STAY WITH ME EPISODE 3 [BAGIAN 2]

05:31

------------------------


SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : HUNAN TV =

1

Esok harinya, di gedung perusahaan Ling Long kita melihat Tuan Yong ditemani Sekretaris Zhu yang tengah cuap-cuap bahagia, karena mereka mengira kalau Wei Wei gagal untuk membawa kembali pegawainya.


2

Sayangnya, kebahagiaan mereka berubah jadi kesedihan dan keterkejutan seketika melihat kedatangan ketiga pegawai tersebut. Saking shock-nya, ia bahkan hampir tepar terjatuh ke lantai. Untung saja, ada Sekretaris Zhu yang menahannya.

3

Dihadapan seluruh pegawai yang lainnya, mereka meminta maaf atas tindakannya yang pernah berniat untuk meninggalkan Ling Long. Setelah melihat pengorbanan Wei Wei, mereka berikrar untuk terus setia pada perusahaan ini dan apapun yang diperintahkan oleh Wei Wei akan mreka laksanakan.  Wei Wei ikut tersenyum bahagia, ia mengatakan jika mereka adalah pegawai yang berharga dan layak untuk diperjuangkan. 

4

Sikap baik Wei Wei, malah membuat para pegawai melongo keheranan. Mereka tak mengerti, mengapa tiba-tiba bos-nya yang ‘killer’ berubah jadi sebaik ini...

Tak mau pegawainya menaruh curiga yang lebih dalam terkait hal ini, Huo Xiao langsung mengalihkan pembicaraan dengan menyampaikan pesan agar mereka semua fokus dan bekerja keras untuk meningkatkan pernjualan yang sudah anjlok selama dua bulan kebelakang ini.

Dengans semangat yang menggebu-gebu, mereka bekerja bersama-sama demi mengembalikan kondisi Ling Long yang seperti semula lagi.

5

Hal tersebut juga dilakukan oleh perusahaan D.U, mereka bekerja cukup keras untuk bisa tetap mempertahankan posisi mereka yang kini menjadi produsen gaun pengantin nomor 1 di China.

6

Wei Wei mencoba untuk mendapatkan kesan baik dari karyawannya. Ia menghampiri Su Fei dan Old Wan yang tengah asyik berdiskusi. Dengan pedenya, Wei Wei memuji sebuah gaun yang terpajang dihadapannya.

Mengira jika gaun tersebut di desain oleh Su Fei, ia-pun memberikan pujian untuknya. Namun, Su Fei malah melihat Wei Wei dengan heran, “Desainer Li, ini adalah desainmu...” ungkapnya

Mendengar itu, membuat Wei Wei jadi kikuk. Ia-pun berusaha mengalihkan pembicaraan dengan beralih memuji hasil jahitan Old Wan,

“Desainer Li, bukan aku yang menjahitnya. Ini di jahit oleh asistenku. Sekarang aku dan Su Fei sedang mendiskusikan hal apa yang harus ditambahkan agar gaun ini terlihat lebih sempurna...” ujar Old Wan

7

Wei Wei terdiam, ia bingung harus berkata apa. Untunglah, Huo Xiao tiba tepat waktu. Ia menyadari situasi Wei Wei dan langsung membawanya pergi bersamanya.

Sikap Wei Wei, semakin membuat pegawainya penasaran. Mereka merasa ada sesuatu yang janggal,.. sangat jangggal,...

-------------------------------------------

8

Saat jam istirahat, para pegawai bekumpul dan membicarakan keanehan Wei Wei. Beberapa diatara mereka, merasa ketakutan dengan sikap Wei Wei yang tiba-tiba jadi baik, 

“Jangan-jangan, ini adalah taktik barunya untuk menindas kita?”

“Mungkin, ini dampak dari kecelakaan yang dialaminya?”

“Mungkin dia sedang mengidap penyakit yang parah???”

9

Mereka semua menebak-nebak penyebab sikap ramah Wei Wei kepada mereka. Meskipun demikian masih ada pegawai yang berfikiran positif, “Apakah menjadi baik itu perbuatan yang salah? Bos kita adalah seorang seniman yang mood-nya selalu berubah-berubah. Mungkin saat ini, ia sedang dalam kondisi mood yang baik...”

10

Dari jauh, sekretaris Zhu menguping pembicaraan mereka dan langsung melaporkannya pada Tuan Yong. Tentu saja Tuan Hong senang mendengarnya, karena apapun yang menjadi kelemahan Wei Wei akan ia ubah menjadi keuntungan untuknya yang sangat terobsesi untuk mengambil alih posisi Desainer Utama yang kini ditempati oleh Wei Wei.

11

Huo Xiao memergoki Wei Wei yang tengah asyik, bekerja sambil makan coklat danminum soda. Ia-pun mengeurnya, dengan menjelaskan kalau selama berada dikantor banyak orang yang mengawasi gerak-geriknya, maka ia harus bisa menjaga sikapnya. Ia-pun menyita makanan tersebut dan membuatnya keluar.

12

Tak lama kemudian, giliran tuan Yong yang masuk keruangan Wei Wei. Niat sih, ingin mengintimidasi, tapi praktiknya malah dia sendiri yang terintimidasi oleh pandangan sinis dan ungkapan Wei Wei yang mengatai jasnya terlihat seperti buah mangga.

13

Setelah kalah dalam perdebatan, Tuan Yong menuruti perintah Wei Wei yang memintanya untuk meninggalkan ruangan ini. Karena gugup, saat hendak keluar ia bahkan menabrak pintu kaca sebanyak dua kali berturut-turut.

14

Huo Xiao kembali memasuki ruangan Wei Wei.. Dan apa yang dilihatnya? Wei Wei masih memiliki banyak stok coklat dan soda. Ia-pun hendak menyitanya kembali. Namun kali ini, Wei wei berusaha keras untuk mempertahankan cemilannya.

15

Tiba-tiba, muncul pegawainya yang memberikan sebuah dokumen. Ia melihat bekas coklat disekitar bibir Wei Wei, “Desainer Li,... sebelumnya anda selalu melarang kami untuk memakan hal-hal yang manis. Anda selalu mengingatkan, kalau seseroang yang tidak bisa menjaga badannya dengan baik, tak akan bisa mengurus pekerjaannya dengan benar..” ungkapnya

16

Wei Wei tersenyum kikuk, dan berusaha untuk menjilat coklat didekat bibirnya tersebut. Ketika pegawai itu berjalan meninggalkan kantornya, Wei Wei kembali merebut makanannya dari Huo Xiao.

17

Ketika pegawai tersebut melihat kearahnya, mereka berpura-pura sibuk membaca dokumen. Dan ketika pegawai itu pergi, mereka-pun melanjutkan lagi perebutan makanannya...

--------------------------------------------

18

Di rooftop kantornya, Tiffany menunjukkan desain gaun untuk Mrs. Lin, sesuai dengan yang dikatan oleh Wei Wei kepadanya. Ia tak menyangka, kalau mereka akan mendapatkan klien sepenting ini berkat usaha Wei Wei, “Harga diriku terasa diinjak-injak...” keluhnya

19

Yi Du menyikapinya dengan santai.. Menurutnya, dalam dua bulan kemarin perusahaan mereka telah berhasil merebut pangsa pasar. Sebagian besar pelanggan Ling Long telah beralih ke perusahaan mereka. Jadi, tak ada lagi yang perlu untuk dikhawatirkan..

----------------------------------

20

Kehilangan ingatannya, membuat Wei Wei juga kehilangan kemampuannya untuk mendesain gaun yang berkualitas. Seberapa keras ia mencoba, hasilnya selalu saja sama buruknya.. Hanya berbentuk seperti karya seorang mahasiswa yang baru lulus dan belum berpengalaman..

“Aaaahhhh... aku menyerah. Kenapa kita tidak berkata jujur, dan mengatakan pada semua orang keberanan kalau aku mengalami amnesia????” keluh Wei Wei

21

Huo Xiao menolak keras hal itu, bisa dibayangkan ketika orang-orang mengetahui kondisi Wei Wei yang hanya mengingat keadaannya saat berusia 23 tahun.. Akankah semua orang menerimanya sebagai Desainer utama? Akahkan klien mereka mau gaunnya didesain oleh perempuan yang menganggap dirinya baru lulus kuliah?

Tentu saja tidak, kan.. Maka dari itu, bagaimanapun caranya mereka harus bisa menutupi fakta ini rapat-rapat dari siapapun..

“Baiklah,... aku mengerti. Tapi, aku tak bisa mendapatkan ide apapun... Bisakah kau mengizinkanku untuk membuat desain di tempat lain.....???” pinta Wei Wei 

--------------------------------------

22

Hari berubah malam, kita melihat sosok Wei Wei yang tengah asyik menyanyi di dalam sebuah ruang karaoke sendirian saja. Ia-pun menelpon Huo Xiao, memintana untuk segera datang kesini dan membayarkan tagihannya karena Wei Wei sama sekali tak membawa uang.

23

Dalam kondisi yang mabuk, Wei Wei berjalan sempoyongan menuju toilet. Dan saat akan kemabli keruangannya, ia nampak kebingungan dan hanya menggunakan instingnya untuk mancari ruang karaoke-nya.

24

Masih di tempat karaoke yang sama, terlihat juga Yi Du dan pegawainya yang tengah mengahbiskan waktu mereka. Dan sialnya, Wei Wei salah masuk ruangan dengan memasuki ruangan tempat Yi Du berada.

25

Wei Wei sama sekali tak menyadari kesalahannya, ia malah tertawa dan meminta microphone untuknya bernyanyi. Yi Du merasa kesal, ia-pun menyert Wei Wei pergi meninggalkan ruangan ini.

26

-------------------------------------

27

Yi Du mengantarkan Wei Wei hingga mencarikan taxi untuknya. Ia memberikan uang kepada supir taxi tersebut, dan memintanya untuk mengantar Wei Wei pulang.

28

Saat akan berjalan kembali memasuki gedung karaoke, Yi Du dihampiri oleh pegawai karaoke yang memberikan tagihan biaya karaoke Wei Wei. Ditambah lagi, si supir taxi yang juga menghampirinya dan memintanya untuk tak meninggalkan Wei Wei yang terus saja meracau tak jelas apa maksudnya, “Tuan.. terlalu bahaya membiarkan wanita seperti itu pulang sendirian...”


Dengan terpaksa, Yi Du membayarkan tagihan dan juga setuju untuk ikut mengantar Wei Wei...

29

Huo Xiao mencari-cari Wei Wei, namun diruangan karaoke tersebut tak ada siapapun selain petugas yang tengah bersih-bersih. Ia-pun bertanya kemana perginya Wei Wei, dan mendapat jawaban kalau Wei Wei dibawa pergi oleh pria dari ruang sebelah (Yi Du)

30

Dikarenakan kondisi Wei Wei yang mabuk berat hingga tak sadarkan diri, Yi Du terpaksa membawanya ke sebuah hotel. Ia-pun menidurkan Wei Wei diatas kasur..

Wei Wei tak melepaskan tangannya dari pundak Yi Du, dan itu membat posisi wajah mereka berdua begitu dekat. Yi Du terdiam,.. ia menatap wajah Wei wei dengan penuh perhatian.

31

Didepan gedung karaoke, Yi Du berdebat dengan Tiffany. Mereka saling menyalahkan pihak masing-masing,.. Menuduh kalau Yi Du memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa Wei Wei pergi, begitupun sebaliknya.

32

Ketika salah seorang pegawai karaoke datang dan menjelaskan kronologis peristiwa yang terjadi,.. mereka malah jadi menyalahkannya atas semua kejadian ini............

::: NOTES :::

Hmmm, cerita tentang amnesia kayak gini udah sering banget diangkat dalam sebuah drama. Agak membosankan memang, tapi di drama ini ceritanya dimodifikasi dengan dialog-dialog bernuansa komikal yang kocak. Apalagi, kala udah ada scene Wei Wei berkhayal, udah deh aku gak bisa nahan ketawa nontonnya.

Sosok Yi Du terlihat sangat amat serius.. Sometimes, ketika dia dapet adegan yang ‘kocak’, kok aku berasa lihatnya rada awkward gitu. Lebih kebayang, kalau dia perannya jadi pria kantoran yang judes dan songong gitu. 

Penasaran juga, gimana jadinya kalau dia ketawa dan gombalin Wei Wei. Kalian penasaran juga, kan? Tunggu ajadah, nanti ada saatnya tapi perjalanan mereka masih panjang... sangat amat panjang malahan..

Jadi, jangan bosen-bosen buat ngikutin kisah cinta mereka yang terus pasang-surut, kena badai, topan ditambah halilintar. Wkwkwkwkwk...

------------------------

You Might Also Like

7 komentar

  1. D tunggu lanjutn nya mba,tmbh seru cerita nya semejak wei wei amnesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sinopsis episode genap di posting di blog My Little Hobbie punyanya mbak Puji yaa. Nanti, saya posting lagi yang episode 5. Hehehehe

      Delete
  2. Yidu cakep bnget...ah ndk sbr nunggu lnjutannya...semangat nulisny

    ReplyDelete
  3. Yidu cakep bnget...ah ndk sbr nunggu lnjutannya...semangat nulisny

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Dilanjut kok :D
      Tunggu aja, nanti dipostingnya di blog My Little Hobbie sama Mbak Puji :D

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤