U-PRINCE SERIES : THE GENTLE VET EPISODE 3 [BAGIAN 1]

05:33

----------------------

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : GMM TV =

1

Setelah tempo hari, kampus digemparkan dengan video kedekatan Thesis-Punpun.. kali ini, U-Report menayangkan video yang juga tak kalah hebohnya...

2

Kejadian ketika Thesis menggendong Suaysai, ternyata telah direkam oleh seseorang. Akibatnya,.. begitu banyak mahasiswi yang patah hati karena mengetahui kalau calon dokter hewan tampan idola mereka: ‘Thesis’ , ternyata sudah memiliki seorang wanita yang disukainya. Namun, sisi postifnya.. Rekaman ini, telah mematahkan anggapan orang-orang yang mengira kalau Thesis merupakan seorang gay.

==================
3

Lagi-lagi, Thesis masuk kedalam dunia mimpi Suaysai. Mimpinya agak mirip dengan yang yang kemarin, namun kali ini Thesis mencium keningnya dan berkata: “Aku suka padamu..”

4

Saat terbangun, Suaysai langsung meraba keningnya dan menghela nafas dalam-dalam, “Aih.. kenapa pangeran super bersih itu muncul dalam mimpiku lagi..” gumamnya

5

Masih terus meraba-raba keningnya, Suaysai duduk sambil melamun di ruang makan. Lorthep menghampirinya dan bertanya ada apa dengannya: “Kak? Ada apa di keningmu? Ada jerawat? Mukamu juga sangat kusut? Kamu lagi mens, yaa?”

Entahlah, Suaysai sendiri tak dapat menjawab pertanyaan itu... Nampaknya, ia tengah dibuat kebingungan oleh perasaannya sendiri.

6

Lorthep pamit pergi duluan, karena katanya dia ada latihan basket. Suaysai merasa heran, karena tak bisasanya sang adik akan berangkat sepagi ini, “Jangan-jangan kamu lagi ngecengin cewek yaaa?” godanya

Dengan gugupnya, Lorthep menyangkal hal tersebut. Tak mau Suaysai bertanya lebih jauh lagi, ia-pun memilih untuk segera pergi saja..

7

Pengakuan cinta dari Thesis, nyatanya berhasil membuat Suaysai begitu gelisah. Saking gelisahnya, hingga ia bertanya kepada foto kedua orang tuanya: “Apakah yang dikatakan dia (Thesis) itu benar-benar serius???”

8

Di kampus, kepada Pete Suaysai menceritakan apa yang terjadi kemarin dan bagaimana persaannya saat ini: “Gimana dong.. sepertinya, aku mulai menyukai dia..”

“Yaudah, terima saja dia..” ujar Pete

“Tapi, bagaimana kalau ternyata dia gay? Aku tak akan sanggup menerimanya, kalau begitu..” keluh Suaysai

9

Pete kembali mengemukakan pendapatnya yang meyakini bahwa Thesis bukanlah seorang pria gay: “Thesis berdekatan dengan Punpun, bukan berarti dia adalah gay. Sama halnya seperti kita.. Meskipun kita sangat dekat bukan berarti kamu adalah lesbian.. Jika memang mereka memiliki hubungan yang ‘spesial’, kurasa cinta Punpun hanya bertepuk sebelah tangan..”

Namun, Suaysai masih tak bisa menghapus ingatan ketika dirinya melihat Punpun merangkul bahkan hampir memeluk Thesis. Hal itulah, yang membuatnya jadi sangat amat meragukan Thesis...

“Ngomong-ngomong, kenapa kamu menyukai perempuan?” tanya Suaysai

“Entahlah.. aku juga enggak tahu kenapa. Yang jelas aku tak menyukai pria dan ketika pertama kali aku bertemu dengan Jelly,... jantungku langsung berdebar dengan sangat kencang..” jawab Pete

10

“Pokoknya... sudah jelas kalau kamu menyukai Thesis. Yaudah terima aja.. Kamu enggak bisa membohongi perasaanmu sendiri, kan..” goda Pete sembari mencubit pipi Suasyai

11

Dari jauh, nampaknya ada seseroang yang memfoto kebersamaan Pete dan Suasyai.. Tak lama kemudian, datanglah Jelly yang langsung marah besar karena melihat situasi ini.

Tak mau mendengar penjelasan apapun, Jelly langsung menumpahkan emosinya dan dengan tegas mengatakan kalau hubungan antara Pete dan dirinya telah berakhir, detik ini juga!

12

Pete segera mengejar Jelly, meninggalkan Suaysai yang lebih memilih untuk duduk menyendiri. Seakan-akan menyadari ada seseroang yang tengah mengawasinya, Suaysai langsung melihat kesekelilingnya. Namun nyatanya, disana tak ada siapapun....

===================
13

Diparkiran, Thesis menggoda Suasyai yang terlihat terus saja memegang keningnya, “Kamu terbayang-bayang ciumanku kemarin yaa..”

“Huh?! Apasih.. ciuman apaan..” ucap Suaysai dengan gugup

14

Kemudian, Thesis langsung menarik tangan Suasyai dan mengajaknya untuk pergi bersamanya. Hal ini tentu saja, membuat Suaysai merasa terkejut dan juga tidak nyaman: “Kamu apa-apaan sih.. beginikah caranya kamu mengajak pergi seseorang?”

“Enggak juga.. aku melakukannya hanya kepada orang yang aku sukai..” jawab Thesis

15

Ternyata, Thesis mengajaknya untuk makan cake..

Karena merasa penasaran, Suaysai-pun bertanya, mengapa Thesis membawanya kesini?  Sambil tersenyum, Thesis menjawab kalau ia hanya ingin berduaan dengannya saja.

16

Suasanya terasa sangat canggung, apalagi secara tiba-tiba Thesis kembali menyatakan perasaannya kepada Suaysai: “Jadilah pacarku.. aku menyukaimu.. aku bahagia ketika berada di dekatmu.. aku menyukai segala hal tentangmu.. Jadi, maukah kamu menjadi pacarku?”

Detik itu, Suaysai benar-benar kikuk.. ia tak tahu harus menjawab apa. Untunglah, Thesis memahami perasaannya.. Ia-pun mepersilahkan Suaysai untuk memikirkannya terlebih dahulu dan tak perlu memberikannya jawaban saat ini juga.

========================
17

“...Ada apa denganku.. apa yang harus aku lakukan sekarang?....” pertanyaan itulah yang terus muncul di benak Suaysai hingga membuatnya tak bisa tidur.

Tiba-tiba Pete menelponnya, ia memberi kabar kalau dirinya sudah balikan lagi dengan Jelly. Sayangnya, dibalik berita baik ini ada sebuah kabar buruk.. Jelly bersedia kembali padanya, asalkan ia tak berdekatan dengan perempuan lain termasuk Suaysai. Sungguh hal itu membuatnya merasa terbebani, ia tak bisa hidup tanpa Jelly.. Namun, ia juga tak mau menjauhi Suaysai.

Sebelum menutup telponnya, Pete menitipkan pesan supaya Suaysai menyampaikan pada Jelly bahwa ia sangat menyanginya....

========================
18

Keesokan harinya, saat kelas berlangsung.. Suaysai nampak tidak fokus, ia terus saja melamun. Entah apa yang tengah difikirkannya,... tak ada orang yang bisa berbagai cerita dengannya, karena hari ini Pete tidak datang kuliah.

19

Setelah menghubungi Pete tapi tak ada jawaban juga, akhirnya Suaysai memutuskan untuk mendatanginya secara lansgung ke apartemen. Karena kejadian sebelumnya, Suaysai jadi tak terlalu mengkhawatirkannya.. Ia berjalan dengan santai, dan bahkan masih sempat membelikan makanan untuk Pete..

20

Ketika tiba di depan kamar Pete, pintunya sama sekali tidak dikunci. Suaysai masuk begitu saja dan yang mengejutkan,... Kita melihat sosok Pete yang sudah tak sadarkan diri, tersungkur dilantai dalam kondisi bersimbah darah.

21

Suaysai yang panik, langsung membawanya ke rumah sakit terdekat. Ia begitu cemas dan ketakutan, hingga terus saja menangis dengan tersedu-sedu. Polisi-pun datang dan meminta kesaksiannya.

22

Tak lama setelah polisi pergi, tibalah Jelly... Ia juga sama sedihnya dengan Suaysai, ia tak mengerti mengapa hal mengerikan seperti ini bisa terjadi kepada Pete. Perlu Suasyai ketahui, bahwa sebenarnya.. Akhir-akhir ini, Pete selalu merasa bahwa dirinya diikuti oleh seseorang... Terutama, saat Suaysai tak berada didekatnya. Atas dasar inilah, Jelly mengira kalau tragedi yang menimpa Pete berkaitan dengan Suaysai!!!

23

Mendengar cerita dari Jelly, membuat Suaysai teringat pada sosok Punpun yang selalu bersikap kasar kepadanya... Ia-pun menghapus air matanya, dan menelpon Thesis untuk mengajaknya bertemu... Saat ini juga!

=====================
24

Tanpa basa-basi, Suaysai langsung memberikan jawaban atas pertanyaan Thesis tempo hari... seperti kita duga, jawabannya adalah ‘TIDAK’

“Semenjak aku mengenalmu, terjadi hal-hal buruk padaku dan orang-orang disekitarku! Lebih baik kita mengakhiri semuanya! Menjauhlah dariku!”  pinta Suasysai

“Tapi, mengapa?” tanya Thesis

25

Dengan emosi, Suaysai menceritakan musibah yang dialami oleh Pete dan ia menuduh Punpun sebagai dalang dari kejadian ini. Namun, Thesis bersikeras untuk menyanggah hal tersebut.. Punpun tak mungkin melakukan hal seperti ini, ia mengira bahwa Suaysai telah mengalami kesalahfahaman dengannya.

Sikap Thesis yang membela Punpun, tentu saja membuat Suaysai semakin geram. Akhirnya, ia memutuskan untuk persgi. Namun, Thesis menarik tangannya, “Tunggu dulu.. dengarkan aku..” ucapnya

26

PLAKKKKKK.... tanpa ragu, Suaysai menampar pipi Thesis dengan sangat keras. Ia tak mau mendengarkan penjelasan tentang apapun itu... Dan terakhir, ia meminta Thesis untuk menghilang dari kehidupannya.

27

Malam harinya, Suaysai menangis sendirian dikamar yang sangat gelap. Berkali-kali, ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri kalau  apa yang dilakukannya hari ini adalah hal yang tepat dan dia tak akan menyesalinya.. tak akan pernah.. menyesalinya..

===========================
28

Beberapa hari-pun terlewati...

Suaysai menjenguk Pete yang sekarang sudah siuman, namun ia belum diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit karena kondisinya masih perlu dipantau oleh tim medis. Seperti biasanya, mereka berdua mengobrol dan bercanda dengan sangat asyik..

Pete menceritakan kelanjutan kisahnya dengan Jelly yang telah kembali membaik seperti sebelumnya. Ia juga menceritakan kronologis musibah yang menimpaya.

29

Malam itu,.. setelah Pete menutup telpon dari Suaysai.. terdengar suara langkah kaki seseorang yang berjalan kearahnya. Namun, belum sempat ia melihat wajahnya, orang tersebut malah langsung memukul kepalanya dengan batu bata.. Setelahnya ia tak sadarkan diri, dan tak mengingat apapun lagi..

30

“Aku yakin.. orang itu pasti Punpun.. pasti dia..” ucap Suaysai

Namun, Pete sendiri lebih memilih untuk berfikiran positif. Karena, meskipun Punpun bertingkah aneh.. Tetap saja, mereka tak seharusnya berspekulasi apapun sebelum polisi mengumumkan hasil penyelidikannya.

==========================
31

Saat berada di kampus, Suaysai terlihat tidak bersemangat. Langkahnya lesu dan pandangannya juga kosong. Ketika makan siang, kebetulan menunya adalah omelete.. Hal itu mengingatkannya pada Thesis.. Dulu Thesis memberikannya omlete ditemani sup rumput laut. Sungguh,.. meskipun itu hanyalah secercah kenangannya bersama Thesis, namun hal ini sangat membekas dalam hati dan fikiranya.

32

Ketika Suaysai mengambil sepedanya di parkiran,.. dari kejauhan terlihat sosok Punpun yang berdiri dibalik pohon. Entah apa tujuannya, namun kali ini ia tak melakukan hal apapun, selain memperhatikan Suaysai..

------------------------

You Might Also Like

2 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤