SOLOMON'S PERJURY EPISODE 9 [BAGIAN 1]

04:37

----------------------


SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : JTBC =

1
11 tahun yang lalu

Kyung Moon yang masih bekerja sebagai seorang jaksa, mendatangi kantor polisi dimana terlihat seorang anak kecil yang duduk sendirian di dalam ruang interogasi.


2

Beberapa petugas polisi yang menjadi penyidik disana, menjelaskan kalau ini merupakan kasus KDRT. Seorang suami telah memukuli istrinya hingga meninggal. Satu-satunya saksi adalah anaknya, namun sudah berkali-kali mereka mencoba untuk mengorek informasi, anak  itu tak pernah mengatakan apapun atau bahkan menangis sekalipun. Dan perlu kita tahu, kalau ternyata anak tersebut adalah Ji Hoon kecil...

3

Dengan ramah, Kyung Moon memasuki ruang interogasi untuk kemudian menyapa Ji Hoon kecil, ia-pun memberikan jas-nya untuk menyelimuti tubuh mungil Ji Hoon kecil yang nampaknya kedinginan. Saat itulah, secara tak sengaja Kyung Moon melihat luka di tangan Ji Hoon. Ketika ia ingin bertanya lebih lanjut, Ji Hoon kecil langsung menatapnya gugup, “Jangan... nanti aku akan kena masalah..” ucapnya lirih

4

Mengetahui, bahwa Ji Hoon tak mau terbuka padanya. Kyung Moon, mencoba untuk melakukan negosiasi dengannya. Jika Ji Hoon mampu menatap matanya dalam waktu 10 detik, maka ia akan membiarkan Ji Hoon untuk kembali pulang ke rumahnya.

5

Kyung Moon mulai berhitung mundur... Ketika ia sampai di angka 6, Ji Hoon kecil malah menangis, “Aku tidak mau pulang ke rumah..” ucapnya pilu

Ungkapan Ji Hoon kecil membuat hati Kyung Mooon terenyuh. Ia-pun berusaha meyakinkan Ji Hoon kecil supaya mau menceritakan tindakan keji ayahnya. Karena hanya dengan cara itulah, ayahnya akan ditahan di kantor polisi dan tak akan bisa menyakiti Ji Hoon lagi.

6

“Ayahku... ayahku telah melakukannya...” ungkap Ji Hoon dengan suara yang bergetar

Atas dasar pernyataan itulah, maka polisi bisa segera menahan ayahnya Ji Hoon...

======================
7

Kyung Moon terus teringat sosok Ji Hoon kecil yang begitu malang. Hingga tiba-tiba, ia mendapat telpon dari seseorang yang memintanya untuk segera menonton berita di televisi. Sungguh naas, karena ketika di dalam sel tahanan ayahnya Ji Hoon ternyata melakukan bunuh diri.

8

Segera, Kyung Moon mendatangi sebuah panti asuhan dimana Ji Hoon tinggal saat itu. Ketika anak yang lain bermain bersama-sama, Ji Hoon lebih memilih untuk bermain sendirian Ia asyik menuliskan namanya di tanah, kemudian mencoret-coretnya lagi.

9

Ketika Ji Hoon melihat kedatangan Kyung Moon, wajahnya langsung menunjukkan ekspresi kebahagiaan.

10

Kyung Moon membawa pulang Ji Hoon kerumahnya dan memasakan makanan untuknya. Ia-pun menjelaskan kalau Ji Hoon bisa kembali ke sekolahnya di esok hari.

11

Hari ini, Kyung moon menghabiskan waktunya seharian untuk menemani Ji Hoon. Dari mulai membeli pakaian, membeli mainan hingga mengajaknya untuk menonton film bersama-sama.

12

Ketika hari sudah larut malam, Kyung Moon meminta Ji Hoon untuk segera tidur. Sebelumnya dengan wajah yang sangat bahagia, Ji Hoon mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya ia merasa sangat nyaman dan tenang saat akan tidur.

Kyung Moon ikut senang mendengarnya, ia bahkan mengatakan kalau nanti ia akan mengabulkan apapun keinginan Ji Hoon yang akan membuatnya bahagia. 

13

“Sebuah keluarga.. Yang aku inginkan, adalah sebah keluarga..” ucap Ji Hoon

Mendengarnya, membuat Kyung Moon terharu sekaligus tersenyum bahagia....

=====================
14

Waktu berlalu, kita-pun melihat Kyung Moon yang tengah duduk di meja kerjanya. Ia tersenyum ketika melihat gambar yang dibuat oleh Ji Hoon khusus untuknya. Sebuah gambar dimana terdapat seorang ayah dan anak yang nampak sangat bahagia. ‘ayahku..’ menjadi satu kata yang dituliskan Ji Hoon diatas kertas tersebut...

========================

Kembali ke masa sekarang.......

Ji Hoon kembali mengenakan kemeja dan mantelnya. Ia-pun menghampiri Woo Hyuk dan mengungkapkan bagaimana perasaannya ketika masih tinggal bersama ayah kandungnya yang ‘jahat’. Saat itu ia tak mampu berbuat apapun, dan ketika ibunya meninggal barulah ia menyesali semua sikapnya selama itu, “Andai saja.. aku mengajak ibuku untuk melarikan diri.. Andai saja.. Aku melaporkan ayahku lebih awal lagi..”

15

Dengan mata yang berkaca-kaca, Ji Hoon mengatakan betapa beruntungnya Woo Hyuk yang tak memiliki nasib yang lebih buruk darinya, karena dia masih memiliki banyak kesempatan. Woo Hyuk sendiri hanya terdiam, ia bahkan tak sanggup menatap mata Ji Hoon secara langsung. Alih-alih mengatakan sesuatu ia malah membalikkan badannya dan berjalan pergi.

16

Di kantor polisi, kita melihat ibunya Woo Hyuk yang baru selesai dimintai kesaksiannya oleh ayahnya Seo Yeon. Beberapa polisi yang belum mengetahui apapun, menganggap kesaksian yang diberikannya ini merupakan manifestasi dari tindakan seorang istri yang ingin menjatuhakn suaminya yang sudah bangkrut.

Namun, ayahnya Seo Yeon menjelaskan kepada mereka terkait kasus KDRT yang dialami oleh Woo Hyuk dan juga ibunya. Mendengarnya, membuat Detektif Oh menggeleng heran. Karena jika faktanya demikian, berarti sebelum kasus ini terbogkar Ji Hoon sudah lebih dulu mengetahuinya dan sengaja menutupinya untuk menjaga perasaan Woo Hyuk.

17

Sesampainya dirumah, ibunya Woo Hyuk langsung mengemasi barang-barangnya dan mengajak Woo Hyuk untuk ikut bersamanya. Woo Hyuk sendiri merasa kebingungan, ia tak tahu kemana mereka akan pergi. Hingga akhirnya, kepada supir taxi ibu meminta untuk diantarkan menuju bandara.

18

Joon Young berjalan dibelakang Ji Hoon, suasananya terasa begitu hening karena tak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. 

19

Hingga pada akhirnya, Ji Hoon menatap Joon Young.. kemudian memintanya untuk berehnti mengkhawatirkannya, “Sekarang aku sudah tinggal dengan ayah yang sangat menyayangiku..” ungkapnya

“Lantas, apakah kamu bahagia?” tanya Joon Young yang masih tak bisa mempercayai kejadian mengerikan yang pernah menimpa Ji Hoon

Sejenak, Ji Hoon terdiam.. “Sekarang sudah lebih baik.. Dan akan terus menjadi lebih baik. Kamu bisa percaya padaku..” ucapnya

=======================
20

Berita penangkapan ayahnya Woo Hyuk menjadi viral di televisi dan di media sosial. Berdasarkan berita tersebut, dijelaskan bahwa ayahnya Woo Hyuk bekerjasama dengan Firework Artisan untuk membakar rumahnya sendiri sehingga bisa mendapatkan uang asuransi.

Beragam reaksi bermunculan di media sosial, kebanyakan dari mereka berkomentar negatif tentang keluarga Woo Hyuk yang dianggapnya kriminal.

21

Di sekolah, Seo Yeon yang diketahui memiliki ayah seorang detektif menjadi incaran teman-temannya yang kepo tentang kasus yang menimpa kaluarga Wo Hyuk. Untunglah ada Joon Young yang selalu membantunya untuk menghindari mereka.

22

Di kantornya, wakepsek berbicara dengan Kyung Moon. Ia semakin dibuat lelah dengan semua masalah yang menghadang sekolah ini. Mungkin ini sudah saatnya untuk mereka berhenti membela Woo Hyuk dan membiarkannya begitu saja. Sayangnya Kyung Moon tak sependapat dengannya, karena menrutnya Woo Hyuk bukanlah inti permasalahan. Saat ini, mereka harus segera merubah beberapa peraturan sekolah hingga memberikan wewenang untuk mereka bisa menghentikan persidangan.

23

Seluruh anggota klub menjadi sangat gelisah, mereka bingung antara melanjutkan atau memberhentikan sementara persidangan ini. Untunglah, datang bu guru Kim yang mengajak mereka semua untuk  makan bersama diluar.

24

Suasananya terasa begitu menyenangkan, hingga bu guru Kim meminta mereka untuk menghentikan sementara persidangan ini. Kenapa? 

25

Karena dengan situasi yang sekarang, rasanya terlalu tidak adil untuk Woo Hyuk yang pastinya akan semakin disudutkan. Bagaimanapun juga, saat ini pasti perasaan Woo hyuk tengah terluka parah.

26

Ji Hoon berpendapat lain.. Menurutnya, hal yang dibutuhkan Woo Hyuk saat ini bukanlah perlindungan atau persembunyian. Justru, ia butuh kehadiran orang-orang disampingnya yang mau membela dan membuktikan kalau dia sama sekali tak bersalah.

=======================
27

Detektif Oh, tiba-tiba tertarik lagi untuk mencaritahu identitas si pemilik akun pengintai Jeongguk. Ia-pun memutuskan untuk mencari tahu semuanya sendirian, ia mendatangi rumah sakit jiwa tempat So Woo pernah dirawat dulu.

28

Kemudian, ia menghubungi reporter Park. Mereka berdiskusi dan berhasil menyimpulkan fakta bahwa Ji Hoon adalah teman So Woo selama di RSJ dan ialah yang sekarang mengelola akun pengintai Jeongguk. Hal yang wajar, jika Ji Hoon bergabung dalam persidangan ini untuk membongkar penyebab kematian sahabatnya. 

29

Tapi, masih ada sesuatu yang janggal.. Jika Ji Hoon ingin mengtahui alasan kematian So Woo, seharusnya dia ada di pihak Jaksa bukan malah menjadi pembela terdakwa yang meyakini kalau So Woo meninggal bunuh diri, ‘kan?

=====================
30

Anggota klub berkumpul dan berdiskusi tentang langah yang akan diambil selanjutnya. Seo Yeon sempat mengeluhkan situasi sekarang yang membuatnya harus bergelut dengan perasaan kasihan dan posisinya sendiri. Rasa ibanya terhadap Woo Hyuk tak boleh menjadikannya mengalah begitu saja. Ia lanjut bertanya, bagaimana bisa Ji Hoon begitu mempercayai Woo hyuk, padahal tak ada bukti nyata yang bisa membuktikan ketidakbersalahannya?

31

Ji Hoon malah menjawab kalau Seo Yeon juga tak memili bukti nyata yang menunjukkan Woo Hyuk bersalah. Seo Yeon mengingatkan kalau dirinya masih memiliki catatan panggilan telepon So Woo, “jika dia memeang bunuh diri, lantas siapa orang yang menelponnya itu?” tanyanya

Ji Hoon terdiam, hingga akhirnya ia hanya mengatakan kalau mereka mungkin akan menemukan siapa orang itu saat persidagangan nanti..

======================
32

Dirumahnya, Ji Hoon nampak frustasi karena masih kesulitan untuk membuka sebuah folder rahasia dalam akun pengintai Jeongguk. Saat sedang menatap layar, matanya tertuju pada foto kronologi yang merupakan sebuah gambar lukisan yang pernah dilihatnya bersama So Woo.

33

Saat itu, So Woo bertanya kepadanya, “Dalam lukisan ini, siapakah yang paling kesepian?”

Ji hoon menunjuk gambar seorang pria yang tengah diseret. Namun, So Woo memberikan jawaban yang berbeda, ia menunjuk gambar  seekor burung yang tengah bertengger di sebuah tiang sendirian saja.

34

Ji Hoon menuliskan jawaban So Woo tersebut sebagai password. Dan akhirnya, folder tersebut bisa terbuka. Didalamnya, terdapat foto-foto lengkap dokumen VIP.. setelah melihatnya, Ji Hoon nampak begitu terkejut. Entah karena ia baru melihatnya, ataukah mungkin karena ia baru menyadari kalau So Woo juga mengetahui dokumen tersebut?

===========================
35

Dalam perjalanan pulang, Seo Yeon bertanya pada Joon Young.. Apakah ia mengetahu sesuatu fakta yang tak diketahui orang lain tenang Ji Hoon?

36

Namun, sebelum Joon Young menjawabnya, Seo Yeon mengalihkan pembicaraan dengan membahas cuaca yang sangat dingin. Ia bahkan mengeluhkan dirinya yang mungkin akan sakit.. Joon Young merasa khawatir, dan secara refleks ia-pun memegang dahi Seo Yeon.

37

Seo Yeon hanya tersenyum, kemudian meminta Joon young untuk tidak mengkahwatirkannya. Ia-pun berjalan pergi memasuki rumahnya...

=========================
38

Keesokan harinya, kedua orangtua Seo Yeon dibuat panik karena mengetahui kondisinya yang demam tinggi. Mereka-pun segera membawanya kerumah sakit saat itu juga..

39

Dikelas, tema-temannya Seo Yeon mengetahui keadaan Seo Yeon. Tanpa fikir panjang, mereka-pun memilih untuk bolos sekolah hanya untuk menjenguk Seo Yeon.

40

Setibanya di rumah sakit, mereka berpapasan dengan ayahnya Seo Yeon yang tadinya akan keluar untuk membeli sup.  Mereka saling menyapa dan berbincang sebentar. 

41

Ketika  yang lainnya sudah berjalan menuju ruang rawat, ayahnya Seo Yeon memanggil Ji Hoon, “Kau telah membantuku,.. Sekarang giliran aku yang akan memberikan bantuan untukmu..” ucapnya

--------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤