U-PRINCE SERIES : THE GENTLE VET EPISODE 3 [BAGIAN 2]

05:39

----------------------


SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : GMM TV =

1

Hari berubah gelap, di dalam kamarnya Suaysai lagi-lagi melamun.. Sesekali ia melihat layar ponselnya, seakan-akan ia berharap ada seseorang yang menelponnya. Bahkan, ia hampir menelpon Thesis, namun ia segera mengurungkan niatnya dan memilih untuk tidur saja.

2

Mimpi buruk SuaySai, kembali seperti semula.. Tak ada lagi Thesis dalam mimpinya. Jika dulu ia sering menggerutu karena kehadiran Thesis, sekarang ia malah menitikan air mata karena menyadari telah kehilangan Thesis.... baik itu dalam mimpi maupun dalam dunia nyatanya..

3

Suaysai kembali menjenguk Pete.. Sama seperti sebelumnya, pertemuan mereka dipenuhi canda dan tawa.. Sayangnya, dibalik senyuman Suaysai.. Pete menyadari betul bahwa dibalik-nya ada kesedihan..

Pete berpesan agar Suaysai tidak membohongi dirinya sendiri dengan berpura-pura terlihat baik... : “Kebahagiaanmu,.. kamu sendiri yang menetukannya, ‘kan...” ujar Pete

4

Masih sama seperti kemarin, Suaysai menghabiskan waktunya hanya untuk melamun dan melamun.. Ia tak memperhatikan dosen yang tengah mengajar, ataupun menjawab pertanyaan dari temannya yang mengkhawatirkan keadaannya.

5

Saat hendak pulang, lagi-lagi terlihat Punpun yang tengah mengawasinya. Kali ini, ia tak hanya memperhatikan Suaysai dari jauh, melainkan menghampirinya secara langsung. Suaysai tak mau meladeninya, namun Punpun bersikeras memintanya untuk berbicara empat mata.

“Ada banyak kesalahfahaman diantara kita.. Aku ingin menyelesaikan semuanya, sekarang juga!” tegas Punpun

“Untuk apa? Asal kamu tahu, aku tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan Thesis! Aku sudah menyuruhnya untuk pergi dari kehidupanku! Jadi, kau juga.. jangan pernah menggangguku dan orang-orang disekitarku! Camkan itu!” ungkap Suaysai yang langsung berjalan pergi meninggalkan Punpun

6

Perasaan memang tak bisa diatur sesuai dengan keinginan kita,.. Mungkin Suaysai telah bertekad untuk melanjutkan hidupnya dengan baik. Namun, pada kenyataannya hal itu tak semudah yang ia bayangkan. Semua hal dalam kehidupannya, selalu mengingatkannya pada Thesis.. dan Thesis lagi...

7

Saat makan siang bersama Aunt Tum, Suaysai masih saja melamun... Aunt Tum bisa menebak dengan jelas bahwa sesuatu tengah mengganggu fikiran Suaysai: “Jika kamu ingin bercerita.. tentang apapun itu, aku pasti akan mendengarkannya..”

Alih-alih bercerita, Suaysai malah mengajukan sebuah pertanyaan: “Tante.. kenapa kamu memlih untuk hidup seperti ini (menjadi gay)?”

8

Seketika, Aunt Tum tersenyum kemudian bertanya balik mengapa tiba-tiba Suaysai ingin mengetahui tentang hal ini? Sebenarnya, agak sulit untuk menjelaskannya.. Semuanya berkaitan dengan perasaan.. : “Sebelum menjadi seperti ini, aku pernah hidup sebagai pria normal.. Bahkan, aku juga memiliki pacar (wanita). Namun, suatu saat aku menyukai sahabat(pria)-ku. Aku mengatakan ini kepadanya dan ternyata dia juga memiliki perasaan yang sama untukku. Kami-pun berpacaran sekitar satu tahun.. Hingga akhirnya, kami berpisah karena dia kembali pada kodratnya dengan menyukai seorang perempuan..”

Sedih? Tentunya.. Kejadian itu, bahkan membuatnya terjebak dalam dunia yang ‘liar’. Hingga tibalah, suatu hari dimana ia dipertemukan dengan Suaysai dan Lorthep... Semenjak saat itu, ia memutuskan untuk merawat mereka dengan sepenuh hatinya: “Karena saat ini dan seterusnya,.. kalian berdua adalah duniaku..”

==================
9

Ketika Suaysai tengah melamun di anak tangga, muncullah Pete yang dengan nafasnya yang terengah-engah menceritakan kalau polisi telah menangkap penjahat yang menecelakainya dan juga menculik Snow White.

10

Ternyata, dugaan Suaysai selama ini salah besar.. Punpun sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan tragedi yang menimpa mereka. Karena penjahatnya adalah seorang pria tak dikenal yang merupakan stalker Thesis.

11

Mendengar hal itu, membuat Suaysai sangat terkejut: “Hah?! Berarti, selama ini aku telah berprasangka buruk terhadapnya---”

12

“Iya.. Bukankah sudah kubilang kalau terlalu banyak kesalahfahaman diantara kita berdua.. Sekarang, bisakah kita meluruskan semuanya?” pinta Punpun yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka

13

Namun, Suaysai belum siap untuk berbicara dengan Punpun. Ia berdiskusi dengan Pete, mengatakan kalau dirinya masih belum sanggup jika ia mengetahui kenyataan bahwa Thesis dan Punpun mempunyai hubungan spesial.

Pete tak bisa berkomentar banyak, yang jelas ia meyakini bahwa Thesis benar-benar menyangi Suasysai dengan tulus: “Sekarang semuanya terserah padamu.. Jika memang kamu juga menyukainya, bukankah kamu harus bisa menerimanya meskipun dia adalah seorang gay?”

14

Setelah Pete pergi, tinggalah Suaysai dan Punpun.. Tak banyak basa-basi, Punpun langsung meluruskan segala kesalahfahaman yang terjadi dinatara mereka. Sebagian besar yang difikirakan Suaysai tentangnya memang tidak benar.. namun satu hal yang pasti, ia mengakui jika dirinya memang menyukai Thesis. Sebuah perasaan suka yang berubah jadi cinta, kemudian berlanjut jadi sikap possesifnya terhadap Thesis.

Penolakan dari Suaysai, telah membuat Thesis sangat sedih... Punpun tak suka dengan kehadiran Suaysai, namun ia tak bisa membencinya. Kenapa? Karena Suaysai adalah orang yang sangat dicintai Thesis. Saat ini, ia tak akan mengalangi hubungan antara Suaysai dan Thesis.. Tapi, di waktu berikutnya ia berjanji untuk tidak memendam perasaannya lagi..

15

Suaysai bergegas pergi menuju gedung Fakultas Kedokteran Hewan, ia berusaha untuk menelpon Thesis.. Namun, setelah berkali-kali mencoba tetap saja tidak ada jawaban. Ia-pun duduk menunggu dibawah tangga.. Fikirannya kembali dipenuhi oleh bayangan saat-saat indahnya bersama Thesis: “Dulu, kamu mengatakan akan menghiburku dikala sedih.. Tahukah kamu, betapa sedihnya aku saat ini..” gumamnya

16

Beberapa saat kemudian Thesis turun kebawah.. ia berjalan bersama temannya yang bernama T-Rex. Senyuman manis langsung terpancar dari wajahnya, seketika ia melihat Suasyai yang tengah tertidur .

“Dia-kah wanita itu?” tanya T-Rex

“Hmm. Iya..” jawab Thesis

17

Segera T-Rex berjalan menghampiri Suasyai, yang tak lama kemudian juga bangun dari tidurnya. Tak mau mengganggu, akhirnya T-Rex pamit dan bergegas pulang.

18

Tinggallah Suaysai dan Thesis.. Awalnya suasana masih terasa canggung. Suaysai membuka percakapan, dengan bertanya... Mengapa Thesis tidak segera membangunkannya, tadi?

“Karena kamu terlihat lucu ketika tertidur...” jawab Thesis

Berlanjut pada pembicaraan utama, Suaysai meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya tempo hari. Ia menyadari kalau semuanya hanyalah kesalahfahamn. Thesis tersenyum lega mendengarnya, Namun.. Jika Suasyai memang tulus meminta maaf kepadanya, ia mempunyai satu syarat: “Besok kamu harus pergi denganku.. Lokasi dan waktunya, nanti akan kuberitahu lagi..”

==================
19

Esok hari-pun tiba..

Ternyata, tempat yang dimaksud Thesis adalah taman hiburan. Mereka tak hanya berduaan, karena T-Rex juga ikut dengan mereka. Karena tak sempat berkenalan kemarin, Suaysai dan T-Rex saling berkenalan terlebih dahulu.

20

Sebelum memulai menjelajahi tempat ini, Suaysai nampak ragu untuk melangkahkan kakiknya. Thesis mengerti akan kondisinya,.. tempat hiburan ini, adalah lokasi yang selalu muncul dalam mimpi buruk Suaysai.

Thesis berupaya untuk mengutkannya, ia menggenggam tangan Suasyai dan mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja...

21

Benar saja, mereka memang menghabiskan waktunya dengan bersenang-senang.. Menaiki berbagai maca wahan yang memacu adrenalin atu hanya sekedar meancing gelak tawa. Tak lupa, mereka-pun masih sempat berfoto dalam pose yang terlihat sangat bahagia...

22

Hari berubah gelap.. Ketika berjalan pulang, lagi-lagi turun hujan. Suaysai mulai menangis tersedu-sedu, hal ini membuat semuanya merasa kebingungan. Setelah mengetahui bahwa Suaysai takut dengan hujan, T-Rex bergegas untuk mencarikannya payung. Sementara itu, Thesis memutuskan utuk mencari tempat mereka supaya bisa berteduh.

23

Sayangnya, meskipun telah berada di tempat yang aman.. Suaysai tetap saja menangis. Tangingannya semakin parah, karena ia teringat perilaku kasarnya pada Thesis. Terus-dan terus, ia mengatakan penyesalan dan rasa bersalahnya.

“Apakah itu (tamparannya) sakit?” tanya Suaysai

“Sangat.. sakit.. Tapi, tidak lebih sakit dibandingkan kata-katamu yang menyuruhku untuk menjauh dari kehidupanmu..” jawab Thesis

24

Tak tega melihat Suaysai yang terus-terusan menangis, Thesis mendekatinya dan berkata: “Sudah pernah kukatakan, ‘kan.. Kalau aku tidak menyukaimu menangis seperti saat ini..”

25

Thesis menghapus air mata Suaysai ia tersenyum kemudian menciumnya..

26

Seketika suasana yang tadinya gelap gulita berubah menjadi terang.. Mengapa? Karena dari kejauhan, T-Rex melihat semuanya dan ia yang menyalakan lampunya. Nampaknya, ia-pun ikut berbahagia dengan situasi ini: “Manisnya,.. mereka berdua...”

27

“Mulai sekarang.. ingatlah satu hal. Ditempat ini, kamu tidak kehilangan seseorang, tapi disini.. di tempat ini.. kamu mendapatkan ciuman pertamamu...” –Thesis

--------------------
::: NOTES :::

Pembahasan di episode ini, rada-rada ber-‘bahaya’. Gak berbahaya banget sih, tapi untuk kalian yang masih berumur remaja, aku yakin kalau kalian pernah ada di posisi mereka. Di umur segitu, kalian memang lagi dibingungkan dengan pencarian jati diri.

EPI 3

Di zaman sekarang yang pergaulannya sangat ‘bebas’, kalian bisa kebawa arus kesana dan kesini. Untunglah, kalian tinggal di Indonesia yang culture-nya gak seperti mereka. Lingkungan kita bisa dibilang masih sehat, lah.

Bukan berati aku ngejelek-jelekin negara mereka yaa. Karena, bagiku pribadi semuanya apa yang terjadi sama diri kita pas dewasa adalah hasil dari pengalaman kita semasa remaja. Semakin banyak pengalaman yang kita lewatin, semakin bikin kita berfikir.. mau jadi apasish kita ini?

Aku juga punya beberapa temen yang agak ‘belok’, dan itu bukan alasan buat aku menjauh dan enggak berteman sama mereka. Itu sepenuhnya pilihan mereka, dan aku-pun sejujurnya gak pernah benari untuk menyinggung masalah ini. Toh, mereka enggak mengganggu hidupku. Jadi, ngapain juga aku ganggu mereka.

Dan untuk orang tua, meskipun di umur remaja anaknya terkesan menjauh dan gak mau cerita apapun. Tetep aja, perlu banget peran orang tua yang setidaknya ‘ngepo-in’ anaknya. Jangan banyak-banyak kasih nasehat, karena yakin banget gak akan didengerin. Cukup denger ceritanya, dan berbagi pengalaman dengannya.

Masa remaja tuh bener-bener, fase goyahnya seseorang. Ketika dia sedih: ‘misal diputusin pacar?’, ‘atau juga jomblo melulu..’, tapi dia gak bisa mengatasi kesedihannya dengan tepat alias dia gak punya koping yang baik. Waduhh, jangan salah loh.. yang ada difikiran mereka udah sampe ‘bunuh diri’

Waduhhh, ceramah gue panjang bener yaa? Bisa ngasih ceramah sepanjang ini, bikin gue sadar kalau ternyata gue udah kayak orang tua yaa...


---------------------------

You Might Also Like

6 komentar

  1. Yuhuu..bener bgt..aku suka pemain2nya..tp yg bikin ga nyaman nonton drama Thailand ini ya Krn kentara bgt mrk menampakkan le**i dan kaum h*m* nya..
    Over All..ceritanya bagus.cuma sayang sampai 3 episode blm ada penjelasan knp suaysai takut sama hujan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia, sebenarnya masih ambigu juga sama penyebab asli traumaya si Suaysai ini :(

      Delete
  2. Min sekalian buat sinopsis U-price yg foxy pilot, kaya'nya bagus ceritanya ^_^ :D hehe
    tetep semangat lanjutin 1 episode lagi kann :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga tertarik nonton yang itusih ^-^

      Delete
  3. Setuju min, semangat 1 episode lagi, abis ini kalau bisa lanjut k sinopsisnya p'hawk ya min (foxy pilot)...

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤