SOLOMON'S PERJURY EPISODE 8 [BAGIAN 1]

06:10

----------------------

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : JTBC =

1

[3 BULAN SEBELUM KEMATIAN LEE SO WOO]

Ketika siswa yang lainnya sibuk bermain-main, menghabiskan waktu istirahatnya.. So Woo memilih untuk duduk menyendiri ditempat yang jauh dari keramaian tapi cukup tinggi hingga bisa memantau pergerakan setiap orang disekitar lapangan sekolah.


2

Tepat disebrangnya, ia melihat Woo Hyuk CS yang tengah mem-bully seorang siswa ‘cupu’. Dengan kasar, Woo Hyuk menyuruh siswa itu untuk menunduk, guna memberi penghormatan kepadanya.

So Woo hanya menatapnya pilu, hingga ia-pun teringat selembar biodata Woo Hyuk yang berada dalam dokumen VIP yang tersimpan di ruangan ayahnya Ji Hoon.

3

Di rooftop, So Woo melihat ponselnya.. Secara sengaja, ia memposting cover depan dokumen VIP di akun ‘pengintai Jeongguk’. Para siswa, hanya menganggapnya sebagai sebuah lelucon saja, mereka tidak mengetahui dokumen apa itu karena So Woo sengaja mem-blur logo SMA Jeongguk.

4

Kyung Moon (ayahnya Ji Hoon), segera membuka loker rahasianya dan melihat dokumen VIP yang masih tersimpan dengan rapi. Ia membandingkan postingan dari ‘Pengintai Jeongguk’, dengan dokumen yang dipegangnya. Ekspresi wajahnya, seketika berubah menjadi cemas ketika menyadari kalau itu memang benar foto dari dokumen VIP miliknya.

5

Ketika saatnya pulang sekolah, So Woo berjalan sendirian. Ia menghampiri sebuah mobil yang nampaknya memang telah menunggunya. Saat dilihat, ternyata itu Kyung Moon...

6

Mereka pergi ke pinggir sungai Han dan berbicara berduaan saja. So Woo sempat menyindirinya dengan cara yang halus, “Dasar mencurigakan.. Pertemuan rahasia, diamana tak ada seorang-pun yang melihat kita..”

Langsung pada intinya, Kyung Moon meminta So Woo untuk menghapus ostingan terkait dokumen VIP tersebut.

“Apakah anda sedang memohon atau mengancam saya?” tanya So Woo

Kyung Moon memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dokumen tersebut. Mereka yang terlibat didalamnya, adalah orang-orang yang sangat berpengaruh untuk keberlansgungan SMA Jeongguk, “Mereka-lah yang memberikan beasiswa untuk anak-anak sepertimu. Jadi, tetaplah diam, dan lanjutkan hidupmu seakan-akan tidak mengetahui apapun...”

7

So Woo tersenyum sinis, ia mengeluhkan tindakan ‘licik’ dari pihak sekolah yang katanya demi kepentingan siswa, pada kenyataannya malah sebaliknya. Perjuangan seorang siswa yang sudah bekerja keras untuk mendapatkan nilai yang menurut mereka setara dengan usahanya, ternyata tidak sebanding dengan siswa ‘biasa’ saja yang mendapat perlakuan khusus dari sekolah.

“Anda ingin saya menghapusnya? Sebenarnya, sebelum datang kesini saya sudah terlebih dahulu menghapusnya dan saya juga tak memiliki dokumen salinannya..” ungkap So Woo sembari melemparkan poselnya ke sungai


“Sekarang sudah tak ada barang bukti.. Tapi, diriku? Apa yang akan anda lakukan padaku? Bukankah aku sudah tahu semuanya?” tanya So Woo dengan sinis

8

Kyung Moon tak berkomentar apapun terkait hal tersebut, “Semuanya sudah berakhir.. Kita lupakan saja.... Dan, jika kau menginginkannya, aku bisa segera membuatmu pindah sekolah...” ucapnya yang langsung pergi meninggalkan So Woo

=======================

9

Kembali ke hari persidangan, dimana Kyung Moon terdiam diujung ruangan ketika mendengar pengakuan Sung Min yang menjelaskan bahwasanya, So Woo pernah mengatakan hal terkait bertemu seseorang yang sangat ingin ditemuinya yang membuatnya sengaja memicu perkelahian di lab.

Ji Hoon nampaknya sangat tertarik dengan informasi tersebut. Ia berusaha untuk menggali lebih dalam terkait siapakah orang yang ingin ditemui oleh So Woo. Sayangnya, Sung Min tidak bertanya sejauh itu, jadi ia sama sekali tak mengetahui orang yang dimaksud oleh So Woo.

Pokoknya, pada saat itu So Woo mengatakan pada Sung Min kalau ia telah bertemu dengan orang  tersebut...

10

Sejenak, Ji Hoon terdiam.. Hingga hakim memanggilnnya, dan ia-pun menyampaikan kesimpulan dari pemeriksaannya. Kesaksian yang diberikan Dong Hyun tadi, tidak bisa dipercaya 100%, karena terbukti kalau Dong Hyun membenci Woo Hyuk yang bisa mengakibatkannya untuk menilai seseorang tidak secara objektif. Dan juga kejadian perkelahian di lab, Woo Hyuk mengamuk bukan tanpa alasan. Dan kejadian itu-pun, akhirnya kita ketahui memang sengaja diciptakan oleh So Woo.

----------------------------------------

Persidangan di-pending untuk beberapa menit. Seo Yeon menemui Ji Hoon, dan memintanya untuk menghadirkan Woo Hyuk pada agenda persidangan yang berikutnya.

“Kali ini, aku memiliki saksi untuk Woo Hyuk..” ungkap Seo Yeon

11

“Apakah aku tidak salah dengar? Untuk apa jaksa menghadirkan saksi yang menguntungkan terdakwa?” tanya Ji Hoon


“Hmm,.. sebenarnya ini tidak bisa dibilang menguntungkan. Hanya saja, aku rasa Woo Hyuk perlu bertemu dengan saksi ini. Aku tahu dia pasti akan marah nanti, tapi didalam sudah ada petugas keamanan yang setidaknya bisa menahannya dari bertindak gegabah...” apar Seo Yeon

12

Sidang kembali berlanjut, seorang siswa dari sekolah lain memasuki ruangan dan duduk di kursi saksi. Tak ada yang mengenalinya, bahkan Woo Hyuk sekalipun nampak tak mengetahui siapa gerangan orang yang menjadi saksi berikutnya ini.

13

Setelah mengikrarkan janji sebagai seorang saksi. Seo Yeon lansgung berdiri dan mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya, tentang hubungannya dengan Woo Hyuk.


Dengan polosnya, dia mengatakan kalau dirinya tak memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Woo Hyuk. Bahkan, mereka hanya pernah bertemu satu kali, pada musim panasa tahun lalu. Saat itu, Woo Hyuk telah menganiaya-nya.

14

Lantas, Seo Yeon yang meminta izin untuk menayangkan bukti berupa foto-foto yang diambil setelah kejadian pengeroyokan. Terlihat dengan jelas luka-luka lebam memenuhi seluruh tubuh hingga wajah siswa tersebut. Melihat itu, membuat orang-orang yang berada di ruang persidangan, merasa iba terhadapnya.

15

Ji Hoon sempat berdiri dan mengajukan keberatannya. Saksi yang diajukan Seo Yeon sama sekali tak ada kaitannya dengan kematian So Woo, jadi tak ada gunanya untuk mendengarkan kesaksiannya.

Namun, Seo Yeon membela dirinya dengan berkata jujur bahwasanya mereka tak memiliki saksi lagi yang berkaitan dengan kasus So Woo. Setidaknya mereka membuatuhkan saksi ini untuk membuktikan sikap kasar Woo Hyuk.


Hakim menerima penjelasan Seo Yeon dan memintanya untuk meneruskan interogasi.

Selanjutnya, Seo Yeon meminta siswa tersebut untuk menceritakan kronologis kejadian pemukulan yang dilakukan Woo Hyuk terhadapnya.

===================

Hari itu....

16

Secara tak sengaja, ia menabrak Woo Hyuk dan menumpahkan sekotak susu yang tengah dipegangnya. Meskipun telah minta maaf berkali-kali, Woo Hyuk tak mau memaafkannya dan malah lansgung menghajarnya habis-habisan.

17

Ia tak mengatahui apa yang selanjutnya terjadi kepadanya. Yang jelas, saat terbangun ia sudah berada di rumah sakit, dalam kondisi leher yang di gips dan gendang telinganya juga rusak.

=======================

Setelah kejadian itu, ia sangat marah.. kesal dan ingin balasa dendam tentunya. Amun, secara tiba-tiba, pengacara Woo hyuk menemui ayahnya dan memberikannya uang dalam nominal yang sangat besar.

18

Pengacara itu mengatakan kalaupun mereka meneruskan masalah ini ke jalur hukum, maka itu akan sia-sia. Karena, dalam hitungan jam saja Woo Hyuk akan bisa bebas kembali. Maka, akan lebih baik jika mereka melupakan semuanya dan menerima uang tersebut.


Saat itu, ia tak bisa bisa melakukan apapun.. Padahal, hari demi hari yang dilewatkannya hingga detik ini, selalu dipenuhi dengan pertanyaan, “Mengapa dia melakukan itu padaku?”, “Apakah hanya karena aku sedang sial saja?”, “Tapi tetap dia bersalah.. Bukankah setidaknya dia sendiri yang harus meminta maaf kepadaku?”

19

Setelah meminta izin dari Seo Yeon, dia menghampiri Woo Hyuk dan berdiri dihadapannya. Secara lansgung ia bertanya, alasan dibalik perilaku kasar yang dilakukan Woo Hyuk terhadapnya.

Woo hyuk masih belum mengingatnya, “Aku lupa!” bentaknya

“Kalau memang begitu, minta maaflah kepadaku sekarang!” pintanya


“Tidak mau!” jawab Woo Hyuk

21

Secara sengaja, siswa tersebut lansgung menumpahkan sekotak susu diatas kepala Woo Hyuk. Sontak saja, hal tersebut membuat Woo Hyuk marah besar, hingga hampir membuat keributan lagi.

“Aku juga tidak mau minta maaf.. Jadi, bolehkah aku memberikan uang sebagai ganti rugnya..” ucap siswa tersebut dengan santai


Woo Hyuk tak berkomentar apapun. Ia memilih untuk balik cadan dan langsung berjalan pergi meninggalkan ruangan.

22

Kesimpulan dari Seo Yeon, yang menjelaskan bahwasanya Woo Hyuk terbukti memiliki tempramen yang tak terkontrol hingga memungkinkannya untuk membunuh seseorang, menjadi kalimat penutup yang mengakhiri sidang kali ini.

--------------------------------------------

23

Diluar gedung sekolah, Seo Yeon mengobrol dengan siswa yang menjadi saksinya barusan. Siswa tersebut berterimakasih atas kesempatan yang telah diberikan Seo Yeon kepadanya. Sejujurnya sedari awal tujuannya menghadiri sidang ini, hanyalah untuk bisa melakukan hal tadi kepada Woo Hyuk.


“Bertahun-tahu, aku merasa berada di pihak yang lemah. Namun, hari ini aku akhirnya bisa membalasnya.. Meskipun dia tak merasakan luka yang sama dengan yang kurasakan, setidaknya aku sudah memberinya pelajaran dengan tanganku sendiri..” ungkap siswa tersebut

24

Video Woo Hyuk yang disiram sekotak susu langsung tersebar di internet. Joo Ri menontonnya dan berulang-ulang kali memutarnya. Hal inilah yang membuatnya berubah fikiran dan memilih untuk tetap tinggal dan bersolah di SMA Jeongguk.

25

Woo Hyuk membersihakan dirinya dari tumpahan susu yang mengotori sekujur tubuhnya. Saat itulah, ia mengingat apa yang telah dilakukannya terhadap siswa tersebut.

--------------------------------

Ketika kembali ke ruang tunggu-nya, terlihat tim pembela dan Hae Rin yang tengah menunggunya. Hae Rin terus-terusan menggerutu, mengeluhkan kejadian yang barusan menimpa Woo Hyuk, “Bagaimana, kalau lain kali terjadi hal yang lebih buruk lagi kepadanya?”

26

Sementara Woo Hyuk terdiam melamun, Hae Rin malah mebahas sifat Woo Hyuk yang menurutnya kasar diluar tapi lebut didalam. Ketika hari ibu, Woo Hyuk menjeual jam tangan ayahnya hanya untuk membelikan hadiah untuk ibunya. Dan ketika neneknya meninggal, Woo Hyuk menangis berhari-hari, hingga tak sanggup untuk meninggalkan rumahnya.

“Berhenti! Jangan membahas hal-hal seperti itu!” bentak Woo Hyuk yang langsung pergi karena taxi pesanannya sudah tiba.

27

Tak lama kemudian, tibalah Sung Min yang membawakan sepasang pakaian yang tadinya ingin diberikan untuk Woo Hyuk. Ketika melihat Woo Hyuk sudah pergi, ia-pun memutuskan untuk pulang juga.

28

Namun, Ji Hoon terlebih dahulu mengajaknya untuk berbicara empat mata. Mereka membahas sikap Woo Hyuk yang tempramental. Sung Min menjelaskan kalau hal itu tak lepas dari perilaku kasar ayah Woo Hyuk, yang secara sengaja sering memukuli Woo Hyuk dan juga ibunya.


Woo Hyuk tak bisa terima ketika ibunya disiksa seperti itu, maka ia sering melampiaskannya dengan minm-minum dan memukuli seserorang.

“Meskipun alasannya demikian, tetap saja perilaku Woo Hyuk itu salah..” ujar Ji Hoon

30

“Tapi, aku mohon agar kau tidak berhenti untuk membelanya. Meskipun sia melakukan 100 kejahatan berbeda, aku yakin kalau dia bukanlah pembunuh Lee So Woo..” papar Sung Min

“Tapi, sampai saat ini aku belum menemukan bukti untuk membuktikannya. Alibi yang dikatakan Woo Hyuk terlalu ambigu..” ungkap Ji Hoon


Sung Min teringat sesuatu tentang kejadian setelah ia mengantarkan Woo Hyuk pulang di malam natal. Saat itu, Woo Hyuk pernah mengatakan kalau dia melihat seorang pria yang memasuki kamarnya, “Aku melihatnya.. aku juga melihat pria itu..”

29

Seorang pria berambut panjang dan memiliki bekas luka bakar di wajahnya, terlihat sedang mengobrol dengan ayahnya Woo Hyuk. Entah apa yang mereka diskusikan, namun si pria itu memegang beberapa lembar kertas yang berisi gambar denah sebuah bangunan.


“Entah informasi itu bisa membantu atau tidak,.. yang jelas aku hanya mengetahui hal itu saja...” ungkap Sung Min

31

Sebelum mereka berpisah, Ji Hoon masih penasaran terkait Lee So Woo, “Saat itu, bagaimana ekspresinya?”

“Hmmm. Aku rasa dia terlihat kelelahan? Entahlah, aku tak begitu mengingatnya. Memangnya ada apa? Kenapa kau bertanya tentang hal itu?” tanya Sung Min

“Tidak apa-apa, kok..” jawab Ji Hoon

----------------------------------

32

Saat pulang kerumahnya, Woo Hyuk sudah ditunggu oleh ibunya yang langsung menghampirinya dan menayakan kondisinya. Tak lama kemudian, ayahnya juga muncul dan malah langsung memarahinya.


Woo Hyuk yang masih kesal tak merespon keduanya. Ia memilih untuk masuk kedalam rumahnya begitu saja....

33
Wakepsek memanggil para guru yang berkaitan dengan persidangan. Ia mendiskusikan tindakan apa yang harus dilakukannya agar bisa menghentikan persidangan ini. Sayangnya. Guru Park dan Guru Kim lebih berpihak pada siswa. Mereka mengatakan kalau persidangan ini terjadi atas keinginan siswa dan akan berkahir jika mereka telah menemukan kesimpulan dari kasus ini.


Hal itu membuat Wakepsek kesal bukan kepalang,.. Belum juga masalah ini selesai, ia masih harus menghadapi atasannya yang pasti akan memarahinya habis-habisan karena kejadian hari ini.

34

Kyung Moon menerima berkas terkait pengajuan siswa VIP untuk semester berikutnya. Ia melihatnya kemudian mengeluhkan jumlahnya yang berkurang dibandingkan tahun kemarin, “Kasus Lee So Woo menjadi penyebabnya..” ujar Kyung Moon

Sekretarisnya bertanya, apakah mereka akan tetap membiarkan persidangan itu memberikan dampak buruk untuk mereka?


“Tentu saja tidak.. Mengapa kita harus kalah dalam permainan melawan anak-anak seperti mereka..” ungkap Kyung Moon

35

Joon Young menemani Seo Yeon untuk menyelesaikan laporannya. Ia sendiri terlihat hanya mengetik beberapa baris kalimat yang tak ada hubungannya dengan oersidangan. Karena tujuannya berada disini hanyalah untuk bersama dengan Seo Yeon.

36

Ketika membereskan barang-barangnya, Seo Yeon yang kelelahan malah mimisan. Segera, Joon Yeong-pun memberikannya tissue..


“Hehehehe... entah kenapa, setiap kali mimisan, aku malah bangga terhadap diriku sendiri..” ungkap Seo Yeon

---------------------------------

37

Setibanya dirumah, Seo Yeon langsung memasuki kamarnya dan membuka ponselnya. Ia membaca komentar-komentar siswa terkait persidangan hari ini. Kemudian, ia-pun mengirim pesan kepada ‘pengintai Jeongguk’ dan menceritakan isi hatinya saat ini.


‘Aku sudah bekerja sangat keras.. Tapi entah kenapa, aku masih merasa tak yakin kalau ini adalah jalan yang tepat...’ –Seo Yeon

38

 ‘Jangan lupakan komitmenmu di awal..’ –Pengintai Jeongguk

----------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤