STRONG WOMAN DO BONG SOON EPISODE 2 [BAGIAN 1]

19:08

------------------------

= SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : jtbc =

1

3 orang polisi senior tengah sibuk menonton TV yang tengah menayangkan drama bergenre kriminal. Sembari memakan jajangmyun, mereka sangat serius menonton tayangan tersebut hingga datanglah Gook Du yang langsung mengkritik tontonan mereka  itu kuno. Kemudian mengatakan kalau seharusnya mereka menonton drama kriminal buatan luar negeri bukannya drama makjang dari Korea 

2

Salah satu senior nya tak terima disebut kuno, ia membela diri dengan mengatakan bahwasannya saat ini sedang musimnya penjahat mengikuti apa yang mereka tonton dari televisi, jadi menonton drama seperti ini bisa membuat mereka setidaknya mendapatkan pencerahan terkait beberapa kasus kriminal yang agak sulit untuk dipecahkan. Sebenarnya, Gook Du masih ingin mendebat perkataan seniornya itu namun ia memilih untuk berhenti dan duduk di belakang layar komputernya untuk menyelesaikan tugasnya saja, membiarkan sang senior masih terus saja menggerutu demi membela dirinya sendiri

3

----------------------------------

4

Min Hyuk mengajak Bong Soon ke kafetaria di kantornya. Tak ada seorang-pun disana dan suasananya sangat sepi. Hal ini, membuat Bong Soon merasa canggung. Tapi tetap saja, dibalik kecanggungannya Bong Soon masih menunjukkan sikap cuek-nya.
“Duduklah.. aku ingin menceritakkan sesuatu..” perintah Min Hyuk

5

Dengan nada berbisik, Min Hyuk menceritakan kondisinya akhir-akhir ini yang selalu dibuntuti dan diterror oleh seseorang tak dikenal. Maka dari itu, tugas Bong Soon untuk selalu berada didekatnya dan melindunginya.
Dengan polosnya Bong Soon menuduh Min Hyuk sebagai orang jahat hingga bisa mendapat terror dari seseorang seperti saat ini.
Min Hyuk menyangkal hal itu, ia mengibaratkan kejadian yang dialaminya dengan sebuah games. Ia mengajak Bong Soon untuk membantunya menangkap orang yang meneror-nya sama seperti mereka menangkap penjahat didalam dunia games, “Bukankah itu hal yang menyenangkan???”

6

Bong Soon menggelengkan kepalanya, alih-alih setuju ia malah menyuruh Min Hyuk untuk melaporkan hal ini kepada pihak polisi.
“Tidak Aku tidak mempercayai mereka!” tegas Min Hyuk

7

Sebaliknya, Bong Soon malah mengakui jika dirinya sangatttt menyukai sosok seorang polisi...
Entah apa alasannya, tapi nampak jelas bahwa Min Hyuk benar-benar alergi dengan yang namanya polisi. Ia berusaha mengalihkan embicaraan, dengan menyuruh Bong Soon untuk segera memakan hidangan yang telah tersedia dihadapannya, “Cepat makan! Aku hanya makan sekali dalam sehari. Jadi jangan berharap untuk bisa makan siang ketika bekerja denganku!”

8

Berpindah keruangan kantor,.. Lagi-lagi Min Hyuk mendapat telpon dari nomor misterius, terdengar suara seorang pria yang disamarkan yang dengan sengaja mengancam Min Hyuk. Namun, ia nampak tak merasa takut ataupun terkejut. Nampaknya hal in memanglah sudah sangat sering dialaminya.

9
Merasa bosan dengan suasana kantor, akhirnya Min Hyuk mengajak Bong Soon untuk menemaninya jalan-jalan diluar.
Bong Soon menunjukkan ekspresi ke-tidakmau-an, namun apalah daya. Kali ini, ia memang tak bisa menolak perintah dari atasannya itu.

10

Mereka berdua tiba di basement. Min Hyuk menyerahkan kunci mobilnya kepada Bong Soon, “Nih kamu nyalakan dulu mobilnya..” ucapnya sembari berjalan menjauh.

11

Tentu saja hal ini membat Bong Soon kebingungan, ia-pun langsung bertanya “Kenapa?”
Dengan datarnya, Min Hyuk menjelaskan kalau terror yang didapatkannya, membuat ia jadi lebih waspada akan segala hal disekitarnya, “Siapa tahu penjahat itu telah menaruh bom di mobilku?”

12

Bong Soon mendesah kesal, “Kalau beneran ada bom dimobilmu, itu berarti aku duluan yang akan mati!” keluhnya
“Terus? Harus aku yang mati duluan?” tanya Min Hyuk
Dengan wajah ketus, Bong Sook membuka pintu mobil dan menghidupkan mesinnya. Beberapa detik berlalu.. dan tak ada hal aneh apapun yang terjadi.

13

Min Hyuk yang telah merasa aman, kemudian berjalan menghampiri Bong Soon. Ia mengambil alih kursi kemudi, dan menyruh Bong Soon untuk duduk di kursi depan, tepatnya disampingnya.
---------------------------------------------
14

Di toko kue, ibu bersama teman-temannya datang sembari menggerutu memperdebatkan masalah pembangunan gedung bertingkat di wilayah mereka. Nampaknya, ibu sangat menyetujui dibangunnya gedung itu, sementara seorang temannya agak menetang hal tersebut karena mereka tak akan mendapat sinar matahari yang cukup jika gedung itu benar-benar dibangung nantinya.

15

Ditengah obrolan mereka, masuklah seorang wanita parubaya yang langsung berjalan menuju kasir, menyapa kemudian berbincang ringan dengan ayahnya Bong Soon. Dari pembicaraan mereka, nampaknya kita dapat mengetahui bahwa ayahnya Bong Soon sangat mengidolakan wanita yang ternyata merupakan penulis buku tersebut.

16

Dari tempatnya duduk, Ibu Bong Soon melirik sinis kedekatan anatara wanita itu dengan suaminya. Ia menyindir wanita itu sebagai wanita murahan yang dengan sengaja menebar pesona kepada setiap pria yang ditemuinya.
Saat wanita itu hendak pergi meninggalkan toko, langkahnya dihentikan oleh Ibunya Bong Soon yang mengajaknya berbicara sejenak. Bukan untuk memarahinya terkait kedekatan ia dengan ayahnya Bong Soon, melainkan untuk membujuknya supaya mau menandatangani persetujuan pembangungan gedung bertingkat.
Sayangnya, wanita itu langsung menolaknya. Tanpa fikir panjang, ia mengatakan kalau pembangunan gedung itu, tak akan memberikan banyak manfaat untuk daerah mereka.
Tak lama setelah wanita itu pergi, tibalah seroang gadis seumuran Bong Soon. Dengan semangat dan cerianya, ia menghampiri kemudian menyapa ibunya Bong Soon...
---------------------------------------
17

Sementara itu, Bong Soon sendiri tengah disibukkan oleh kegiatannya yang harus menemani Min Hyuk kemanapun ia pergi. Dari mulai jalan di taman, berbelanja ke mall: membeli jas, jam tangan hingga kacamata mewah.

18

Dengan sangat amat terpaksa, Bong Soon mesti membawa tas belanjaan Min Hyuk di tangan kanan dan kirinya. Dengan suara yang pelan, sepanjang jalan Bong Son menggerutu, bahkan mencerca sikap sewena-wena yang dilakukan Min Hyuk kepadanya.
Hingga... secara tiba-tiba, Min Hyuk menghentikan langkahnya. Ia berterimakasih kepada Bong Soon. Kemudian mengatakan jika ia akan membelikan Biong Soon sesuatu sebagai hadiah karena telah menemaninya seharian ini.
“Ahh.. tidak perlu.. tidak usah repot—repot..” ujar Bong Soon sembari tersenyum penuh harap

19

Namun naas.. senyuman itu lansgung sirna, seketika Min Hyuk membelikan sebuah es-krim sebagai hadiahnya. Dengan kedua tangan yang dipenuhi oleh tas belanjaan, Bong Soon-pun berusaha untuk mengambil es krim teresbut...

20

Berikutnya, mereka bermain-main ditaman. Min Hyuk memperlihatkan kemampuannya meainkan drone yang sangat canggih. Bong Soon yang baru pertama kali melihat benda ini, nampak begitu takjub, berkali-kali ia berteriak demi menunjukkan rasa excited-nya yang teramat besar.

21

Tiba-tiba, suasana berubah tegang.. Min Hyuk menyuruh Bong Soon untuk melihat kearah jam 2. Disana nampak, seroang peri aberpakaian serba hitam yang engah mengawasi mereka.
“Ayo kita tangkap dia sekarang!” ajak Bong Soon
“Tidak! Kita tak akan berhasil jika menangkapnya sekarang!” tukas Min-Hyuk

22

Pria misterius itu menyadari, bahwa keberadaannya telah teresndus. Ia-pun segera menaiki motornya dan kabur begitu saja. Untunglah, drone canggih milik Min-Hyuk berhasil menangkap gambar dari plat nomor motor tersebut.

23

Min-Hyuk mengantar pulang Bong Soon. Mereka melewati jalan yang menjadi TKP pembunuhan wanita tempo hari. Disana masih banyak warga yang berkerumun, dan juga masih ada beberapa orang polisi yang berjaga.
Namun, Min-Hyuk sama sekali tak tertarik dengan hal ini. Kepada Bong Soon, ia malah bertanya mengnai toko camilan terdekat, karena dirinya tengah kelaparan saati ini.

24

Bong Soon-pun mengarahkannya untuk mendatangi toko kue milik keluarganya. Namun, dengan sengaja ia tak memberitahukan bahwa pemilik toko itu adalah orangtuanya.
Ketika mereka berdua memasuki toko, Bong Soon lansgung memberikan kode kepada ayah dan ibu agar bersikap seakan-akan tak mengenalinya. Dan meskipun kebingungan, ayah dan ibu menuruti perintah Bong Soon begitu saja.

25

Ketika Bong Soon dan Min-Hyuk keluar meninggalkan toko, segera ibu dan juga ayah berlari menuju kaca jendela demi mengintip anaknya. Mereka sama-sama tak percaya dengana apa yang dilihatnya barusan.. Akhirnya, anak perempuan mereka satu-satunya, terlihat berjalan bersama dengan pria tampan, kaya-raya: pakainnya mewah dan mobilnya juga mahal!

26

Bong Soon pulang kerumahnya, dan disana sudah ada perempuan yang datang ke toko tadi siang. Ternyata ia adalah Gyeong-Shim, sahabat dekat Bong Soon dari Busan. Mereka begitu bahagi karena bisa bertemu lagi, mereka berpelukan, sambil melompat kegirangan, membuat lantai bergetar untuk beberapa detik..

27

Dikamarnya, Bong Soon dengan Gyeong Shim merebahkan diri diatas kasur. Sembari mengenakan masker, merka saling bercerita tentang kesibukannya saat ini. Bong Soon mengeluhkan bos-nya yang sangat mengesalkan.
Merasa penasaran, Gyeong Shim-pun mengecek sendiri seperti apasih sosok Min Hyuk. Dari artikel yang dibacanya di internet, terdapat banyak komen dari nettizen yang berspekulasi bahwa Min-Hyuk adalah seroang gay. Hal itu, terbukti dari kisah hidupnya yang sama sekali tidak pernah terlibat kisah cinta dengan siapapun.

28

Bong Soon tak meyakini hal itu 100%. Namun, dari apa yang telah dilihatnya, ia-pun menduga hal yang sama. Dari gaya berpakaian-hingga didalam aktivitas sehari-harinya, Min Hyuk sama sekali tidak memiliki hubungan dengan wanita mamapun kecuali dirinya.

29

Obrolan mereka terpotong oleh kedatangan Bong Ki, saudara kembar Bong Soon. Nampaknya, mereka bertiga memang sudah sangat dekat. Bong Ki menagih seafood pesanannya kepada Gyeong Shim. Mereka tak berbicara panjang lebar, karena Bong Ki lansgung pergi setelah mendengar Gyeong Shim benar-benar membawakan pesanannya.

30

Tak lama kemudian, giliran ibu yang memasuki kamar Bong Soon. Dengan ketus, ibu menyuruh Bong Soon untuk segera memasak makanan untuknya. Bong Soon menggerutu kesal, ia mengatakan kalau sekarang belum saatnya untuk makan malam.
“Aku sudah kelaparan! Jadi kau harus memasakan sekarang juga!” tegas ibu
-----------------------------------------
31

Beberapa saat kemudian, makanan telah matang.. Mereka duduk bersama diluar dan menyantap makanannya dengan lahap. Setelah mengobrol tentang ini dan itu, ibu akhirnya menanyakan secara langsung kepada Bong Soon tentang pria yang datang ke toko bersamanya siang tadi. Bong Soon-pun menceritakan kalau orang itu adalah Min-Hyuk, bosnya saat ini.
“Kau harus menikah dengannya!” celetuk ibu
Bong Soon menggelengkan kepalanya, “Dia tidak menyukai wanita! Dia itu gay!” ujar Bong Soon

32

Seketika suasana lansgung hening,..
Hingga akhirnya, ibu malah tersenyum dan menyuruh Bong Soon untuk bisa dan bahkan harus menikah dengan bosnya itu. “Tak apa,.. meskipun dia gay.. hal itu sama sekali tak masalah..” ungkapnya
------------------------------------------
33

Gook Du berjalan melewati TKP pembunuhan. Ia mengawasi daerah sekitarnya, berusaha untuk menacaritahu mungkin saja ada sesuatu yang mencurigakan. Namun, nyatanya tak ada apapun disana.. Ia-pun memutuskan untuk melanjutkan lagkahnya, yang akan pergi bekerja ke kantor polisi..

34

Namun, ketika Gook Du berjalan pergi, kita melihat seseorang yang tengah berdiri diatas atas dengan mengenakan pakaian serba hitam. Kita tak dapat melihat wajahnya dengan jelas, karena tertutupi oleh kabut yang cukup tebal.
------------------------------------
35

Hari semakin larut...
Dari sebuah bis, turun seorang wanita cantik. Ia berjalan sendirian saja, namun tak lama kemudian seorang pria juga turun dari bis yang sama dan berjalan mengkutinya dari belakang.
Pria misterius berpakaian serba hitam itu,, awalnya berjalan perlahan. Namun, lama-kelamaan berjalan semakin cepat bahkan harus berlari untuk bisa mengejar si wanita yang nampaknya berusaha untuk kabur karena menyadari kalau dirinya tengah diikuti.

36

Pada akhirnya, si pria misterius itu berhasil menangkap kemudian menyert wanita itu.. Suara jeritan hingga teriakan, terdengar keras. Namun, naas kondisinya saat itu benar-benar sepi dan tak ada siapapun.
---------------------------------------------
37

Kantor polisi dibuat hektik..
Telah masuk laporan, terkait penganiayaan yang dialami oleh wanita barusan. Kali ini, korban belum meninggal, namun kondisinya tengah kritis. Ia berhasil selamat, karena ada seorang saksi yang secara tak sengaja melihatnya.

38

Bong Soon bersama Gyeong Shim tengah asyik bermain games di warnet. Ada hal yang aneh, karena warnet yang biasanya ramai, kali ini malah sangat sepi bahkan kosong melongpong.

39

Usut punya usut, kejadian penganiayaan itulah yang menjadi penyebabnya. Saat ini, semua orang di wilaya Do Bong Dong, tengah berada didekat TKP penganiayaan untuk melihat secara lansgung bekas-bekas tindak kejahatan disana.
Begitu banyak polisi dan warga, namun perhatian Bong soon hanyalah tertuju kepada sosok Gook Du yang nampaknya sangatlah frustasi, karena merasa kecolongan dengan tindak kejahatan yang bisa terjadi dalam jangaka waktu dan juga tempat yang berdekatan.

40

Scene langsung berpindah ke tempat olahraga, disana telihat Min-Hyuk yang tengah serius memukul sasak tinjunya. Sejenak, perhatiannya tertuju pada televisi yang tengah menayangkan berita terkait penganiayaan yang terjadi di Do Bong Song.
Anehnya, Min-Hyuk hanya menunjukkan ekspresi datar.. Seakan-akan, ia telah mengetahui sesuatu terkait hal ini (?)

41

Di sebuah kamar rumah sakit, terlihat korban yang tengah terbaring tak sadarkan diri. Wajah-leher-badan-hingga tangannya, dipenuhi dengan bekas luka pukul dan juga cakar. (Kesiaaannnn...)

42

Gook Du masih berkeliaran di TKP. Nampaknya, ia masih merasa sangat amat penasaran dengan tempat ini. Ia berusaha untuk mencari bukti lebih lanjut. Namun, tindakannya ini ditegur oleh atasannya.
Apa yang dilakukannya ini, hanyalah tindakan sia-sia.. Semua bukti, pasti telah dikumpulkan oleh piak forensik untuk diteliti lebih lanjut lagi.

43

Di kantor kepolisian, kita melihat saksi pelapor kajdian penganiyaan yang tengah berada dialam ruang interogasi. Ia menceritakan kejadian yang barusan dilihatnya tersebut.

44

Saat itu, ia tak sengaja mendengar teriakan seroang wanita, ia mencoaba untuk mendekati sumber suara tersebut, Dari jauh, terlihat seroang pria berpakaian serba hitam yang tengah menyiksa seroang wanita habis-habisan. Ketika ia berjalan mendekat, pria misterius itu malah segera berlari pergi.
Ia tak bisa melihat wajahnya dengan jelas, namun satu hal yang diingatnya, bahwa pria itu memiliki kaki yang cukup besar..
--------------------------------------
45

Dirumah sakit, seorang polisi berjaga di depan ruangan korban. Dari hasil pemeriksaan, dokter mengatakan kalau sekarang kondisi korban sudah lebih stabil. Sayangnya, korban masih terlalu lemah dan belum sadarkan diri..

46

Di perjalanan pulang, secara tak sengaja Bong Soon melihat satu geng siswa ‘nakal’ yang tengah mem-bully siswa cupu. Bong Soon tak bisa tinggal diam, ia menghampiri mereka dan menegurnya.

47

Karena teguran darinya sama sekali tak dianggap, akhirnya Bong-Soon mulai beraksi.. Ia memanggil ketua geng-nya untuk berhadapan lansgung dengannya. Bong Soon tak menghajarnya, ia malah mengikatkan tali sepatu siswa itu, dan kemudian merobek bagian depan sepatu tersebut.

48

Sontak saja, kekuatan luar biasa Bong Soon ini membuat mereka takjub sekaligus ketakutan. Terlebih lagi, Bong Soon memberikan nomor poselnya kepada siswa yang di-bully sembari menegaskan kalau dirinya akan memberikan pelajaran lebih, jika mereka ketahuan mem-bully orang lain lagi.
----------------------------------------
49

Esok paginya, wilayah Do Bong Dong yang rawan kejahatan mulai dipasangi kamera CCTV disetiap sudutnya. Hal ini, sengaja dilakukan untuk mencegah kejadian yang sama terulang kembali.

50

Sementara itu, dikantornya.. Min-Hyuk dengan serius melihat layar komputernya. Ia melihat plat nomor pria misterius yang mengintainya. Kemudian,segera ia menelpon seseroang dan memerintahkannya untuk melacak pemilik kendaraan tersebut...

51

Kantor polisi mendapat setitik cahaya terang terkait pelaku penganiayaan. Dari hasil uji forensik, diketahui bahwa luka tusuk yang dialami korban nampaknya dilakukan oleh seseorang yang tidak ahli dalam menggunakan pisau.
Hal ini membuat mayoraitas detektif mennyimpulkan bahwa pelaku penganiyaan berbeda dengan pelaku pembunuhan sebelumnya. Namun disisi yang berbeda, Gook Du bersikukuh meyakini bahwa mereka adalah orang yang sama.

52

Gook Du mendapatkan giliran untuk berjaga dirumah sakit. Ia melihat kondisi korban.. Berebera menit memperhatikannya,.. hingga secara tiba-tiba ia menarik sebuah kesimpulan, “Benar.. penjahat itu memang tidak berniat untuk membunuh wanita ini..”

53

Bong Soon juga mendatangi rumah sakit,, Ia berniat menjenguk Sekretaris Gong. Di Loby, secara tak sengaja ia berpapasan kemudian bertabrakan dengan seorang pria yang mengenakan jas dokter, berkacata dan mengenakan master yang menutupi setengah wajahnya.
Pria itu langsung meminta maaf, dan segera berjalan pergi meninggalkannya...

----------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤