U-PRINCE SERIES : THE GENTLE VET EPISODE 1 [BAGIAN 1]

06:27

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : GMM TV =

1A

Sama seperti di series sebelumnya, setiap episode selalu dibuka oleh cuplikan tayangan interview eksklusif tim U-Report dengan salah satu brand ambassador dari U-Prince


2

Kali ini, target mereka adalah Theeradon Sirasuwan dari Fakultas Ilmu Kedokteran Hewan tahun ke-2. Pria tampan berhidung mancung ini, biasa dipanggil Thesis, dari gestur dan gaya bicaranya bisa ditebak kalau dia tipe pria yang tidak banyak berbicara dan tidak terlalu suka untuk ditanya-tanya seputar kehidupan pribadinya. Alih-alih menjawab pertanyaan dari kedua presenter, ia malah sibuk mengelus-elus anjing kesayangannya yang bernama Hermione. Hal ini, tentu saja membuat suasana jadi terasa kikuk.

4

Untuk mencairkan suasana, presenter berusaha mengalihkan pembicaraan dengan meminta Thesis memperlihatan isi tas yang selalu dibawanya kemanapun. Dengan senang hati, Thesis membuka tas-nya.. Terlihat ada beberapa pasang sarung tangan ‘bersih’, dan juga spray....

“Hmm.. aku tipe orang yang sangat mudah terkena alergi..... Untunglah, aku tidak alergi terhadap binatang, makanya aku bisa kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan seperti sekarang..” jelasnya

5

“Ngomong-ngomong, boleh kamu ceritakan seperti apa krieria pacar ideal-mu?” tanya Sylvia

Thesis mengelus-elus anjingnya, “Khun Hermione lucu juga...”

Mendengar jawaban itu membuat kedua presenter tertawa kikuk. Namun, Sylvia segera mencairkan keadaan dengan menafsirkan jawaban dari Thesis menggunakan pendapatnya pribadi,  “Ahaa... artinya, Thesis memberikan kita `sedikit ‘petunjuk’. Perempuan yang ingin jadi pacarnya, harus berhasil membuatnya mencintamu melebihi cintanya kepada binatang-binatang peliharaannya...”

6

“Siapakah perempuan itu?... Tunggu informasi selanjutnya dari kami,.. sekian dulu untuk liputan kali ini. Sawasdee Ka.....”

================================
7

Ditengah guyuran hujan rintik-rintik yang lumayan lebat, terlihat seorang gadis kecil yang berjalan sendirian... la menangis tersedu-sedu, sembari melangkahkan kakinya tak tentu arah. Muncullah seseorang yang membawa payung dan langsung memeluknya erat.

“Aku ingin bertemu ibuku....”

“Tenang,.. Jangan menangis, ‘nak.. Ada aku disini...”

--------------------------------

8

Scene lansgung beralih ke sebuah kamar tidur. Terlihat seorang gadis remaja yang terbangun dari tidurnya, dan kejadian tadi adalah potongan dari mimpi buruknya, “Huh... kenapa aku harus memimpikkan hal itu?”

9

Ia melihat sekelilingnya, kemudian mengambil ponselnya. Setelah melihat jam, ia langsung berteriak, “AKU TERLAMBAT!!!!!!”

-------------------------------------------

10

Beberapa saat kemudian, kita melihatnya telah berganti pakaian, mengenakan seragam rapi. Sambil tergesa-gesa ia berlari menuju meja makan.,, Seorang wanita (*eh pria sih sebenernya..) parubaya menyapanya dengan ramah dan hangat. Ohiya, gadis remaja ini bernama Suaysai, ia memanggil wanita parubaya itu ‘Aunt (Tante) Tum’

Ternyata, Suaysai juga memiliki seorang adik yang bernama Lorthep. Karena ia bangun kesiangan, Lorthep sudah pergi duluan dan tak bertemu dengannya di meja makan pagi ini. Seakan-akan tak mau mengakui ke-‘teledor-an-nya’, Suaysai terus saja menggerutu, menyalahkan alarm-nya yang katanya sih tidak berfungsi dengan baik.

11

“Itusih bukan salah alarm, tapi kamunya aja yang tukang tidur..”

“Enggak, kok. Alarm-nya yang rusak...”

“Kalau alarm-nya rusak, mana mungkin ini terjadi hampir setiap hari...”

“Aaahh, alarm-nya yang rusak..”

12

Waktu terus berjalan, karena sudah sangat terlambat Suaysai mengakhiri sarapannya dan pamit untuk pergi. Aunt Tum memasukkan wadah kue kedalam tasnya. Sebelum pergi, Suaysai terlebih dahulu memberikan salam kepada foto yang tergantung di dinding, kemudian memeluk aunt Tum dan langsung berlari keluar dengan tergesa-gesa..

13

Ia berangkat kuliah dengan mengendarai sepeda antik-nya. Udara pagi yang masih sejuk, berhasil membuatnya begitu bahagia dan tenang. Ia terlihat begitu menikmati susana di sepanjang perjalanannya hingga kampus..

-------------------------

14

Selanjutnya, kita melihat sososk Thesis yang tengah duduk di mobil sembari menonton tayangan U-Report yang menampilkan adegan interview bersamanya. Ia tersenyum sinis, sambil mengatakan bahwasanya hanya Hermione yang pantas untuk selalu berada di dekatnya.

15

Namun, secara tak sengaja Thesis menengok kesamping dan ia melihat Suaysai yang baru tiba dan tengah menyimpan sepeda di parkiran. Sejenak, Thesis terpana.. terpaku melihat sosok Suaysai. Bahkan, ia sampai menurunkan kaca mobilnya. Ia terus menatapnya,..

16

Dan setelah turun dari mobil-pun, ia masih terus menatapnya...

Ketika Suaysai berjalan pergi, barulah Thesis juga melangkahkan kakinya.. Mereka berjalan kearah yang berbeda, karena fakultas mereka yang berbeda. Namun, sesekali kita melihat Thesis terus-menerus mencuri pandang untuk melihat Suaysai...

--------------------------------

18

Hari berubah gelap.. Bukannya langsung pulang kerumah, Suaysai malah asyik bermain sepakbola bersama teman-teman pria-nya. Tanpa rasa canggung sedikitpun, Suaysai berbaur dengan mereka, ia tertawa sambil berlari menggiring bola menuju gawang.

19

Sayangnya, keseruan ini harus berakhir seketika Suaysai mendengar petir pertanda hujan akan turun. Ia bergegas mengambil tasn-nya dan pamit pulang duluan kepada yang lainnya. Meskipun sudah tergesa-gesa, tetap saja ia harus pulang dalam kondisi kehujanan.

20

Sambil mengendarai sepedanya, kita bisa mendengar suaranya yang tengah menangis. Tiba-tiba, dari belakang muncullah sebuah mobil putih yang terus membunyikan klakson dan membuatnya jadi panik tak tentu arah.

Setelah dilihat lebih dekat, ternyata itu adalah mobilnnya Thesis.. Ia menurunkan kaca mobilnya dan berteriak untuk bertanya, mengapa Suaysai nekat mengendarai sepeda dibawah guyuran hujan yang sangat deras seperti ini..

Alih-alih memperambat laju sepedanya, Suaysai malah mempercepat laju sepedanya dan tak lama kemudian terdengar suaranya yang terjatuh...

21

Thesis langsung turun dari mobilnya. Sambil membawa payung, ia berlari menghampiri Suaysai. Ia-pun menanyakan bagaimana kondisi Suaysai.

Suaysai tak menjawab pertanyaan itu,  bahkan ia tak mau melihat wajah Thesis dan kita malah mendengar suaranya yang tengah menangis. Hal ini,  membuat Thesis kebingungan...  Tak tahu harus melakukan apa. Ia-pun lanjut bertanya,  mengapa Suaysai nekat mengendarai sepeda dibawah guyiran hujan lebat seperti sekarang?

"Kamu pikir kenapa? Aku ini panik,  ada mobil yang terus membunyikan klakson kearahku!!! Bagaimana bisa aku mengendarai sepedaku dengan santai!!!!" jawab Suaysai dengan ketus

Suaysai sempat mencoba untuk berdiri.  Namun,  ia malah terjatuh lagi dan tangisannya -pun semakin menjadi-jadi

"Kenapa kamu menangis seperti ini?  Memangnya lukamu sangat parah?" tanya Thesis

"Jangan sok tahu, deh!  Aku menangis bukan karena kesakitan! " sanggah Suaysai

22

Melihat kondisi Suaysai yang menurutnya 'kotor',  ia-pun mengeluarkan spray dari tasnya kemudian menyemprotkannya ke badan Suaysai.  Hal itu, tentu saja membuat Suaysai merasa risih , "Kamu ini apa-apaan sih!! " teriaknya

23

Melihat Suaysai yang terus-terusan menangis.  Thesis-pun meminjamkan sapu tangannya..  Tanpa ragu Suaysai menggunakan itu untuk mengelap air mata dan ingusnya.  Bukannya berterimakasih,  Suaysai malah langsung membuang sapu tangan itu kejalanan.

24

Atas inisiatifnya sendiri,  Thesis -pun memutuskan untuk mengantar Suaysai pulang kerumah.  Meskipun saat itu adalah interaksi pertama mereka,  dan dengan sikap ketus yang terus ditunjukkan oleh Suaysaia kepadanya tak membuat Thesis ikut bersikap ketus.  Dari gestur-nya,  terlihat jika ia memang ingin membantu Suaysai dengan tulus.

Thesis membantu Suaysai berjalan hingga masuk ke mobilnya.  Mereka-pun pergi meninggalkan tempat ini...  

25

Entah apa maksudnya,  tapi sekilas kamera memperlihatkan kita botol spray milik Thesis yang tertinggal di tengah jalan Raya....

---------------------------------------

26

Sesampainya di rumah Suaysai,  kita melihat Lorthep dan Aunt Tum yang tengah asyik menonton TV.  Tak disang-sangka,  ternyata Lorthep sudah mengenal sosok Thesis yang sering ditemuinya di Pet Shop.

27

Saat itulah,  untuk pertama kalinya Thesis mengetahui nama Suaysai.  Ia sempat tertawa geli, karena dalam bahasa Thailand Suaysai berarti 'Cantik luar biasaaaa'.... 

Melihat ekspresi Thesis, langsung membuat Suayai kesal,  "Kenapa?  Ada masalah dengan namaku?!?" tanyanya ketus

28

Aunt Tum menghentikan perdebatan mereka,  ia membantu Suaysai untuk duduk di kursi, kemudian menanyakan kronologis kejadian sampai Suaysai bisa terluka seperti ini.

Thesis menjawab pertanyaan itu.  Menurutnya,  itu kesalahan Suaysai sendiri.  Namun sperti biasa,  Suaysai tak mau disalahkan dan ia kekeh menyalahkan balik Thesis.

"Sudah sudah..  Lagian kamu tidak terluka parah,  'kan? " potong Aunt Tum yang lanjut mengatakan kalau mereka harus akur,  apalagi menurutnya Thesis adalah pria yang ganteng,  wangi pula..  Wkwkwkwk... 

29

Mengetahui kalau Thesis adalah mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan,  akhirnya Aunt Tum meminta bantuannya untuk membersihkan luka Suaysai..

"Enggak mau!  Aku ini manusia,  kenapa dia yang harus mengurus luka-ku? "

Tapi,  setelah difikir-fikir lagi.  Setidaknya,  daripada diobati oleh Aunt Tum atau Lorthep...  Suaysai rasa,  Thesis lebih bisa di 'percaya'...

Aunt Tum pergi untuk mengambil alat-alat pembersih luka,  dan Lorthep pergi untuk mengambil kompres es.

30

Tinggalah Suaysan dan Thesis berduaan saja.  Thesis duduk disamping Suaysai,  ia hendak menyentuh lengah Suaysai..  Namun Suaysai malah menggerakan tangannya untuk mengambil cookies di toples.

"Jangan!  Tanganmu kotor! " teriak Thesis

Suaysai mengernyit heran..  "Emangnya  tanganku ini sangattt kotor!?!"

31

Sikap Thesis yang 'lebay' ini, menjadi bahan sindirian Suaysai yang dengan sengaja malah merangkulkan tangannya di pundak Thesis, "Tahu gak? Hari ini aku main sepak bola.. Guling-guling ditanah. Bahkan, tanganku ini memegang kotoran.. Tapi aku cuci tangan gak pake sabun...." ucapnya sembari mengusap-usap tangannya ke badan Thesis

32

Thesis sempat kewalahan akan hal itu.. Namun, sejenak ia terdiam, "Eh, aku pikir kamu sudah bersih. Tadi aku sudah menyemrotkan spray-ku ke seluruh badan-mu..."

Suaysai tak kehabisan akal. Ia menaruh tangannya di dekat hidung Thesis, "Nih.. Aku baru megang kotoran anjing lohhhhh.." ungkapnya

Thesis menggelengkan kepalanya, "Enggak kok. Tangan kamu wangi..."

Mendengar kata-kata itu, membuat Suaysai canggung. Ia berhenti mengganggu Thesis, dan bahkan ia bergeser sedikit menjauhi Thesis.

33

Selanjutnya,Thesis hendak membersihkan luka Suaysai. Namun, Suaysai mengatakan jika dirinya visa melakukan itu sendiri, dan menyuruh Thesis untuk pulang saja. Thesis langsung menolaknya, dengan alasan jika dirinya tak mau berhutang budi apapaun pada Suaysai, "Aku juga menjadi salah satu penyebab kamu mengalami luka ini. Setidaknya,  biarkanlah aku untuk bertanggung jawab..."

Thesis mulai membersihkan luka di tangan Suaysai, ia mengusapnya perlahan.. Namun, ia tahu betul kalau ini sangatlah sakit. Anehnya, Suaysai tak bereaksi apapun, "Kenapa lamu tak menjerit? Ini sakit loh.. Lebib sakit daripada terjatuh dari sepeda tadi.." sindirnya

34

Tiba-tiba,  Lorthep datang.. "Dia menangis bukan karena jatuh dari sepeda, melainkan karena hujan...."

"Hujan?" tanya Thesis yang penasaran

Akhirnya Lorthep menjelaskan trauma aneh yang dialami oleh Suaysai yang takut dengan hujan. Penyebabnya terjadi saat mereka masih kanak-kanak..

========================
35

Saat itu Lorthep mungkin masih bayi, jadi tak tahu kisah jelasnya. Ia hanya mendengar semua ini dari Aunt Tum. Suaysai kecil berjalan sendirian di taman hiburan.. Saat itu hujannya sangat deras, ia menangis mencari ibunya.. Aunt Tum menemukannya dan langsung membawanya bersamanya. Entah apa yang terjadi, mereka memikiki foto orangtuanya. Namun, sudah bertahun-tahun berlalu, orang tua mereka tak pernah datang lagi...

36
========================
37

"Cukup..." pinta Suaysai

"Maaf, karena aku bertanya tentang hal ini..." ungkap Thesis yang merasa tak enak

Selanjutnya, Thesis bertanya apakah Suaysai pernah berkonsultasi dengan psikiater untuk menyembuhkan traumanya ini?

Suaysai menjawab jika dirinya sudah melakukan apapun. Tapi, tetap saja.. Traumanya tidak pernah bisa hilang..

"Bagaimana, kalau ternyata aku bisa menyembuhkanmu?" celetuk Thesis

"Gak mungkin.. Kalau kamu bisa, aku akan langsung menari Hula di depanmu.." sanggah Suaysai yang malah memicu Thesis tersenyum geli dan berkata, "Lihat saja, sebentar lagi kamu harus melakukan tari Hula dihadapanku..."

38

Thesis-pun lanjut membersihkan luka ditangan Suaysai.

-----------------------------------------------
39

Kemudian, scene langsung beralih ke sebuah tempat dimana nampak seseorang yg mengenakan seragam sama seperti Thesis. Kita tak melihat wajahnya, hanya terlihat tangannya yangtengah memasukkan spay Yang ditinggalkan Thesis ditengah jalan dan juga sehelai rambut kedalam sebuah plastik. Kemudian, ia memasukkan plastik itu kedalam laci yang didalamnya terdapat begitu banyak aksesoris dan barang milik Thesis........

------------------------------------------

40

Di kampus, kita melihat Suaysai tengah mengobrol bersama sahabat dekatnya yang bernama Pete. Sekilas... kita mungkin menyangka jika ia adalah seorang lelaki. Tetapi, jika kita lihat dan perhatikan lebih dekat lagi.. dia adalah seorang perempuan *tetott

Pete meminta Suaysai untuk menemaninya menemui pacarnya yang bernama Jelly. Namun, Suaysai menolaknya, ia tahu betul bahwasanya Jelly tak suka saat melihat keberadaannya disekitar mereka. Ia-pun langsung merapikan tas-nya dan bergegas pulang...

41

“Kalau kamu gak mau mengantarku,...... Aku tak akan meminjamkanmu buku catatanku lagi....” teriak Pete

42

Mendengar hal itu, Suaysai langsung tersenyum kikuk, membalikan badannya dan berjalan kembali menghampiri Pete, “Aaahhhh, kamu gak boleh melakukan itu padaku Pete...” ucapnya sambil memelas

“Entahlah... Kamu juga tak mau menemaniku...” jawab Pete

“Ayolah, cowok cantik.... Bagaimana bisa aku hidup tanpa meminjam buku catanmu.....” bujuk Suaysai

“Jadi, kamu mau menemaniku atau tidak???” tanya Pete

Akhirnya, dengan sangat amat terpaksa Suaysai-pun setuju untuk mengantar Pete menemui pacarnya yang bernama Jelly itu....

43

Mereka duduk di cafetaria, Pete memberikan buku catatannya kepada Suaysai. Ia meminta Suaysai untuk diam disini saja, selagi menunggunya yang hendak bertemu dengan Jelly.

44

Tak lama setelah Pete pergi, muncullah Thesis... Ternyata, ini adalah gedung cafetaria Fakultas Ilmu Kedokteran Hewan. Seakan-akan sudah sangat akrab, Thesis lansgung menghampiri Suaysai, “Jadi,.. kamu suka cewek lesbian yang tomboy atau yang gimana??..” tanyanya

“Itu sama sekali, bukan urusanmu.” Jawab Suaysai dengan ketus

Kemudian, Thesis langsung membombardir Suaysai dengan beberapa pertanyaan yang intinya menanyakan keadaan Suaysai, “Kakimu bagaimana?”, “Masih sakit?”, “Ngapain kamu kesini?”, “Sudah makan?”

Suaysai terdiam heran dan menjawab, “Belum...”

“Jangan kemana-mana, aku akan membelikanmu makanan...” ucap Thesis

45

Tak lama kemudian, Thesis datang kembali dan dengan membawa makanan tentunya..

Suaysai merasa bingung, “Sebenarnya, apa yang kamu inginkan?” tanyanya heran

“Makan dengamu..” jawab Thesis singkat

46

Bahkan, dengan santainya Thesis menjelaskan makanan favoritnya di cafe ini, yang sekarang ia bawakan untuk Suaysai. Omelet udang dan sup rumput laut..

Suaysai memang merasa kikuk, namun tetap saja ia mengambil makanan yang diberikan untuknya itu. Kepada Thesis, ia berkata “Dengar yaa.. kalau kamu fikir kamu bisa merealisasikan perkataanmu kemarin... Aku gak yakin kalau itu akan berhasil....”

Thesis tak merespon apapun, ia hanya tersenyum kecil saja..

47

Tiba-tiba, seorang laki-laki menghampiri mereka. Thesis mengenalinya dan lansgung memperkenalkannya kepada Suaysai, “Dia adalah Punpun, temanku”

Mereka-pun mengobrol berdua, membiacarakan laporan praktikum yang deadline-nya semakin dekat. Tanpa basa-basi, Punpun memberikan setumpukan kertas fotocopy-an yang isinya merupakan salinan laporan yang telah dibuat oleh kakak kelas mereka dulu.

48

Suaysai tiba-tiba tersedak, hal itu mencuri perhatian Thesis yang secara refleks langsung membersihkan mulut Suaysai dengan tissue, “Santai saja, kamu tak usah makan dengan terburu-buru seperti ini..”

49

Sikap Thesis ini, membuat Punpun memperlihatkan ekspresi ‘aneh’.. Seakan-akan, ia cemburu akan hal itu. Suaysai melihatnya dan itu membuatnya merasa canggung. Akhirnya, ia bergegas untuk membereskan tasnya dan pergi begitu saja.

51

Tanpa disadarinya, ia telah meninggalkan buku catatan milik Pete. Thesis yang mengetahui hal itu, hanya bisa tersenyum geli..

----------------------------------------

52

Saat berada dirumah, barulah Suaysai menyadari kalau buku catatan milik Pete telah hilang. Ia telah mencarinya disetiap sudut rumah, “Aaahhh... mungkin pembantu telah membuangnya.. Pete pasti marah besar kalau buku itu benar-benar hilang...” gumamnya

Tiba-tiba, terdengar suara pintu yang terbuka..

53

Itu adalah Thesis yang sengaja datang untuk menemui Suaysai, “Nih.. kamu meninggalkannya di meja tadi..” ucanya sembari menunjukkan buku yang tengah dicari-cari oleh Suaysai

“Makasih..” jawab Suaysai dengan kikuk

54

Untunglah, muncul Aunt Tum yang setidaknya bisa memecah ke-kikuk-an diantara mereka. Kebetulan, Aunt Tum telah membuat beberapa cookies, ia-pun menawari Thesis untuk duduk dan mencicipinya terlebih dahulu.

Suaysai menolak hal itu, ia mengatakan kalau Thesis sudah mau pulang. Namun, Thesis langsung menyangggahnya dan mengatakan kalau dirinya tak ada kegiatan apapun lagi hari ini, jadi ia akan sangat amat senang jika bisa mencicipi cookies tersebut.

Apa boleh buat,... pada akhirnya Thesis tak lansgung pulang dan artinya Suaysai masih harus melihat Thesis berada didekatnya..


----------------------

You Might Also Like

4 komentar

  1. Sinopsis jgn gantung y kak.. Lanjut sampe habis.. Tq ^^

    ReplyDelete
  2. semangat buat kakak yg nulis sinopsisny, semoga berhasil sampai finish,, hhhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bakalan sampe finish kok, tapi gak berlari.. jalan santa aja yaa, jadi gak bisa cepet2. Heheheheh ^-^

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤