U-PRINCE SERIES : THE GENTLE VET EPISODE 2 [BAGIAN 1]

05:40

------------------------


SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : GMM TV =

1a

Dibuka dengan tayangan U-Report yang dipandu oleh presenter gossip ter-hits yaitu Cholly dan Sylvia. Kali ini, mereka memiliki video heboh yang tengah menjadi perbincangan hangat dikalangan mahasiswa.

2

Dalam video tersebut, Thesis tengah mengobrol berduaan dengan Punpun.. Yang membuat video ini ramai diperbincangkan, ialah karena interaksi diantara mereka yang terlalu dekat, seakan-akan mereka memiliki hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan biasa.

3

Baik Cholly maupun Sylvia, sama-sama bergidik geli menontonnya. Selama ini, memang tak pernah terdengar kabar jikalau Thesis tengah dekat dengan seorang permpuan. Jadi inikah alasannya????

======================
4

Suaysai kecil dipeluk oleh Thesis.. Suasananya sama persis dengan suasana yang sering terjadi dalam mimpi buruknya. Hanya saja, posisi Aunt Tum digantikkan oleh Thesis. Aroma wangi dan kengahatan pelukan Thesis, berhasil menghentikan tangisan Suaysai kecil dan membuatnya tersenyum bahagia..

5

Seperti biasanya, semua hal itu memang hanya ada di dalam mimpi Suaysai.. Dalam keadaan tertidur, ia bahkan mengingau memuji kehangatan dari pelukan Thesis.

6

Ketika terbangun, Suaysai merasa geli dengan mimpinya barusan. Ia sendiri tak habis fikir, bagaimana bisa Thesis sampai masuk kedalam dunia mimpinya?

7

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Suaysai menghampiri Aunt Tum yang tengah membuat cookies didapur. Ia bertanya, dimana Lorthep?

Alih-alih menjawabnya, Aunt Tum malah bertanya balik tentang Thesis: “Bagaimana kabarnya? Kenapa kamu gak mengajaknya kesini lagi?”

8

“Apasih, kenapa membahas dia?” tanya Suaysai

“Hmmm.. pipimu langsung memerah ketika aku menyebut namanya..” goda Aunt Tum

“Enggak kok..” jawab Suaysai dengan kikuk

9

“Aku juga pernah muda.. Dan dari pengamatanku, sepertianya dia (Thesis) menyukaimu..” ungkap Aunt Tum yang langsung membuat Suaysai semakin kikuk.

“Udah ah, daripada membahas hal itu, lebih baik aku menyiram tanaman..” ujar Suaysai yang langsung berlari menuju halaman.

10

Kebetulan (atau disengaja?), ketika Suaysai tengah menyiram tanaman datanglah Lorthep bersama Thesis. Suaysai merasa heran melihatnya dan bertanya: “Ngapain kamu bawa dia kesisni?”

Lorthep menceritakan kalau ia bertemu dengan Thesis di pet shop. Ia sengaja mengajak Thesis kesini agar ia bisa melatih Snow White.

11

Sebelum melatihnya, terlebih dahulu Thesis ingin memberikan kalung yang telah dibelinya untuk Snow White. Namun, ada hal yang aneh.. Ia ingat betul kalau dirinya telah menyimpannya didalam tas.. Tapi sekarang kalung itu benar-benar menghilang.

“Sudahlah, mungkin tertinggal disuatu tempat..” ujar Lorthep

“Aku selalu membawanya didalam tas.. Mengapa bisa tidak ada?” gumam Thesis

12

Yasudahlah, karena ia tak bisa menemukan kalung itu, ia-pun lanjut melakukan tugasnya untuk melatih Snow White. Tanpa perlu waktu yang lama, anjing putih kecil nan lucu ini menuruti beberapa perintahnya.. Seperti ‘duduk’... ‘berdiri’.. dan yang lainnya.

Suaysai terus memerhatikannya dari kejauhan, “Snow White memang anjing yang pintar..” gumamnya

13

Tak lama kemudian, terlihat Aunt Tum yang berjalan kearah mereka. Ia nampak senang melihat kehadiran Thesis, mereka-pun berbincang-bincar sebentar. Namun, ia segera masuk kedalam lagi karena harus melanjutkan masakannya. Lorthep juga ikut bersamanya karena ada telpon dari temannya.

14

Tinggallah Thesis bersama Snow White dan juga Suaysai. Tak sengaja, Thesis melihat  ranting kecil diharapannya, yang membuatnya mendapatkan sebuah ide untuk mengerjai Suaysai.

“Snow White.. ambil ini!” teriak Thesis sembari melempar ranting itu ke arah Suaysai

Lemparan yang pertama meleset, namun Suaysai sudah menyadari tingkah jahilnya..

15

Ketika lemparan yang kedua, Thesis berhasil membuat Suaysai marah karena ranting itu tepat mengenai kepalanya. Tak bisa diam saja, Suaysai langsung menghampiri Thesis dan memarahinya: “Kamu ini apa-apan?! Kamu sengaja, kan?!?!?!?”

16

Seperti biasa, Thesis hanya tersenyum kepadanya kemudian berkata: “Anggap saja iya.. Makanya jangan mengabaikanku seperti ini...”

“Jadi, begini caranya kamu mencuri perhatian dari orang lain, ‘huh?” tanya Suaysai

Thesis malah lanjut menggoda Suaysai: “Hmm... ngomong-ngomong kepalamu lumayan keras juga yaa. Suara ketika ranting itu mengenai kepalamu terdengar cukup nyaring.. ckckck..”

17

“Dasar, KAMUUUUU!!!!!!!” teriak Suaysai yang langsung menyemprot Thesis dengan air yang keluar dari selang yang tengah dipegangnya.

Bak sepasang anak kecil, mereka malah saling kejar sambil tertawa melihat satu sama lain yang kini telah basah kuyup.

==========================
18

Beberapa saat kemudian....

Suaysai dimarahi Aunt Tum, karena tingkahnya tadi.. telah membuat Thesis begitu basah kuyup, “Bukannya menyiram tanaman, kamu malah menyiramnya(Thesis)”

“Tapi, dia duluan yang melmpariku menggunakan ranting?!?!” keluh Suaysai

“Tetap saja, seharusnya kamu tak boleh menyiramnya seperti itu..” ujar Aunt Tum

19

Sejenak, suasana begitu hening.. Hingga tiba-tiba, aunt Tum berkata: “Eh tapi, kalau difikir-fikir.. tingkahmu tadi tidak terlalu buruk juga. Dia (Thesis) terlihat seksi kalau badannya basah kuyup. Enak juga dilihatnya, ‘kan..”

20

Nyatanya, Aunt Tum tengah mengingat kembali wujud Thesis yang tengah berada dalam kondisi basah kuyup tadi. Secara tidak sengaja, bajunya yang kebasahan membuat bentuk badan Thesis yang atletis jadi terlihat dengan jelas.

21

Hal ini membuat Suaysai tertawa geli, “Aihh.. kamu gak tahan kalau pria basah-basahan, ‘kan..” godanya

“Karena dia Thesis.. Mungkin, kalau pria lain gak akan seperti ini jadinya.. ckckckck..” jawab Aunt Tum

22

“Kalau begitu, anggap saja akibat kelakuanku tadi adalah hadiah untukmu..” ucap Suaysai

“Yaudah deh, kali ini aku memafkanmu...” jawab Aunt Tum

Mereka-pun sama-sama tertawa geli karena kejadian tadi. Hingga, tiba-tiba terdengar  suara gaduh dari kamarnya Lorthep..

23

Segera mereka berlari kesana dan betapa terkejutnya mereka karena melihat Thesis dalam kondisi bertelanjang dada yang tengah memeluk Lorthep

“Saat ini, aku berharap menjadi Lorthep..” celetuk Aunt Tum

Merasa geli sendiri, akhirnya Lorthep berlari meninggalkan kamar. Tak lama kemudian, Aunt Tum juga menyususlnya. Tinggallah Suaysai dan Thesis berduaan..

24

Apa yang baru saja dilihatnya, membuat Suaysai berfikiran macam-macam.. Ia-pun membombardir Thesis dengan begitu banyak pertanyaan: “Kamu memaanfaatkan adikku? Jangan-jangan, kamu gay? Kamu menyukainya, ‘kan?”

25

Alih-alih menjawab semua pertanyaan itu, Thesis malah sibuk melihat kesekelilingnya dengan ekspresi yang cemas sekaligus ketakutan. Saking takutnya, hingga ia menarik Suaysai untuk berada didekatnya.

“Kamu ini kenapa sih? Ada apa?” tanya Suaysai

“Itu.. hmm.... itu.. tadi ada cicak..” jawab Thesis dengan terbata-bata

26

Mendengar itu membuat Suaysai tertawa terbahak-bahak, “Kukira, mahasiswa jurusan kedokteran hewan tak takut pada hewan apapun. Eh ternyata, takut sama cicak rumahan..” ejeknya

“Karena tak ada hewan lain yang tiba-tiba jatuh diatas kepala..” jawab Thesis

27

Nampaknya, cicak itu kembali muncul hingga membuat Thesis begitu ketakutan dan langsung memeluk Suaysai dengan erat.

‘Dag.. dig.. dug..’ mungkin begitulah suara hati Suaysai saat ini. Ia begitu kikuk, hingga tak bisa berkata apapun.

“Cepet pake dulu bajumu!” pinta Suaysai yang kemudian hendak berjalan keluar.

28

Namun, Thesis tak mau ditinggal sendirian. Ia-pun segera menarik tangan Suaysai hingga membuatnya terjatuh tepat diatas badan Thesis.

Sejenak, waktu seakan membeku.. mereka saling menatap namun tak mengatakan apapun...

“K..k..kamu.. memegang dadaku!” ucap Thesis yang seketika membuat Suaysai kembali berdiri

29

Tak mau menjadi pihak yang disalahkan Suaysai mengancam untuk menyebarkan aib Thesis yang takut cicak kepada semua orang. Sayangnya, Thesis juga tidak mau kalah.. Jika Suaysai menyebarkan berita itu, maka dirinya-pun bisa menyebarkan berita kalau Suaysai telah memegang dadanya.

“Aku enggak sengaja..” bela Suaysai

“Enggak sengaja? Tapi kamu memegangnya dengan kedua tanganmu, loh!” ujar Thesis

==========================
30

Saat malam hari, Suaysai beserta teman-temannya tengah berkumpul di bar. Mereka semua terpaksa mendengarkan curhatan Pete yang galau karena diputuskan oleh Jelly. Para pria malah tertawa dan mengejeknya dengan mengatakan kalau yang perlu dikhawatirkan oleh Pete saat ini ialah fakta kalau sebagai seorang perempuan, ia tak memiliki dada yang besar.

31

Mendengar kata ‘dada’, membuat Suaysai jadi tidak fokus.. Hal ini mengingatkannya pada kejadian tadi siang. Ketika para pria bertanya apa yang tengah difikirkannya, Suaysai segera mengalihkan topik pembicaraan dan memberikan beberapa gelas minuman alkohol kepada Pete.

32

Suaysai mengantar Pete yang mabuk berat untuk pulang ke apartemennya. Disana, Pete yang sudah tertidur terus saja mengingau, menaggil-manggil nama Jelly. Suaysai tak bisa berbuat apapun karenanya.

33

Namun, karena ini sudah terlalu malam Suaysai akhirnya meniggalkan Pete sendirian dan pulang kerumahnya. Tapi, saat ia berjalan dikoridor.. Sekilas terlihat seseorang berpakaian hitam yang memerhatikannya dari kejauhan.

======================
34

Scene langsung berpindah, ke sebuah tempat dimana kita melihat seseorang misterius yang memasukkan sebuah kalung hiasan untuk anak anjing kedalam plastik. Bisa kita tebak, kalau kalung itu, pasti kalung yang dicari-cari oleh Thesis tadi. Sayangnya, kita tidak diperlihatkan siapakah sosok misterius ini....

===================
35

Alih-alih pulang kerumah, Suasay malah menghabisakan waktu untuk bermain bola bersama teman-temannya. Tiba-tiba, datanglah Thesis yang hendak memberikan pakaian milik Lorthep yang dipinjamnya tadi. Tak hanya itu saja, ia juga ikut bergabung bermain bola bersama Suaysai.

36

Sayangnya, nampak jelas jika Suaysai kurang nyaman dengan kehadiran Thesis. Hingga akhirnya, ia-pun memilih untuk pergi tanpa pamit terlebih dahulu kepada yang lainnya. Thesis yang menyadari hal ini, langsung berlari mengejarnya.

37

Lagi-lagi,.. hujan turun secara tiba-tiba..

Kali ini, tanpa mengatakan apapun Thesis lansgung menarik Suaysai kedalam pelukannya. Tak hanya itu, ia juga memberikan sapu tangannya untuk mengelap air mata Suaysai...

==================
38

Dirumah, Suaysai langsung mencuci sapu tangan itu dengan tangannya sendiri. Sungguh hal yang jarang bahkan tidak pernah dilakukannya selama ini. Dalam benaknya, ia teringat akan sosok Thesis yang makin hari, semakin membuatnya merasa nyaman saat berada didekatnya.

39

Tiba-tiba, datanglah Lorthep. Ia-pun menyadari perubahan yang diperlihatkan Suaysai semenjak dekat dengan Thesis. Namun,.. sebelum semuanya terlambat.. Ia ingin menceritakan suatu hal tentang Thesis: “Kak,.. sebenarnya ketika aku pergi ke toko hewan. Aku selalu melihat Thesis datang bersama dengan seorang pria. Kalau tidak salah, namanya Punpun.. Mereka terlihat begitu dekat, bahkan sangat dekat untuk disebut sebagai teman biasa.. aku memberitahukan ini, karena aku tak mau kalau kamu menyukai pria gay..”

=====================
40

Hari berikutnya, Suaysai menunggu Thesis didepan gedung Fakultas Kedokteran Hewan. Tujuannya, ialah untuk mengembalikan sapu tangan milik Thesis. 

41

Namun, ketika mereka mengobrol.. beberapa kali, Suaysai melihat Thesis yang menggaruk-garus beberapa bagian tubuhnya. Merasa penasaran, Suaysai-pun membuka kancing kerah Thesis dan melihat ruam-ruam kemerahan. Bukan hanya dileher, tapi ditangan juga ada. Thesis mengatakan, kalau ini hanya reaksi alergi biasa saja.

“Ahh.. ini salahku. Kemarin kamu bermain bola hingga banyak berkeringat. Makanya kamu seperti ini..” ucap Suaysai dengan raut wajah yang begitu khawatir.

Thesis tersenyum, kemudian berkata: “Kalau kamu menyesal, temani aku pergi ke dokter nanti jam 5 sore, OK”

42

Belum sempat Suaysai menjawabnya, Thesis langsung berjalan pergi.. Sejenak suaysai terdiam, “Barusan.. dia mengajakku pergi berdua?” gumamnya

====================

Sore hari-pun tiba,....

43

Sebelum menemui Thesis, Suaysai mencoba untuk menelpon Pete yang seharian ini seakan menghilang. Ia tak datang sekolah, dan tak juga memberikannya kabar semenjak tadi malam.

44

Setelah beberapa kali menelpon tapi tak diangkat, akhirnya malah Pete yang menelpon balik. Suaysai begitu lega setelah mendengar suaranya, “Kemana ajasih? Kukira kamu mati..”

Terdengar suara Pete yang tengah menangis, ia bahkan bertanya pada Suaysai jika dirinya mati.. apakah Jelly akan mau kembali padanya?

Bukan sekedar itu saja, makin lama Pete juga malah mengucapkan hal yang aneh. Mengatakan jika ia menyayangi Suaysai sebagai sahabat terbaiknya hingga mengatakan bahwa ia mungkin tak akan memiliki hari esok lagi.

-----------------------

You Might Also Like

2 komentar

  1. Lanjut donk...aq suka sm dramany
    ...Fighting 😁...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.. masih dalam proses pengetikan. Jadi bersabar yaa :D

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤