STAY WITH ME EPISODE 3 [BAGIAN 1]

06:19

-----------------------

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : HUNAN TV =

1

Setelah dengan percaya diri memboyong pegawainya untuk pergi meninggalkan perusahaan D.U, langkah Wei Wei terhenti karena muncul Yi Du yang menghalanginya. Dengan dingin, ia menyuruh Wei Wei untuk pergi meninggalkan tempat ini sendiri saja, dan tidak membawa ketiga pegawai itu.


2

Mereka bertiga sudah menandatangani kontrak untuk bekerja di perusahaan D.U. Jika kontrak tersebut dilanggar, maka mereka harus membayar biaya penalti dan sesuai kesepakatan, mereka juga tidak diperbolehkan untuk mendesain pakaian apapun selama 5 tahun kedepan.

3

Tentunya pernyataan barusan membuat Wei Wei kesal bukan kepalang. Tanpa fikir panjang, ia langsung berteriak histeris, hingga hendak mencakar Yi Du. Untunglah, orang-orang disana berhasil menahannya dan menariknya pergi.

4

Namun, Yi Du tak membiarkannya begitu saja. Atas dasar membuat keributan, ia-pun melaporkan tindakan Wei Wei ini kepada polisi...

-----------------------------------------

Hari berubah gelap..

5

Di bawah lebatnya salju yang turun, Wei Wei ditemani Huo Xiao dan sekretaris Ou meninggalkan kantor polisi. Sekretaris Ou terus saja meminta maaf, ia merasa kejadian hari ini bisa terjadi karena dirinya yang tidak becus dalam melindungi Wei Wei. 

Namun, Wei Wei malah asyik melamun. Ia tak mendengar apa yang diobrolkan oleh Huo Xiao dan Sekretaris Ou, ia malah sibuk sendiri dengan fantasi anehnya, membayangkan dirinya tengah membalaskan dendamnya pada Yi Du sambil berguman, “Beraninya, kau memperlakukanku seperti ini! Tunggu saja, aku akan membalasnya!”

6

Dalam khayalannya, Wei Wei mengenakan kostum tradisional China yang ‘cute’. Gaun berwarna merah menyala yang agak longgar, karena terlalu besar dibadannya. Dan Yi Du.. Entah apa maksudnya, namun kita melihatnya mengenakan setelan jas layaknya pangeran-pangeran di negeri dongeng, namun saat dilihat lebih dekat giginya bertarik bak seorang vampire.

“Rasaian nih! Suruh siapa, kamu berani-beraninya berbuat jahat kepadaku? Sekarang masih berani memelototiku seperti tadi? Masih berani bersikap songong kepadaku? Cepat berbaring minta ampun!” perintah Wei Wei, sembari menyerang Yi Du dengan senjata andalannya yang lebih nampak seperti sebuah jarum yang dilempar-lempar ke arah Yi Du.

7

Yi Du yang ketakutan, berbaring diatas kursi. Wei Wei membentaknya, Suruh siapa dikursi! Berbaringlah di lantai!“

Setelah Yi Du terlungkup diatas lantai, Wei Wei dengan riang dan bersemangat menginjak-nginjak Yi Du dengan kakinya..

8

“Hahahahahahahahahahahaha...” dengan lebar, Wei Wei tertawa sendirian. Hal itu membuat Huo Xiao dan Sekretaris Ou menatapnya keheranan.

“Ada apa dengamu?” tanya Huo Xiao

“Hmmm.. tidak..” jawab Wei Wei kikuk

9

Sekretaris Ou menanyakan rencana apa yang selanjutnya mereka lakukan untuk bisa mengambil kembali ketiga pegawai tersebut? Apalagi, Deadline yang diberikan ketua sudah semakin dekat. Huo Xiao tak menjawab pertanyaan tersebut dengan jelas. Ia hanya mengatakan jika ia akan mengurusnya sendiri, “Cepat antarkan Wei Wei pulang saja...” perintahnya

---------------------------------------

10

Secara pribadi, Huo Xiao mengatur pertemuannya dengan Yi Du. Tanpa banyak basa-basi, ia langsung menyodorkan sebuah cek dengan nominal yang lumayan besar. Permintaannya hanya satu, yaitu Yi Du membiarkan ketiga pegawainya untuk kembali ke Ling Long.

11

Tentu saja, Yi Du menolak untuk menerimanya, “Memangnya, kau fikir kalau aku ini kekurangan uang?” ungkapnya yang langsung merobek cek tersebut

Seakan memiliki rencana lain, setelah melihat sikap Yi Du, Huo Xiao malah tersenyum sinis penuh arti yang misterius...

--------------------------------------------

Keesokan harinya,.....

12

Ditemani oleh Sekretaris Ou, Wei Wei berlajan dengan percaya diri menuju gedung perusahaan D.U. Dirinya belum mendapat kabar terkait keberhasilan Huo Xiao dalam menghadapi Yi Du. Maka, hari ini ia akan memastikan kalau dirinya sendiri yang akan membuat Yi Du berubah fikiran.

13

Setelah sampai, mereka tak langsung masuk dan malah berdiri di depan gedung. Sekretaris Ou bertanya apa rencana Wei Wei? 

“Kita akan menyerangnya!” tegas Wei Wei

“Ahh.. itu terlalu berbahaya..” ujar Sekretaris Ou

“Kalau begitu, aku akan memohon kepadanya..” ungkap Wei Wei

“Ahh,..itu bisa merusak harga diri anda...” ujar Sekretaris Ou

Tiba-tiba, terlihat mobil Yi Du melaju melewati mereka. Dengan segera, Wei Wei-pun menyuruh Sekretaris Ou mengambil mobilnya untuk mengikuti Yi Du.

14

Mereka-pun tiba di sebuah hotel. Dari hasil menguping, mereka mendapat informasi bahwasanya Yi Du akan menemui klien pentingnya di tempat ini. Sekretaris Ou, mengajak Wei Wei untuk pulang saja, karena tak ada yang bisa mereka lakukan lagi disini. Wei Wei malah tersenyum nyinyir, ia mengatakan jika hari ini mereka pasti bisa membuat Yi Du mengabulkan permintaannya.

15

Pertama-tama, dengan sengaja Wei Wei mengunci Tiffany di toilet. Kemudian, supaya jati dirinya tidak ketahuan, ia membuat suaranya terdengar bindeng dan mengatakan jika dirinya akan meminta bantuan dari orang lain untuk membuka pintu toilet yang ‘macet’ tersebut. Dengan mudahnya, Tiffany mempercainya begitu saja, padahal diluar Wei Wei tengah tertawa cekikikan, ia bahkan sempat menggeledah isi tas Tiffany dan menemukan 2 buah bantalan dada.

16

---------------------------------------------

17

Disamping kolam renang, Yi Du bertemu dengan kliennya yang biasa dipanggil Mr. Lin. Ia merupakan seorang pianis terkenal yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahannya. Nah, perusahaan D.U sudah mengirimkan rancangan gaun untuk mempelai wanita, dan sekarang mereka akan mendiskusikan pendapat dari calon mempelai.

Sayangnya, calon istri Mr. Lin sangat tidak menyukai rancangan gaun tersebut. Ia bahkan menyebutkan, kalau gaun tersebut lebih cocok untuk disebut sebagai pohon natal karena terlalu banyak renda dan hiasan bernuansa ‘bling-bling’.

18

Yi Du menjelaskan, bahwasanya rancangan tersebut merupakan gabungan dari ide desainer dan permintaan klien. Jika memang hasilnya kurang memuaskan, maka pihaknya akan merevisi desain tersebut. Namun, Mr. Lin tak bisa mengulur waktu lagi, kalau kali ini rancangannya masih jelek, maka mereka akan mencari desainer yang lain saja.

“Tenang, hari ini desainer utama kami juga ada disini. Anda bisa mengungkapkan keluhan anda kepadanya secara langsung..” ucap Yi Du

19

Tak lama kemudian, munculah Wei Wei dengan mengenakan pakaian renang yang diambilnya dari tas Tiffany. Mr. Lin beserta calon istrinya menyangka jika Wei Wei merupakan desainer yang disebutkan oleh Yi Du. Wei Wei sendiri, dengan tenangnya langsung duduk disamping Yi Du dan memperkenalkan diri sebagai Vivian dari perusahaan D.U. 

21

Sekretaris Ou menyelesaikan pekerjaan Wei Wei. Kali ini, gilirannya untuk mengerjai Tiffany. Meskipun agak gugup, karena harus memasuki toilet perempuan.. Ia mengakalinya dengan menyimpan tanda dilarang masuk di depan pintu, sehingga ia bisa menyelesaikan tugasnya dengan aman.

22

Semuanya berjalan lancar, hingga secara tak sengaja Tiffany melihat sepatu sekretaris Ou dari bawah pintu. Mengetahui ada yang janggal, Tiffany-pun mendobrak pintunya. Ia marah besar pada sekretaris Ou dan langsung menyeretnya ke sudut ruangan untuk dihajarnya habis-habisan.

20

Kemampuan marketing Wei Wei memang tak dapat diragukan lagi, hanya dengan beberapa kata pujian darinya berhasil membuat Mr. Lin dan pasangannya nampak begitu mempercayainya. Setelah mendengar permintaan dari pasangan tersebut, Wei Wei langsung bisa menemukan ide brilian terkait gaun impian yang diinginkan oleh mereka. 

Hal ini, membuat Yi Du terdiam tak berbicara apapun. Demi kelancaran bisnis, ia ikut dalam sandiwara Wei Wei dengan mengakuinya sebagai pegawainya. Kontrak sudah aman, mereka bersalaman tanda selesainya pertemuan kali ini.

23

Tepat saat itu juga, Tiffany yang menyeret Sekretaris Ou datang dan membuat keributan. Yi Du berusaha memberikan kode dengan mengerlingkan matanya, meminta agar Tiffany pergi dari tempat ini. Namun, kodenya tak berhasil difahami dan Tiffany malah terus menggerutu memarahi Wei Wei.

Yi Du menghampiri Tiffany, “Siapa yang kamu cari? Mungkin kamu salah orang?” tanyannya kikuk

Sekretaris Ou kembali beraksi, ia berlutut dihadapan Tiffany, “Sayang.. apa yang kamu lakukan. Aku minta maaf, ayo pergi dari sini..”

24

Akhirnya, Tiffany memahami kode Yi Du dan dengan terpaksa, ia-pun berjalan pergi meninggalkan tempat ini.

Setelah melihat Tiffany pergi, Mr. Lin tertawa geli dan mengatakan kalau orang barusan sangatlah aneh. Dengan kikuk Yi Du-pun ikut tertawa, berbeda hal-nya dengan Wei Wei yang nampak tertawa puas atas kemenangannya kali ini.

-----------------------------------------------------

25

Sebelum pulang, Mr. Lin secara eksklusif mengundang Yi Du dan Wei Wei untuk meghadiri acara pernikahan mereka.

“Tentu saja, dengan senang hati saya akan datang.. Dengan beliau (Yi Du) juga tentunya..” jawab Wei Wei

26

Setelah Mr. Lin pergi, Tiffany dan Sekretaris Ou berjalan menghampiri mereka. Sempat terjadi perang argumen diantara Wei Wei dan Tiffany, namun hal itu tak berlangsung lama karena Sekretaris Ou memotong perdebatan mereka dengan menjelaskan bayaran yang harus diberikan Yi Du setelah Wei Wei berhasil membuat D.U mendapatkan kontrak dengan Mr. Lin.

27

Singkatnya, merereka hanya menginginkan Yi Du untuk melepaskan ketiga pekerja Ling Long yang saat ini bekerja di perusahaan D.U.

“Bagaimana kalau aku tidak mau melakukannya?” tanya Yi Du

“Hmm.. maka aku akan menelpon Mr. Lin dan mengatakan kalau sebenarnya aku adalah pegawai dari perusahaan Ling Long!” ancam Wei Wei

28

Mau tidak mau, akhirnya Yi Du mengabulkan permintaan Wei Wei. Sebelum membiarkannya pergi, ia sempat bertanya bagaimana bisa Wei Wei memahami keinginan pasangan Mr. Lin yang nyatanya memiliki usia 8 tahun lebih muda dari Wei Wei.

“Hmmm.. simple kok. Kamu bisa membaca segala hal yang berkaitan dengan perempuan dari internet..” papar Wei Wei yang lansgung berjalan pergi meninggalkan mereka

29

Sejenak, Yi Du terdiam..... Sembari melihat kepergian Wei Wei, ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Wei Wei yang barusan dilihatnya, serasa berbeda dari yang ia temui di waktu-waktu sebelumnya, “Itu memang dia, tapi kurasa bukan dia...” gumamnya

---------------------------------------------------

30

Sesampainya di kantor, Sekretaris Ou langsung menemui Huo Xiao dan menceritakan keberhasil Wei Wei hari ini. Namun, Huo Xiao tak menunjukkan ekspresi terkejutnya sedikitpun, ia malah tersenyum sinis dan berkata, “Memangnya, kamu kira Yi Du mau berbubah fikiran karena trik konyol Wei Wei?”

-----------------------
FLASHBACK

Malam itu, Yi Du memang menolak cek yang diberikan oleh Huo Xiao. Namun, pertemuan mereka tak berakhir disitu saja. Masih ada kelanjutannya,...

Huo Xiao berhasil menemukan informasi terkait sebuah perusahaan bahan baku tekstil yang menjadi partner kerjasama perusahaan D.U. Dengan koneksinya, ia-pun sukses mencurangi pihak D.U dengan membeli seluruh stok barang dari perusahaan tersebut. Sebuah surat kerjasama yang dibawanya, menjadi bukti nyata tindakannya.

31

Yi Du nampak terkejut, “Jadi, apa sebenarnya maumu?”

“Tidak banyak, kok.. Aku hanya ingin kau membiarkan pegawaiku untuk kembali bekerja di Ling Long...” jawab Huo Xiao

“Jadi, kamu akan menukar semua bahan tekstil itu dengan beberapa rang pegawaimu? Sungguh bos yang baik..” sindir Yi Du

FLASHBACK END
-----------------------------

32

Untuk merayakan keberhasilannya, Wei Wei mengajak Huo Xiao untuk makan diluar bersamanya. Tempatnya hanya disebuah kedai pinggir jalan, dan nampaknya tempat itu memang sudah sering mereka datangi saat masih kuliah dulu.

Wei Wei memesan begitu banyak sate jeroan, ia-pun menyuruh Huo Xiao untuk mencicipi beberapa. Namun, Huo Xiao menolaknya, ia mengingatkan Wei Wei jika perutnya tidak bisa berkompromi dengan makanan seperti ini,

33

“Cukup melihatmu makan dengan lahap sudah membuatku kenyang, ‘kok..” goda Huo Xiao

“Hmmm, begitulah.. diriku ini memang terlalu menawan..” ujar Wei Wei sambil tertawa cekikikan

Disela-sela candaan mereka, Huo Xiao menasihati Wei Wei untuk menjaga jarak dengan Yi Du, “Dia itu pria yang tidak baik..” ucapnya

Wei Wei tak menanyakan alasannya lebih lanjut, ia hanya mengangguk faham dan mengatakan kalau dirinya tak akan mudah terpengaruh oleh pria songong dan arogan seperti Chen Yi Du.

-----------------------------------------------

Dalam perjalanan pulang, Huo Xiao menunjukkan raut wajah murung. Ia membahas keadaan Wei Wei yang saat ini tidak mengingat kejadian apapun dari 7 tahun yang lalu. Bahkan, kejadian menyakitkan antara Wei Wei dengan Yi Du yang membuat mereka menjadi rival. 

Sekretaris Ou, berusaha mengemukakan hal yang positif. Setidaknya, berkat tragedi ini Wei Wei jadi tak ingat jikalau dirinya pernah melewati tragedi yang menyakitkan dari 5 tahun yang lalu.

34

“Tapi, bagaimana bisa Wei Wei harus kembali berurusan dengan Yi Du?” keluh Huo Xiao

“Aku fikir,.. sikap cemas anda saat ini karena anda takut kejadian di masa lalalu akan terulang kembali..” tebak Sekretaris Ou

“Sssttt, jangan pernah berkata seperti itu. Sekarang, kita harus menjaga Wei Wei dengan baik. Kita tak boleh membiarkannya merasa tersakiti lagi!!!” tegas Huo Xiao

---------------------------------------

35

Sebelum tidur, Wei Wei mengirim voice note kepada ayahnya. Ia menceritakan rasa bahagianya, karena telah berhasil mengambil kembali pegawainya dan mengalahkan Chen Yi Du. 

36

‘Selamat! Kamu harus terus bekerja dengan keras...’ itulah balasan singkat yang didapatkannya

Wei Wei sempat mendesah kesal, ia-pun mengirimkan balasan berupa voice note yang mengungkapkan kekecewaannya. Ia ingin mendengar suara ayahnya, namun ia tak pernah bisa mendapatkannya, “Orang lain, mungkin akan mengira kalau kamu tidak menyayangiku.. Yasudahlah, kalau ayah sedang asyik berlibur.. Jaga kesehatan ayah dan kumohon cepat pulang....”

---------------------

You Might Also Like

6 komentar

  1. Lanjuuuuut
    Semangat ya
    N thx udh ngerecap 😙

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, jangan bosen-bosen baca sinopsisnya juga yaaa :D

      Delete
  2. Seru ka Sinopsisnya , semangat ya ka nulis sinopsisnya :) Request dong ka banyakin gambarnya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, nanti saya coba perbanyak gambarnnya lagi ya :D

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤