SOLOMON'S PERJURY EPISODE 12 [BAGIAN 1]

05:28

Sebelumnya <<<
---------------------


SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : JTBC =

1

Setelah menyadari bahwa Seo Yeon sudah mengetahui identitasnya, Ji Hoon memilih untuk pergi meninggalkan ruangan persidangan. Sementara itu, Seo Yeon sendiri nampak begitu terkejut hingga tak bisa mengatakan apapun..

2

Ji Hoon menemui ayahnya.. Ia memintanya untuk mengungkapkan segala hal dengan sejujur-jujurnya: “Aku bisa memahami kalau ini urusan pihak internal sekolah dan tidak bisa dibeberkan di depan umum seperti persidangan tadi. Tapi, sekarang hanya ada kita berdua. Tak bisakah, ayah menceritakan hal yang sebenarnya kepadaku?”

Sayangnya, Kyung Moon tetap berbohong dengan mengatakan kalau semua yang dikatakannya di persidangan tadi adalah kebenaran.

“Ayah.. aku sangat ingin mempercayaimu..” ucap Ji Hoon lirih

“Yasudah, percayalah padaku..” pinta Kyung Moon

3

Dengan matanya yang berkaca-kaca, Ji Hoon mengingatkan kembali betapa pentingnya sosok Kyung Moon didalam hidupnya. Ketika ia tak memiliki semangat hidup, Kyung Moon tetap mau datang dan mengulurkan tangan untuknya: “Ayah.. sungguh, anda adalah orang yang sangat baik.. Tapi, kenapa?--”

Setelah menarik nafas dalam-dalam, akhirnya Ji Hoon mengatakan sesuatu yang pastinya sangat menyakitkan dan menyedihkan untuk Kyung Mon: “Ayah.. dipersidangan besok, aku akan berada di posisi terdakwa. Apa yang terjadi malam itu, aku akan menceritakan semuanya...”

4

Dibawah langit malam yang begitu gelap, Ji Hoon berjalan sendirian.. Langkahnya terhenti, tepat didepan tempat ditemukannya mayat So Woo. Kesedihan dan kekecewaan, terpancar  jelas dari raut wajahnya.

Melalui akun pengintai Jeongguk, ia mengirim pesan kepada So Yeon: ‘aku sudah siap untuk persidangan yang terakhir’

5

Di bar, terlihat Kyung Moon yanag tengah minum sendirian saja. Namun, tak lama kemudian datanglah ayahnya Seo Yeon. Ternyata, mereka memang sudah menyusun janji untuk bertemu disini.

6

Dalam suasana semi formal, mereka berbincang-bincang. Ayahnya Seo Yeon tak pernah mengira, bahwa pertemuan diantara ayah ‘jaksa’ dan ‘pengacara’ akan terjadi seperti ini.. Tak ada pembicaraan yang aneh, Kyung moon memuji kecerdasan Seo Yeon dan begitupun sebaliknya.

Hingga tiba-tiba, Kyung Moon mulai memperlihatkan raut wajah yang serius dan bertanya: “Pak detektif, bisakah kau melakukan sesuatu untukku?”

7

Di gedung auditorium yang kosong dan gelap, Ji Hoon berdiri sendirian. Hingga tak lama kemudian, datanglah Seo Yeon: “Maaf karena aku terlambat.. Butuh beberapa saat, untukku bisa memahami semuanya...” ucapnnya

Ji Hoon menatapnya dan berkata: “Aku bahkan lebih terlambat daripadamu..”

========================

Esok harinya,...

8

Joon Young hendak berangkat sekolah. Namun, sang ayah memanggilnya dan memintanya untuk sarapan bersama terlebih dahulu. Dengan gugup, Joon Young mengatakan kalau selama ini dirinya tak terbiasa untuk makan sarapan.

Ayah memahami hal tersebut, ia tersenyum dan meminta Joon Young untuk mulai mebiasakannya mulai dari sekarang, “Ohiya.. bukankah hari ini diadakan persidangan yang terakhir kali? Haruskah ayah datang?” tanyanya

“Tentu saja boleh.. Tapi ayah harus berangkat lebih pagi, karena klub kami cukup populer..” jawab Joon Young

9

Persidangan-pun dimulai, sama seperti sebelumnya.. Min Suk selaku hakim membuka persidangan, kemudian dilanjutkan dengan mempersilahkan pihak jaksa untuk memulai pemaparannya terlebih dahulu.

10

Seo Yeon berjalan ke tengah podium.. Sebelum membacakan tuntutannya, ia mengumumkan bahwa dalam persidangan kali ini, akan ada seorang terdakwa, “Kumohon untuk para hadirin, tidak menimbulkan keributan dan tetap tenang hingga persidangan ini selesai..”

Penjelasannya ini, sontak saja berhasil membuat semua orang tak terkecuali hakim sekalipun nampak kebingungan. Sebelumya, Seo Yeon sama sekali tak pernah menceritakan tentang hal ini kepada mereka.

11

Dengan tegas, Seo Yeon mengatakan hal yang tentunya membuat semua orang keheranan sekaligus terkejut: “Han Ji Hoon.. anda adalah terdakwa dalam kasus kematian Lee So Woo. Silahkan duduk di tempat yang telah disediakan...”

12

Langsung pada intinya, Seo Yeon bertanya dimana dan apa yang dilakukan Ji Hoon pada malam ketika terjadi tragedi maut yang menimpa So Woo.

Dan dengan jujur, Ji Hoon mengakui kalau malam itu dirinya berada di rooftop bersama dengan almarhum Lee So Woo...

13

Melanjutkan pertanyaannya, Seo Yeon menyinggung perihal 5 panggilan telpon yang diterima oleh So Woo di hari sebelum ia ditemukan meninggal. Dan lagi-lagi, dengan lantang Ji Hoon mengakui kalau itu adalah telpon darinya.

Mengapa Ji Hoon menelponnya lewat telpon umum? Karena ia telah membuat sebuah janji kepada So Woo. Janji Apa..? Janji untuk menelponnya dari lima tempat yang berbeda...

Seo Yeon menyebutkan satu-persatu nama tempat tersebut, kemudian ia bertanya mengapa Ji Hoon memilih tempat tersebut? Karena itu merupakan tempat yang bermakna untuknya..

14

Untuk menjelaskan ‘makna’ tersebut, akhirnya dengan sangat berat hati Ji Hoon harus menceritakan kisah hidupnya yang kelam. Dimulai dari melihat pembunuhan yang dilakukan oleh ayahnya terhadap ibunya, hingga bagaimana ia mendapatkan seorang ayah angkat yang sangat baik dan menyayanginya.

Meskipun demikian, melihat secara langsung sebuah tragedi pembunuhan meninggalkan trauma yang sangat hebat dalam fikiran seorang anak sepertinya. Hingga akhirnya, ia perlu dirawat di Rumah Sakit Jiwa, dan disanalah ia bertemu dengan Lee So Woo.

15

Sungguh cerita yang terlalu pilu untuk dikenang.. dan pasti sangatlah menyakitkan untuk diceritakan dihadapan khalayak umum seperti ini. Namun,, Seo Yeon perlu memperjelas lagi, makna spesifik terkait alasan Ji Hoon memilih kelima tempat itu sebagai tempatnya untuk menelpon So Woo.

Masih dengan suaranya yang tegas, Ji Hoon bersedia untuk menceritakan satu demi satu makna lokasi telpon umum yang digunakannya..

16

Yang Pertama, karena tempatnya dekat dengan rumahnya saat ini..

Yang kedua, itu merupakan kantor polisi yang menjadi tempatnya melaporkan tindakan pembuhuhan yang dilakukan oleh ayahnya..

Yang ketiga, adalah rumah duka tempat ibunya disemayamkan dulu..

Yang keempat, merupakan tempat penyimpanan abu jenazah ibunya..

Seo Yeon bertanya, mengapa Ji Hoon perlu membuat janji kepada So Woo untuk menelpon dari tempat itu?

17

Ternyata, pada malam sebelum hari natal, lewat akun Pengintai Jeongguk So Woo mengirim pesan kepada Ji Hoon dan memintanya untuk menelpon balik lewat telpon umum di dekat rumahnya. Dengan nada suara orang yang begitu putus asa, So Woo meminta bantuan kepadanya.

Bantuan apa? Ia meminta Ji Hoon untuk memberikannya sebuah alasan untuknya tetap hidup di dunia ini.
Lantas bagaimana respon Ji Hoon? Mengapa ia terlihat begitu santai dalam menanggapi permintaan So Woo? Apakah dia tidak terkejut mendengarnya?

Sebagai sahabatnya, Ji Hoon menyadari kalau akhir-akhir ini ada suatu hal buruk yang terjadi pada So Woo yang membuatnya terlihat begitu tertekan. Ia sangat khawatir, jika So Woo melakukan hal yang nekat, maka dari itu apapun yang akan terjadi, ia harus bisa mengubah hati dan pola fikir So Woo.

18

“Jadi, apa hubungannya janjimu untuk menelponnya dengan mengubah hati dan pola fikirnya?” tanya Seo Yeon

“Aku ingin menunjukkan kepadanya.. bahwa sekarang aku sudah baik-baik saja. Setelah melalui masa lalu yang begitu traumatis, pada akhirnya semua luka ini akan sembuh seiring dengan berjalannya waktu. Itulah yang ingin kubuktikan kepadanya..” jawab Ji Hoon

Sayang sekali, karena pada kenyataannya Ji Hoon tidaklah baik-baik saja. Dengan matanya yang berkaca-kaca, Ji Hoon menegaskan kalau dirinya masih baik-baik saja ketika melewati kantor polisi dan rumah duka.. Tapi, ketika ia melihat foto ibunya disamping guci abu jenazahnya, saat itulah seakan-akan kegelisahan dan kesedihan langsung kembali menyelimutinya,..

19

Kemudian lokasi kelima sebagai tempat terakhir, awalnya Ji Hoon berniat untuk menelpon dari telpon umum didekat rumahnya ketika masih kecil, yang ditempatinya bersama kedua orangtua kandungnya. Namun, ia tak sanggup untuk melakukannya. Ia memilih untuk menyerah dan kembali pulang kerumahnya yang sekarang. Tak sengaja, ditengah perjalanan ia melihat sebuah telpon umum dan disanalah ia menelpon So Woo.

Degan jujur, Ji Hoon mengakui kalau dirinya tak sanggup untuk memenuhi janjinya hingga akhir. So Woo memberikan respon yang misterius, dengan memintanya untuk datang ke rooftop saat ini juga. Ketika ditanya alasannya, So Woo tak mau menjawab dan malah menutup telponnya.

Saat itulah, saat dimana Ji Hoon menangis tersedu-sedu.. Ia begitu takut, jika So Woo akan mengakhiri hidupnya..

20

Melihat kondisi Ji Hoon yang terlihat begitu sedih, Min Suk menawarkan untuk mengehentikan sementara persidangan. Namun, Ji Hoon menolak.. Ia mengatakan jika dirinya masih mampu untuk melanjutkannya.

Di pihak lain, Seo Yeon satu pemikiran dengan Min Suk. Ia-pun mengajukan permintaan kepada hakim untuk menunda persidangan selama 20 menit..

21

Di ruangan klub, seluruh anggota tim persidangan kecuali Joon Young dan Ji Hoon tengah berkumpul. Sungguh, kejadian yang terjadi barusan merepakan hal yang sama sekali tak pernah diduga sebelumnya. Betapa menakutkan sekaligus menyakitkan tentunya untuk Ji Hoon bisa mengungkapkan semua ini. Min Suk-pun tak tega untuk melanjutkan persidangan dengan dalam kondisi Ji Hoon yang duduk di kursi terdakwa.

“Dia(Ji Hoon).. yang memintaku untuk melakukan hal ini. Dia sendiri yang menginginkannya.. Dan perlu kalian tahu kalau pemegang akun Pengintai Jeongguk saat ini adalah dia. Dari awal, semua hal tentang persidangan ini.. dialah yang merencanakan semuanya..” papar Ji Won

22

Hal yang menarik sekaligus mengejutkan, tapi membuat beberapa diantara mereka merasa tertipu. Karena berarti, selama ini Ji Hoon memanfaatkan mereka untuk menjalankan rencananya.

Seo Yeon juga mengakaui kalau awalnya ia merasa kecewa. Tapi, setelah diambil sisi positif-nya, Ji Hoon telah memberikannya begitu banyak saran dan dorongan hingga ia bisa sampai pada titik ini.

23

Joon Young meghampiri Ji Hoon yang tengah duduk sendirian. Denangn tenang, ia mengakui jikalau sebenarnya ia sudah mengetahui orang yang dilihatnya di atas jembatan pada hari ditemukannya mayat So Woo adalah Ji Hoon..

“Semenjak kapan?” tanya Ji Hoon heran

24

Tentu saja, semenjak Joon Young melihat tas yang disimpan Ji Hoon didalam lemari pakaiannya: “Dari sekian banyak tempat mengapa kau menyimpan tas itu disana? Bukankah sudah sangat jelas, kalau aku bisa melihathya dengan mudah?”

“Entahlah.. tas itu sangat berharga bagiku.. Apalagi gantungan kunci itu diberikan So Woo untukku..” jawab Ji Hoon

“Bukan.. sepertinya bukan itu alasanmu. Mungkin, secara tidak sadar kamu menginginkan ada seseorang yang mengetahui ‘rahasiamu’ tapi akan tetap berada disampingmu dan membelamu..” ungkap Joon Young

25

“Mungkin saja seperti itu.. dan jika itu benar,.. betapa egoisnya aku..” keluh Ji Hoon

Jioon Young tak berfikiran seperti itu, ia menyadari kalau Ji Hoon tak pernah menginkan kematian So Woo. Dan kepada Ji Hoon, ia berjanji akan menjadi pengacara yang membelanya di persidangan, “Meskipun aku tak sepandai dirimu, tapi aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik..”

26

Detektif Oh dan Reporter Park berbincang-bincang diluar.. Mereka berdua, kompak merasa pilu setelah mendengar kisah kelam yang telah dialami Ji Hooon dimasa lalu. Seorang anak kecil harus melewati semua itu, tapi kini berhasil menjadi remaja yang cerdas.. Sungguh itu adalah perjuangan yang sangat luar biasa..

27

Persidangan kembali berlanjut..

Seo Yeon meminta Ji Hoon untuk menceritakan kronologis kejadian di malam kematian So Woo...

28

Dengan perasaan yang bercampur-aduk Ji Hoon memberanikan diri untuk menemui So Woo di rooftop. Setibanya disana, terlihat So Woo yang sudah duduk diatas pagar pembatas..

Ji Hoon berusaha membujuk So Woo untuk turun.. “Kumohon turunlah... mari kita bicarakan apa masalahnya.. aku akan mendengarkanmu..”

“Yakinkah kau mau mendengarkanku? Meskipun ini tentang ayahmu?” tanya So Woo

“Ada apa? Memangnya kenapa dengan ayahku?” tanya Ji Hoon

“Dia kotor.. dan pengecut.. lebih buruk daripada sampah..” ucap So Woo

29

Selanjutnya, So Woo mengungkapkan jika dirinya sangat membenci hidupnya sendiri. Ditambah lagi, ia belum menemukan alasan untuknya tetap hidup: “Kau, kenapa setelah mengalami kejadian yang menyakitkan.. kau tetap bisa hidup dengan normal.. mempunyai banyak teman dan berinteraksi dengan mereka seperti tak pernah terjadi apa-apa kepadamu? Tapi aku?.. Mengapa aku tak bisa melakukannya?... Apasih sebenarnya alasanku untuk tetap hidup? Beritahu aku..”

30

Ji Hoon menundukan wajahnya, dan berkata: “Aku sudah tak bisa bersabar menghadapimu lagi.. Sekarang, terserah kau mau melakukan apapu... aku tidak peduli..”

So Woo nampak cemas setelah mendengar jawab dari Ji Hoon, ia-pun mengancam akan benar-benar melompat jika Ji Hoon pergi meninggalkannya.

“Silahkan! Lakukan sesukamu! Jika memang kau begitu menginginkan untuk mengakhiri hidupmu, maka lompatlah! LOMPAT SAJA!!!” teriak Ji Hoon yang lansgung berlari meruni tangga meninggalkan gedung tersebut.

31

Ia menyadari betul kalau So Woo akan melompat, namun ia tetap berlari meninggalkannya. Perasaannya terlalu campur-aduk, hingga ia bahkan tak sanggup untuk kembali keatas ataupun hanya sekadar menengok kebelakang. Tak ada suara apapun yang didengarnya.. ia hanya pergi begitu saja..

Barulah, keesokan harinya ia sanggup untuk datang lagi ke TKP. Namun, ia tak mampu untuk melihat kondisi mayat So Woo dari dekat, makanya ia hanya melihatnya dari kejauhan.. mayatnya memang sudah tertutupi salju tebal. Namun, ia tetap menyadari dan meyakini betul kalau itu memanglah mayatnya So Woo...

32

Semua cerita Ji Hoon membuat Seo Yeon merasa begitu penasaran tentang satu hal: “Mengapa Ji Hoon memutuskan untuk menjadi pengacara selama persidangan ini?”

Sejujurnya, ada 3 buah tujuan yang ingin dicapai Ji Hoon..

Pertama, ia ingin membuktikan ketidakbersalahan Woo Hyuk. Karena dirinyalah yang seharusnya bertanggung jawab, tapi malah Woo Hyuk yang menerima semua tuduhannya...

Kedua, untuk mengetahui alasan lebih jelas yang menjadi penyebab So Woo begitu ingin mengakhiri hidupnya.

Selama ini, Ji Hoon mengetahui dengan pasti kalau So Woo memang memiliki gangguan kejiwaan yang cukup berat yang membuatnya beberapa kali ingin mengakhiri hidup. Namun, bukan berarti So Woo tidak ingin melanjutkan hidupnya..

33

Karena, sebenarnya So Woo begitu senang ketika ia bisa berkomunikasi dengan teman-temannya lewat akun Pengintai Jeongguk. Seakan-akan kegiatan itu aalah satu-satunya hal yang bisa membuanya menjadi orang yang ‘dianggap’. Namun, ketika Ji Hoon memujinya So Woo malah merasa kesal.... karena ia tak suka dipuji oleh orang lain.

34

Mungkin, orang-orang sekedar mengetahui bahwa So Woo hanyalah siswa yang hobinya mem-protes segala hal yang tidak disukainya.. Namun, jika kita mengenalnya lebih dekat.. ia melakukan itu semua karena ia menginginkan agar ada seseroang yang melakukan perubahan terhadap hal itu. Sayangnya, ia tak bisa mengungkapkannya dengan cara yang tepat..

35

Dan yang ketiga, Dengan berjalannya persidangan ini Ji Hoon ingin mencaritahu.. Apakah dirinya yang telah membunuh So Woo.. Meskipun bentuknya pembunuhan yang tidak sengaja. Namun, apakah So Woo memutuskan untuk bunuh diri hanya karena dirinya tidak bisa meyakinkan So Woo malam itu???

-----------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤