U-PRINCE SERIES : THE GENTLE VET EPISODE 4 [BAGIAN 2]

01:24

----------------------

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : GMM TV =

33

Malam hari, Suaysai termenung di kamarnya.. Belasan kali, ia mencoba untuk menghubungi Thesis, namun semua usahanya sia-sia karena Thesis mengabaikannya.

34

Sembari menangis, Suaysai mengambil kemudian mencicipi cookies pemberian Thesis: “Bahkan, rasanya sama sekali tidak enak.. Tapi baiklah, demi menghargai usahamu aku akan memakannya sampai habis...”

35

Hari demi hari berlalu.. Suaysai masih berharap, jika Thesis  menghampirinya. Bahan, ia menunggu di parkiran sepeda.. terus menunggu hingga orang-orang pulang. Namun tetap saja ia harus menelan kekecewaan, karena Thesis tak pernah muncul di hadapannya...

36

Thesis mencurahkan perasaan sedihnya kepada Punpun.. Ia bertanya-tanya, apakah dirinya begitu terlihat seperti seorang gay?

Punpun tak mempedulikan pertanyaan itu, ia malah bertanya balik mengapa Thesis begitu menyukai perempuan seperti Suaysai hingga mengabaikan seseorang yang telah menyukai dan memperhatikannya sedari: “Aku menyukaimu..” ucap Punpun

37

“Aku sudah mengetahuinya..” ungkap Thesis

Kalau memang seperti itu, Punpun kembali bertanya.. Tak bisakah Thesis menerima cintanya dan menjalin hubungan denganya. Thesis bahkan belum menjawabnya, namun Punpun lansgung mendekatkan wajahnya ke wajah Thesis untuk menciumnya...

38

===================

Scene langsung berpindah ke esok harinya...

39

Suaysai menyadari kesalahannya, ia-pun memutuskan untuk meminta maaf dan menemui Thesis secara langsung. Beberapa kali, ia mencoba untuk menghubungi Thesis.. Namun, telponnya tak diangkat, karena terlihat bahwa Thesis menaruh ponselnya di kamar mandi.

40

Karena pintu rumah tak dikunci, Suasyai berjalan masuk begitu saja.. Suasana didalam terasa begitu senyap. Tak ada siapapun, hanya telihat beberapa botol alkohol yang berserakan dilantai.

41

Suaysai sampai di depan kamar Thesis, beberapakali ia memanggil Thesis namun tak ada jawaban. Akhirnya, dengan perlahan ia membuka pintu.. Betapa terkejutnya Suaysai, karena melihat Punpun yang tengah bertelanjang dada, tertidur diatas kasusr Thesis.

42

Tak lama kemudian, muncullah Thesis yang baru selesai mandi. Ia juga terkejut melihat kehadiran Suaysai, dengan semampunya ia berusaha meyakinkan Suaysai kalau apa yang dilhatnya tak sama dengan apa yang difikirkan olehnya.

43

Suaysai terlanjur kecewa, ia memilih untuk berlari pergi. Namun, Thesis berhasil menahannya dan mengajaknya untuk berbicara. Sayangnya, Suaysai sudah tak mau mendengarkan apapun penjelasan Thesis.

“Butuh berapa kali aku mengatakan kalau aku bukanlah gay karena aku menyukaimu!” tegas Thesis

“Aku tak pernah meragukan ungkapan cintamu.. Namun, selalu saja apa yang aku dengar dan aku lihat tidaklah sama!”

44

Suaysai hendak pergi, namun Thesis menariknya dan mendorongnya ke tembok: “Baiklah, bukankah sedari awal kamu memacarariku untuk membuktikan apakah aku ini gay? Sekarang, aku akan memberikan bukti agar kamu percaya kalau aku ini bukan gay!”

Thesis memaksa untuk mencium Suaysai. Namun, hal itu justru membuat Suaysai semakin marah.. Ia menampar Thesis dan berlari pergi sambil menangis kecewa.

========================
45

Di malam hari, Suaysai meratapi kekecewaannya terhadap Thesis dengan menangis. Untunglah, datang Aunt Tum yang menenangkannya dan sedikit memberikan pencerahan kepadanya.

Suaysai menceritakan apa yang hari ini dilihatnya. Namun, Aunt Tum memliki pandangan yang berbeda dengannya dan entah mengapa ia merasa kalau semua ini hanyalah sebuah kesalahfahaman belaka.

Satu hal yang sangat diyakini oleh Aunt Tum, ialah Thesis yang begitu mencintai Suaysai. Hal itu, terbukti dari usahanya yang bersusah payah untuk membuatkan cookies kesukaan Suaysai.

46

Tanpa diketahui Suaysai, hari itu... Thesis rela bolos kuliah hanya untuk menemui Aunt Tum dan meminta resep Cookies. Thesis bukanlah tipe pria yang mau melakukan hal seprti ini.. Tapi demi Suaysai, ia mau berusaha untuk melakukannya...

47

Terakhir, Aunt Tum memberikan sebuah pertanyaan untuk Suaysai: “Pilihlah.. apakah kamu mau menerimanya sebagai seorang gay, ataukah kamu mau kehilangan dia untuk selamanya? Hanya dirimu sendiri yang bisa menjawab pertanyaan itu.. Pikirkanlah dengan baik-baik..”

48

Hingga tengah malam, Suaysai masih belum bisa tertidur. Ia berjalan keluar kamar dan melihat Aunt Tum yang tengah serius menonton video kebersamaan keluarga kecil mereka.

49

Suaysai duduk disampingnya, mereka berbicara dari hati-ke-hati.. Mereka tak lagi membahas hal yang berkaitan dengan hubungan diantara Suaysai dan Thesis. Namun, Aunt Tum ingin memberitahukan Suaysai satu hal... Jangan membiarkan perasaan sedih, terus menerus membuat Suaysai berfikiran hal-hal yang negatif. Coba lihat sekitarnya,.. jika dilihat lebihh dekat, maka Suaysai akan mendapatkan begitu banyal hal positif yang selalu mengelilinginya.

=================
50

Entah berapa hari yang telah terlewati.. Kini kita melihat Suaysai yang tengah mabuk berat karena patah hati. Yang jelas, saat ini ia telah menyadari kalau dirinya sangatlah mencintai Thesis. Terlepas, dari fakta apapun tentang Thesis.. Apakah ia gay atau tidak, itu bukanlah hal yang bisa membuatnya berhenti mencintai Thesis.

51

Tak tega melihat kondisi Suaysai, akhirnya Pete mendapatkan ide untuk membantunya. Dengan sengaja, Pete membawa Suaysai yang tengah mabuk ke rumahnya Thesis. Awalnya Thesis merasa heran dengan kedatangan mereka, namun Pete menitipkan Suaysai kepadanya dan mengatakan kalau Suasyai memiliki sesuatu yang ingin dikatakan kepada Thesis.

52

Didalam rumahnya, Thesis dengan telaten mengompres wajah Suaysai sambil mengatakan jika dirinya kan megantar dia pulang sebentar lagi. Namun, dalam kondisi yang setengah sadar, Suaysai menolak hal tersebut: “Tidak.. aku tidak akan pulang, sebelum kamu memaafkanku.. Kamu masih marah padaku, kan?”

Mendengar celotehan Suaysai, Thesis tak berkomentar apapun dan hanya tersenyum saja....

=====================
53

Keesokan paginya, Suaysai terbangun di atas kasurnya sendiri. Nampaknya, ia terlalu mabuk hingga ta mengingat apa yang telah dilakukannya malam tadi...

54

Setelah mandi dan berganti pakaian, Suaysai berjalan ke dapur. Disana aunt Tum telah membuatkannya sup penghilang mabuk. Suaysai mengambilnya dan hendak memakannya..

55

Tiba-tiba, datanglah Lorthep yang dengan panik menceritakan bahwa Snow White telah diculik. Untungnya, kali ini ia berhasil mem-foto mobil penculiknya. Suaysai melihat foto tersebut, dan meyakini dengan pasti kalau mobil itu miliknya Punpun..

56

Kebetulan, detik itu juga Punpun menelpon Suaysai.. Ia mengakui jika dirinya telah menculik Snow White.. “Segera temui aku, atau Snow White akan ada dalam bahaya!”

Kemudian, Suaysai langsung bergegas pergi mengendarai sepedanya..

57

Sementara itu, dirumah tinggallah Lorthep dan Aunt Tum.. Setelah Suaysai pergi, mereka malah tertawa.. Ternyata, semua kejadian ini hanyalah settingan belaka. Nampaknya, mereka telah bekerjasama untuk merencanakan sesuatu..

58

Sesampainya di tempat janjian, Suaysai langsung turun dari sepedanya dan berlari menghampiri Punpun yang telah menunggunya. Suaysai langsung meminta dia untuk mengembalikan Snow White kepadanya. Toh, saat ini Suasyai telah meninggalkan Thesis sesuai apa yang diinginkan Punpun.

59

Punpun : “ Tapi, aku butuh jaminan.. ”

Suaysai : “Jaminan apa lagi sih! Baiklah, aku tidak akan pernah mengganggu hubungan kalian berdua lagi!”

Punpun : “Dan bisakah kamu melupakan dan juga menghapus Thesis dari hatimu?”

Sejenak Suaysai terdiam,.. hingga kemudian dengan tegas ia mengungkapkan jika dirinya tak bisa melakukan hal itu.. Untuk menjauhinya mungin bisa, tapi untuk melupakannya adalah hal yang mustahil..

“Meskipun kamu tahu kalau dia (Thesis) itu gay? Dan meskipun dia akan tetap bertemu dengan teman prianya?” tanya Punpun

“Aku akan tetap mencintainya.. Dan meskipun dia adalah gay, aku akan menerima dan menghargai pilihannya..” jawab Suaysai

Mendengar jawaban Suaysai membuat Punpun tersenyum lega: “Syukurlah.. kalau kamu berfikiran seperti ini..”

61

Punpun lanjut menceritakan kondisi hubungannya dengan Thesis. Saat ini, mereka benar-benar hanya berteman.. Kejadian tempo hari, merupakan sebuah kesalahfahaman. Semenjak malam itu, akhirnya Thesis memberikan jawaban yang memperjelas kepastian untuk hubungan diantara mereka. Meskipun membuatnya kecewa, setidaknya hal itu membuat Punpun mengetahui posisinya di mata Thesis.

Terakhir, Punpun yang 2 bulan lagi akan pergi keluar negeri menitipkan pesan kepada Suaysai agar menjaga Thesis seperti yang telah dilakukannya selama ini..

62

Tinggallah Suaysai yang berdiri sendirian.. langit berubah gelap, diiringi suara gemuruh petir pertanda hujan yang sebentar lagi akan turun. Suaysai menundukkan kepalanya, dan seperti biasa.. ia mulai menangis..

63

Tak lama kemudian, datanglah Thesis yang langsung melindungi Suaysai dari hujan dengan payungnya.

“Jangan menangis.. Sudah kubilang, aku tidak suka melihatmu seperti ini... Dan juga, jangan pernah memintaku untuk pergi dari kehidupanmu lagi...” ucap Thesis yang kemudian mencium Suaysai

64

Terakhir.. mereka saling melempar senyum penuh cinta dan berpelukan.....

.:: THE END ::.

============
::: NOTES :::

Omaygatt, rampung juga nih.. Gimana kesan kalian setelah mengikuti kisah cinta diantara Thesis dan Suaysai????

65

So Sweet.. itusih pendapat dariku. Karena jumlah episode yang sangat amat singkat, kesan ‘perjuangan’-nya tuh belom ngena. Apalagi, di episode terakhir ini ada kejadian Thesis yang gitudeh.. Dan dari sudut pandangku, yang salah itu Thesis, kenapa yang harus menderita dan minta maaf duluannya Suaysai coba? Ihhh, gemess kan -_-

Perjuangan Thesis yang cuman bikin cookies doang mah, apa atuh yaa??? Aslian belum ada apa-apanya, iya nggak???

Dan sampe akhir, kita gak diceritain secara rinci. Sebenarnya apa yang terjadi sama orangtuanya Suaysai.. Mungkin mereka kecelakaan atau apalah aku sendiri gak begitu faham akan hal itu.

Agak keluar dari toipk nih.. Kalian ada yang nonton Hormones series gak? Disana Punpun Sutatta (Suaysai) ceritanya pacaran sama cowok yang asalnya gay. Nah terus mereka pacaran tuh,.. dan dikemudian hari, si cowok itu jadi gay lagi... Ceritanya lumayan complicated sih, tapi drama itu bagus kok. Pas aku nonton ini, berasa keinget drama itu aja, wkwkwk.. Gak nyangka, seorang cewek bakalan bisa nerima kalau cowoknya gay. Kalo akusih, hahahahahahah....

Terakhir, mau ngucapin terimakasih banyak buat para readers yang udah setia bolak-balik mantengin kelanjutannya sinopsis drama ini. Untuk project lanjutannya, aku masih bingung nih mau nulis yang mana.
Kalau sesuai urutannya sih, setelah ini tuh: “Lovely Geologist”, “Badass Baker”, “Absolute Economist”, “Foxy Pilot”, dan kalo enggak salah yang sekarang lagi tayang di Thailand tuh “Playful Comm-Arts”

Menurut kalian gimana? Sesuai urutannya ajakah??? Atau kalian ada request mau yang mana dulu???

Ditunggu masukannya yaa, dan jangan lelah untuk menunggu sinopsis series-series lainnya di blog-ku ini ^_^

You Might Also Like

16 komentar

  1. Hi salam kenal..
    Klo menurut aku sesuai urutan aja U-Prince series nyaa sis..
    U-prince member selanjutnya cute banget 😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang selanjutnya tuh T-Rex, di kebocah-bocahan banget tuh. Wkwkwkwk

      Delete
  2. Endingnya mengecewakan..yah walaupun happy ending.tp kaya dipaksakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe, namnya juga miniseries jadi kita gak bisa berharap banyak untuk dapet cerita yang mendetail :(

      Delete
  3. kalo aq sih U-prince yg foxy pilot aja min, :D
    masih penasaran sama ceritanya, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ceritanya adalah tentang si pilot yang kaku banget orangnya, heheheh :D

      Delete
  4. Yang absolute economint .atau di urut juga ndak apa....

    ReplyDelete
  5. aku nonton hormone dan emang seru. pacar punpun di hormone juga pacar aslinya sebenernya, tapi sekarang gatau deh masi pcaran apa nggak.
    btw di urut aja kak bikinnya hihi, fighting!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia March, mereka udah putus dan gossipnya (entah fakta) si March udah punya pacar baru tuh. Kalo Punpun mah masih single aja sampe sekarang, bahkan (kayaknya) dia masih belom bisa move on. Dulu sampe ada scandal gitu, Punpun nge-upload foto lawan mainnya March dengan caption kata yang kasar, sampe-sampe Punpun harus mengundurkan diri dari agensinya yang lama.

      Delete
  6. Yap.. q juga nonton hormones.. tapi yang season 1 n 2 aja.. bagus...untungnya dy jadian ma yg lain.. kasihan dimainin gtu prasaan yg cew pas di hormones..

    ReplyDelete
  7. Yap.. q juga nonton hormones.. tapi yang season 1 n 2 aja.. bagus...untungnya dy jadian ma yg lain.. kasihan dimainin gtu prasaan yg cew pas di hormones..

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤