SOLOMON'S PERJURY EPISODE 5 [BAGIAN 2]

17:00

Sebelumnya <<<
---------------------


SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : JTBC =

1


Sebelum tidur, Seo Yeon mengecek ponselnya. Ia-pun sempat berkirim pesan dengan teman-temannya, Seung Hyun dan So Hee terus menggerutu meratapi nasib mereka yang terpaksa harus tidur diluar karena dimarahi orangtuanya.


2

So Yeon membaca chat-chat itu sembari tersenyum geli, hingga akhirnya ia meminta mereka semua untuk segera tidur atau besok mereka akan mengantuk selama persidangan berlangsung..

-------------------------------

3


.....Hari persidangan yang pertama.....

4

Seo Yeon dan teman-mannya mempersiapkan ruangan tempat diadakannya pesidangan. Selanjutnya, mereka berdiskusi di ruang club-nya. Ada sedikit masalah, broadcast yang dikirik kepada para orang tua murid membuat 5 anggota tim juri persidangan jadi tidak bisa hadir hari ini.

5

Soo Hee merasa putus asa, ia menyarankan agar mereka mengundur persidangan ini saja. Namun, Ji Hoo tetap optimis dan mengatakan kalau mereka harus tetap mengadakan persidangan ini.

Bermodalkan rasa optimis, mereka-pun memutuskan untuk terus melangkah maju dan akan tetap melaksanakan persidangannya hari ini.

6

Sidang-pun dimulai, pihak penuntut dan pembela memasuki ruangan. Mereka terlihat gugup, karena ternyata siswa yang hadir sangatlah banyak. Hal itu, tentu melebihi ekspektasi mereka sebelumnya.

7

Selanjutnya, hakim Kim Min Suk juga memasuki ruangan. Ia duduk di tempatnya dan memperkenalkan dirinya kemudian menjelaskan aturan terkait sidang ini. Pada intinya, sidang ini dibuat oleh club sekolah, jadi bisa saja ada beberapa aturan yang berbeda dengan sidang pada umumnya. Dan yang perlu ditekankan, sidang ini bertujuan untuk mencari kebenaran bukan untuk memberikan hukuman.

8

Tiba-tiba, seorang wanita yang meruakan ibu dari salah seorang siswa berdiri dan berteriak kepada Min Suk, “Meskipun ini hanya persidangan semacam itu, bukankah ini terlalu berlebihan? Apakah kalian melakukan seizin orangtua kalian?”

“Audiens tidak mempunyai hak untuk berbicara!” tegas Min Suk

“Saya bukan audiens, tapi ibu dari salah satu siswa di sekolah ini! Bukannya seharusnya kalian belajar untuk ujian masuk universitas!”

“Omma, kamu membuatku maluuu..” teriak seorang siswa yang merupakan anak dari ibu tersebut

Keributan ini malah semakin memanas saja, ditambah lagi dua orang ibu yang lainnya ikut-ikutan berdiri dan mencemooh persidangan yang menurut mereka tidak ada gunanya ini.

Min Suk bertteriak, meminta semuanya untuk tenang. Sayang, teriakannya ini bahkan tak digubris sedikitpun.

Hye Ri yang duduk di bangku juri, tak bisa tinggal diam saja. Ia berdiri, kemudian berteriak dari atas podium, “Ahjumma, memangnya kenapa kalian ingin menghentikan kita? Kami sudah bilang, kalau kami akan tetap melakukan sidang ini!”

9

Sikap Hye Ri memancing amarah para ibu, mereka menganggapnya sebagai anak yang tidak memiliki sopan santun.

“Ahjumma, perilaku kalian juga menunjukkan kalau kalian tidak memiliki sopan santun!” tukas Hye Ri

Min Suk meminta Hye Ri untuk kembali ke tempat duduknya, ia-pun berteriak meminta para audiens untuk kembali tenang. Tapi, lagi-lagi peringatannya ini tak digubris oleh siapapun.

10

Naik pitam, Min Suk lansgung menggeserkan microphone dihadapannya dan otomatis membuat suara dengungan yang tidak enak didengar. Dan tentu saja, hal tersebut berhasil membuat semua audiens terdiam.

11


Saat Min Suk hendak memulai persidangan, muncul masalah baru. Lagi-lagi, seorang wanita berdiri dan memintanya untuk menghetikan persidangan ini. Ternyata, wanita itu merupakan ibunya Min Suk dan tentu saja hal ini membuat suasananya terasa canggung.

Namun Min Suk tak goyah sedikitpun, dengan tegas ia mengatakan kalau audiens tidak berhak mengganggu jalannya persidangan. Dengan nada bicara yang semakin tinggi, Min Suk memaparkan alasannya yang kekeh ingin persidangan ini diadakan,

“Seseorang dari kelas kami meninggal. Dia mengenakan seragam yang sama dengan kita, dia belajar di ruangan yang sama dengan kita, dia juga makan di meja yang sama dengan kita. Tapi sekarang, dia telah meninggal. Atas dasar itulah, entah kita dapat izin atau tidak, entah kita bisa masuk universitas atau tidak, persidangan ini harus tetatp berlangsung!”

Alasan itu saja, tak berhasil membuat ibunya menyetujui persidangan ini. Akhirnya dengan terpaksa, Min Suk meminta ibunya untuk keluar meniggalkan ruangan ini...


“Aku akan mengatakannya sekali lagi. Siapapun audiens yang berbicara tanpa seizin hakim, harus keluar meninggalkan ruangan ini!” tegas Min Suk yang kemudian memanggi terdakwa Woo Hyuk untuk memasuki ruang persidangan

12

Kedatangan Woo Hyuk menjadi pusat perhatian semua audiens. Secara diam-diam, mereka mengambil fotonya dan lansgung menyebarkannya di forum sekolah. Woo Hyuk menyadari hal tersebut. Sayangnya, ia tak bisa melakukan apapun selain mendesah kesal.

13

Berita mengenai kehadiran Woo Hyuk di persidangan menjadi bahan perbincangan hangat seluruh siswa di sekolah. Mereka yang asalnya tak tertarik untuk datang ke persidangan, lansgung berubah fikiran dan pergi bersama-sama menuju ruangan tempat diadakannya persidangan.

Di ruangan kepala sekolah, terlihat Kyung Moon yang tengah duduk dan berbicara dengan Wakil kepala sekolah. Tak pernah diduga, jika persidangan ini benar-benar berlangsung seperti sekarang. Wakepsek dengan gelagapan meminta maaf kepada Kyung Moon yang malah menunjukkan ekspresi yang datar-datar saja. Kyung Moon malah meminta agar liputan persidangan ini ditayangkan di layar monitor yang ada dihadapan mereka saat ini.

-----------------------------------

Kembali ke ruang persidangan,...

15

Hakim meminta Seo Yeon selaku jaksa penuntut umum untuk memaparkan data-data yang dimilikinya. 

Dengan penuh percaya diri, So Yeon berjalan kedepan. Ia menarik nafas dalam-dalam, kemudian mulai memaparkan pandangannya,

“Sampai saat ini, kematian Lee So Woo dianggap sebagai akibat dari bunuh diri. Karena dia tidak masuk sekolah selama 2 minggu sebelum terjadinya tragedi ini dan karena fakta kalau dia mengalami depresi. Dibalik semua itu, banyak siswa SMA Jeongguk yang mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.. Beberapa saat sebelum So Woo meninggalkan sekolah, kita tahu kalau dia telah berkelahi hebat dengan Choi Woo Hyuk. Nyatanya, perkelahian itu lebih pantas untuk disebut sebagai penyerangan... ”

“Apa yang sedang kamu bicarakan!” tukas Woo Hyuk

So Yeon tak menggubris bentakan Woo Yuk, dengan santai ia terus melanjutkan pemaparannya, “Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.. Dan bukan hanya aku, disana juga ada siswa yang lainnya. Terdakwa memukul, menendan dan menonjok Lee So Woo...”

“Itu karena dia yang memulainya!!!” teriak Woo Hyuk dengan nada emosi

16

Lagi, Seo Yeon tak menggubris bentakan Woo Hyuk sedikitpun. Dengan raut wajah sedih, Seo Yeon menyesalkan sikap dirinya yang dulu diam hingga mengakibatkan So Woo harus berada pada posisi yang tersalahkan “Dia baru berusia 18 tahun. Mungkin meninggalkan sekolah ini, merupakan satu-satunya pilihan terbaik yang bisa dilakukan olehnya. Dia meninggalkan sekolah ini atas kemauannya sendiri, bukan supaya dia bisa melakukan bunuh diri!” 

Ji Hoon memotong pembicaraan Seo Yeon, ia memperingatkannya untuk tidak memaparkan sesuatu yang menjadi opininya semata. Seo Yeon mengerti akan hal tersebut, dan kembali melanjutkan pemaparannya, yang pada intinya berujung pada pemberian label ‘terdakwa’ terhadap Choi Woo Hyuk.

Selanjutnya hakim meminta Ji Hoon selaku pengacara Woo Hyuk untuk memaparkan data-data yang dimilikinya. Saat Ji Hoon berjalan ke tengah, ruang sidang sempat dibuat riuh oleh teriakan para wanita penggemarnya Ji Hoon. Untunglah, hakim Min Suk bisa mengendalikan keadaan dan membuat suasananya jadi tenang lagi.

Perkataan pertama yang keluar dari bibir Ji Hoon adalah, “Khayalan..”

Dengan lantang, ia mengatakan kalau semua hal yang diceritakan Seo Yeon barusan hanyalah sebatas khayalan saja...

17

Dari layar monitor diruangannya, wakepsek melihat kemunculan Ji Hoon, ia menggerutu kesal melihat keberadaan siswa dari sekolah lain yang ikut campur dengan masalah ini. Dengan ekspresi datar, Kyung Moon menyebutkan bahwa siswa itu adalah anaknya.

Mendengar hal tersebut, sontak saja membuat wakepsek terdiam kikuk...

18


Kembali ke persidangan, Ji Hoon memaparkan kalau pemaparan Jaksa terlalu banyak mengandung opini pribadi, makanya pantas untuk disebut khayalan semata. Pada intinya, di perdangan ini, ia hanya ingi membuktikan kalau kliennya yaitu Woo Hyuk tidak membunuh So Woo dan dia sama sekali tidak bersalah.

19


Agenda selanjutnya, adalah pemaparan dari saksi yang pertama yaitu Detektif Oh selaku polisi yang bertugas dalam penyelidikan kasus kematian Lee So Woo.

Setelah mengikrarkan sumpah untuk jujur dipersidangan, Ji Hoon menghampirinya untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Hanya beberapa pertanyaan yang pada intinya, memastikan hasil penyilidikan yang telah dilakukan oleh polisi.

Detektif Oh, menjelaskan kalau kasus ini telah ditutup dengan kesimpulan akhir, Le So Woo meninggal karena bunuh diri. Hal itu terbukti dari hasil rekam medis, yang menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan dan dapat dipastikan kalau So Woo meninggal karena terjatuh dari ketinggian.


Atas dasar itulah, Ji Hoon-pun mengajukan hasil rekam medis tersebut sebagai bukti yang pertama dari pihaknya..

20


Ditengah-tengah persidangan, ayahnya Seo  Yeon meninggalkan ruang persidangan karena mendapat telpon. Entah dengan siapa ia berbicara, namun mereka membicarakan massalah asuransi dan pihak pemadam kebakaran (mungkin tentang kejadian kebakaran di rumah Woo Hyuk?)

Setelah menutup telponnya, ayah-pun langsung berjalan pergi meninggalkan tempat persidangan. Di waktu yang bersamaan, muncullah Joo Ri dengan mengenakan pakaian+topi hitam yang datang memasuki ruangan persidangan.

21

Joo Ri berdiri di barisan paling belakang untuk memperhatikan jalannya sidang. Di depan kita melihat kalau sekarang sudah gilirannya Seo Yeon untuk mengajukan pertanyaan kepada Detektif Oh...

22

“Berapa persen anda meyakini hasil penyelidikan polisi?”

“Aku meyakininya sebanyak 99%”

“Kenapa tidak 100%?”

“Dalam profesi ini, tak ada yang bisa dipercaya sampai 100%. Meskipun sangat kecil, tapi masih ada kemungkinan kalau hasil penyelidikan juga ternyata tidak tepat”

Ji Hoon memotong pembicaraan, ia mengajukan keberatan karena Seo Yeon mengajukan pertanyaan yang terlalu menjurus pada pendapat pribadi seseorang. Seo Yeon membela diri, kalau ia hanya ingin menanyakan perdapat seroang polisi yang sejujurnya. Selaku hakim, Min Suk menolak keberatan yang diajukan Ji Hoon yang mempersilahkan Seo Yeon untuk melanjutkan pertanyannya.

“Meskipun hanya 1%, masih ada kemudngkin untuk situasinya berubah..” ungkap Seo Yeon yang kemudian memperlihatkan 2 lembar tiket yang sebelumnya diberikan oleh kakak Le So Woo kepadanya.

Ternyata, kakaknya So Woo menceritakan kepadanya kalau tiket itu diberikan oleh So Woo. Tanggal yang tertera disana adalah satu hari setelah kematian So Woo, “Mana mungkin dia bunuh diri, kalau ternyata besoknya dia sudah punya agenda sepeerti ini dengan kakaknya?”

23

Ji Hoon berdiri, ia mengajukan keberatannya karena sebelum persidangan Seo Yeon tidak pernah membahas mengenai bukti ini. Seo Yeon membela diri dengan mengatakan kalau memeprlihatkan bukti sebelum persidangan mereka ini bukanlah sebuah kewajiban.

Hakim kebingungan dengan situasi ini, ia pun mengajak pihak pembela dan penuntut untuk melakukan rapat darurat dibelakang layar.

24

So  Yeon kekeh menganggap tiket tersebut adalah bukti yang sah. Sementara itu Ji Hoon menegaskan kalau tiket itu tak bisa menunjukkan fakta apapun. Seseorang bunuh diri bisa kapan aja, jadi masih ada kemungkinan setelah mengajak kakaknya nonton, So Woo justru berubah fikiran dan memilih untuk melakukan bunuh diri.

Karena tiket tersebut diragukan ke-validan-nya, maka Seo Yeon meminta persetujuan hakim untuk menjadikan kakak Le So Woo sebagai saksi kedua dalam persidangan..

26

Persidangan kembali dilanjutkan, kali ini Seo Yeon mengajukan beberapa pertanyaan kepada kakaknya Lee So Woo. Jawabannya sama dengan pendapat Seo Yeon yang menyimpulkan kalau So Woo tak pernah berniat untuk bunuh diri, berdasarkan fakta kalau ia sudah mengajaknya untuk menonton sehari setelah kejadian tragis itu.

Pernytaan dari kakanya Lee So Woo, membuat pendapat Seo Yeon tak bisa dianggan sebagai opininya pribadi, Maka dari itu, ia-pun mengajukan kedua buah tiket tersbut sebagai bukti pertama dari pihak penuntut.

27

Selanjutnya giliran Ji Hoon.. Namun, setelah dipanggil maju oleh jaksa, ia malah terdiam melamun. Hingga beberapa detik kemudian, barulah ia sadar kembali dan berjalan maju menghampiri kakaknya Le So Woo.

28

Ia tak menanyakan hal yang berkaitan tiket tersebut Ia malah bertanya tentang seberapa dekat hubungan antara Le So Woo dan kakaknya tersebut..

Sempat terdian sejenak, akhirnya kaka Le So Woo dengan gugup menjawab kalau dirinya tak begitu dekat dengan adiknya. Malahan, mereka saling membenci dan sangat jarang atau bisa disebut tak pernah bertemu satu sama lain. Tiket itu adalah tiket ajakan nonton yang pertama kali diberikan So Woo untuknya.

Hal itulah yang membuat Ji Hoon semakin meyakini kalau So Woo meninggal karena bunuh diri. Singkatnya, seseroang yang berniat mati, pasti menunjukkan perbuatan yang ‘lain’ dari biasanya. Selain mengajak kakak yang dibencinya untuk menonton, So Woo juga tiba-tiba berkelahi hebat dengan Woo Hyuk. Padahal, semua siswa di sekolah ini mengetahui betul kalau So Woo adalah tipe orang yang tidak suka mencari keributan dan selalu memilih untuk menarik diri dari pusat keramaian. Kejadian itu, adalah bukti nyata, kalau So Woo memang bertingkah beda dari biasanya.

29

Ji Hoon hendak menutup pemaparannya, namun kakak Le So Woo memotong perkataannya dengan menyebutkan bahwa kejadian perkelahian adiknya bukanlah sebatas hal yang ‘aneh’. Sejujurnya, alasan ia membenci So Woo dikarenakan So Woo memiliki sikap yang menakutkan. So Woo menikmati saat-saat ketika ia menyiksa orang lain. Bahkan, beberapa saat So Woo bisa bertindak sangat mengejamkan seperti setan. Alih-alih bunuh diri, kaknya akan lebih percaya jika orang-orang mengatakan kalau So Woo membunuh orang lain. Maka dari itu, ia sangat amat meyakin kalau So Woo tidak meninggal karena bunuh diri...

Sontak saja, pernyataan dari kaka Le So Woo ini berhasil membuat semua yang berada di ruangan persidangan terkejut. Woo Hyuk menunjukkan reaksi kesalnya, ia membanting kursi kemudian pergi meninggalkan ruangan persidangan begitu saja.

31


Melihat kondisi ini, akhirnya Ji Hoon meminta hakim untuk menunda persidangan. Hakim-pun menyetujuinya dan meunda persidangan ini selama 20 menit kedepan.

Ketika semua orang pergi meninggalkan ruangan, Ji Hoon masih berdiri dihadapan kakanya Le Soo Woo, “Aku.. akan membuka semuanya.. Apa yang sebenarnya terjadi pada Le So Woo, aku akan mengungkapkan kebenarannya....” ungkap Ji Hoon dengan nada suara yang bergetar

32

Reporter Park berjalan mengekori Detektif Oh, ia mengajaknya mengobrol dengan nada yang ‘sok akrab’. Sayangnya, Detektif Oh sama sekali tak mau menggubrisnya. Reporter Park senndiri, nampaknya menaruh penarasan yang tinggi terhadap sosok Ji Hoon yang diketahuinya sebagai anak dari Kyung moon yang merupakan kepala penanggung jawab bagian hukum di sekolah ini, “Bukankah perilaku dia (Ji Hoon), sama saja dengan mempermainkan pekerjaan ayahnya sendiri?”

“Mungkin, hanya karena dia ingin melakukannya? Anak seusia dia memang sedang ada dalam tahap untuk mencoba segala sesuatu yang diinginkannya..” jawab Detektif Oh

“Tapi, aku fikir itu bukan hanya karena dia menginginkannya. Aku sudah bertemu degannya secara langsung. Dan aku menyadari, kalau dia adalah tipe orang yang melakukan segala sesuatu karena memiliki tujuan tertentu..” papar Reporter Park

Sayangnya, Detektif Oh tak mau memberikan komentarnya lebih lanjut. Ia memilih berjalan pergi meninggakannya begitu saja....

33

Merasa tertekan, Woo Hyuk hendak merokok di ruang kelas. Namun, Ji Hoon datang dan lansgung melempar rokok tersebut. Ia membentak Woo Hyuk dan memperingatkannya tentang rintangan besar yang harus mereka hadapi.

Jika itu tentang Joo Ri, Woo Hyuk memastikan kalau ia bisa mengurusnya sendiri. Namun, Ji Hoon menegaskan kalau rintangan terbesar mereka bukanlah Lee Jori, melainkan semua orang diluar sana. Orang-orang sudah terlanjur berpendapat kalau mereka membenci Woo Hyuk, “Hati-hatilah dengan ucapan dan perbuatanmu!”

34

Sebelum persidangan kembali berlanjut, Ji Hoon memberikan skrip pertanyaan yang akan diajukannya di persidangan. Bahkan, bersama dengan Woo Hyuk, mereka masih sempat berlatih untuk melakukannya.

35

Berlanjut di persidangan, Ji Hoon menginterogasi Woo Hyuk dengan pertanyaan sama persis dengan yang skrip yang sudah dibuatnya. Pertanyaannya, terkait dengan kejadian perkalahian di lab. Mengapa mereka berkelahi? Apa yang sebenarnya terjadi sampai Woo hyuk menghajar So Woo?

Woo Hyuk terdiam sejenak, sambil mengingat kejadian waktu itu, ia-pun bercerita kalau semuanya berawal dari sikap So Woo yang melihatanya dengan tatapan aneh.


-------------------
FLASHBACK

36

“Mengapa kau melihatku seperti itu? Ada yang ingin kau bicarakan padaku?”

“Mengadu adalah sesuatu yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain. Aku tak menganggapmu sebagai seorang manusia. Bukannya kecerdasan dan rasionalitas, kepalamu malah dipenuhi oleh rasa amarah dan makian belaka. Dunia yang rusak???”

FLASHBACK END
----------------------------

37

Di persidangan, Woo Hyuk tak memaparkan perkataan yang diungkapkan oleh So Woo kepadanya waktu itu. Dia hanya mengatakan karena tatapan aneh So Woo, mereka jadi berkelahi...

Pertanyaan Woo Hyuk, menjadi dasar Ji Hoon untuk menyimpulkan bahwasanya Woo Hyuk tak memiliki cukup motif untuk sampai melakukan tindakan pembunuhan terhadap So Woo. Perekelahian itu, hanyalah hal kecil yang mungkin bisa terjadi pada siapapun..

38

Ketika sampai pada gilirannya, Seo Yeon langusng bertanya pada Woo Hyuk seputar alibi terkait apa yang dilakukannya pada malam natal, tepat saat kejadian So Woo diduga terbunuh. 

Dengan lancar, Woo Hyuk menjelaskan kalau dari pukul 10 malam tanggal 25 sampai keesokan harinya ia pergi minum alkohol bersama teman-temannya yaitu Le Sung Min dan Kim Dong Hyun.

“Itu adalah alibi yang bisa dikatakan siapapun. Ditambah lagi, orang yang bersamamu malam itu adalah teman dekatmu! Bisa saja kau berbohong!” tuduh Seo Yeon

“Yaudah, tanyakan lansgung saja pada mereka!” tegas Woo Hyuk

39

Seo Yeon hendak melakukan hal tersebut. Namun, Ji Hoon lasgung berdiri dan mengajukan keberatannya, “Bukankah, audiens dilarang untuk berbicara di persidangan?”

Seo Yeon menanggapinya dengan santai, ia-pun mengajukan untuk menunjuk Dong Hyun sebagai saksi yang ketiga di persidangan ini.

“Memangnya kamu seudah beres menginterogasi terdakwa?” tanya hakim
“Belum..” jawab Seo Yeon

“Yasudah, aku menolak permohonanmu. Selaikan dulu interogasinya satu-persatu.”  Tegas hakim

“Lantas untuk menndengar jawaban dari mereka berdua aku harus menariknya satu persatu. Aku memanggil Woo Hyuk kemudian Dong Hyun. Kemudian memanggil Dong Hyun dan selanjutnya berpindah pada Woo Hyuk lagi?!??!?!” tanya Seo Yeon dengan nada kesal

Hakim-pun menerima alasan tersebut dan mempersilahkan Seo Yeon untuk melanjutkan apa yang ingin dilakukannya.

40

Seo Yeon mengajukan pertanyaan yang sama dengan apa yang ditanyakannya kepada Woo Hyuk. Beberapa saat Dong Hyun hanya terdiam, dan kemudian berkata “Aku tidak tahu..”

“Meskipun hanya mengingat kejadian yang terpotong-potong pun, tak apa. Ceritakan saja pada kita semua..” pinta Seo Yeon

41


“Aku tidak tahu.. waktu itu, aku tidak sedang bersamanya.. Choi Woo Hyuk berbohong, alibinya adalah palsu!!!!” ungkap Dong Hyun

42

Sontak saja, jawabannya itu berhasil membuat seisi ruangan kaget. Mereka tak percaya akan apa yang didengarnya barusan. Woo Hyuk tak bisa terima, ia tak bisa menahan emosinya dan langsung menendang kurdi didekatnya. 

Sementara yang lain, mereka terdiam... menatap kearah Dong Hyun yang tak disang-sangka akan mengatakan hal ini dihadapan semua orang.....

--------------
:: NOTES ::

Sudah kuduga, persahabatan mereka memang tidak cukup erat sampai-sampai Dong Hyun mengungkapkan hal seperti ini di hadapan semua orang. 

Sebenernya, aku sendiri lebih condong berada di pihaknya Ji Hoon. Entah kenapa, aku yakin aja kalau Woo Hyuk tidak membunuh So Woo. Sampai episode ini, belum ada bukti kuat untuk menjadikan Woo Hyuk sebagai tersangka. Toh, surat dakwaan yang menjadi alasan diadakannya persidangan inipun ditulis oleh Joo Ri yang masih sangat amat diragukan kejujurannya.

Dan kita dapet klu baru tentang sifat So Woo. Menurut kakaknya, So Woo tipe orang yang nge-bully, bukan orang yang dibully...

Terus kita inget lagi, perkataannya Joon Young yang bilang kalau ekspresi wajahnya mayat So Woo terlihat tenang. So? Dia mungkin udah melakukan hal yang di-sukai-nya (mukulin orang?) atau bagaimana??? Masih terlalu dini untuk menyimpulkan. Kita tonton aja terus, dan lihat siapa dalang dibalik semua ini :D

By the way, untuk episode 6 dan 7 juga diposting di blog-ku. Untuk episode 8 di posting di blog My Litte Hobbie punyanya Puji. Seterusnya, aku nulis yang episode ganjil dan Puji episode genapnya.


*Jangan sungkan untuk mengemukakan pendapat kalian di kolom komentar

-----------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤