STAY WITH ME EPISODE 1 [BAGIAN 1]

03:44

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : HUNAN TV =

1

Berlatar di kota Paris yang terkenal romantis, kita melihat suasana di sebuah hotel tempat akan diadakannya fashion show perdana dari perusahaan Ling Long. Yang menjadikan acara ini menarik, karena tujuannya bukan hanya sekedar memperkenalkan hasil karya mereka,  acara ini juga menjadi ajang persaingan dengan perusahaan D.U demi mendapatkan kontrak ekskulif bersama pihak Fontaine Bleue, selaku brand ternama di kota Prancis.


2

Di backstage, kita melihat suasana hektik dimana para model tengah sibuk dirias guna mempersiapkan penampilan mereka. Seorang wanita menghampiri satu persatu model tersebut dan mengomentari segala sesuatu yang tak disukainya. Riasan rambut dari dedaunan yang terlalu ramai membuatnya marah, ia bahkan melempar hiasan tersebut, “Berikan ini untuk makan kuda..” ucapnya sinis

3

Terlihat seorang model yang nampaknya sedikit berisi, sehingga penata riasnya kesulitan untuk mengencangkan tali belakang dari gaun yang dikenakannya. Wnita sinis itu-pun menghampirinya dan menarik tali tersebut dengan kasar. Si model sempat mendesah kesal, namun wanita sinis itu menatapnya dan berkata, “Seorang model yang bisa mengenakan gaun randanganku, pasti akan menyesal!”

4

Ohiya, sebelumnya wanita sinis super teliti yang judes ini bernama Li Wei Wei. Dia adalah, designer utama yang merancang seluruh gaun pengantin dalam acara fasion Show hari ini.

Tiba-tiba, seroang penata rias menghampirinya, dan dengan panik ia melaporkan kalau udung untuk model nomor 24 tidak ada, alias hilang. Wei Wei tak terlihat panik sedikitpun, dengan santai ia berjalan menghampiri model tersebut. Setelah memperhatikannya dari ujung kepala sampai kaki, ia malah meminta mereka untuk memberikannya gunting.

5

Hebatnya, hanya dengan gunting tersebut, Wei Wei berhasil membuat tudung kepala dari bagian bawah gaunnya dalam waktu kurang dari satu menit. Sontak saja, hal itu membuat semua orang yang melihatnya langsung menatapnya dengan terkagum-kagum.

6

Wei Wei-pun lanjut memeriksa persiapan model yang lainnya. Namun, sebelum berjalan pergi ia meminta penata rias yang bertanggung jawab terhadap model itu untuk berhenti dari pekerjaannya. Si penata rias meminta maaf dan memohon agar dirinya tidak dipecat. Namun, Wei Wei mengabaikannya dan berjalan pergi begitu saja..

7

Scene berpindah ke depan bangunan hotel. Dari sebuah mobil mewah, turun seorang pria tampan berana Chen Yi Du. Dialah designer dari perushaan D.U. Begitu banyak wartawan yang menantikan kedatangannya, untuk menanyakan pendapatnya terkait fashion show yang diadakan perusahaan Ling Long hari ini.

Yi Du tersenyum, ia optimis dengan hasil karya dari perusahaannya sendiri. Ia-pun memasuki hotel untuk segera menghadiri acara Fashion Show dari perusahaan Ling Long.

8

Disana terlihat panggung catwalk yang bergitu indah nan menawan. Setiap hadirin yang sudah duduk di tempatnya masing-maing, juga nampak begitu antusias menunggu acara yang sebentar lagi akan dimulai tersebut.

9

Begtiu musiknya diputar, satu persatu model berjalan di catwalk menggunakan gaun pengantin yang sangat cantik, elegan dan juga mewah. 

11

Wei Wei beserta para kru acara fashion show ini, menonton berlangsungnya acara melalui monitor yang terdapat di backstage. Mereka semua nampak kagum dan puas dengan hasil karyanya.

10

Namun, Wei Wei sendiri terus saja menunjukkan ekspresi datarnya. Seorang pria tampan menghampirinya, dengan membawa secangkir kopi yang dicampur sedikit susu agar terasa lebih manis. Ia berniat untuk memberikannya kepada Wei Wei. Namun, niat baiknya itu ditolak mentah-mentah, karena Wei Wei hanya mau meminum kopi hitam. Meskipun itu hanya sedikit susu, tetap saja mengandung kalori berlebih yang harus membuatnya melakukan olahraga ekstra nantinya. 

12

Tiba-tiba, seorang enata rias berlari menghampiri Wei Wei lagi dan dengan panik ia melaporkan kalau model yang akan menampilkan gaun utama mereka mengalami masalah, karena kakinya terkilir. Tanpa banyak omong, Wei Wei lansgung berjalan menuju tempat model tersebut berada..

Scene beralih ke panggung catwalk,.. Kini saatnya untuk mempertunjukan gaun utama mereka.

13

Dan yang mengejutkan, Wei Wei sendiri-lah yang memeragakan gaun tersebut. Kecantikan dan keanggunannya berhasil memikat mata semua orang yang melihatnya. Tak terkecuali juga dengan Yi Du. Mereka berdua semat saling menatap, entah apa yang ada difikiran mereka saat itu.. Berawal dari tatapan terpesona, dan berlanjut dengan tatapan penuh kebencian.

15

Acara ini ditutup dengan ucapan terimakasih Wei Wei untuk para hadirin yang disambut dengan tepukan meriah, pertanda bahwa fashion show-nya kali ini telah sukses besar.

16

Beberapa wartawan menghampiri Yi Du dan menanyakan pendapatnya terkait hasil rancangan Wei Wei. Yi Du memuji kecantikan gaun-gaun yang barusan dilihatnya. Meskipun mengatkan demikian, bukan berarti ia mengangumi hasil karya Wei Wei, justru menurutnya semua gaun barusan tak memiliki nilai seni yang sempurna karena tak apa perasaan apapun yang terpancar dari gaun tersebut.

“Orang bilang, karya seseorang bisa menggambarkan sifat pembuatnya...” sindir Yi Du

17

Berdasarkan pernyataan itu, reporter-pun beralih untuk mewawancarai Wei Wei. Mereka ingin memastikan apakah yang barusan dikatakan Yi Du itu benar? Bahkan seroang reporter ada yang bertanya terkait julukan ‘Devil’ yang disematkan kepada Wei Wei oleh para krunya?

19

Wei Wei menanggapinya dengan sangat santai. Perlahan dan dengan jelas, ia menceritakan alasan dirinya mengenakan gaun utama rancangannya sendiri hari ini. Tentang sifatnya yang dingin dan ‘galak’, hinga membuatnya disebut-sebut tak memiliki pasangan kekasih. Ia langsung mematahkan semua fakata itu dengan memperkenalkan sosok pria tampan yang tadi kita lihat memberikannya kopi di backstage. Ternyata pria itu bukanlah orang biasa, ia adalah Huo Xiao yang merupakan General Manager di perusahaan Ling Long yang Wei Wei sebut sebagai kekasihnya.

20

Dan pada kesempatan ini, dihadapan semua orang yang berada disini, ia melamar Huao Xiao. Tanpa pikir panjang, Huo Xiaou lansgung menerima lamaran tersebut dan memasangkan cincin di jari manis Wei Wei. Merekapun berpelukan, dan semua orang yang melihatnya lansgung bertepuk tangan bahagia untuk mereka. Terkecuali Yi Du yang malah melempar tatapan penuh benci kepada Wei Wei, begitupun sebaliknya.

Wei Wei-pun mengatakan jika dirinya tak mau membuang-buang waktu lagi. Ia mengundang semua orang yang ada disini untuk menghadiri pernikahannya yang akan dilangsungkan esok hari.

21

Selanjutnya, Reporter bertanya kepada Ny. Gedia selaku perwakilan dari pihak Fontaine Bleue, mengenai karya dari perusahaan mana yang akan dipilihnya. Namun, Ny Gedia terlalu senang melihat peristiwa yang terjadi hari ini dan menurutnya bukan saat yang tepat untuknya memutuskan hasil akhir. Maka dari itu, ia akan memperpanjang waktu penilain dan mengadakan kompetisi tambahan yang akan dilaksanakan pada 3 hari mendatang.

21A

Entah siapa itu, namun dari depan panggung terlihat sosok pria dengan setelan jas rapi yang memperhatikan acara hari ini dengan tatapan yang mencurigakan...

22

Setelah berganti pakaian dan kembali ke backstage, Wei Wei melepas cincinnya dan menitipkannya pada sang asisten. Tak lupa ia mengingatkannya untuk selalu membawa cincin tersebut, takut-takut ada acara tertentu yang mengahruskannya untuk memakainya lagi.

Meskipun acara lamaran tadi hanyalah sebatas penndompleng perhatian semata, tetap saja para kru memberikan selamat kepada Wei Wei dan Huo Xiaou. Mereka memang bukan sepasang kekasih yang benar-benar kekasih, namun sudah jadi rahasia publik kalau mereka memang memiliki hubungan yang cukup dekat.

23

Wei Wei tak mau mendengar omongan mereka yang menurutnya tak penting. Ia berjalan pergi begitu saja, sementara Huo Xiao berterimakasih atas ucapan selamat yang didapatkannya dan berjanji untuk mentraktir mereka semua dilain kesempatan.

25

Didalam mobil, menujur perjalanan pulang, Huo Xiao bertanya sekali lagi untuk memastikan keseriusan Wei Wei yang ingin menikah dengannya. Bagaimanapun juga, pernikahan bukanlah hal kecil yang bisa dilakukan begitu saja. Wei Wei menjealskan jika dirinya sudah mantap dengan keputusannya. Meskipun ia tak memiliki perasaan cinta untuk Huo Xiao, mereka telah bersama dan menjadi partner kerja dalam waktu yang samagat lama. Maka dari itu, tak ada hal yang membuatnya ragu untuk menjadikan Huo xiao sebagai suaminya.

Huo Xiao meberikan Wei Wei kesempatan untuk mempertimbangkan keputusannya lagi. Namun dengan yakin Wei Wei menjawab kalau dirinya tetap akan menikah dengan Huo Xiao besok.

26

Setibanya di apartemen, mereka berpapasan degan Yi Du yang tengah berjalan dengan Tiffany. Mereka masih sempat untuk saling sapa dan memuji satu sama lain dengan kata-kata yang lebih pantas disebut sebagai sindiran. Semakin lama mereka mengobrol, semakin menusuk-lah kata-kata sindiran yang diungkapkannya.

Demi menghindari pertengkaran, Wei Wei mengajak Huo Xiao untuk berjalan pergi meninggalkan mereka saja...



Di tempat lain, tepatnya di sebuah restoran kita melihat Ny. Geida yang tengah bertemu dengan sorang pria misterius yang mengancamnya untuk memilih perusahaan Ling Long sebagai pemedang tender dalam kompetisi ini. Ny. Gedia menolaknya, namun pria itu memperingatinya akan akibat yang akan didapatkannya jika ia tidak mau menuruti perintahnya. Disamping pria misterius itu, terlihat seorang pria pengawalnya yang tadi juga muncul di acara Fashion Show.

28

Scene lansgung berpindah ke tempat dimana telihat sosok Yi Du yang tengah termenung sendirian, sembari memegang sebuah cincin berlian di tangannya. Lamunannya terhenti ketika datang Tiffany yang mengajaknya berdiskusi terkait fashion show mereka berikutya. Dijadwalkan, besok pagi mereka akan mengecek kembali lokasinya, namun Yi Du mengatakan jika dirinya sudah ada janji yang lain.

29

Tiffany mengernyit heran, setahunya Yi Du sama sekali tak ada janji apapun. Sejenak ia terdiam kemudian bertanya, “Jangan bilang, kamu akan merusak acara pernikahan Wei Wei. Apakah kamu masih memiliki perasaan untuknya?”

“Cukup. Kamu berbcara terlalu banyak hari ini..” ujar Yi Du yang langsung berjalan pergi meninggalkan Tiffany

---------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤