dan ia-pun akan membangung sebuah perusahaan dari jerih payahnya sendiri.

Tepat ketika ia melewati pintu gerbang, dari dalam.. seseroang lansgung menutup pintu tersebut dengan rapat-rapat..

[...FLASHBACK END... ]


--------------------------------------------------
34

Scene berpindah ke toko kue,... Disana, Bong Soon menemui ayahnya dan mencoba beberapa cemilan yang dihidangkan di meja. Mereka saling menyapa dan bertanya kabar masing-masing.. Setelah itu, Bong Soon hendak pulang.. Karena akan ada paket kenari yang datang kerumah dan harus segera dikupas olehnya.

35

Namun, ayah memanggilnya.. Ia kemudian mengambil beberapa lembar uang yang diselipkan di lipatan pakaian, bawah microwave, dan tempat tersembunyi lainnya. Uang itu diberikan kepada Bong Soon, “Ambillah, pakaianmu sudah lusuh.. Beli yang baru, dan jangan sampai ibumu tahu..” ungkapnya

Bong Soon merasa terharu, ia-pun langsung berterimakasih dan memeluk ayahnya dengan erat..

36

Di sebuah kafe, Bong Ki menemui Hee JI yang sebelumya memang mengajaknya untuk makan. Ia agak terkejut karena disini mereka hanya berduaan saja tanpa ada Gook Du. Hee Ji menjelaskan bahwasanya Gook Du tengah sibuk, sehingga hanya dirinya yang bisa datang kesini.

Mereka-pun memesan makanan, dan sembari menunggu.. Mereka saling berbincang-bincang. Dari interaksi ini, bisa tertebak bahwasanya Hee Ji menaruh perhatian lebih terhadap Bong Ki..

37

Bong Soon benar-benar membelanjaka uang dari ayahnyay untuk membeli sepasang pakain baru. Diperjalan pulang, ponselnya berbunyi, dan itu adalah telpon dari ketua geng yang dihajarnya tempo hari.

38

Mereka ingin melaporkan, bahwasanya telah berhasil mengumpulkan sampah sesuai permintaan Bong Soon. Selain itu, mereka juga memohon agar Bong Soon mau menjadi pemimpin mereka..

39

Tak cukup dengan memohon, mereka juga rela berlutut demi meyakinkan Bong Soon agar bersedia untuk menjadi pemimpin yang membimbing mereka semua..

40

Sementara itu, toko kue kedatangan tamu ‘spesial’,.. Dialah Baek Tak ditemani asisten setianya, Agari yang nampaknya memang senagaja mendatangi tempat ini untuk mencaritahu lebih lanjut tentang Bong Soon. Didepan meja kasir mereka saling berbisik, Baek Tak mengatakan kalau saat ini mereka hanya perlu untuk memakan kue di toko ini saja...

-------------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤