SOLOMON'S PERJURY EPISODE 9 [BAGIAN 2]

03:57

----------------------


SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : JTBC =

1

Ji Hoon menyusul teman-temannya yang sudah lebih dulu berada di samping Seo Yeon. Suasananya terasa begitu ceria, hingga membuat Seo Yeon seakan sehat bugar kembali. Bahkan, dengan yakinnya ia mengatakan jika dirinya akan menghadiri persidangan besok.
Hal itu membuat Yoo Jin dan So Hee khawatir, mereka meminta Seo Yeon untuk beristirahat saja. Namun, Seo Yeon mengelak, ia berasala jika dirinya telah mengorbankan seluruh fikirannya untuk persidangan besok. Jadi, terasa sangat sia-sia jika ia tidak datang.

2

Min Suk mengangguk setuju, menurutnya ia bisa memahami bagaimana perjuangan Seo Yeon karena mereka merupkana rival dalam hal pelajaran sekolah.

“Siapa bilang kita adalah rival? Maaf yaa, kamu sih gak akan pernah menang melawanku..” canda Seo Yeon

3

Ketika para anak cowok pergi, Yoo Jin dan So Hee memberitahukan sesuatu kepada Seo Yeon. Nampaknya, ada seseroang yang telah menghubungi mereka dan mengajukan dirinya sebagai saksi dalam persidangan besok. Seo Yeon-pun meminta agar mereka segeera membuat janji dengan orang tersebut secepatnya.

4

Ji Hoon berusaha untuk menghubungi Woo Hyuk. Namun, setelah berkali-kali mencoba tetap saja tak ada jawaban. Terpaksa, Ji Hoon mendatangi apartemen tempat Woo Hyuk tinggal. Disana ia menggedor-gedor pintunya, namun tak terdengar suara jawaban sekalipun.

5

Akhirnya, Ji Hoon memilih untuk mengeirim pesan lagi, ‘Pastikan kalau kau datang ke persingan besok. Aku berjanji akan membuktikan keidakbersalahanmu’

=======================
6
Persidangan yang ke-3
7

Ternyata orang yang mengajukan diri untuk memberikan kesaksian adalah mantan kepala sekolah. Kepada Seo Yeon cs, ia tak mengatkan banyal hal. Yang jelas, pada saat di persidangan ia ingin mengungkapkan hubungan antara Lee So Woo dan SMA Jeongguk.

8

Entah mengapa, Seo Yeon malah merasa ragu untuk membiarkan mantan kepala sekolah memerikan kesaksiannya. Namun Yoo Jin dan So Hee malah meyakinkannya kalau mereka telah mendapatkan saksi yang penting untuk persidangan besok.

9

Tak lama setelah Seo Yeon cs pergi, datanglah Kyung Moon yang memasuki kafe dan langsung duduk dihadapan mantan kepsek. Entah apa yang akan mereka bicarakan, namun terlihat jelas wajah mantan kepsek langsung berubah pucat seketika melihat kehadiran Kyung Moon.

10

Sebelum persidangan di mulai, seluruh anggota klub berkumpul. Tim penuntut, memberitahu kalau mereka menambah satu orang saksi yang masih dirahasiakan identitasnya. Sementara itu, tim pembela berkata jujur, dengan mengungkapkan bahwa Woo Hyuk masih belum bisa dihubungi hingga saat ini.

11

Meskipun demikian, Seo Yeon meminta mereka untuk tetap semangat melanjutkan sidang ini. Karena apapun yang terjadi, mereka sudah berjalan cukup jauh.. Biarlah jika memang persidangan hari ini harus berlangsung tanpa kehadiran terdakwanya sekalipun.

=======================
12

Tim pembela memasuki ruangan persidangan. Mereka dikejutkan dengan beberapa gelas kopi yang sudah tersimpan di mejanya, “Wahh.. jangan-jangan sekarang kita sudah mempunya fansclub..” ujar Sung Min.

Ji Hoon malah terdiam, ia meminta izin untuk keluar sebentar dan lansgung berlari menuju ruang tunggu tim pembela.

13

Terlihat Woo Hyuk yang tengah tiduran di kursi, “Jangan berlebihan, aku datang kesini bukan karenamu..” ungkapnya

Ji Hoon tersenyum lega, “Terimakasaih.. dan ingatlah.. aku akan membelamu hingga akhir..” tegasnya

14

Di dalam ruang persidangan, Min Suk telah mengumumkan ketidakhadiran Woo Hyuk. Namun, Ji Hoon cs lansgung memberi kode, sehingga Min Suk-pun meralat kembali perkataannya dan mempersilahkan Woo Hyu untuk segera memasuki ruang persidangan.

15

Caci maki, serta picingan mata penuh benci dari hadirin mengiringi langkah Woo Hyuk ketika memasuki ruangan. Mereka yang tak tahu apa-apa, masih menganggap woo Hyuk sebagai sosok pria jahat dari keluarga kriminal.

16

Selanjutnya, hakim meminta saksi dari pihak jaksa penuntut untuk memasuki ruangan. Namun, ada yang aneh.. Setelah beberapa kali dipanggil, saksi tersebut tak muncul juga.

17

Akhirnya, Yoo Jin melihatnya sendiri keluar. Disana, tak ada siapapun. Ia berusaha untuk menelponnya, namun tak ada jawaban. Ia-pun memberitahukan Seo Yeon tentang hal ini. Hingga akhirnya, Seo Yeon meminta hakim untuk mempersilahkan saksi dari pihak pembela untuk maju duluan.

18

Sungguh mengejutkan, terutama untuk Seo Yeon.. Karena saksi yang diajukan Ji Hoon adalah ayahnya sendiri. Diawal interogasi, Seo Yeon sempat mengajukan interupsi dan mempertanyan hubungan ayahnya dengan kasus ini.

19

Sang ayah tak menjelaskan secara pasti, yang jelas kehadirannya disini untuk mewakili seseorang yang bisa membuktikan alibi Woo Hyuk. Mendengar itu, Seo Yeon tak bisa berkomentar apapun, ia hanya terdiam dan kembali duduk ditempatnya.

20

Sebelum memberikan kesaksiannya, terlebih dahulu ayah menegaskan kalau dirinya hanya akan mengatakan apa yang perlu dikatakannya. Dan sebagai seorang polisi, ada beberapa hal yang tak bisa diungkapkannya, jadi beberapa pertanyaan mungkin tak akan dijawab olehnya.

Dimulai dari menceritakan kasus kebakaran yang terjadi di rumahnya Woo Hyuk, ternyata itu memang tindakan yang disengaja. Tuan Choi (ayahnya Woo hyuk) bekerja sama dengan Firework Artisan untuk membakar rumahnya sendiri. Berita yang beredar di media massa yang mengatakan kalau tujuannya untuk mendapat uang asuransi, ternyata tidak benar. Tujuan rumah itu dibakar, suapaya bisa dibangun lahan baru di tanah tersebut. Perlu diketahui, ibunya Tuan Choi alias neneknya Woo hyuk tidak pernah menyetujui kalau tanahnya dibangun lagi, maka dari itu Tuan Choi nekat melakukan hal ini. Sayangnya pada saat kejadian, terjadi kesalahan yang mengakibatkan neneknya Woo Hyuk meninggal.

21

Lantas apa hubungannya dengan alibi Woo Hyuk?

Ternyata si Firework Artisan, sebelum membakar rumah tersebut telah melakukan survey lokasi beberapa kali. Dan salah satunya di malam natal. Saat itu, ia melihat keberadaan Woo Hyuk dirumah yang berarti Woo Hyuk sama sekali tidak berada di TKP.

22

Mendengar hal itu, sontak membuat seisi ruang persidangan menjadi riuh. Akhirnya, terbuktilah kalau Woo Hyuk bukan pembunuh Le So Woo.

23

Seo Yeon masih tak mempercayai hal ini. Ia bangkit dan kekeh ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada ayahnya, “Bagaimana bisa kita mempercayai pernyataan ‘Firework Artisan’ yang juga telah membunuh seseorang? Bukankah dia bekerjasama dengan ayahnya Woo Hyuk? Bagaimana kalau dia telah disuap untuk mengatakan hal ini?”

24

Ayah menjawabnya dengan tenang, menurutnya sudah tak ada kesempatan untuk hal itu. Karena masing-masing merka tengah berada di dalam penjara. Dan tentang pembunuh.. ayah menjelaskan kalau dimata hukun ada sua jenis pembunuhan. Yang pertama ‘pembunuh yang disengaja..’

25

“Pembunuhan yang tidak disengaja..” tukas Ji Hoon

Ayah mengingatkan, bahwa apa yang dilakukan Firework Artisan adalah pembunuhan yang tidak disengaja.

26

Memahami hal tersebut Seo Yeon akhirnya kembali duduk ditempatnya. Ayah berusaha menguatkan Seo Yeon dengan tersenyum kepadanya, Seo Yeon-pun membalasnya dengan senyuman manis. Seakanakan telah melupakan, apa yang barusan dialaminya

======================
27

Scene lansgung beralih ke rumah sakit, disana terlihat jar-jari Cho Rong yang mulai bergerak...

====================
28

Kembali ke ruang persidangan. Kali ini, Ji Hoon meminta Woo Hyuk untuk duduk di kursi saksi. Woo Hyuk sempat menolak, ia tidak mengerti alasan Ji Hoon memintanya melakukan hal ini. Namun, apa boleh buat.. Pada akhirnya, ia-pun menuruti keinginan Ji Hoon.

29

Woo Hyuk telah mendapatkan alibi yang membuktikan ketidakbersalahannya. Sekarang, Ji Hoon bertanya kepada Woo Hyuk, menurutnya mengapa ia bisa berada pada posisi terdakwa dalam kasus kematian Lee So Woo?

Tentu saja, Woo Hyuk menjawab kalau penyebabnya adalah surat dakwaan palsu yang ditulis oleh Lee Joo Ri. Jii Hoon lanjut bertanya, Mengapa Joo Ri sampai menulis surat palsu dan menyeret Woo Hyuk kedalamnya?

Woo hyuk tak bisa menjawab pertanyaan itu, ia hanya terdiam penuh kebingungan...

30

Ji Hoon lanjut bertanya, kali ini Woo Hyuk hanya boleh menjawab ‘Ya atau Tidak’..

“Apakah kamu ingat pernah menendang sorang siswa hingga terjatuh ketanah? Kemudian kamu pernah memaksa seorang siswa untuk meminum air toilet? Kamu juga pernah sengaja menjatuhkan tas temanmu di tengah jalan?”

Mendengar semua pertanyaan itu, Woo Hyuk tetap terdiam. Sesekali ia menggeleng kebingungan dan mengtakan tidak mengingatnya.

31

“Ingatkah.. kamu pernah meludahi rambut seorang siswa, kemudian mengguyurnya dengan air shower di toilet. Lalu menguncinya disana..” ungkap Ji Hoon yang langsung membuat Woo Hyuk terkejut karena akhirnya ia mengingat kejadian itu.

Siswa tersebut adalah Lee Joo Ri. Setelah Woo Hyuk menguncinya, ia terjebak sepanjang malam. Hingga barulah diselamatkan keesokan harinya oleh penjaga sekolah..

32

Ji hoon bertanya pada Woo Hyuk, sudah berapa kali ia melakukan perilaku kekerasan di lingkungan sekolah ini, “Seratus kali? Dua ratus kali?”

Woo Hyuk menjawab, “Tidak tahu..”

“Nampaknya, sudah terlalu banyak hingga kau melupakannya..” tukas Ji Hoon

Dengan suara yang bergetar, Woo Hyuk mengatakan kalau semua yang dilakukannya selama ini hanya sebatas ‘candaan’ belaka. Ji Hoon memintaya untuk berfikir dari sudut pandang korban. Karena tak ada satupun dari mereka yang menganggap semua ini sebatas candaan!

Woo Hyuk yang emosi berteriak meminta Ji Hoon untuk berhenti mengatakan semua ini kepadanya!

33

Ji Hoon-pun berjalan kehadapan para siswa yang duduk di bangku penonton.. Ia memaparkan bahwasanya surat dakwaan yang beredar, telah ditulis oleh seseorang yang pernah menjadi korban bully dari Woo hyuk. Sehingga, surat tersebut bertujuan untuk menjatuhkan Woo Hyuk semata...

34

Setelah Ji Hoon menyelesaikan pemaparannya, Woo Hyuk masih saja terdiam membeku di posisinya. Ia menatap, satu-per-satu siswa yang berada dihadapannya. Teringatlah ia, saat-saat ketika dirinya pernah menyakiti mereka dengan tindakannya.

35
omooooo... raja bully banget dia :(
-----------------------------------------------------------
36

Perlahan, matanya mulai memerah dan berair.. “Aku.. minta maaf..” ucapnya dengan suara yang bergetar

37

Joo Ri yang berdiri dibarisan belakang, seketika langsung menangis. Ucapan maaf dari Woo hyuk, membuatnya kembali mengingat kejadian menyakitkan ketika dirinya terkunci di toilet. Seketika setelah diselamatkan, ia langsung berlari ke rooftop, menaiki pagar dan hendak meloncat dari sana...

38

Namun, Joo Ri segera menghapus air matanya. Ia berlari kedepan dan berteriak histeris, “TIDAK!!!!”

Ia berusaha meyakinkan semua orang, “Aku melihatnya!!! Woo Hyuk ada disana! Dia telah mendorong Lee So Woo!!! Suara reot itu, aku mendengarnya!!!”

39

Seketika, Ji Hoon dengan tenangnya mengatakan bahwa Joo Ri mengetahui suara itu karena ia sendiri-lah yang pernah berjalan diatasnya..

40

Joo Ri menggelengkan kepalanya dan tetap berusaha meyakinkan semua orang kalau Woo Hyuk adalah seorang pembunuh!!!!

::: NOTES :::

Woahhhh, episode ini bikin mata berkaca-kaca..

Diawal episode, kita ditunjukkan kisah pertemuan Ji Hoon-Kyung Moon yang mengharukan. Eh di ending, kita malah lihat sosok Woo Hyuk yang akhirnya luluh dan minta maaf.

Rasanya, pengen udahan ajadeh.... Pengennya, semua orang yang bersalah, dimaafin aja.

Tapi, masih ada 3 episode lagi. Dan kebenaran tentang alasan kematian So Woo-pun belum terbongkar. Jadi, masih semangat dong buat ngikutin kelanjutan kisahnya.

Sempet mencurigai Kyung Moon punya andil dalam kematian So Woo, bahkan aku-pun sempet mikir dia pembunuh. Tapi, lihat betapa sayangnya dia sama Ji Hoon.. Rasanya, gak mungkin deh ahjussi ini berbuat sejauh itu.

Dan Ji Hoon.. Sebenarnya, alasan kamu berbuat semua ini, apa ‘nak???

Ketika dia melanjutkan perkataan ayahnya Seo Yen, dan bilang 'pembunuhan yang tidak disengaja..'. Langsung deh bikin diriku kebingungan. Dia mengatakan iu, seakan-akan dia memang sudah memahami teorinya. Jangan-jangan, malam itu secara tidak sengaja dia------

Ahhh, entahlah.. Semakin rahasia baru terbongkar, kok aku malah semakin menaruh kecurigaan sama Ji Hoon yaaa????

Haduhh, aku baru pertama kali nonton drama sekolah dimana si pem-bully, bener-bener minta maaf dan nangis dihapan semua orang. Rasanya dalem bangettt, gatahu kenapa rasanya aku tersentuh banget pas bagian itu.

Tapi, tetep ajasih.. kata ‘maaf’ doang gak cukup untuk menebus semua kelakuan jahatnya selama ini.


>>> Selanjutnya
----------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤