SOLOMON'S PERJURY EPISODE 5 [BAGIAN 1]

05:56

Sebelumnya <<<
-----------------------


SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : JTBC =

1A

“Minum!” teriak Woo Hyuk sembari menyodorkan segelas alkohol untuk Ji Hoon.


2

Ji Hoon tak mau melakukannya ia mengatakan jika dirinya tak minum alkohol. Namun, Woo Hyuk tetap memaksa Ji Hoon untuk meminumnya, “Aku ingin memastikannya! Aku ingin tahu, apakah kau benar-benar ingin membantuku ataukah hanya ingin mempermainkanku! Untuk memastikan hal itu, aku harus membuatmu berada pada kondisi terburukmu!” tegasnya

Sejenak Ji Hoon terdiam, perlahan ia mengambil secangkir alkohol yang berada di depannya.....

-----------------

4

Scene langsung beralih ke rumah, tempat tinggal Ji Hoon. Ayahnya pulang dan melihat sepatu Ji Hoon yang ditaruh tidak pada tempatnya. Menyadari ada sesuatu yang salah, ia langsung memasuki kamar Ji Hoon, disana ia melihat pakaian Ji Hoon yang berserakan diatas kasur.

5

Ayah mengetuk pintu kamar mandi, “Ji Hoon, kamu ada didalam ‘kan? Apa kamu sakit?” tanyanya dengan cemas

Beberapa detik tak ada jawaban, hingga akhirnya terdengar suara Ji Hoon yang mengatakan kalau dirinya sedang mandi.

6


Ternyata, yang sebenarnya terjadi, Ji Hoon tengah mengguyur badannya yang masih mengenakan pakaian lengkap dibawah shower. Berkali-kali, ia menghela nafas dan membasuh wajahnya, seakan-akan ia memaksakan dirinya sendiri untuk sadar kembali.

7

Ji Hoon berdiri di depan cermin, matanya memerah.. Pertanda, jika sebelumnya ia telah menangis...


------------------
FLASHBACK

8

Seorang anak kecil terlihat menangis tersedu-sedu dan bersembunyi dibawah kursi. Ia melihat kejadian tragis, ketika ayahnya menyiksa ibunya secara membabi buta. Dengan nada suara tinggi ayahnya terus saja membentak ibunya, “Mati saja kamu perempuan jal*ng! Mati, kamu!!!!”


FLASHBACK END
----------------------

9


Teringat akan kejadian itu, membuat Ji Hoon kembali meneteskan air matanya. Tapi, sekuat tenaga, ia bersusaha untuk mengontrol emosinya, ia menghapus air matanya dan menarik nafas dalam-dalam supaya dirinya bisa lebih tenang.

10

Keluar dari kamar mandi, terlihat ayah yang sudah berdiri menunggunya degan membawakan secangkir air madu ditangannya, “Kamu fikir, ayah tidak akan tahu kalau kamu mabuk hanya karena kamu tak mempelihatkan wajahmu pada ayah?”

“Maaf..”

Ayah hanya tersenyum, kemudian memberikan secangkir air madu untuk Ji Hoon, “Minumlah, ini akan membuatmu merasa lebih nyaman...”

Ji hoon nampak merasa bersalah, ia-pun terus meminta maaf pada ayahnya tersebut. Namun, ayah memahami bahwasanya, pasti Ji Hoon sampai mabuk seperti ini karena sebuah alasan. Terlepas mengenai apapun itu, ayah memilih untuk tak bertanya lebih lanjut lagi.

11

“Ayah,.. apakah aku mirip denganmu?” tanya Ji Hoon

Ayahnya tertawa, kemudian menjawab dengan yakin kalau Ji hoon sangatlah mirip dengannya.. Mata, hidung, alis dan juga rambut mereka terlihat sama. Mungkin hanya tinggi badannya yang berbeda, “Sewaktu kamu masih kecil, ayah memberikanmu banyak makanan yang bergizi, makanya kau bisa tumbuh setinggi sekarang. Kalau tidak, mungkin kamu hanya akan memiliki tinggi yang sama dengan ayahmu ini...” jawabnya

Karena hari sudah malam, ayah meminta Ji Hoon tidur. Smeentara dirinya, masihingin membuat sup penghilang mabuk yang sebaiknya dimunum oleh Ji Hoon saat bangun tidur besok.

---------------------------------

12

So Yeon pulang kerumahnya, di dalam kamar ia duduk dan membuka tasnya, kemudian mengambil sebuah amplop yang berisi dua lembar tiket. Amplop itu didapatkannya dari Kakak So Woo. Masih teringat begitu jelas ditelinganya, ketika kakak So Woo menggatakan kalau So Woo tak mungkin bunuh diri.

13

Kemudian, Seo Yeon mengirim pesan pada ‘Pengintai Jeongguk’ ia bertanya, apa yang akan terjadi kalau So Woo terbukti tidak melakukan bunuh diri?

14

Ji Hoon yang merupakan pemilik akun itu, membaca pesan dari So Yeon. Ia tak langsung membalasnya dan malah terdiam, menatap keluar dari balik jendela rumahnya.....

-------------------------------------------------

15

Esok harinya, So Yeon bangun kesiangan. Dengan tergesa-gesa, ia bersiap-siap pergi sekolah. Disampingnya, ibu terus menyuapinya dan mengatakan kalau So Yeon mungkin terlalu lelah. Bahkan, ibu sempat menawarinya untuk tidak sekolah saja, “Ibu bisa menelpon sekolah dan mengatakan kalau kamu sakit.. Tak apa, dulu juga saat masih sekolah, ibu pernah melakukannya..”

So Yeon menolaknya, ia beralasan kalau dirinya memiliki begitu banyak tugas yang perlu diurus. Jadi, tak mungkin untuknya bisa meninggalkan kelas begitu saja.

16

Ketika keluar melewati gerbang rumah, langkahnya terhenti karena terdengar suara Joon Yeong yang memanggilnya.. Nampaknya sudah sedari tadi ia menunggu Seo Yeon disini.

Seo Yeon berjalan mendekatinya, “Kamu gak baca chat dariku? Aku memintamu untuk duluan saja, karena aku bangunnya terlambat..” paparnya

Joon Young malah tersenyun, ia-pun menujukkan sepeda yang telah dibawanya..

17

Mereka berdua, pergi kesekolah dengan mengendarai sepeda. Sepanjang jalan, Seo Yeon nampak panik, ia sangat takut kesiangan. Namun, sekuat tenanga Joon Young berusaha untuk mengayuh sepedanya dengan cepat.

18

Dan untunglah, mereka berhasil tiba tepat waktu. Karena masih ada waktu, Seo Yeon mengajak Joon Young untuk pergi ke kantin terlebih dahulu. Sebagai bentuk terimakasihnya, Seo Yeon ingin membelikan sesuatu untuk Joon Young.

Namun, Joon Young menolaknya dan ia memilih untuk lansgung masuk ke kelas saja. Tak lama kemudian, Seo Yeon juga masuk kelas. 

19


Kedua sahabatnya, agak keheranan melihat kedatangan Seo Yeon yang hampir saja terlambat itu. Seo Yeon tak menceritakan apapapun kepada mereka, ia hanya tersenyum kemudian melirik kearah tempat duduk Joon Young.

-------------------------------------------

20

Anggota club tengah mengadakan wawancara untuk menyeleksi siswa yang akan menjadi anggota juri penilai dalam persidangan. Kegiatan ini berjalan cukup lancar, meskipun sedikit terganggu oleh ulah beberapa perempuan yang sibuk mengambil gambar Ji Hoon, namun tak ada masalah apapun yang timbul karenanya.

21


Ketika siswa berikutnya diminta masuk, kita malah meliha Bu Kim yang membuka pintu. Ia tersenyum, kemudian meminta mereka untuk mewawancarai Hye Ri.

Semua orang, nampak begitu kaget saat melihatnya. Hanya Ji Hoon yang menunjukkan ekspresi datar, karena sejujurnya ia  sama sekali tak mengenal siapa itu Hye Ri?


So Hee lansgung protes pada Bu Kim, meskipun tak memilki alasan yang jelas, ia bersikukuh kalau Hye Ri bukanlah orang yang pantas untuk menjadi juri si persidangan ini. 

22

Sementara para wanita tegah berdebat, Ji Hoon mempertanyakan siapakah sebenarnya perempuan bernama Hye Ri ini. Seung Hyun yang duduk disampingnya lansgung menceritakan, bahwasanya Hye Ri merupakan kekasih Woo Hyuk, “Orang-orang bahkan memberikan sebutan ‘crazy couple’ kepada mereka..” ujarnya

Bu Guru-pun pergi meninggalkan ruangan ini, ia berpesan agar mereka setidaknya mewawancarai Hye Ri terlebih dahulu. Ji Hoon sudah akan mewawancarainya, namun Seo Yeon memotong dengan menegaskan kalau dirinya belum memutuskan apakah mau mewawancarai Hye Ri atau tidak.

Hye Ri tak mau ambil pusing dengan perdebatan diantara mereka. Dengan gayangnya yang songong, ia malah mengejek Joon Young, dengan mengingatkannya pada kejadian ketika Joon Young pipis di celana setelah melihat mayat So Woo.

23

Tak tahan dengan sikap Hye Ri, akhirnya Seo Yeon mengambil langkah maju dengan mengkonforntasi secara langsung terkait alasan Hye Ri mau menjadi juri dalam persidangan mereka. Hye Ri tak menjawabnya dengan pasti, ia malah bicara basa-basi, mengatakan kalau dirinya tak perlu diwawancara dan hanya tinggal duduk di kursi juri persidangan saja.

“Apa hak-mu untuk bisa melakukan itu?” tanya Seo Yeon kesal

“Hmmm.. aku berhak melakukannya karena aku adalah perempuan paling cantik disini..” jawab Hye Ri

Ji Hoon yang sedari tadi diam saja, akhirnya berbicara juga. Ia menatap Hye Ri dan berkata, “Kamu melakukan ini karena Hoi Woo Hyun, ‘kan?” tanyanya

Hye Ri yang asalanya tertawa cengengesan lansgung terdiam dan mengiyakan pertanyaan dari Ji Hoon tersebut.

24

Anggota club berkumpul diluar ruangan, mereka berdiskusi untuk menentukan keputusan apakah Hye Ri boleh menjadi juri dalam persidangan mereka atau tidak?

Sama seperti biasa, selalu ada pro dan kontra diantara mereka. Yoo Jin dan Seung Hyun memilih untuk berpihak pada Seo Yeon. Mereka menolak untuk menerima Hye Ri sebagai juri dalam persidangan. Semenatara itu, Yoo Jin dan Joon Young berpihak pada Ji Hoon. Mereka berasalan, bahwasanya dalam persidangan ini terlalu banyak pesertanya yang membenci Woo Hyuk. Rasanya sangat tidak adil untuk Woo Hyuk. Setidaknya, keberadaan Hye Ri bisa membuat situasinya jadi netral.

Berarti suara sama, sekarang pilihan ada ditangan Min Suk. Ia setuju pada Seo Yeon, karena ditakutkan pandangan Hye Ri selama persidangan akan tidak bersifat objektif. Tapi di sisi yang lainnya, ia juga setuju pada pihak Ji Hoon yang menginginkan siatuasi persingan yang netral.

Min Seok melihat ke sekelilingnya, kemudian dengan ragu berkata, “Aku.....”

--------------------------------

25

Scene lansgung beralih ke sebuah klinik psikiater. Disana terlihat, Joo Ri yang baru selesai konseling dan hendak pulang. Namun, hampir semua orang disana memandangi mereka dengan tatapan penuh rasa penasaran. Tanpa mendengarnya secara langsung-pun, kita bisa menebak kalau mereka semua jjuga sedang sibuk membicarakan sosok Joo Ri.

26

Di dalam mobil, secara tiba-tiba Joo Ri mengatakan jika dirinya ingin menghentikan kegiatan konselingnya dan tak mau untuk menemui psikiater lagi. Ibu bingung mengapa Joo Ri tiba-tiba bersikap seperti ini, “Apakah karena disana terlalu banyak orang? Kala kita cari psikiater yang lain saja gimana?” tanya ibu

Joo Ri malah menaikan nada suaranya dan menegasakan kalau dirinya tak mau lagi mendatangi psikiater manapun!

Ibu mengajak Joo Ri untuk pindah rumah saja. Nanatinya, mereka akan memulai hidup baru, Joo Ri bisa pindah sekolah dan mencari sekolah baru yang membuatnya merasa nyaman.

Mendengar hal itu malah membuat Joo Ri marah, ia merasa jika diriny atak meraas bersalah maka dirinya tak perlu pindah meninggalkan sekolahnya sekarang ini. “Turunkan aku sekarang, atau aku akan loncat dari mobil!” teriaknya

Ibu tak bisa menolak permintaannya, ia-pun meminggirkan mobilnya dan membiarkan Joo Ri untuk turun dari mobil.

27

Seo Yeon melihat layar ponselnya, beberapa kali ia mengetik sms lalu dihapus dan dihapusnya lagi. Ternyata, ia ingin mengirim pesan  kepada Joo Ri. 

‘Apa yang harus kulakukan supaya kamu mau datang ke persidangan?’
‘Apa kamu punya waktu besok?’
‘Bagaimana kondisimu sekarang?’

Itulah beberapa kalimat yang sempat diketik oleh Seo Yeon. Namun dihapus lagi olehnya. Pada akhrinya ia-pun mengim pesan berisi tempat dan jam diadakannya sidang besok.

28

Joo Ri membaca pesan tersebut, kemudian membalasnya dengan bertanya, ‘Ngapain kamu memberitahuku hal ini!’

Seo Yeon membalasnya lagi, ‘Ini kan, persidangan untukmu....’

29

Di warnet, terlihat beberapa siswa tengan sayik bersamin game. Seseorang dari mereka, menyinggung masalah sidang sekolah yang akan diakan perdana esosk hari, “Apa kalian akan datang?”

Seseorang menjawab kalau dia tak mau menyia-nyiakan waktu luangnya untuk datang pada persidangan itu. Semetara seseorang yang lainnya, megatakan kalau dirinya akan datang, “Aku dengan Woo Hyuk akan hadir. Makanya besok aku akan mengambil fotonya yang menyebarkannya di internet..”

Seseorang disampingnya lasngung tertawa, mengatakan jika dirinya akan mengedit foto tersebut..

Tiba-tiba, Sung Min yang sedari tadi berada didekat mereka berdiri dan menatap mereka dengan tajam. Ia tak mengatakan apapun dan langsung pergi bergitu saja..

30


Ia pergi untuk menemui Woo Hyuk. Tragedi kebakaran tempo hari, membuat Woo Hyuk harus pindah tempat tinggal. Lingkungannya yang baru, sangat menyebalkan untuknya, Ia tak bisa merokok dengan bebas, karena para tetangga selalu protes kepadanya.

Terlepas dari semua itu, Sung Min sendiri lebih penasaran tentang alasan dibalik bersedianya Woo Hyuk untuk menghadiri acara persidangan besok. Woo Hyuk tak menjawabnya secara pasti, yang jelas ia hanya ingin berusaha untuk melakukan sesuatu, “Jika aku tak melakukan apapun, siapa yang tahu kalau nantinya aku akan mengalami tragedi yang lebih buruk lagi...”


Sebelum berjalan pergi, Woo Hyuk berpesan agar Sung Min dan Dong Hyun juga datang pada persidangan besok. Namun, ia harus memastikan agar Dong Hyun tak menceritakan apapun...

31

Wakil kepala sekolah ditemani Ibu wali kelas, secara khsus mendatangi rumah Seo Yeon. Kedatangan mereka tentu saja bertujuan untuk membujuk ibunya So Yeon supa abisa membuat So Yeon tidak melakukan persidangan ini.

Ibu memahami betul maksud wakil kepala sekolah. Bahkan, ibu mengatakan jika dirinya juga akan sangat senang, kalau So Yeon memang tidak akan melakukan persidangan ini. Sayangnya, ib tak mau So Yeon berhenti karena diminta oleh orang lain. Ia hanya ingin So Yeon berhenti melakukan ini, ketika ia sendiri yang ingin mengehentikannya.

32

Di ruangan club, Seo Yeon cs tengah sibuk me-review persiapan sidang untuk besok. Tiba-tiba, So Yeon mendatap chat dari ibunya. Ketika dibaca, isinya informasi terkait nama-nama siswa yang ikut dalam persidangan besok. Ia-pun bertanya, mengapa ibu mengirimkan ini kepadanya.

Ibu menjelaskan bahwasanya, ia juga baru mendapatkan pesan tersebut. Hal itu membuat mereka terkejut. Yoo Jin dan Soo Hee lansgung bergegas pergi untuk mencoba mencegah orang tuanya membuka chat tersebut. Dan Seo Yeon, ia lansgung mengirim chat di grup, meminta yang lainnya untuk segera menghapus chat tersebut.

33

Min Suk membaca chat-nya tepat waktu. Ia langunug berlari pulang kerumahnya. Seung Hyun juga membaca chat tersebut.. Ia bergegas pulang apartemen tempat tinggalnya. Ketika di depan lift, tak sengaja ia bertemu dengan ibunya yang ternyata sedang tidak membawa ponsel. Mendengar hal tersebut, ia lansgung berlari menaiki tangga darurat.. Berharap, jika dirinya bisa sampai duluan di kamarnya.

34


Joon Yeong terlambat membuka chat, ibunya lebih dulu membaca isi pesan tersebut. Hal itu membuat ibunya jadi marah besar. Dengan membabi buta, ibu hendak memukuli Joon Young, hingga menamparnya dengan sangat keras.

Joon Young yang biasanya sabar, pada akhirnya meledak juga, “Aku membencimu, bu!!!” teriaknya yang lansgung pergi meninggalkan kamarnya.

35

Udara malam yang dingin, sama sekali tak membuat Joon young menyesal.. Meskipun tak tahu harus pergi kemana Joon Young hanya terus berjalan sendirian,....

36

Seo Yeon berjalan melewati lokasi ditemukannya mayat So Woo, kebetulan ia melihat Ji Hoon yang tengah berdiri disana. Ia-pun menghamiprrinya, “Mengapa kamu ada disini? Darimana kamu tahi kalau ini adalah tempat ditemukannya mayat Ji Hoon?” tanyanya

37

“Aku mengetahuinya dari berkas persidangan..” jawab Ji Hoon

Seo Yeon meminta maaf atas perkataannya kemarin, ia menyadari kalau kata-katanya terlalu kasar, “Biasanya setiap kali aku berbicara dengan seseorang, aku akan bisa melihat sifat dan isi fikirannya. Tapi, ketika aku berbicara denganmu.. Aku tak bisa mengetahui isi fikiranmu.. Seakan-akan ada sebuah diding penghalang. Makanya aku sampai berkata, kalau kamu terlalu banyak menyimpan rahasia..” paparnya

“Bukankah akan lebih baik, jika kamu tidak mengetahui apa yang difikirkan oleh orang lain? Seseorang pernah berkata kepadaku kalau mengetahui yang tidak ingin kita ketahui, dan melihat apa yang tidak ingin kita lihat itu... rasanya menyakitkan...” ungkap Ji Hoon

38

Lantas, So Yeon bertanya, bagaimana pendapat Ji Hoon tetangnya. Ji Hoon menatapnya, ia sempat bercanda kemudian kembali serius dengan mengatakan kalau So Yeon ituwanita yang mengangumkan. Ia menyadari hal tersebut, setelah melihatnya disisram air didepan rumah Joo Ri.

So Yeon tersenyum, “Untunglah kalau kamu berfikiran seperti itu. Sejujurnya, aku hampir mati kedinginan pada hari itu...” jelasnya

Ji Hoon menyuruh Seo Yeon untuk segera pulang, sekarang hari sudah larut dan udaranya juga sangat dingin.

39


Sebelum pergi, Seo Yeon berkata, “Saat ini adalah saat terakhir untuk kita bertemu tanpa berdebat satu sama lain. Setelah hari ini, kita mungkin akan tidak suka saat melihat satu sama lain.”

“Ayo kita berusaha yang terbaik untuk persidangan besok...” ucap Ji Hoon sembari mengelurkan tangannya


“Ayo kita berjuang sampai akhir.. ” ucap So Yeon yang lansgung menerima jabat tangan dari Ji Hoon

40

Ji Hoon tak lansgung pulang kerumahnya. Terlebih dahulu, ia mampir ke ruangan klub. Ruangannya gelap, dan setelah menyelakan lampu terlihat Joon Young yang tengah tertidur di kursi.

Joon Young langsung terbangun dan melihat keberadaaan Ji Hoon. Mereka mengobrol singkat, hingga akhirnya JI Hoon mengajak Joon Young untuk menginap dirumahnya saja...

41

Seo Yeon terlihat sibuk membaca berkas-berkas untuk persidangan besok. Tiba-tiba, ponselnya berbunyi. Saat dilihat, beberapa temannya mengirim chat, menceritakan kondisi mereka saat ini.

Seung Hyun menggerutu sedih karena dirinya gagal menghapus chat itu dan sekarang ia jadi tidak diperbolehkan tidur dirumah oleh ibunya. 

Yoo Jin malah menceritakan yang sebaliknya. Ia berhasil menghapus chat itu dan keadaannya sangat baik-baik saja sekarang.

Lantas, Seo Yeon merasa penasaran ‘Bagaimana dengan Bae Joon Young?’

42

Ji Hoon membalas chat Soo Yeon, dengan mengatakan kalau Joon Young baik-baik saja dan kini tengah berada bersamanya.

43

Sebelum tidur, Joon Young mengobrol dengan Ji Hoon. Ia bertanya-tanya, mengapa Ji Hoon bersedia iut dalam persidangan ini dan berperan sebai pengacaranya Woo Hyuk?

Ji Hoon menjawab kalau dirinya melakukan itu karena tak ada orang dari sekolah Jeongguk yang akan berpihak pada Woo Hyuk. Kemudian, ia bertanya balik alasan mengapa Joon Young berada di pihaknya Woo Hyuk.

Tanpa berfikir panjang, Joon Young lansgung menjelaskan kalau dirinya melihat mayat So woo secara langsung. Saat itu, ia melihat raut wajah So Woo yang begitu tenang, seakan-akan tak memiliki masalah apapun. Atas dasar itulah, ia-pun meyakini kalau So Woo meninggal karena bunuh diri.

Joon Young juga menceritakan, jika dirinya melihat seorang pria yang memperhatikannya dari atas jembatan. Sayangnya ia, tak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas,..

“Apakah ada orang lain yang mengetahui hal ini?” tanya Ji Hoon penasaran
“Hmm, tidak ada.. Saat aku diinterogasi oleh polis, aku masih salam keadaan shock dan lupa akan hal ini..” jawab Joon Young

44

Penjelasan Joon Young membuat Ji Hoon terdiam.. Pada hari itu, hari dimana mayat So Woo ditemukan oleh Joon Young, dirinyalah sosok pria yang berdiri diatas jembatan. Ia tak menunjukkan dirinya, dan hanya bisa menangis melihat tubuh So Woo yang sudah terbujur kaku, ditutupi salju yang lumayan tebal...


-----------------------

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤