AGE OF YOUTH EPISODE 11 PART 2

06:03

---------------------

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : JTBC =

1

Minuman diet milik  Ye Eun yang sudah dibiarkan selama 2 hari itu...


Ji Won juga tak menganggapnya sebagai suatu masalah yang serius. Perutnya yang kelaparan, menjadi fokus utamanya saat ini. Kepada Jin Myung dan Yi Na, ia meminta makanan. Namun, tak ada satupun yang menggubrisnya.


2

“Aahhh... mungkin hanya dia (Ye Eun) yang mau membantuku..” ucap Ji Won yang langsung mengirim pesan untuk Ye Eun

3

Pesan tersebut sampai di poselnya Ye Eu. Namun, yang membaca dan membalasnya adalah Doo Young..

‘Aku lapar,.. bisakah kau membeli makanan?’

‘Aku gak akan pulang malam ini..’

‘Lah kenapa? Kemana? Jangan bilang kamu balikan sama cowok brengsek itu lagi?’


‘Itu kamu tahu.. Ckckckckck...’

4

Ji Won-pun menceritakan isi pesan yang dikirim Ye Eun kepadanya, “Dia balikan lagi sama cowok baj*ngan itu..” keluhnya


“Terserah apa maunya deh! Palingan, nanti dia jadi korban KDRT!” tukas Yi Na

5

Ye Eun mengetahui apa yang dilakukan Doo Young, ia-pun hanya bisa menatapnya sedih “Tolong lepaskan aku..” pintanya

“Sebentar lagi-lagi, teman-temanku pasti akan menyadari hal ini. Saat waktu itu tiba, kamu mau ngapain? Jadi tolong.. kumohon tolonglah lepaskan aku selagi semuanya belum terlambat...” ujar Ye Eun sembari menangis


Seakan tak punya rasa belas kasihan sedikitpun, Doo Young malah melihat Ye Eun sambil tertawa puas.

6

Ji Won terus berkirim pesan dengan orang yang dianggapnya Ye Eun, hingga secara tak sengaja Eun Jae menyadari sesuatu, “Bukankah Ye Eun selalu menggunakan banyak emotikon.. dan juga, dia tak pernah mengetik ‘ckckckckck’ karena dia lebih suka mengetik ‘hehehehehe’....”


Mendengar itu, membuat mereka terdiam selama beberapa detik..

7

 “Hahahahahahahah.... Hmmm.. tidak mungkin.. tidak mungkin kalau dia diculik, kan?” ungkap Ji Won

Yang lainnya tak menjawab, dan malah tertawa kikuk...

 “Kapan terakhir kalinya, kalian melihat Ye Eun?” tanya Jin Myung

8

Mereka semua sadar, kalau Ye Eun tak pernah muncul selama 2 hari kebelakang. Ji Won yang sekamar dengannya, tak mengetahui hal tersebut, karena dirinya harus menginap di kampusnya. Ia-pun segera melihat kekamar.


Namun, didalam kamar tak ada hal apapun yang bisa menjadi bukti jika Ye Eun tidak pernah pulang.

9

Selanjutnya, mereka-pun mencoba untuk mengirim pesan jebakan. Awalnnya, mereka kira tak akan berhasil.. Tapi ternyata, hanya dengan satu kali coba saja, Doo Young lansgung terperangkap dalam jebakan mereka. Meskipun belum yakin 100%, para gadis ini lansgung bergesa-gesa menuju meja belajar Ye Eun untuk mencari tahu alamat Doo Young.

10

Mereka mencoba untuk melihat isi laptop Ye Eun. Namun, tak berhasil, karena mereka tak tahu password-nya. Ji Won membaca buku diary milik Ye Eun, tapi tak ada informasi terkait Doo Young.


Terakhir kali Ye Eun mengisi buku tersebut adalah 2 hari sebelumnya. Dan disana, secara jelas tertulis kalau Ye Eun sama sekali tak menyesali perpisahannya dengan Doo Young.

11

Saat Ji Won membuka halaman demi halaman kebelakangnya, ada sebuah tulisan Ye Eun tentangnya yang berisi ungkapan perasaannya yang tak menyukai tingkah Ji Won, bahkan kalimat terakhirnya yaitu, : ‘Aku berdoa, semoga Ji Won tidak pernah punya pacar!!!’


“Teman-teman, haruskah kita tidak menolongnya???” celetuk Ji Won

12

Di apartemennya, terdengar suara bel berbunyi. Saat dilihat ternyata itu tukang antar makanan. Doo Young membuka pintu, dan saat itu Ye Eun berusaha meronta-ronta supaya kehadirannya diketahui. Sebenarnya, pria pengantar makanan itu mendengar suara gaduh yang ditimbulkan Ye Eun, saat ia ingin melihatnya, Doo Young sengaja menutupinya dan mengatakan kalau suara itu adalah suara anjingnya.

13

Secara tak sengaka, Yi Na melihat foto wallpaper di layar laptop Ye Eun dan ia mengetahui latar foto tersebut yang diyakini ereka sebagai tempat tinggal Doo Young.

14

Segera, mereka-pun pergi menaiki taxi menuju tempat tersebut. Si supir taxi yang mendengar cerita mereka, lansgung memacu kendaraannya secepat mungkin.

15

Secara kasar, Doo Young menyuapi Ye Eun. Terlihat jika Ye Eun tak suka diperlakukan seperti itu. Namun, Doo Young tetap saja memaksanya untuk makan. Ketika mie-nya berjatuhan, ia malah memerahi Ye Eun dan menyebutnya jorok!

16

Setelah sampai ditujuannya, supir tersebut bahkan memberikan semangat untuk mereka semua, “Habisi pria itu kalau kalian berhasil menangkapnya!!!!”

17

Mereka berlari menuju gedung apartemen yang diduga sebagai tempat tinggalnya Doo Young. Entah ada apa sebenarnya, tapi kita melihat Eun Jae yang beberapa kali menengok kearah belakang, karena sepertinya ia merasakan sesuatu hal yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata dan hanya bisa difahami olehnya...

18

Setelah masuk kedalam gedung, mereka kebingungan untuk mencari tahu ruangan kamar tempat tingal Doo Young. Terpaksa, mereka-pun memeriksa satu persatu surat masuk yang tersimpan di lobby.

Tiba-tiba, seorang pria muncul dan melihat Eun Jae yang tengah mengambil surat untuknya, “Maaf, itu milikku..” ucapnya

Eun Jae tersenyum kikuk, ia-pun menyerahkan surat tersebut dan mengambil setumpukan surat dirak yang bawahnya, “Maaf, surat milkku yang ini. Tadi aku salah ambil...”

Pria itu-pun mengerti dan lansgung berjalan pergi. Sangat amat ajaib sekaligus kebetulan, karena surat yang barusan diambil Eun Jae bertuliskan nama Doo Young. 

19

Langsung-lah, mereka semua berlari memasuki lift untuk menuju kamar Doo Young. Si pengantar makanan juga masuk kedalam lift yang sama dengan mereka, namun tujuannya berbeda.

20

Mereka sampai di depan kamar Doo Young, tapi mereka tak tahu apa yang harus dilakukan selanutnya. Saat didengarnkan, hanya hanya suara Doo Young yang tengah tertawa terbahak-bahak,..

“Bagaimana, kalau tebakan kita ternyata salah?”

“Bagaimana kalau mereka ternyata sedang berpacaran???”


Padahal Doo Young sendiri, tertawa karena tengah menonton acara komedi di televisi.

21

Ditengah ke-galauan mereka muncullah di pengantar makanan yang akan mengambil piring dari kamar Doo Young. Piring tersebut sudah tersimpan diluar pintu dan tinggal diambilnya, tapi para gadis meminta bantuannya untuk membuat Doo Young membuka pintu kamarnya.

22

Si pengantar makanan itu memencet bel kamar Doo Young. Ia-pun berbohong dengan mengatakan kalau piringnya tidak ada di depan pintu.


Akhinnya, Doo young membuka pintunya. Dan......

23

Ji Won langsung menoca untuk masuk. Doo Young sekuat tenang, mencoba untuk menutup pintunya, namun Ji Won terlanjur melihat sepatu milik Ye Eun..

Mereka saling dorong, tangan Ji Won hampir terjepit. Tapi, berkat bersatunya kekuatan para gadis mereka-pun berhasil mendorong Doo Young dan kemudian memasuki kamar tersebut.

24

Doo Young tak menyerah begitu saja, Ia mengambil cutter, dan mengancam untuk menyakiti Ye Eun. Para gadis begitu kebingungan, mereka tak tahu harus berbuat apa sekarang..

25

Namun, diantara semua kebingungan itu, Eun Jae malah berjalan maju sendirian. Ia tak memperdulikan teriakan teman-temannya yang memintanya berhenti.. Ia terus berjalan seakan menantang semua ancaman yang dilontarkan Doo Young. Dalam hatinya, Eun Jae mengatakan jika dirinya juga tak mengerti apa yang terjadi, perasaannya seolah-olah berkata kalau dirinya memang ingin melakukan hal ini.

“Tusuk saja aku...” ucap Eun Jae sembari berjalan mendekati Doo Young.

26

Tak ada pilihan lain, Doo Young-pun mengayunkan cutter yang dipegangnya kearah Eun Jae. Sontak semua orang terdiam kaget, Ye Eun memanfaatkan kesempatan ini untuk melepaskan diri. Kemudian, giliran para gadis yang melangkah maju dan menyerang Doo Young bersama-sama.

27

Ketika mereka semua sibuk menghajar Doo Young, kita melihat Eun Jae hanya terdiam. Cipratan darah, mengotori wajahnya. Tatapannya kosong dan...


Brukkk.. badannya terhempas kelantai, membuat yang lainnya berteriak histeris panik, “Eun Jae.. Eun Jae...”

-------------------------------------------

28

Suasana diluar sangatlah ramai, banyak wartawan yang meliput kejadian dan orang-orang yang datang untuk melihat secara langsung.

29

Bantuan-pun tiba, tim polisi menyeret Doo Young ke mobil dan tim medis membawa Eun Jae untuk segera dimasukkan ke dalam mobil ambulance.

30

Para gadis, menangis histeris ketika mendorong kasur Eun Jae hingga menuju ke mobil ambulance. Mereka, terus berdoa dan memohon agar Eun Jae akan tetap baik-baik saja. Mereka semua ikut masuk kedalam mobil ambulance, namun dokter memintanya untuk turun.

31

Mereka-pun turun dari mobil dan lagi-lagi, memohon kepada dokter untuk menyelamatkan Eun Jae. Dokter memeriksa kondisi fisik Eun Jae, dan meminta mereka semua untuk tenang, “Hanya telapak tangannya yang tertusuk, jadi dia akan baik-baik saja..”

32

Syukurlah, pernyataan dokter itu setidaknya bisa membuat mereka semua merasa lega. Setelah mobil ambulance-nya pergi, barulah mereka sadar kalau Ye Eun juga harusnya segera diberi tindakan medis.

“Ye Eun.. apakah kamu baik-baik saja?” tanya mereka


“Aahhh.. badanku sakit semuanya..” jawab Ye Eun yang langsung terjatuh ke tanah sembari menangis tersedu-sedu

33

Berita tragedi yang menimpa Ye Eun, langsung disiarkan oleh berita TV nasional. Jong Yeol tak sengaja melihatnya, dan berita ini membuatnya begitu panik. Tanpa sempat mengganti bajunya, ia-pun langsung berangkat pergi menuju rumah sakit.

-------------------------------------------

Di rumah sakit....

34

Para gadis berkumpul bersama di sebuah ruang rawat. Eun Jae dan Ye Eun menjadi pasien rumah sakit, karena luka mereka yang paling parah. Sementara yang lainnya, berusaha untuk menghibur mereka berdua, menciptakan lelucon yang setidaknya bisa membuat mereka tertawa.

35

Tiba-tiba, dua orang polisi datang, mereka meminta Ye Eun untuk ikut bersamanya untuk memberikan keaksian terkait kejadian yang barusan menimpanya.

36

Setelah Ye Eun pergi, tibalah Jong Yeol. Ia terlihat begitu mencemaskan Eun Jae. Tak mau mengganggu, teman-temannya-pun memutuskan untuk pergi meninggalkan ruangan ini.

37

Tinggal Eun Jae dan Joong Yeol, interaksi diantara mereka berdua terasa sangat kaku. Akhir-akhir ini, Eun Jae yang selalu menjauh membuat Jong Yeol frustasi hingga lebih banyak menghabiskan waktunya untuk minum-minum.

Setidaknya, tragedi ini memberikan kesempatan untuk mereka berbicara berdua dan meluapkan perasaannya. Eun Jae merasa malu sekaligus bersalah, ia-pun menarik selimut untuk menutupi wajahnya dan menangis sesegukan. Jong Yeol melihatnya sedih dan memberikannya beberapa lembar tissue, untuk mengelap air atanya.

38

Diluar kamar, para gadis diam didepan pintu. Sementara Ji Won sibuk menguping, muncullah Jae Wan yang langsung menghampiri Jin Myung dan menanyakan keadaannya.

39

Sontak saja, apa yang dilihatnya membuat Ji Won terkejut. Ia sama sekali, tak menyangka kalai Jin Myung memilki seorang pria yang begitu memperhatikannya. Tak lama kemudian, Yi Na juga didatangi oleh sahabatnya yang nampak begitu khawatir dengannya.


Ji Won melihat kearah pintu.. Berharap, ada seseorang yang berlari kearahnya dan juga menanyakan bagaimana keadaannya.

40

Menyendiri, sembari duduk ditangga Ji Won berusaha untuk menghubungi Sung Min. Ketika telponnya diangkat, Ji Won langsung cerita kalau dirinya sedang sedih... Alih-alih khawatir, Sung Min malah bersikap cuek, kemudian menutup telponnya dan melanjutkan tidurnya lagi.

---------------------------------------------------

41

Sepulangnya kerumah, para gadis menjadi makin dan manik akbrab.. Tragedi yang kemarin, memang sangatlah tragis, namun jika diambil sisi positifnya, kejadian itu bisa lebih mempererat lagi hubungan diantara mereka semua...

-------------------------------------------

42

Dengan memegang es krim ditangan mereka, Eun Jae dan Ji Won berjalan bersama. Senyuman manis yang terlukis di wajahnya, menandakan jika Eun Jae sudah melupakan kejadian yang membuat bekas luka di telapak tangannya.

Ji Won merasa penasaran dan bertanya, mengapa pada hari itu Eun Jae nekat berjalan, dan menantang Doo Young. Sejenak Eun Jae terdian, senyumnya hilang.. Ia-pun menatap langit dan mengatakan jika dirinya juga tak mengetahui mengapa dirinya berbuat seperti itu.

43

Dan secara tiba-tiba, Eun Jae malah membahas hantu dirak sepatu yang selalu dibahan oleh Ji Won,


“Hantu itu.. adalah roh ayahku.. Sebenarnya, aku telah membunuhnya...” jelas Eun Jae

---------------------
FLASHBACK

44

Beberapa tahun lalu, ketika Eun Jae masih SMA. Secara tak sengaja, ia mengintip ayahnya yang tengah menuangkan susu coklat kedalah dua botol minum. Sebungkus obat bubuk yang entah apa gunanya, dimasukkan kedalam salah satu botol.

45

Botol yang telah dicampur bubuk tersebut, hendak ayahnya berikan kepada ibu yang tengah tertidur karena tidak enak badan. Setelah itu, ayah pergi ke toilet..

Tanpa bertanya atau berfikir lebih panjang lagi, Eun Jae mengambil botol minum dari kamar ibunya dan dituangkanlah isi botol tersebut kedalam botol milih ayahnya. Setelah itu, ayahnya pergi dengan membawa botol tersebut.

46

Tak lama kemudian, Eun Jae mendapat kabar terkait kecelakaan yang menimpa ayahnya. Kecelakaan itu terjadi di jalanan yang rata yang sangat keci kemungkinannya untuk seseorang bisa mengalami kecelakaan...

FLASHBACK END
-------------------------

47

“Aku tak tahu apakah minuman itu mengandung racun.. ataukah sekedar obat tidur... Tapi, aku mengira kalau ayahku meninggal setelah meminum-minuman tersebut.....” ungkap Eun Jae

Ji Won yang mendengar tersebut, terdiam.. terkejut... dan membuatnya kebingungan harus memberikan respon yang seperti apa.

“Kenapa kamu menceritakannya kepadaku?” tanya Ji Won


“Karena... waktu itu, kamu bilang kalau seseroang pasti melakukan sesuatu dengan sebuah alasan. Dan aku rasa, kamu akan memahami alasanku.. dan mengatakan kalau yang kulakukan saat itu bukanlah hal yang salah...” jawab Eun Jae

48

Di rumah, dua orang teman Ye Eun menjenguknya. Mereka mengingatkan Ye Eun untuk tidak melewatkan sesi konseling dan menyelesaikannya hingga ia dapat sembuh dari traumanya.

49

Ye Eun mengangguk faham, ia mengambil satu buah anting yang kehilangan pasangannya ketika ia diculik oleh Doo Young. Setelah menarik nafas dalam-dalam, ia-pun melemparkan anting tersebut dari jendela balkon.

50

Di tengah rumah, Ji Won dan Eun Jae yang baru pulang berbelanja tengah merapikan belanjaannya ke dapur.


Seorang teman Ye Eun melihat wajah Ji Won dan mengenalinya, “Bukankah kau Song Ji Won si ‘pembohong’ itu..???” tanyanya

51

Ia menceritakan lebih lanjut, bahwasanya saat SMP Ji Won pernah membohongi stasiun Televisi dengan mengatakan kalau dirinya melihat UFO, “Song Ji Won, apakah kau masih suka berbohong seperti dulu???” tanyanya penasaran.

52

Ji Won tentu saja terkejut hingga ia tak bisa mengatakan apapun. Ye Eunmenatapnya heran, “Jadi,.. kamu berbohong. Tentang hantu itu,.... apakah kamu juga berbohong pada kami semua???..............”

::: NOTES :::

Kita sedikit bahasa tentang Euthanasia,...

Kebetulan aku mahasiswa jurusan kesehatan, jadi sedikit mengerti tentang masalah yang berkaitan dengan legal etik ini.

Euthanasia sendiri, merupakan sebuah tindakan yang secara sengaja dilakukan untuk membuat seorang meninggal dengan cara yang dianggap ‘baik’. Euthanasia itu ada beberapa jenis, gak usah aku jelasin yaa karena nanti malah jadi panjang lebar.

Tapi, ‘baik’ disini masih terasa ambigu dan menurut agama yang saya anut, yaitu islam, hal ini jelas-jelas dilarang keras karena sama saja dengan mendahului kehendak Tuhan.

Dalam kasus adiknya Jin Myung, aku sendiri kurang begitu faham kronologisnya kayak gimana. Karena kita cuman lihat, ibunya keluar dan langsung diseret ke mobil polisi. Berarti, ini memang tindakan ibunya sendiri, kah?

Setelah sekian tahun koma, dan hidup hanya dengan alat bantu mungkin dengan sengaja dan sadar ibunya melepas semua alat-alat tersebut dan membuat anaknya meninggal.Mungkin kita bertanya-tanya, ‘Itu kan anaknya sendiri, jadi gak masalah dong?’, ‘kenapa sampai urusannya sama polisi?’

Melepas alat bantu hidup, diperbolehkan ketika kondisi orang tersebut sudah benar-benar dinyatakan tidak memiliki harapan hidup, seperti pada kejadian mati batang otak contohnya. Meskipun, keajaiban itu masih ada dan bisa aja orang itu bangun lagi.. Tapi, dalam dunia medis hal itu gak mungkin. Nah, saat melakukan hal tersebut-pun, harus melewati beberapa prosedur seperti menandatangani surat perjanjian dan disetujui oleh seluruh anggota keluarga beserta pasiennya sendiri.

Di dunia ini, ada beberapa negara yang sudah memperbolehkan praktek Euthanasia, salah satunya adalah Belanda. Sedangkan sebagaian besar negara di dunia, salah satunya Indonesia masih menentangnya, karena yang saya tahu semua tenanga medis saat disumpah mengungkapkan kalau dirinya tak akan pernah melakukan tindakan apapun yang membahayakan pasien. Tentunya, praktik Euthanasia ini, lebih dari membahayakan alias mematikan.

Tapi, dari update berita yang saya baca dari situs THE STRAITS TIMES, setelah gugatan yang diadukan seorang nenek bernama Lee Hyeon Seon  ( 60 tahun) yang ingin melakukan prosedur Euthanasia karena telah didiagnnosa terkena penyakit kanker yang sudah tidak ada kemungkinan untuk disembuhkan dan hanya tinggal menunggu ajal menjemput. Hakim akhirnya memperbolehkannya, namun itu bisa dilaksanakan ketika peraturan resminya telah disahkan sekitar tahun 2018 mendatang.

----------------------

You Might Also Like

2 komentar

  1. Mbak maaf, episode 12 kapan ya diupdate?
    Sebelumnya thanks mba atas sinopsinya yang keren (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Secepatnya,..
      Semoga Minggu ini udah bisa diposting :D :D :D

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤