SOLOMON'S PERJURY EPISODE 10 [BAGIAN 2]

06:10

----------------------

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : JTBC =

1

Joon Young memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah. Ayah mengejarnya dan memintanya untuk kembali, mereka sudah berjanji untuk bersabar hingga kondisi ibu kembali seperti semula, “Setidaknya, kita harus bersyuku karena ibumu tidak melakukan bunuh diri..” ujar ayah

“Tapi, aku yang mau mati ayah!” tegas Joon Young

2

Joon Young menceritakan kejadian ketikan dirinya hampir loncat dari rooftop sekolah waktu itu, “Sejujurnya aku ingin meyakini bahwa semuanya akan baik-baik saja jika aku bersabar, sayangnya hal itu terlalu sulit...” ungkapnya lirih

3

Pengakuannya membuat ayah terdiam tak bisa berkomentar apapun. Joon Young memilih untuk berjalan pergi,.. Setidaknya angin malam bisa menyegarkan fikirannya yang kacau dan menyejukkan hatinya yang panas.

4

Ketika kembali kerumahnya, Ji Hoon melihat Joon Young yang tengah duduk menunggunya. Mereka saling melempar senyuman, dan Ji Hoon melemparkan sebuah candaan dengan mengatakan kalau dirnya mungkin perlu membeli satu buah sikat gigi untuk Joon Young yang akan selalu ditaruhnya di kamar mandi.

5

Didalam kamarnya, Ji Hoon menyadari kondisi Joon Young yang tengah kelaparan. Ia-pun berniat untuk memasak ramen. Sementara itu, Joon Young boleh berganti menggunakan pakaian yang disukainya dari lemari Ji Hoon.

6

Ketika tengah mencari-cari pakaian, tak sengaja Joon Young melihat sebuah tas milik Ji Hoon. Teringatlah ia akan sosok pria misterius yang berada di atas jembatan ketika dirinya menemukan mayat So Woo yang tenyata menggunakan tas yang sama persis dan dengan gantungan kunci yang sama pula.

7

Ji Hoon selesai memasak ramennya, ia-pun memanggil Joon Young untuk makan bersama. Namun, berkali-kali dipanggil, tak ada jawaban jua. Akhirnya Ji Hoon memutuskan untuk melihatnya kekamar.

8

Saat dilihat, ternyata Joon Young masih berganti pakaian. Ji Hoon-pun kembali ke ruang makan, sementara Joon Young menunjukkan ekspresi kecurigaannya terhadap Ji Hoon.

9


====================

10

Seo Yeon melihat kembali percakapannya dengan pengintai Jeongguk. Ia membaca semuanya dari awal.. Dan tersadarlah ia, kalau sedari dulu sosok pengintai Jengguk yang telah mengarahkannya hingga persidangan ini terjadi. Satu hal yang membuatnya heran, “Kenapa harus aku?”

11

Dia pergi menemui Detektif Oh dan Reporter Park. Langsung pada intinya, ia bertanya apakah Reporter Park mengetahui identitas pemilik akun pengintai Jeongguk?

Seo Yeon menceritakan bahwa pengintai Jeongguk dan dirinya-lah yang sudah merancang konsep persidangan ini. Terlebih lagi, Pengintai Jeongguk sudah dianggapnya sebagai teman yang baik dan selalu membantunya ketika ia kesulitan.

12

Reporter Park hampir membocorkan informasi terkait Pengintai Jengguk. Untunglah Detektif Oh bergerak cepat, dengan memberikannya kode. Sayangnya, Seo Yeon menyadari hal tersebut dan itu membuatnya agak kesal karena mereka sengaja merahasiakan hal ini darinya.

“Hanya satu hal yang bisa kuberitahu padamu.. Jangan terlalu percaya padanya (pengintai Jeongguk)” ungkap Reporter Park

13

Ketika Seo Yeon pergi, tinggalah Detektif Oh dan Reporter Park. Mereka mendiskusikan alasan sebenarnya, mengapa Ji Hoon ikut campur dan mengatur persidangan dari luar—menggunakan identitas pengintai Jeongguk?

14

“Sekolah.. Sepetinya sekolah itu yang menjadi tergetnya..” celetuk Reporter Park

Detektif Oh tak mempercayai hal itu.. Karena, jika memang demikian? Bukankah itu artinya, Ji Hoon terngah melawan ayahnya sendiri???

15

Ketika jam  istirahat, Bu Guru memanggil Seo Yeon cs untuk menemui guru BK.

16

Disana, mereka diberikan selembar kertas pernyataan pembubaran klub. Singkatnya, bu guru meminta Seo Yeon untuk menandatanginya. Tentu saja, Seo Yeon menolak.. Ia bertanya apa yang salah dengan klub-nya?

Bu guru langsung melemparkan sebuah buku tebal, berisi peraturan sekolah. Dimana pada salah satu pasalnya, tercantum jelas kalau siswa yang ‘membahayakan’ sekolah akan mendapat sanksi, berupa skorsing. Jadi, terhitung mulai dari hari ini hingga hari dimana Seo Yeon menandatangani surat tersebut, mereka yang terlibat dalam klub persidangan akan di-skors.

17

Pengemuman tentang skorsing mereka, bahkan ditempel di mading sekolah. Seluruh anggota club terlihat kebingungan.. Diantara semuanya hanya Joon Young, yang bersikukuh untuk melanjutkan persidangannya.

18

Sedangkan Seo Yeon,... Nampaknya ia mulai goyah, “Kali ini akibatnya berhubungan dengan masa depan kita.. Sebaiknya, kalian fikirkan dulu baik-baik...” ucapnya

19

Saat pulang sekolah, Seo Yeon berpapasan dengan pak Guru yang baru pulang dari luar negeri. Ia telah mengetahu segalanya tentang pesdiangan sekolah dan mengajak Seo Yeon untuk mengobrol berdua bersamanya.

20

Tanpa basa-basi, pak Guru langsung mengungkapkan keraguannya akan kejadian bunuh doro yang dilakukan oleh So Woo. Perlu kita ketahui, sebelum pergi keluar negeri ternyata Pak Guru cukup dekat dengan So Woo, dan jika diperlukan beliau bahkan bersedia untuk menjadi saksi dalam persidangan yang berikutnya.

21

Waktu itu... So Woo tengah duduk dihadapannya sambil melihat sebuah lukisan (yang jadi foto kronologi akun pengintai Jeongguk). Secara tiba-tiba, ia melihat ke arah pak Guru, dan bertanya: “Bagaimana jika suatu hari aku akan menghilang? Apa yang akan kau lakukan?”
Pak Guru tak mengerti, dan bertanya apa maksud So Woo?

“Entahlah.. sekolah ini menyuruhku untuk keluar..” jawab So Woo

========================
22

Di rumah, Seo Yeon berdiskusi dengan kedua orangtuanya.. Ia menjelaskan perihal skorsing yang diterimanya. Ayah sempat ingin mengurusnya sendiri dengan mendatangi sekolah.. Namun Seo Yeon menolak bantuan itu. Ia menegaskan, bahwa apappun yang akan terjadi tak akan membuatnya menyerah dan berhenti dalam melanjutkan persidangan ini.

23

Seo Yeon pergi ke sebuah kafe, karena ‘mantan’ wakepsek mengajaknya bertemu. Ia mengetahui hukuman skors yang didapatkan oleh Seo Yeon dan seluruh anggota klub. Perlu kita ketahui, kalau seorang siswa yang pernah terkena skors akan sulit diterima di perguruan tinggi.

24

Seakan ingin balas dendam pada Kyung Moon, ia-pun membeberkan identitas Ji Hoon sembari mengaitkannya dengan permasalahan yang tengah menimpa Seo Yeon, “Bukankah ini tidak adil? Kalian semua mendapat hukuman berat seperti ini, tapi dia (Ji Hoon) masih bisa melanjutkan sekolahnya dengan nyaman...”

25

Segera, Seo Yeon menghubungi Ji Hoon dan memintanya untuk bertemu. Mereka janjian di sebuah taman..

26

Seo Yeon tak menyinggung fakta terkait hubungan diantara Ji Hoon dan Kyung Moon. Ia lebih memilih untuk memberikan sindiran-sindiran tajam kepadanya: “Bukankah hal yang aneh ketika kami semua mendapat hukuman, sementara kamu tidak? Toh sekolahmu (Jeongguk Art High School) masih berada dibawah yayasan yang sama.. Dan seharusnya memilki peraturan yang sama..”

Nampaknya, Ji Hoon sama sekali belum mengetahui tentang hal ini. Ia hanya terdiam dan tak bisa berkomentar apapun atas perkataan Seo Yeon kepadanya.

27

Tak mau emosinya semakin meledak, Seo Yeon-pun berjalan pergi meninggalkan Ji Hon. Langkahnya terhenti, ketika Ji Hoon melontarkan sebuat pertanyaan untuknya: “Kamu.. akan tetap melanjutkan persidangan ini, ‘kan?”

Dengan sangat yakin, Seo Yeon menjawab: “Ya aku akan terus melanjutkannya, meskipun hanya aku sendirian.. Aku akan meyelesaikan ini hingga akhir...”

28

Di rumah, Ji Hoon menunggu ayahnya pulang di ruang kerja. Segera saat Kyung Moon tiba, ia langsung menanyakan hukuman yang diberikan kepada teman-temannya: “Ketika mereka mendapat hukuman kenapa aku tidak? Dan asal ayah tahu.. jika mereka dikeluarkan dari sekolah maka aku juga akan keluar dari sekolah..”

Kyung Moon tak menyetujui hal itu, menurutnya Ji hoon akan tetap aman disekolahnya dan tak akan ada yang bisa mengganggunya. Ji Hoon tak mempedulikan hal itu, bahkan jika ayah terus melindunginya, maka ia sendiri yang akan mengungkapkan kepada semua orang kalau ayah kandungnya adalah seorang pembunuh!

“Bukankah hal ini yang paling ditakutkan ayah?..” tukas Ji Hoon

29

Selanjutnya, dengan mata yang berkaca-kaca Ji Hoon mengungkapkan sebuah hal yang tidak diketahui oleh ayahnya: “Sebelum So Woo meninggal, ayah fikir dia tak mengatakan apapun? Ketahuilah, kalau dia telah menceritakan semuanya kepadaku..”

“Aku melakukan semua ini untuk melindungimu, ‘nak?” ucap ayah

“Pikirkan baik-baik, apakah ini untuk melindungiku atau melindungi diri anda sendiri?” tegas Ji Hoon yang langsung pergi meninggalkan ruangan.

30

Ketika masuk ke kamar, lampunya sudah dimatikan dan telihat Joon Young yang telah tertidur...

31

Namun ternyata, Joon Young masih belum tertidur. Sesaat ketika Ji Hoon masuk ker toilet, ia-pun membuka matanya..

32

Ji Hoon tak kuasa menahan air matanya.. Ia teringat, saat ketika So Woo berbicara padanya: “Apakah kamu ignin mendengar sebuah rahasia tentang ayahmu?”

33

Dari luar, Joon Young hanya bisa terdiam iba.. Setelah mendengan suara tangis Ji Hoon yang semakin lama semakin terdengar keras..

=================
34

Terbangun dari tidurnya, Seo Yeon langsung melihat ponselnya. Ia hendak mengirim pesan kepada pengintai Jeongguk untuk bertanya: “Apakah kau mengenal Han Ji-Hoon?”

Namun, segera ia mengurungkan niatnya dan menghapus kembali pesannya tersebut.

35

Hari kedua skorsing.. seluruh anggota klub berkumpul di ruangannya. Mereka terlihat begitu galau, hingga akhirnya datanglah Bu Guru..

36

Mereka meminta maaf karena tak bisa membantu Seo Yeon dan kawan-kawan. Tapi dibalik semuanya, ternyata mereka juga sama-sama terkena skorsing. Seoo Yeon mengungkapkan keputusannya yang akan terus melanjutkan persidangan.

37

Sementara itu, dengan sangat berat hati Sung Min dan So Hee memilih untuk berhenti. Mereka tak bisa melawan perintah dari orangtuanya.. Namun, meskipun demikian.. Mereka berjanji untuk tetap membantu berjalannnya persidangan dari luar.

38

Setelah memikirkan dengan matang-matang, sisa anggota klub yang lainnya-pun setuju untuk berada pada jalur yang sama dengan Seo Yeon. Bahkan, Min Suk sekalipun rela mengambil resiko tinggi demi menyelesaikan persidangan ini hingga akhir..

=================
39

Ketika tengah mengobrol dengan Yoo Jin. So Hee masuk dan memberitahukan bahwa Seo Yeon diminta untuk datang ke ruang kepala sekolah..

40

Namun, ketika tiba disana.. Seo Yeon kebingungan karena ia tak melihat keberadaan Kepala Sekolah. Kyung Moon yang berada disana, menyapa Seo Yeon dan memperkenlakan dirinya..

Mendengar nama ‘Kyung Moon’, langsung membuat Seo Yeon begitu terkejut hingga tak bisa berkata-kata...



::: NOTES :::

Okay, The Most Touching moment dari episode ini adalah kisahnya Joon Young..

Mungkin, beberapa episode kebelakang ini.. kita udah merasa sedikit lega, karena melihat perkembangan kehidupan Joon Young yang makin membaik. Dia gak jadi bunuh diri hingga akhirnya bisa tertawa bareng temen-temennya.

Tapi, di episode ini.. Sungguh sikap ibunya itu telalu sadis. Bayangkan saja, sebagai seorang anak dia malah dicaci dan dimaki. Entah apa yang terjadi dengan kematian kakaknya. Apakah mungkin memang kesalahannya? Atau hanya sebatas pelampiasan amarah ibunya saja?

Untunglah, saat ini Joon Young berteman dekat sama Ji Hoon. Setidaknya, dia unya tempat pelarian ketika jengah dari siatuasi rumahnya sendiri..

Sayangnya.. Ketika dia mengetahui masa lalu menyakitkan Ji Hoon dan Woo Hyuk. Tak ada satupun orang yang mengetahui masalah yang sedang dihadapinya saat ini. Dia enggak punya kesempatan untuk menceritakan semuanya. Padahal, disaat seperti ini.. Mungkin, yang dia inginkan hanyalah keberadaan seseroang yang mau mendengarkan kisahnya..

Lantas, akankah Joon Young tetap diam saja setelah mengtahui kejanggalan Ji Hoon sama seperti diamnya dalam menutupi kisah hidupnya? Entahlah.. kita tunggu aja lanjutannya.

Tinggal dua episode lagi nih.. apa yang akan terjadi yaa? By the way, untuk episode 11 bakal diposting di blog My Little Hobbie punya-nya mbak Puji. Dan episode 12 (terakhir) akan diposting di blog-ku ini, OK..


--------------------------
>>> Selanjutnya

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤