STRONG WOMAN DO BONG SOON EPISODE 2 [BAGIAN 2]

19:08

------------------------

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : jtbc =

1a

Bong Soon memasuki ruangan dimana sekretaris Gong dirawat. Suasana terasa begitu kikuk, karena sekretaris Gong masih dalam kondisi kesakitan yang membuatnya hanya bisa ertidur dalam posisi terlungkup, ditmbah lagi di lehernya juga terpasang gips, sehingga ia tak bisa menengok ke arah kanan dan kiri. 


2

Nampaknya, ia begitu malu sekaligus juga masih menahan kesal terhadap Bong Soon. Alih-alih meyambutnya dengan ramah, ia malah menyuruh Bong Soon untuk segera pergi meninggalkan ruangannya.

Bong Soon berusaha untuk mengajaknya berbicara, ia juga berkali-kali meminta maaf atas perbuatannya. Namun, mendengar suara Bong Soon saja ternyata membuat Sekretaris Gong mengernyit kesakitan.

3

Baiklah, Bong Soon-pun pamit pergi.. Ketika berjalan menuju pintu keluar, secara tak sengaja ia melihat sosok pujaan hatinya, In Gook Du. Serasa dunia hanya miliknya saja, cahaya bersinar langsung terpancar dari wajahnya.. Ia begitu bahagia hingga tak bisa berkata-kata..

4

Bong Soon menelpon Gook Du, mengatakan jika dirinya tengah berada didekatnya. Gook Du melihat kearah Bong Soon, dan kemudian mereka-pun berbincang singkat. Saling bertanya, apa yang tengah dilakukannya di rumah sakit ini. Karena ingin ke toilet, Gook Du meminta bantuan Bong Soon untuk berjaga di depan kamar korban, “Ingat, tidak boleh ada yang masuk ke kamar ini selain petugas rumah sakit!” tegasnya

5

Ketika Bong Soon tengah sendirian, datanglah seorang dokter (dia yang tadi papasan sama Bong Soon di lobby) yang masuk ke ruangan rawat korban. Di dalam kamar, dokter itu menyuntikkan sesuatu kebadan korban, hingga beberapa detik kemudian tanda-tanda vitalnya menunjukkan kegawat-darurat-an, sirine emergency-pun berbunyi, dokter itu segera memangku korban ke kasur dorong. Ia bergegas mendorong pasien keluar, dan kepada Bong Soon ia mengatakan bahwa pasien ini perlu segera dibawa ke ruang operasi.

Bong Soon yang juga panik, tak bertanya apapun.. Dan dengan mudahnya ia mempersilahkan dokter itu untuk membawa korban...

6

Tak lama kemudian, Gook Du tiba.. Ia bertanya pada Bong Soon kemana perginya pasien? Setelah Bong Soon menceritakan semuanya, datanglah tim medis beserta dokter yang bertanggung jawab atas pasien diruangan ini.


Mereka terkejut ketika mengetahui bahwasanya ada dokter lain yang masuk ke kamar ini. Tapa fikir panjang, mereka lasngung menegaskan bahwasanya dokter tadi adalah palsu!

7

Segera, Gook Du bergegas berlari turun untuk mengejar dokter gadungan itu. Ia berlari melewati tangga darurat, sementara dokter gadungan itu melewati lift dan mengganti pakaiannya di tempat yang tersembunyi. Sebenarnya, mereka sempat berpapasan.. Naasnya, Gook Du sama sekali tidak menyadari hal tersebut.

8

Gook Du sempat melihat pria itu melewati pintu keluar, ia segera mengejarnya. Namun.. Sial! Pria itu berlari menuju basement dan telah pergi mengendarai mobilnya..

9

-----------------------------------------
10

Tak mau putus asa, Gook Du mencoba untuk mencari jejak pria itu melalui kamera CCTV. Namun, tetap saja.. dari sekian banyak kamera, tak ada satupun yang berhasil menangkap secar jelas penampakan wajah dari pria itu..

11

Scene beralih ke sebuah tempat kumuh, menyeramkan dimana pria misterius itu membawa wanita yang diculiknya dari rumah sakit. Kali ini kita melihat wajahnya, namun ia memakai topeng menyeramkan.

12

Entah apa yang akan dilakukannya, namun perlahan.. kita melihatnya hendak melepaskan satu-persatu kancing pakaian wanita itu...

-----------------------------------------
13

Kembali ke rumah sakit.. Gook Du harus segera kembali ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian ini. Nampaknya, ia begitu panik.. bahkan sangat panik! Namun, ia masih tetap mengkhawatirkan Bong Soon yang kondisinya sekarang telah menjadi saksi mata.. Bong Soon mengetahui suara penjahat itu dan ditakutkan nantinya akan menjadi sasaran si penjahat.

14

Di lain tempat, si penjahat nampaknya telah mengganti pakaian korban menjadi gaun pengantin. Ia mengelus wajah korbannya, kemudian mengeluarkan sebuah suntikan, dan menyuntikannya ke badan korban.

15

Dikantor polisi, seperti dugaan.. Gook Du dimarahi oleh para seniornya. Meskipun siap untuk mendapaat hukuman namun pada akhirnya Gook Du malah diperintahkan untuk melanjutkan tugasnya dan WAJIB untuk menangkap si penjahat itu!

16

Dibawah terangnya lagit malam Bong Soon merenung.. Memikirkan kejadian yang menimpa wanita malang itu... Masih teringat jelas, betapa banyak luka yang didapatkanya dan sekarang entah dimana wanita itu berada.


Datanglah Bong Ki, ia berdiri disamping Bong Soon.. Kemudian mendengarkan semua ceritanya. Ia tak memiliki saran yang bijak untuk Bong Soon, namun ia bisa memahami bagaimana perasaan penyesalan yang dialami Bong Soon....

-----------------------------------------
17

Esok paginya.. Bong Soon mendatangi kantor Min Hyuk. Sebenarnya, Min Hyuk sendiri tak suka berlama-lama bekerja di kantor, makanya ia lebih sering menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang: Jalan-jalan, belanja, bermain games..

18

Televisi menayangkan berita terkait trgedia penculikan korban di rumah sakit. Min Hyuk beserta Bong Soon menontonnya dengan seksama..

19

Min Hyuk memiliki terori tersendiri akan kejadian ini. Ia begitu meyakini, bahwa pelakunya adalah pelaku yang sama dengan orang yang melakukan pembunuhan di Bo Bong Dong beberapa hari yang lalu, “Dia (penjahat) tak akan bisa tetangkap. Karena dia lebih cerdas daripada polisi...”

Namun, ada satu hal yang mengganjal di fikirannya, Min Hyuk mengungkapkan kalau motif penjahat itu aneh. Dia membiarkan korban yang satu meninggal sementara yang satu lagi tidak, “Sudah jelas.. kalau penjahat itu memang tak berniat untuk membunuh korban yang ini..”

Bong Soon tak sependapat dengannya, dan semua penjelasan itu membuatnya bertanya-tanya,.. “Dari perkataanmu, seakan-akan kamu mengetahui segalanya???”

“Karena dulu.. aku bercita-cita untuk menjadi seroang penjahat..” celetuk Min Hyuk

20

Tetiba, telpon Bong Soon berdering.. Ia mengangkatnya dan itu adalah telpon dari Gook Du.. Ia mengabari Bong Soon, bahwa mulai dari sekarang akan ada polisi yang mengawalnya kemanapun. Bong soon sempat menolaknya, namun Gook Du bersikeras mengatakan bahwa Bong Soon berhak menadaptkan perlidungan, karena statusnya sebagai saksi mata.

Min Hyuk memerhatikan ekspresi Bong Soon selama di telpon. Dan dengan mudah ia bisa mengetahui kalau Bong Soon sangatlah menyukai Gook Du.

21

Tak lama kemudian, datanglah polisi yang ditugaskan untuk mengawal Bong Soon. Min Hyuk tak habis fikir dan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tak menyetujui hal ini.. Ia bahkan sempat bernegosiasi dengan polisi tersebut, “Dia (Bong Soon), tidak butuh perlindungan. Coba deh, anda adu panco dengannya..”


Sayang sekali, polisi itu sangatlah kaku.. Ia tak menjawab semua pertanyaan Min Hyuk dan hanya menegaskan bahwa saat ini dirinya tengah menyelesaikan tugas dan hanya akan pergi kalau ada perintah dari atasannya.

22

Selanjutnya, Min Hyuk memiliki agenda untuk mendatangi sebuah seminar. Sepanjang perjalanan, wajahnya terlihat begitu kesal.. Bagaimana tidak? Kemanapun mereka pergi akan ada seseroang yang ‘menempel’ bersama mereka.

23

---------------------------------------------------------
24

Di tempat misterius, terlihat korban telah sadarkan diri dengan kondisi kedua tangan yang terikat. Ia menjerit dan berteriak ketakutan, namun si penjahat malah membentaknya, “DIAM! Sekarang kau adalah penganting pertamaku!”

25

Penjahat itu memaksa korban untuk tersenyum, kemudian mengambil fotonya. Ia menaruh foto itu kedalam bingkai dan menatapnya penuh arti...

26

Ditempat seminar, Min Hyuk menjadi salah seroang pembicara. Smeentara itu, Bong Soon sendiri sibuk mengawasi sekitar, melihat barangkali ada orang yang mencurigakan..

27

Seseorang dengan setengah wajah yang tertutupi oleh masker, lewat didepan pintu. Hal itu menarik perhatian Bong Soon yang langsung bergegas mengikutinya..

28

Namun, langkah Bong Soon harus terhenti karena polisi pengawal-nya, terus saja mengikutinya. Hingga membuatnya  kehilangan jejak pria misterius itu. Bong Soon mulai jengah, ia-pun meminta polisi itu untuk membiarkannya pergi sebentar sajaaaa.. Sayangnya, polisi itu tak mau melakukannya.

Tak lama kemudian, datanglah Min Hyuk.. Ia hendak pergi ke toilet kemduian mengajak di Polisi untuk ikut dengannya saja. Hal itu membuat Bong Soon harus berdiri diluar sendirian menunggu mereka berdua...

29

Didalam toilet, tak ada hal yang aneh.. Hingga tiba-tiba datanglah seorang pria yang lansgung masuk kedalam salah satu bilik toilet. Tapi ketika keluar, ia berubah mengenakan topi dan kacamata hitam.

30

Min Hyuk keluar dari toilet, ia sempat kebingungan karena Bong Soon menghilang. Namun, tak alam kemudian Bong Soon kembali dan mengatakan jika dirinya tadi melihat seorang pria misterius disekitar sini.


Mereka berbincang cukup lama, namun aneh si polisi masih belum juga keluar dari toilet...

31

Min Hyuk masuk untuk mencarinya, dan ternyata si polisi itu telah terjatuh dilantai dengan kondisi luka tusuk di perutnya. Bong Soon yang juga ikut masuk, bergerak cepat dengan segera menghubungi nomor emergency.

--------------------------------------------------
32

Sekarang mereka berada di rumah sakit... Min Hyuk terdiam ketakutan, padahal niatnya merekrut Bong Soon sebagai pengawal adalah untuk membuatnya merasa aman. Tapi nyatanya,... hal seperti ini masih saja bisa terjadi kepada mereka.

“Kamu boleh berhenti dari pekerjaanmu ini..” ujar Min Hyuk

“Hmmm.. tidak.. aku telah setuju untuk bekerja sebagai pengawalmu, maka kita harus berhasil mengungkap siapa sebenarnya penajaht itu..” tegas Bong Soon


Tak lama kemudian, datanglah dokter yang memberi kabar kalau luka tusuk yang didapatkan polisi itu tidaklah terlalu dalam. Mereka hanya perlu menjahitnya dan memberikan beberapa obat untuk mencegah infeksi.

33

Seorang wanita cantik tengah berlatih memainkan alat musik Cello. Ia nampak begitu serius hingga, ponselnya berdering dan ia harus mengangkatnya. Itu adalah telpon dari Gook Du..  Ternyata, wanita ini adalah kekasihnya Gook Do. Namanya Hee-Ji...

Gook Du menelponnya untuk mengajaknya makan siang diluar..

34

Hee Ji tiba di restoran lebih dulu, nampaknya ia dibuat jenuh karena harus menunggu. Namun, untunglah ketika tiba Gook Du lansgung meminta maaf kepadanya dan menjealskan situasi pekerjaannya saat ini.

35

Mereka brbincang-bincang, Gook Du melihat kondisi tangan Hee Ji yang nampak kesakitan karena terlalu sering bertalih Cello. Hee Ji menyadarinya, namun ia tak sempat pergi ke dokter, dan baru akan pergi memeriksaan diri di minggu depan saja.

Telpon Gook Du berbunyi, ia harus mengangkatnya karena itu dari atasannya. Sedih sekali, pertemuan singkat mereka harus berakhir disini, karena Gook Du yang harus kembali bekerja..


Hee Ji memahami hal ini, ia hanya tersenyum kemduain mengatakan kalau pekerjaan Gook Du memang lebih penting dan harus cepat diselesaikan...

36

Saat dalam perjalanan pulang, Min Hyuk menceritakan rasa takut dan kekhawatirannya akan kesalamatannya. Hingga terpikirlah, sebuah ide agar Bong Soon tinggal saja dirumahnya lama ini. Tentu saja Bong Soon menolaknya, bagaimapun mereka adalah lawan jenis, tak memiliki hubungan apapun dan tak ada alasan untuknya untuk bermalam dirumah seorang pria.

37

Namun terlepas dari segala perdebatan itu, pada ahirnya Bong Soon setuju dan bersedia untuk bermalam dirumahnya Min Hyuk. Baru juga sampai, ponsel Bong Soon berbunyi dan itu adalah telpon dari Gook Do. Ia telah mengetahui tragedi penusukan yang dialami rekannya dan hal itu membuatnya semakin mengkhawatirkan kondisi Bong Soon. Segera, ia-pun bertanya dimanakan Bong Soon saat ini berada.

-----------------------------------
38

Min Hyuk beserta Bong Soon duduk berdua dimeja makan, dan menyantap ramen panas yang telah dibuatnya. Tak sengaja, Bong Soon melihat bungkusan kue dari tokonya tempo hari, ia-pun bertanya apakah kue itu enak?

Min Hyuk menjawab “Ya..”, ia bahkan meminta Bong Soon untuk mengantarkannya ke toko itu lagi. Bong Soon hampir tersedak, hingga akhirnya ia mengungkapkan bahwa sebenarnya toko itu dimiliki oleh keluarganya.


Mereka lanjut mengobrol tentang ini dan itu, hingga tiba-tiba terdengar suara bel rumah berbunyi....

39

Setelah Min Hyuk membuka pintu, ternyata tamu mereka adalah Gook Du. Ia merangsak masuk dan lansgung mengajak Bong Soon untuk pergi dari sini. Namun, Bong Soon menolak dan mengatakan kalau dirinya masih ada urusan pekerjaan..

40

“Aku akan membawanya pergi!” pinta Gook Du

“Tidak.. Aku tidak mengizinkannya!” tegas Min Hyuk

-----------------------
::: NOTES :::

Widihhh, kalo dalam bahasa Sunda sih drama ini tuh ‘pabaliut’. Penjahat-nya tuh sebenernya ada berapa? Saya juga pusing sendiri. Wkwkwk

Seperti biasa, Hyung-Shik emang udah jago kalau memerankan karakter serius tapi sesekali komikal. Sementara Ji Soo, untuk pertama kalinya aku lihat dia sebagai karakter orang dewasa yang serius dan anti banget sama yang namanya nge-lucu. Padahal biasanya karakter diatuh komikal dan childish banget yaa.


Sebenernya, akutuh udah telat banget posting nih sinopsis. Dikarenakan satu dan lain hal sih, jadi gak enak juga sama partner-ku, Mbak Dian :( Diusahakan deh, untuk kedepannya gak molor kayak begini :(

-----------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤