SOLOMON'S PERJURY EPISODE 6 [BAGIAN 1]

04:06

---------------------

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : JTBC =

1

Setelah pernyataan kontroversial yang diungkapkan oleh Dong Hyun, suasana di persidangan berubah menjadi ricuh. Ditambah lagi, Woo Hyuk yang tak dapat menahan emosinya langsung berlari mendekati Dong Hyun untuk menghajarnya. Orang-orang yang berada disana, langsung bergerak cepat menghadangnya dan Dong Hyun-pun langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan.




2

Terungkapnya fakta kalau ternyata Dong Hyun tidak bersama mereka, makanya ia tidak tahu menahu apa yang dilakukan oleh Woo Hyuk. Apalagi, malam itu mereka berpisah dalam kondisi Woo Hyuk dan Sung Min yang sudah mabuk berat. Hal itu menjadi pukulan telak untuk kubu Ji Hoon.


Dikarenakan situasinya yang sudah sangat tidak terkendali, hakim-pun memutuskan untuk menunda persidangan selama 10 menit...

3

Tim pembela mengikuti Woo Hyuk yang masuk keruang tunggu. Disana, Woo Hyuk murang-maring demi meluapkan emosinya terhadap Ji Hoon yang katanya akan bisa membuktikan ketikdabersalahannya, namun sekarang semuanya malah jadi makin rumit dan membuatnya semakin dicurigai oleh semua orang di sekolah ini.

4

Ji Hoon berusaha membuat Woo Hyuk untuk lebih tenang. Ia mengatakan, kalau dirinya belum selesai memaparkan pendapatnya, “Kalau memang kau tak mau masuk ke ruangan persidangan lagi. Setidaknya, diam dan tunggulah disini sampai persidangannya berakhir!”

5

Sidang kembali dilanjutkan, tapi tanpa kehadiran terdakwa disana. Seakan masih tak percaya dengan fakta yang baru didengarnya, Seo Yeon melamun saat berdiri di depan. Terguran dari hakim, membuatnya tersadar kembali dan ia-pun melanjutkan pemaparannya yang memperkuat dugaan Woo Hyuk melakukan pembunuhan terhadap So Woo.

6

Setelah Seo Yeon kembali ke tempat duduknya, giliran Ji Hoon untuk berpendapat. Hal yang pertama dilakukannya adalah menghampiri So Yeon dan bertanya secara lansgung kepadanya apa alasan terbesar untuknya mengadakan persidangan ini dan menjadikan Woo Hyuk sebagai tersangkanya?


Tentu saja, alasan Seo Yeon melakukan semua ini iala karena surat dakwaan yang dikirim kepadanya. Selanjutnya, Ji Hoon meminta agar Seo Yeon menjelaskan isi surat dakwaan tersebut secara lebih rinci lagi. Bahkan, Ji Hoon memberikan copy-an surat tersebut untuk dibaca lagi oleh Seo Yeon..

Seo Yeon mengambil kertas itu dan membacanya.. Tak ada hal yang janggal, hingga tiba-tiba ia berhenti membaca surat terebut dan meunjukkan ekspresi keheranan. Bagaimana tidak? Didalam surat tersebut dengan jelas, dicantumkan kalau si penulis melihat Woo Hyuk, Sung Min dan Dong Hyun berada di TKP kematian So Woo.

7

Fakta ini menjadi bahan utama Ji Hoon untuk mendesak Seo Yeon, “Jadi mana yang benar surat itu atau penyataan Dong Hyun? Kalau memang isi surat itu akurat, lantas dimana Dong Hyun berada pada malam itu?”

8

Seo Yeon terdiam, ia melihat tepat kearah Joo Ri berdiri. Mereka saling menatap penuh resah dan kebingungan. Karena Seo Yeon merupakan jaksa dalam persidangan ini, ia-pun menggunakan hak-nya untuk tidak menjawab pertanyaan itu. Dan dengan terpaksa, ia-pun menarik kembali kesaksian Dong Hyun yang mengatakan kalau alibi Woo Hyuk palsu..

------------------------------------------------

10

Sidang pertama telah selesai, semua orang yang meninggalkan ruangan sidang nampak begitu tak menyangka kalau persidangan ini akan menjadi tontonan yang sangat menegangkan dan seru seperti ini. Beberapa wanita mungkin datang hanya karena ingin melihat Ji Hoon, tapi yang lainnya terlihat mulai menyimpan rasa ketertarikan yang lebih terhadap keberlanjutan sidang ini.

11

Diruang klub, tim jaksa tengah meluapakan kekesalan mereka yang ‘kalah’ pada persidangan kali ini. Seo Yeon tak berkata apapun, ia hanya terdiam, merenungi apa yang telah dialaminya hari ini. Sementara Yoo Jin dan So hee seibuk memperdebatkan saksi mana yang harus mereka percayai? Apakah Lee Joo Ri atau Kim Dong Hyun?


Terlepas dari siapapun yang paling jujur, So Hee mengungkapkan kalau mereka harus berpihak pada Joo Ri. Karena di persidangan tadi, Seo Yeon sudah menarik kesaksian Dong Hyun yang secara otomatis menunjukkan kalalu surat dakwaan itulah yang lebih ‘akurat’ di mata mereka.

12

Tiba-tiba, Min Suk masuk dan bertanya kapan mereka semua akan berdiskusi tentang persidangan selanjutnya. Sontak saja, Yoo Jin dan So Hee yang tengah suntuk lansgung memarahinya. Saat ini mereka baru selasai, masih butuh beberapa waktu untuk beristirahat dan belum ada mood untuk melakukan hal seperti itu.

13

Kekesalan mereka ditambah dengan kehadiran Seung Hyun yang dengan ekspresi kemenangannya mengajak mereka untuk makan-makan diluar guna merayakan berlangsungnya acara persidangan pertama mereka. So Hee dan Yoo Jin-pun lansgung melemparinya dengan beberapa makanan ringan dan menyuruhnya untuk segera pergi meninggalkan mereka.

14

Tak lama, setelah Min Suk dan Seung Hyun pergi, lagi-lagi ada seseroang yang datang. Dan yang membuat terkejut, orang yang datang itu adalah Joo Ri...

15

Joo Ri duduk diantara mereka, kemudian memberikan selembar surat pernyataan yang dikatakannya merupakan hal-hal yang pernah diceritakan oleh Cho Rong kepadanya. Selain itu, ia juga bersedia untuk menjadi saksi di persidangan berikutnya.


Namun, ia mengajukan 3 syarat. Yang pertama, sampai hari diadakannya persidangan tidak boleh ada satupun orang yang mengetahui tentang hal ini. Kedua, Woo Hyuk tidak boleh berada di ruang persidangan selama dirinya memberikan kesaksian. Dan yang terakhir, ia menginginkan mereka untuk mempercayainya.

17

Permintaannya yang terakhir, membuat Seo Yeon menatapnya penasaran. Setelah apa yang mereka semua lihat di persidangan hari ini, ia merasa kalau ada sesuatu yang janggal dengan surat dakwaan yang didapatkannya.


Jelas saja, perkataan Seo Yeon itu memancing emosi Joo Ri. Secara tidak langsung, Seo Yeon mengatakan jika dia tidak mempercayai surat dakwaan tersebut. Merasa tersudutkan, akhirnya Joo Ri-pun tak bisa mengontrol perkataan yang keluar dari bibirnya. Secara tak sengaja, ia mengakui kalau surat itu ditulis olehnya.

18

Untuk memastikan hal tersebut, Seo Yeon-pun bertanya kepada Joo Ri. Kali ini, Seo Yeon memintanya untuk berkata sejujur-jujurnya, “Benarkah yang menulis surat itu adalah Cho Rong?”


Pertanyaan itu menyulut amarah Joo Ri, kebiasaan histerisnya ‘kambuh lagi’. Ia berteriak kepada mereka dan dengan jelas mengakui kalau memang dirinya-lah yang menulis surat tersebut, “Bagaimana bisa kamu berhak menjadi jaksa, tapi tidak mempercayai segala penyataanku!!!” teriaknya yang lansgung pergi meninggalkan ruangan

19

Seo Yeon berusaha mengejarnya, namun setelah naik tangga ia kehilangan jejak Lee Joo Ri....

20

Beberapa saat kemudian, muncullah Joon Young yang baru turun dari tangga dan langsung menghampirinya...

21

Ayahnya Woo Hyuk mendapat informasi mengenai kehadiran anaknya di persidangan sekolah. Hal itu sangatlah membatnya marah. Ia tak suka, karena woo hyuk mengambil tidakan tanpa memberitahunya terlebih dahulu.

22

Kemudian, scene lansgung berpindah ke ruangan wakepsek. Disana masih ada Kyung Moon yang duduk dan berbincang dengan Wakepsek. Persidangan pertama telah berakhir, memang belum ada titik terang yang berkaitan dengan penyebab kematian So Woo. Namun, isu ketidakadilan pada komite disiplin sekolah jadi terangkat lagi ke publik. Hal itulah yang takutnya akan membahayakan pihak sekolah. Sebelum pergi, Kyung Moon meminta agar Wakepsek fokus untuk menangani masalah ini saja dulu.

---------------------------------------

23

Joon Young bisa memahami perasaan gundah yang dialami oleh Seo Yeon, “Apakah kamu beradu argumen dengan Lee Joo Ri???”


Seo Yeon membantah kalau mereka beradu argumen, sebenarnya ia menganggap kalau barusan ia-lah yang dimarahi oleh Lee Joo Ri. Terlepas dari kegiatan persidangan, untuk 5 menit kedepan Seo Yeon meminta joon Yeong untuk berbicara dan mendengar ceritanya sebagai teman bukan sebagai lawan dalam persidangan, “Berjanjilah, setelah mendengar ini, kamu akan melupakannya lagi...” pinta Seo Yeon

24

Tentang surat dakwaan,... sebenarnya dari awal sidang ini direncanakan, Seo Yeon tidak mempercayainya 100% penuh. Entah mengapa, dirinya selalu merasa kalau surat itu tidak sepenuhnya benar. Tapi, meskipun merasa demikin, ia terus saja melanjutkan keinginannya untuk mengadakan persidangan ini.

Kenapa? Karena meskipun pada akhirnya dirinya akan kalah, ia tak akan kecewa. Hal yang paling penting yang ingin didapatkannya hanyalah kebenaran.. Kebenaran tentang alasan dibalik kematian So Woo...


Setelah kalah telak dari Ji Hoon hari ini, Seo Yeon sempat berfikir untuk berhenti dan tak melanjutkan persidangannya lagi. Sikap Ji Hoon yang sangat mempercayai kalau kliennya tidak bersalah, malah semakin membuat Seo Yeon merasa kalah... Kalah, karena ia tak bisa mempercayai Joo Ri, orang yang seharusnya ia bela dalam persidangan ini..

25

Ji Hoon memasuki ruangan club, disana terlihat Hye Ri yang sedang asyik megecat kukunya. Ia-pun memintanya untuk keluar, karena ditempat ini ia akan mengadakan rapat dengan Woo Hyuk.


Sambil tersenyum santai, Hye Ri mengatakan kalau Woo Hyuk tak akan datang kesini meskipun Ji Hoon menunggunya hingga besok pagi..

27

Di halaman sekolah, terlihat Woo Hyuk yang tengah menendang-nendang tempat sampah sebagai bentuk peluapan emosinya. Ia meminta Sung Min untuk segera mencari tahu keberadaan Dong Hyun karena ia sangat ingin memberikan pelajaran untuknya.


Obrolan mereka, terpotong oleh kehadiran ayahnya Woo Hyuk yang lansgung menyeretnya masuk mobil. Ketika Woo Hyuk mengelak, ayahnya itu bahkan tak segan ntuk menampar pipinya dengan sangat keras.

28

Tak jauh dari tempat itu, nampak Ji Hoon. Ia hanya diam melihat semua kejadian tadi dengan tatapan yang penuh iba (?)

-------------------------------------------------

29

Di kamarnya Seo Yeon duduk kemudian membaca komentar-komentar para siswa terkain ‘seru’-nya persidangan hari ini. Semakin ia membacanya, semakin ia teringat akan apa yang dilakukan oleh Ji Hoon demi membela Woo Hyuk.

30

Tiba-tiba, ibu masuk.. Ia dapat merasakan betapa rumitnya perasaan Seo Yeon saat ini, hingga ia bahkan menawari memberikan bantuan apapun untuk Seo Yeon. Namun, Seo Yeon menolaknya, dengan alasan dirinya akan lebih merasa lega jika bisa melakukan semuanya dengan usahanya sendiri.

31

Karena ini waktunya makan malam, Ibu-pun mengajak Seo Yeon untuk makan di meja makan bersama-sama dengan ayahnya yang juga baru pulang.


Di meja makan, keluarga kecil ini membahas apa yang mereka alami sepanjang hari ini. Seo Yeon mencurahkan perasaannya yang merasa belum maksimal dalam melakukan tugasnya sebagai seroang jaksa.

32

Beralih dari topik persidangan, Seo Yeon beberapa kali mendengar pembicaraan ayahnya di telpon. Ia menyadari, kalau ayahnya tengah sibuk mengurusi kebakaran di rumah Woo Hyuk. Setahu Seo Yeon, ayahnya tidak mengurus kasus semacam itu.. Ia-pun menyakan hal tersebut secara lansgung kepada ayahnya.


Dan dengan gugup, ayahnya mengatakan kalau ia hanya sedang membantu tim yang seharusnya menangani kasus tersebut. Dan mengenai kasus kebakaran itu, ayah mengingatkan Seo Yeon untuk tidak membahasnya di dalam persidangan. Karena disana juga ada korrban, jadi rasanya terlalu berat untuk menjadikannya bahan obrolan didalam persidangan mereka nanti.

---------------------------------------

33

Reporter Park nampak serius menonton tayangan persidangan saat Ji Hoon tengah memaparkan pendapatnya. Disaat itu juga, muncul anggota tim-nya yang melihat kelakuannya dan bertanya penasaran. Reporter Park-pun mengugkapkan ke-kepo-an-nya terhadap sosok Ji Hoon yang menurutnya sangat serius dan pintar. Ia menebak, kalau Ji Hoon memiliki sebuah hal besar yang disembunyikannya.

34

Lupakan tentang Ji Hoon, karena sekarang pria itu memberikan Reporter Park beberapa lembar kertas yang isinya laporan hasil melacak ID orang yang membuat FansPage ‘Pengawas Jeongguk’. Setelah melihatnya, tak butuh waktu yang lama untuk Reporter Park mengenali lokasi tersebut.

35

Reporter Park bergegas menemui Detektif Oh di sebuah kafe. Pada awalnya, Detektif Oh terlihat kebingungan karena tanpa diberitahu Reporter Park bisa tahu keberadaannya. Namun, Reporter  Park memintanya untuk tak membahas masalah itu karena ia memiliki informasi penting.


Berdasarkan hasil penelusuran tim-nya, lokasi si pemilik akun Fans Page ‘Pengintai Jeongguk’ berada di sekitar tempat tinggal Lee So Woo. Hal itu membuatnya meyakini kalau Lee So Woo adalah orang yang mengelola akun tersebut.

Detektif Oh tidak mempercayai hal tersebut. Dari apa yang yang dilihatnya, setelah So Woo meninggal, akun tersebut masih terlihat aktif memposting beberapa hal..

36

Reporter Park melanjutkan penjelasannya,.. masih berdasarkan pelacakannya, tepat setelah kejadian So Woo meninggal lokasi orang yang memposting di akun tersebut jadi berubah-rubah. Berarti, ada seseorang yang mengambil alih akun tersebut.

Mengingat, So Woo merupakan siswa yang ‘cerdik’, ia tak mungkin memberikan akun itu pada sembarang orang. Pasti ia memberikan akun tersebut kepada seseroang yang ia anggap sebagai teman dekatnya.

37

Yang menjadi misteri, selama mereka menginterogasi orang-orang terkait So Woo, belum ada satupun yang memiliki hubungan dekat dengan Seo Woo. Berarti, orang itu dengan sengaja menyembunyikan dirinya dari mereka semua. Dan orang yang menyembunyikan identitasnya itu pasti mengetahui sesuatu...

-----------------------------------------------

38

Dong Hyun berlari meninggalkan rumahnya dalam kondisi wajah yang babak belur. Di depan pintu, masih terdengar suara ayahnya yang memaki-makinya, sementara ibunya berusaha untuk menghentikannya.

39

Ketika sampai didepan rumah, terlihat Ji Hoon yang sudah berdiri menunggunya..


“Apakah ayahmu selalu seperti ini?” tanya Ji Hoon

40

Woo Hyuk tak suka sikap Ji Hoon yang terlalu ikut campur dalam urusannya. Apalagi, menurutnya luka yang didapatkannya ini bukanlah hal yang perlu diributkan. Ji Hoon mengelak, ia mengatakan kalau luka seperti itu bukanlah hal kecil yang biasa saja.


Ji Hoon ingin menanyakan sesuatu kepada Woo Hyuk. Berkaitan dengan alibinya, ia meminta Woo Hyuk untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya agar ia bisa terus mempercayainya.

Sempat terlihat ragu-ragu, akhirnya Woo Hyuk mengakui kalau malam itu Dong Hyun tidak bersama mereka sampai akhir. Dirinya yang sudah berat diantar pulang oleh Sung Min..

43

Ji Hoon lanjut bertanya, apakah Woo Hyuk tak mengingat kejadian yang lain lagi?

Woo Hyuk tak mengatakan apapaun. Akhirnya Ji Hoon-pun menyerah, sebelum pergi ia memberikan sebuah kompresan untuk mengurangi nyeri memar di wajah Woo Hyuk.

41

Tak lama setelah Ji Hoon pergi, Woo Hyuk berdiri kemudian berlari mengejarnya. Ia melanjutkan ceritanya..

42

Malam itu, setelah dirinya terbaring di kasur, ia melihat sesosok pria berpakaian serba hitam yang keluar meninggalkan kamarnya. Ia sendiri tidak yakin dengan apa yang dilihatnya, karena ia dalam kondisi yang mabuk. Saat ia menceritakan hal ini kepada ayahnya, ia malah kena omelan karena dianggap mengarang cerita aneh.

44


---------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤