U-PRINCE SERIES : THE GENTLE VET EPISODE 2 [BAGIAN 2]

06:24

-----------------------

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : GMM TV =

1

Perkataan Pete membuat Suaysai sangat khawatir. Ia melihat jam tangannya yang menunjukkan bahwa 10 menit lagi pukul 5 sore. Namun, ia tak mempedulikannya dan langsung bergegas menuju apartemen Pete.

2

Kekhawatiran Suaysai seketika berubah menjadi kekesalan.. Orang yang ia cemaskan, ternyata tengah tertawa dan saling suap makanan dengan Jelly. Pete tak menyangka kalau Suaysai akan begitu mencemaskannya seperti ini, “Kamu fikir aku mau bunuh diri yaa? Gak mungkin-lah.. Untuk apa aku melakukan hal itu”

Suaysai tentu sangat marah, tapi apa boleh buat.. Tak mungkin juga, jika ia harus memarahi Pete hanya karena kesalahfahamannya ini. Daripada mengganggu mereka berduaan, akhirnya Suaysai memutuskan untuk pergi saja.

3

Jam telah menunjukkan pukul setengah 6 sore. Langit terlihat begitu mendung, dan mulai turun hujan rintik-rintik.. Suaysai segera memicu sepedanya secepat mungkin untuk bisa sampai ditempat ia janjian dengan Thesis.

4

Lagi-lagi, ia harus menelan kekecewaan.. Kali ini, dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat sosok Punpun yang tengah memayungi Thesis. Dari kejauhan, interaksi diantara mereka terlihat begitu dekat. Dan tanpa disadarinnya, ketika melihat kejadian ini Suaysai telah meneteskan air matanya.. pertanda jika ia begitu sedih karena kecewa kepada Thesis.

5

Sebenarnya, yang merasa kecewa bukan hanya Suaysai.. Thesis-pun merasakan hal yang sama. Bagaimana tidak? Dia telah berdiri cukup lama menunggunya. Namun hingga dirinya kehujanan, ia sama sekali tak menerima kabar dari Suaysai.

Punpun berusaha menghiburnya, sesekali ia mencoba untuk membuatnya tertawa. Namun, hal itu sama sekali tak bisa membuat Thesis merasa lebih baik.

Tetap saja, Thesis merasa begitu berterimakasih kepada Punpun yang selalu berada didekatnya saat ia mengalami kesulitan.. Semenjak ia masih kecil, hingga dewasa seperti sekarang, hanya Punpun-lah orang yang selalu membantunya tanpa pamrih.

6

“Jangan berkata seperti itu.. Hal itu membuatku merasa kalau kamu ingin aku berhenti merawatmu. Apakah karena kamu sudah memiliki orang lain yang akan merawatmu?” tanya Punpun

“Dia.. wanita yang membuatku berdiri menunggunya..” jawab Thesis

“Jawablah dengan jujur.. apakah kamu menyukainya(Suaysai)?” tanya Punpun

7

Sayang sekali.. belum sempat memberikan jawabannya, Thesis yang baru minum obat malah tertidur. Punpun mencoba untuk membangunkannya, ia bahkan memberitahu kalau ia telah membelikan Thesis sebotol spray baru.

8

Melihat Thesis yang tak jua bangun, membuat Punpun berfikiran untuk melakukan sesuatu.. Perlahan, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Thesis...

9

Ketika wajah mereka semakin mendekat, Punpun malah mengurungkan niatnya dan memilih untuk memalingkan wajahnya lagi...

===================

Keesokan harinya...

10

Pete menjenguk Suaysai yang terkena flu karena kehujanan kemarin. Sebagai sahabat, mereka terlihat begitu dekat, hingga bercanda dan tertawa bersama-sama.

11

Tiba-tiba, datanglah Aunt Tum bersama Thesis yang juga ingin menjenguk Suaysai. Kedatangan Thesis membuat Pete bertanya-tanya ada apa diantara Suaysai dengan Thesis????

Tak mau mengganggu, akhirnya Pete memutuskan untuk pergi keluar bersamaan dengan Aunt Tum.

12

Tinggalah Thesis berduaan dengan Suaysai.. Awalnya, ia sempat mengira kalau Suaysai menyukai Pete, “Dia tipemu.. wanita seperti itu yang kamu sukai?”

Suaysai malah menambah suasana menjadi semakin ambigu degan berkata: “Memangnya, kenapa kalau aku menyukainya? Dia orang yang baik, ‘kok..”

13

Daripada membahas hal ini, Thesis segera mengalihkan topik dengan menyinggung kejadian kemarin, dimana dirinya dibiarkan menunggu hingga kehujanan tapi Suaysai sama sekali tak memberinya kabar.

“Itu bukan salahku, lagian kamu bisa pergi ke dokter dengan cowokmu itu!” sindir Suaysai

“Huh? Maksudmu? Perlu kamu tahu yaa, aku enggak akan mau pergi kalau itu bukan denganmu..” papar Thesis

14

Daripada terjadi misskomunikasi lagi diantara mereka, akhirnya dengan sedikit trik.. Thesis berhasil mendapatkan nomor telpon Suaysai dan dengan sengaja ia menuliskan nama kontaknya dengan sebutan ‘Frustasi...’

15

Suaysai sempat kesal, ia-pun menyuruh Thesis untuk segera pergi karena dirinya mengantuk dan ingin tidur.

“Haduh.. kenapa saat ini aku merasa sangat frustasi..” keluh Thesis

=====================
16

Suaysai terbangun karena ponselnya berdering. Siapa lagi coba yang menelponnya kalau bukan Thesis..

Senang sih karena ada yang memperhatikannya, tapi kesal juga ada.. Karena ditengah malam buta seperti ini, Thesis menelponnya hanya untuk menanyakan apakah ia sudah merasa baikan?

====================
17

Keesokan harinya, ketika jam istirahat.. Suaysai mengobrol dengan Pete. Ia menceritakan suasana hatinya yang tengah gelisah tak menentu. Saat ini, ia mulai menyadari perasaanya untuk Thesis.. Namun, disisi lain ia menduga kuat kalau Thesis adalah seorang gay.

Pete tidak berfikiran yang sama dengannya.. Entah mengapa, ia meyakini bahwa Thesis adalah pria normal dan bukanlah sorang gay.

Ditengah obrolan mereka, Suaysai tergoda oleh es krim yang tengah dimakan oleh Pete. Akhirnya, ia-pun memutuskan untuk memeblinya sendiri.

18

Sialnya, saat ditengah jalan ia bertabrakan dengan Punpun hingga membuatnya terjatuh dan basah kuyup karena ternyata Punpun tengah membawa segelas air putih. Sungguh hal ini membuat Suaysai begitu kesal, hingga ia menuduh Punpun telah sengaja melakukan ini kepadanya.

19

Suaysai-pun kembali berjalan ke tempatnya Pete. Ia mengungkapkan kekesalannya atas sikap Punpun barusan. Bertambahlah, satu lagi alasan untuk dirinya mencurigai kalau Thesis dan Punpun memiliki hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan biasa.

20

Di sore hari, Suaysai mengajak Snow White untuk bermain ditaman. Ia membiarkannya untuk berlarian di rumput.... Sementara dirinya, lebih memilih untuk duduk di bangku dan melamunkan kejadian hari ini.

Sejuta pertanyaan tentang Thesis terbersit didalam fikirannya, dan sebuah pertanyaan utama sangat amat ingin ditanyakannya secara langsung: “Benarkah dia (Thesis) adalah seroang gay?”

21

Ketika tersadar dari lamunannya, Suaysai langsung dibuat khawatir karena Sow White menghilang. Ia berusaha mencari di sekitar taman, namun Snow White benar-benar tidak ada disana.

22

Segera ia pulang dan meminta bantuan Aunt Tum beserta Lorthep. Malangnya, hingga hari berubah gelap, mereka msaih belum juga menemukan Snow White...

23

Satpam komplek juga tak bisa membantu menemukannya. Namun, ia telah mencatat plat nomor mobil orang tak dikenal yang keluar-masuk lingkungan ini pada waktu sekitar hilangnya Snow White.

24

Apa boleh buat, karena hari-pun sudah terlalu larut.. Mereka memutuskan untuk kembali kerumah dan mencari Snow White di hari berikutnya. Nampak jelas, jika Suaysai begitu menyesal karena telah lalai..

Baru juga berjalan beberapa langkah memasuki rumah, terdengarlah suara gongggongan anjing. Mereka-pun segera berlarian keluar dan melihat Snow White yang sudah berada di depan rumah.

25

Namun ada hal yang janggal.. Tertulis kata ‘DEAD’ dibaju yang dikenakan oleh Snow White. Padahal, sebelum menghilang sama sekali tak ada tulisan seperti itu dibajunya...

26

Lagi-lagi, kita diperlihatkan si orang misterius yang kali ini tengah menggunting kalung anjing berwarna pink. Nampaknya, ia tengah marah.. karena bisa kita lihat ia mengguntingnya dengan begitu emosi.

=====================
27

Esok harinya, Suaysai dengaja menunggu di depan gedung fakultas kedoteran hewan untuk melabrak Punpun yang diduganya sebagai orang yang menculik Snow White kemarin. Namun, niatnya harus diurungkan karena tiba-tiba seroang dosen yang membawa begitu banyak dokumen meminta bantuannya.

28

Mungkin mereka telah ditakdirkan untuk bertemu.. karena saat menyimpan dokumen tersebut, disana juga ada Punpun. Suaysai ingin berbicara dengan Punpun, namun hal itu tidak jadi dilakukannya karena kakinya tertimpa staples. Ia-pun menuduh Punpun sengaja melakukan ini kepadanya.. Tanpa berbicara apapun, Suaysai memilih untuk segera pergi keluar.

29

Sementara itu, Punpun yang ditinggal sendirian tak mengatakan apapun. Ekspresinya terlihat begitu misterius.. Mungkinkah ia emang sengaja melakukannya? Apalagi, tadi dia sama sekali tidak meminta maaf atau mengkhawatirkan Suaysai..

30

Suaysai yang berajaln pincang hampir terjatuh ditangga.. Untunglah, Thesis datang tepat waktu dan berhasil menyelamatkannya. Ia tak tega melihat Suaysai dan ingin menggendongnya. Namun, Suaysai menolak hal tersebut dengan alasan kalau dirinya tak ingin menjadi pusat perhatian.

31

“Mulai sekarang, terbiasalah..” ucap Thesis yang lansgung menggendong Suaysai

32

Thesis mendudukan Suaysai dibawah pohon dekat parkiran sepeda. Saking khawatirnya, Thesis sampai terus berbicara layaknya orangtua yang sedang menceramahi anaknya.

“Tenanglah.. kakiku hanya terkilir. Ini tidak terlalu parah..” ucap Suaysai

“Kau selalu memintaku untuk tenang.. Haruskah kakimu diamputasi telebih dahulu, hingga bisa disebut sebagai luka yang parah!” celoteh Thesis

Thesis lanjut bertanya, siapakah yang telah membuat Suaysai terluka seperti ini?

“Temanmu.. Punpun..” jawab Suaysai

33

Thesis mengernyit heran, ia mengatakatan bahwa kemungkinan telah terjadi salah faham diantara Suaysai dan Punpun, “Tak ada alasan untuknya sampai melukaimu seperti ini..”

“Cemburu.. dia cemburu padamu...” ungkap Suaysai

“Dia? Cemburu padaku? Kami hanya berteman..” jelas Thesis

“Sudahlah.. kalian berdua itu kan.. tak apalah, jujur sajalah padaku. Aku bisa memahaminya..” ujar Suaysai

34

“Dengar baik-baik.. aku ini bukan gay. Mana munkin aku gay.. aku ini normal dan aku menyukaimu..” ungkap Thesis

35

Untuk lebih menguatkan pengakuannya dan juga untuk meyakinkan Suaysai, Thesis-pun mencium kening Suaysai, “Berhentilah berfikiran seperti itu tentangku.. percayalah padaku.. karena aku sangat menyukaimu...”

36

Selanjutnya, Thesis meminta Suaysai untuk pulang menaiki sepeda dengan dibonceng olehnya. Bagaimanapun juga, kondisi Suaysai tak memungkinkannya untuk mengendarai sepeda sendirian.

37

Awalnya, Suaysai menolak.. Namun, pada akhirnya ia bersedia melakukannya. Seakan memanfaatkan keadaan,.. sebelum mengayuh sepedanya Thesis-pun meminta Suasai untuk memeluknya erat-erat ‘katanya sih biar enggak jatuh..’

38

Dan disepanjang perjalanan.. baik Suaysai maupun Thesis, mereka berdua telihat begitu bahagia.. terlihat dari senyuman manis, yang terpancar dari wajah mereka....

------------------
::: NOTES :::

Mulai deh, ada orang ketiga nih -_-

Menurut kalian gimana? Bener gak, kalo si Punpun pria misterius yang selama ini berprilaku jahat?

39

Semua sikap dan perilaku seseorang pasti ada alasannya. Ketika Punpun sampe naksir sama Thesis, ternyata kita-pun tahu kalau mereka udah deket dan bersahabat semenjak kecil. Kultur di Thailand sendiri, cukup mendukung untuk dia berprilaku seperti ini.

Di ending episode ini, Thesis udah menegaskan kalau dia bener-bener bukan gay karena dia sukanya sama Suaysai. Dia tulus kok.. sagat tulus malahan..

Cuman, pastinya bakalan susah di ceweknya nih.. Kenapa? Karena dia pasti menyimpan banyak keraguan. Apa yang dia percaya, bisa goyah kalau dia sering lihat hal yang berlainan sama fakta yang dipercayainya.

Sekarang, semua keputusan ada ditangan Suaysai.. apakah dia mau percaya 100% sama Thesis dan menerimanya? Ataukah dia malah dipenuhi keraguan sampai dia memilih untuk menjauhinya???

---------------------------

You Might Also Like

7 komentar

  1. mungkin itu punpun, misterius banget dia, dia cemburu sama suaysai tuh, hhhh tebak menebak, semangat buat yg nulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmmm, bisa jadi. Ckckckck..
      Panntengin aja terus sinopsisnya yaa :D

      Delete
  2. aku sudah nonton, tapi kurang lengakap kalo belum baca sinopsisnya, membaca berasa lebih greget, hhe,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gereget pengen lihat Kang Vorakorn yaaa ^-^

      Delete
  3. Seru ka ceritanya (y) Semangat ya bikin sinopsisnya :)

    ReplyDelete
  4. Yang versi barunya jg dong min yang u prince series terbaru

    ReplyDelete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤