SOLOMON'S PERJURY EPISODE 8 [BAGIAN 2]

06:12

-----------------------

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : JTBC =

1

Ji Hoon mencoba untuk masuk ke akun ‘Pengintai Jeongguk’ lewat komputernya. Namun, setelah mencoba beberapa kali tetap saja password yang dimasukannya salah.


2

Ia-pun teringat kejadian malam itu, ketika ia bertemu dengan So Woo yang babak belur. So Woo mengatakan kalau dirinya seperti itu karena Ji Hoon...


Kemudian, ia juga teringat perkataan Sung Min, yang menceritakan kalau So Woo menciptakan perkelahian dengan Woo Hyuk demi bertemu dengan seseorang...

----------------------------------

3

Kyung Moon baru pulang dan langsung mengajak Ji Hoon untuk makan malam bersamanya. Mereka berinteraksi seperti biasanya, saling tertawa dan mengobrol seperti biasanya.

Ketika Kyung Moon menyelesaikan makannya, JI Hoon-pun memberanikan diri untuk bertanya sesuatu terkait Lee So Woo, “Ayah.. apakah anda pernah bertemu dengan So Woo tanpa sepengetahuanku?”

Kyung Moon menjawab, ‘Iya..’. Karena ia memang bertemu dengan So Woo setelah kejadian perkelahian lab. Baginya, So Woo sudah seperti anaknya, ia sangat mengkhawatirkannya hingga sengaja meluangkan waktu untuk bertemu dengannya saat itu.

4

Lantas, Ji Hoon yang masih penasaran kembali bertanya, “Ayah.. apakah mungkin, kalau orang yang ingin ditemui So Woo adalah anda?”


Kyung Moon hanya tersenyum dan berkata, “Jangan berfikiran yang tidak-tidak. Untuk apa dia membuat keributan seperti itu hanya untuk bertemu denganku. Jika memang benar dia ingin bertemu denganku, dia tinggal datang kerumah saja. Toh, dia juga sering berkunjung kesini...”

5

Kyug Moon memasuki ruang kerjanya dan menandatangani sebuah dokumen, yang sepertinya berisi bebrapa revisi terkait tata terib SMA Jeongguk. Tadi kita melihat wajahnya yang santai. Namun, sekarang sepertinya ia terpikirkan suatu hal yang membenaninya.

-----------------------------------

6

Seo Yeon mendapat telpon dari kakanya Lee So Woo yang memintanya utuk datang kerumah karena ada suatu hal yang ingin diperlihatkan kepadanya.

7

Bersama temannya, Seo Yeon-pun pergi ke rumah So Woo. Disana, kakanya So Woo ingin menunjukkan sebuah telpon rumah yang disimpan dikamarnya So Woo. Mengapa ia ingin menunjukkanya?

8

Pada hari natal, hari dimana So Woo meninggal terdapat 5 panggilan masuk dari nomor yang tak dikenal. Entah ini membantu atau tidak, setidaknya Seo Yeon mungkin memerlukan informasi ini untuk dapat mencari bukti-bukti lain terkai kematian So Woo.

9

Sepanjang perjalanan, Seo Yeon CS berusaha untuk mencari-cari semua kemungkinan yang terkait dengan telpon misterius ini. Durasi tiap telponya hampir sama, sekitar 5-6 menit. Namun, telpon yang terakhir berbeda karena durasinya yang paling lama yaitu sekitar 20 menit dan yang mengjutkan waktu telpon tersebut sekitar pukul 11 malam,... hanya beberapa saat sebelum perkiraan waktu meninggal So Woo. Karena durasinya yang cukup lama, Seo Yeon meyakini kalau si penelpon dan So Woo adalah orang yang saling mengenal. 

10

Yoo Jin menelpon pusat pengaduan, ia sedikit berbohong dengan mengakatan kalau dia mendapat telpon aneh dari kelima nomor tersebut. Karena hanya dengan cara itu, ia akan mendapatkan informasi terkait lokasi nomor tersebut, yang ternyata berasalah dari telpon umum.

11

Mereka menemui Detektif Oh dan membeberkan semua informasi yang baru didapatkannya ini. Seo Yeon berasumsi, kalau semua panggilan telpon itu dilakukan oleh Woo Hyuk untuk memanggil So Woo ke rooftop sekolah, “Makanya tak ada jejak panggilan telpon antara So Woo dan Woo Hyuk di masing-masing ponsel mereka..”

12

Detektif Oh tak setuju dengan pendapat Seo Yeon. Karena menurutnya, Woo hyuk bukanlah tipe orang yang memikirkan rencana sejauh dan sematang itu, “Percayalah padaku, aku sudah menangani banyak kasus kriminal, dan aku bisa memahami sifat seseorang hanya dengan melihatnya beberapa kali saja..”


Pokoknya, Detektif Oh meminta Seo Yeon untuk mencari tahu siapa penelpon itu tanpa menargetkan Woo Hyuk sebagai tersangkanya.

13

Secara khusus, ibunya Woo Huk mendatangi sekolah hanya untuk bertemu secara langsung dengan Ji Hoon. Mereka-pun berbicara empat mata di sebuah kafe dekat sekolah.

Ibu mencurahkan seluruh isi perasaanya yang merasa tersakiti karena melihat Woo Hyuk yang seakan-akan dipermainkan dan menjadi kambing hitam di dalam persidangan sekolah. Ia sempat memarahi Ji Hoon dan mempertanyakan apa yang telah dilakukannya sebagai pegacara untuk Woo Hyuk.

14

Pada akhirnya, ibu menyerah.. Ia tak sanggup melihat Woo Hyuk terus tersudutkan. Ia melepas kacamata hitamnya dan terlihatlah luka lebam disekitar matanya, “Aku akan bersaksi di pengadilan...” ungkapnya

Ibu menceritakan kalau malam itu Woo Hyuk sama sekali tak berada di lingkungan sekolah, karena Woo hyuk membawanya ke rumah sakit akibat dirinya yang terluka karena disiksa oleh suaminya.

Woo Hyuk tak akan pernah menceritakan hal ini kepada siapapun, karena ia tahu kalau informasi ini tersebar maka ayahnya pasti akan menyiksa ibunya lebih parah lagi.


“Aku tak takut dan aku sudah tak peduli dengan apapun.. Jadi biarkan aku memberikan kesaksianku agar Woo Hyuk terbebas dari semua tuduhannya..” ungkap Ibu

15

Ji Hoon menolaknya mentah-mentah. Mengapa? Karena menurutnya ia memahami betul perasaan Woo Hyuk yang selama ini berjuang menerima semua caci maki hanya demi melindungi ibunya, “Percayalah, Woo Hyuk tak akan senang jika anda melakukan hal ini...” ujarnya

“Lantas, aku harus bagaimana lagi?” tanya Ibu


“Ada satu cara... Pria yang menemui ayahnya Woo Hyuk pada malam itu.. Ia juga memasuki kamarnya Woo Hyuk, kesaksiannya bisa menyelamatkan Woo Hyuk. Jadi kumohon, tetap diam dan berlindunglah dibelakangku..” pinta Ji Hoon

-----------------------------------

16

Seo Yeon CS mulai menginvestigasi lokasi tempat telpon umum tersebut berada. Mereka mencarinya satu demi satu..

Beberapa lokasi seperti pinggir jalan, rumah sakit dan kantor polisi telah mereka datangi. Dan yang terakhir, sebuah telpon umum yang terdapat tepat disebrang tokok kelontong yang dimiliki oleh seroang kakek tua.

17

Telpon umum tersebut menjadi telpon yang digunakkan untuk menelpon So Woo jam 11, tepat beberapa saat sebelum ia meninggal. Tentu saja, hal tersbut membuat lokasi ini menjadi saksi bisu akan identitas si penelpon misterius tersebut.

18

Mereka berusaha mencari informasi dari kakek pemilik toko. Tanpa perlu berbasa-basi, nampaknya kakek tersebut sudah mengetahui tujuan mereka. Bahkan, kakek tersebut juga mengetahui tentang diadakannga persidangan disekolah.

“Hmmm.. kalau boleh tahu, apakah kalian dari pihak penuntut atau pembela?” tanyanya


“Kami dari pihak penuntut..” jawab Seo Yeon

Kakek tersebut hanya mengangguk, kemudian mengatakan kalau ia emiliki informasi yang mungkin akan lebih berguna untuk pihak pembela.

=================

19

Malam itu, terlihat sorang siswa yang begitu lama berdiam diri didalam box telpon umum. Ketika dihampirinya terlihat siswa tersebut tengah terduduk lemas sembari menangis tersedu-sedu. Ketia ditanya apakah dia baik-baik saja, siswa tersebut menjawab ya dan berterimakasih kepadanya karena telah mengkhawatirkannya.

===================

20

Seo Yeon menunjukkan beberapa lembar foto siswa yang terkait dengan kasus ini, dari mulai Woo Hyuk hingga Sung Min. Sayangnya, kakek tersebut merasa tak satupun dari mereka yang merupakan sosok pria yang dilihatnya malam itu, “Ahhh.. mungkin karena aku sudah tua, aku jadi tak bisa mengingatnya dengan baik..” keluhnya

-----------------------------

Seo Yeon CS akhirnya pamit dan berterimakasih atas informasi yang diberikan kakek tersbut. Mereka beristirahat sebentar, sembari mendiskusikan hasil investigasinya. So Hee menggerutu kesal, karena usaha mereka seharian ini tak membuahkan hasil yang signifikan.

“Kejadian ini sudah cukup lama.. Wajar sih, kalau kakek tidak mengingat wajah siswa itu..” ujar Yoo Jin

21

“Hmmm.. aku fikir, kakek tidak mungkin melupakanya. Sebelumnya, kakek bilang kalau saat itu adalah pertama kalinya ia melihat seorang siswa menangis dan bersedih separah itu.. Jadi kemungkinan besar, siswa yang dimaksud kakek tersebut tidak termasuk dalam foto yang mereka tunjukan tadi...” papar Seo Yeon

Seo Yeon sendiri tak mau membiarkan hasil temuan mereka ini terbuang sia-sia. Ia-pun mengusulkan agar mereka mendiskusikan hal ini dengan semua anggota klub saja. So Hee sempat menolaknya, karena hari ini mereka sudah berusaha keras dan dengan mudahnya Seo Yeon malah memberikan informasi ini kepada pihak pembela yang menjadi lawan mereka. Seo Yeon tak memperdulikan hal itu, yang jelas ia akan mengadakan pertemuan club esok hari...

---------------------------------

22

Ji Hoon tengah sibuk membuat laporan untuk sidang berikutya. Untuk membuktikan bahwa Woo Hyuk benar-benar tidak bersalah, maka ia akhirnya mencamtumkan nama si pria misterius yang malam itu berada di rumah Woo Hyuk dan bisa memastikan keberadaan Woo Hyuk  disana.


‘Firework Artisan’ itulah nama sebutan untuk si pria misterius tersebut...

23

Selanjutnya, Ji Hoon mendatangi kantor polisi dan berbicara dengan ayahnya Seo Yeon serta Detektif Oh. Tanpa basa-basi, ia langsung menyinggung perihal kecurigaannya terhadap penyelidikan yang dilakukan oleh departemen keuangan yang ditempati oleh ayahnya Seo Yeon tersebut.

24

“Apapun maksudmu.. Tapi, kejadian kebarakaran yang kuselidiki sama sekali tak ada hubungannya dengan persidanganmu..”


“Mungkin terlihat demikian.. Tapi sebenarnya ada seorang seseorang yang bisa menjadi penjahat sekaligus saksi dari kejadian itu...” ungkap Ji Hoon

Ji Hoon menyebut nama, ‘Firework Artisan’.. sebuah nama yang hanya diketahui orang-orang tertentu. Karena dia merupakan sosok penjahat profesional..

“Pada malam itu, dia (Firework artisan) berada dirumahnya Woo Hyuk.. Setidaknya, ia bisa memberikan kesaksian dipersidangan yang membuktikan kalau Woo Hyuk sama sekali tak berada di TKP meninggalnya So Woo..” papar Ji Hoon

Ayahnya Seo Yeon tertarik dengan pemaparan Ji Hoon. Namun, ia lebih tertarik dengan alasan dibalik sikap Ji Hoon yang begitu menggebu-gebu untuk membuktikan ketidakbersalahn Woo Hyuk.

25

“Karena aku juga bertanggung jawab....” celetuk Ji Hoon


Namun, segera ia meluruskan perkataannya dengan menambahkan kalau sebagai seorang pengacara, dirinya bertanggung jawab untuk membela Woo Hyuk semampunya.

----------------------------

Esok paginya....

26

Ayah pulang kerumah, dan nampaknya ia telah lembur semalaman kemarin. Seo Yeon menghampirinya dan bertanya, “Ayah, apakah ayah masih menyelidiki kasus kebarakan di rumah Woo hyuk?”


Ayah tak menjawabnya secara pasti, ia hanya mengatakan kepada Seo Yeon kalau semuanya akan berakhir sebentar lagi....

27

Scene lansgung berpindah ke kediaman Woo Hyuk. Disana terlihat ayahnya Woo Hyuk yang diseret paksa untuk memasuki mobil polisi. Woo Hyuk sendiri nampak begitu kebingungan dan tak mengerti situasi apa yang tengah dihadapinya ini.

28

Disana juga berada ayahnya Seo Yeon, ia hanya melihat Woo Hyuk sekilas tanpa memberikan penjelaskan apapun.

29

Setelah mobil polisi pergi, Woo Hyuk menghampiri ibunya dan bertanya apakah gerangan semua ini???  Ibunya menjawab ketus, mengatakan kalau ini adalah balasan yang pantas untuk ayah.

“Aaahhh.. bu! Bukankah ayah sedang ada dalam masalah? Kita harus membantunya!!!” ujar Woo Hyuk


“Mulai sekarang aku akan sibuk. Jangan bahas lagi tentang ayahmu dihadapanku!” tegas Ibu

--------------------------------

30

Diruangan club-nya, Seo Yeon menjelaskan hasil investigasi mereka. Seakan-akan tak fokus sepenuhnya, Ji Hoon hanya terdiam kemudian bertanya, Kalian sudah mengetahui siapakah siswa itu?“

31

Seo Yeon menjawabnya dengan jujur, ia mengatakan kalau mereka sama sekali belum mengetahuinya, “Setelah mendengarkan pejelasan kakek itu, aku menyadari kalau Woo Hyuk bukanlah siswa penelpon. Itu berarti, ada orang lain yang terlibat dalam kasus ini tapi tidak kita ketahui identitasnya...”

Suasana langsung henyap seketika, merek semua terdiam dan bertanya-tanya dalam hatinya.. Mungkinkah dugaan Seo Yeon itu benar?

32

Tiba-tiba ponsel Ji Hoon berdering. Woo Hyuk menelponnya, untuk mengatkan kalau ia tak mau terlibat lagi dalam persidangan. Segera, Ji Hoon mengambil mantelnya dan pergi untuk menemui Woo Hyuk.

33

Ditemani Joon Young, Ji hoon akhirnya menemukan keberadaan Woo Hyuk yang tengah duduk menyendiri di bangku taman.

“Aku tak ingin ikut campur dalam urusan kalian lagi.. Hidupku sudah cukup berantakan...” ujar Woo Hyuk


“Hidupmu tak akan berantakan, hanya karena ayahmu tak berada disekitarmu!” tegas Ji Hoon

34

Mendengar perkataan Ji Hoon, membuat Woo Hyuk terkejut, “Bagaimana bisa kau mengetahui hal ini?” tanyanya

35

Ji Hoon-pun menjelaskan semunya, dari mulai ibunya Woo Hyuk yang menemuinya hingga dirinya yang melaporkan hal ini ke polisi. Tentu saja, itu membuat Woo Hyuk makin geram. Ia tak bisa menahan emosinya dan langsung menghajar Ji Hoon saat itu juga.


Berkali-kali Woo Hyuk membentak dan bertanya kepada Ji Hoon, “Memangnya siapa kau hingga berani-beraninya ikut campur dalam urusan keluargaku? Memangnya kau tahu bagaimana rasanya menjadi diriku!!!!!”

36

Awalnya Ji hoon diam saja, tapi pada akhirnya ia juga tak bisa menyembunyikan perasaannya, “AKU TAHU!!!!” teriaknya

Kemudian, ia melepas satu persatu helai pakaiannya, hingga ia hanya mengenakan sebuah kaos oblong polos berwarna putih. Ia-pun menunjukkan satu persatu bekas luka yang didapatkannya karena pernah disiksa oleh ayahnya sendiri.

37

“Dengan semua bekas luka ini. Apakah kamu masih menganggap kalau aku tidak bisa memahami perasaanmu???? Bahkan ayah kandungku, telah memukuli ibuku hingga meninggal tepat di depan mataku!” ungkapnya dengan suara yang bergetar dan air mata yang mulai menetes perlahan....


::: NOTES :::

Woww, jadi siapa yang bersalah disini?

Padahal misterinya cuman 1. Apa yang terjadi malam itu??? Tapi sampai episode 8, kita masih dilempar sana-sini.. awalnya menduga si ‘A’ tapi ternyata muncul si ‘B’ yang juga mencurigakan.

Si kakek gak milih salah satu foto yang ditunjukkin Seo Yeon, karena menurutku siswa yang nelpon So Woo itu Ji Hoon (?)

Sayangnya, aku sangat yakin kalau Ji Hoon bukan pembunuh So Woo. Malahan, dia kelihatannya peduli banget sama So Woo.

Dari episode ini juga, kita akhirnya bisa yakin kalau Woo Hyuk sama sekali enggak terlibat dalam kejadian meninggalnya So Woo. Dan alasannya dia gak berkata jujur karena ibunya. Ternyataaa, dibalik sikap kasarnya tersembunyi kelemahannya.

Bisa kita ambil pelajaran, kalau orang memang gak bisa dinilai dari luarnya. Tapi, kalau di dunia nyata aku ketemu sama orang tipe dia, akusih mendingan cari aman dan gak cari masalah. Hahahahaha..


Seenggaknya, Woo Hyuk punya pacar semacam Hye Rin yang terbuka dan cerewet. Jadi bisa menyeimbangi dia yang terlalu tertutup dan emosional. Pasangan yang saling melengkapi jadinya, kan.



-----------------------

You Might Also Like

3 komentar

  1. Aku juga berpikiran sama yg nelp Soo Woo itu Ji Hoon,mgkin dia mau mencegah Soo Woo bunuh diri. Ji Hoon ini bener2 deh misterius..
    Semangat kakak buat nulis sinopsisnya !
    Oia ep 9 yg nulis siapa ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupss, kayaknya dia memang udah tahu semuanya. Tujuan utama dia bukan sekedar mengungkap misteri kematian So Woo. Tapi, ada sesuatu yang pengen dibongkarnya terkait SMA Jeongguk *maybe(?)
      Episode selanjutnya tunggu aja di blog My Little Hobbie yaa :D

      Delete
    2. *Ralat, episode 9 dan 10 bakal diposting disini yaaa :D :D :D

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤