AGE OF YOUTH EPISODE 10 PART 2

06:30

------------------------------

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : JTBC =

Jin Myung berjalan sendirian melewati sebuah lapangan sepakbola, dimana terlihat beberapa orang pria yang mungkin seusia dengan adiknya sekarang. Sejenak, ia terdiam... Memerhatikan mereka dari jauh dan hanya bisa menghela nafasnya dalam-dalam. Sekilas, ia terbayang ekspresi ibunya ketika dengan kukuh meyakin kalau adiknya pasti akan bisa bangun kembali...

23

Melanjutkan langkah kakinya, ternyata Jin Myung mendatangi restoran tempat kerjanya. Sebenarnya, hari ini bukanlah hari kerjanya.. Kedatangannya kesana bukan untuk bekerja..

Melainkan untuk melaporkan pengunduran dirinya. Hal itu membuat semua orang terkejut. Jin Myung yang selama ini gigih untuk bertahan, secara tiba-tiba mengundurkan diri atas kemauannya sendiri.

“Aku mau berhenti dari pekerjaan ini... aku minta upah pesangon-ku..” hanya kata itu-lah yang terucap dari bibirnya 

Pak manajer yang biasanya ‘galak’, tak bisa berkomentar apapun. Awalnya, ia bahkan tak ingin memberikan pesangon. Namun, ia menyadari kesalahannya yang menuduh Jin Myung mencuri sebotol wine tanpa bukti yang jelas.

24

Saat berjalan kelar, sudah ada Jae Wan yang menatapnya cemas, “Kenapa kamu berhenti? Bukannya kemarin, kamu bilang kalau tempat ini sudah seperti hidup dan mati untumu?”

“Bukankah kamu yang menyuruhku berhenti?” sanggah Jin Myung

“.... Iya, aku memang memintamu untuk berhenti. Lantas, akan bagaimana hidupmu selanjutnya?” tanya Jae Wan

“Tempat ini, memang seperti hidup dan mati untukku. Dan sekarang aku hanya ingin berhenti....” jawab Jin Myung

Sejenak, suasana terasa hening. Hingga secara tiba-tiba, Jin Myung bertanya apakah besok siang, Jae wan ada waktu kosong?

-----------------------------------------------------------------------

Scene langsung berpindah ke rumah Belle Epoque. Disana, para gadis tengah dibuat hektik untuk membantu ibu Eun Jae yang ingin memasak hidangan spesial. 

25

Secara tiba-tiba,.... muncullah ayah tiri Eun Jae dengan membawa sebuket bunga indah yang diperuntukkan khusus untuk istrinya.


Dihadapan para gadis, ayah dan ibunya Eun Jae menunjukkan sebuah drama nyata yang agak ‘lebay’ tapi juga manis. Eun Jae menarik teman-temannya untuk masuk kedalam kamar,.. Tentu saja, untuk memberikan ayah dan ibunya waktu untuk berbicara berduaan saja.

26

Diantara keempat gadis ini, nampaknya Ye eun-lah yang paling heboh karena terkagum-kagum akan kisah manis antara ayah dan ibunya Eun Jae, yang meskipun sudah tidak muda lagi.. Namun, masih bisa menciptakan suasana se-romantis tadi..

-----------------------------------------------------------------------

Beberapa saat kemudian, Jin Myung pulang dengan membawa dua kresek makanan ditangannya. Saat masuk kedalam rumah, terlihat para gadis yang juga hendak menikmatai makanan yang sebelumnya telah dimasak leh ibunya Eun Jae yang sekarang duah pulang.

27

Jin Myung sempat merasa makanan yang dibawanya tak akan termakan. Namun, para gadis lansgung menyerbunya dan lebih memlih untuk memakan makanan yang dibawanya, “Kapan lagi kita bisa menikmati makanan yang dibelikan oleh sunbae Yoon???”

Sadar jika ini adalah pertama kalinya mereka bisa duduk dimeja ini secara komplit, mereka-pun mulai mengucapkan ungkapan lega dan juga permintaan maaf satu sama lain. Terutama kepaa Jin Myung,..


28

Kegagalan Jin Myung, membuat mereka jadi kikuk.. bingung harus bersikap seperti apa. Mungkin saja, kata-kata harapan dari mereka terlalu membuatnya yakin diterima dan ketika yang terjadi sebaliknya malah membuat Jin Myung jadi merasa jatuh dan sedih.

“.. Ini bukan salah kalian, kok... Aku hanya percaya akan diterima, karena aku memang ingin mempercayainya.. Karena, sejujurnya.. dari awal aku juga tidak akan bisa menanggung beban ketika ternyata aku tiddak diterima...” ungkap Jin Myung

Berusaha untuk melupakan masalah ini, Yi Na lansgung mengajak para gadis untuk bersemangat dan menghabiskan semuaaaa makanan yang sudah tersaji di hadapan mereka...


-----------------------------------------------------------------------

29

Bersama dengan yang lainnya,....

Ji Won berjalan di sebuah padang rumput hijau yang sangat luas... Hanya ada sebuah pintu disana dan mereka melewati pintu tersebut. Namun, setelah melewatinya.. ada hal yang aneh..

Ketika masuk mereka berjumlah 5 orang dan ketika keluar mereka hanya berjumlah 4 orang. Ada seseorang yang hilang dan orang itu adalah Jin Myung..

30

Semua kejadian itu hanyalah mimpi dari Ji Won. Ia terbangun dari tidurnya, karena mendengar gaungan aneh ‘lagi’ yang tak mau berhenti meskiun dirinya sudah mencoba untuk bangun dan duduk dikasurnya.

Karena tak bisa tidur lagi, Ji Won memutuskan untuk keluar kamar.. Niatnya sih, untuk mencari udara segar.

Namun, ia malah dikejutkan oleh kemunculan sesosok makhluk berpakaian hitam yang tengah terdiam di bawah tangga dekat rak sepatu yang katanya ‘berhantu’ itu.  

31

Itu bukan hantu, melainkan Jin Myung yang tengah menyendiri seperti biasanya. Tanpa ditanya apapaun, secara tiba-tiba Jin Myung mengungkapkan identitas adiknya yang selama ini tak pernah diceritakannya kepada siapapun.

“Hantu di dalam rak sepatu itu adalah adikku. Sudah enam tahun ini, dia tak sadarkan diri... Aku thu wajahnya pasti mengerikkan untukmu, aku minta maaf jika hantu itu telah mengganggumu...” ungkapnya


-----------------------------------------------------------------------

32

Esok harinya, Ji Won pergi kekampus dalam kondisi perasaan yang ‘cemas’. Kepada Sung Min ia menceritakan keluh kesahnya, ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa kebohongannya selama ini tak akan berkibat apapun..


Namun, di satu sisi ia merasakan sesuatu yang ganjil.. Ia menyadari, kalau Jin myung tengah bersikap aneh.. Ada suatu hal yang sedang difikirkan Jin Myung namun tak bisa diketahui ataupun ditebak oleh dirinya.

33

Jin Myung megenakan pakaian rapi, ia mendatangi bank dan mengambil semua uang tabungannya.

Selanjutnya, ia pergi menemui rentenir yang selalu mengejarnya. Tanpa perlu paksaan apapaun, ia lansgung melunasi semua hutang-hutang (ibu)-nya.

Setelah menyelesaikan hal ini, tujuan berikutnya dalah sebuah kafe.. Disana terlihat sosok Jae Wan yang sudah menunggunya. Mereka duduk berdua, saling melempar senyuman manis bak pasangan baru yang tengah dimabuk cinta.


34

Kemudian, mereka jalan berdua.. Menyusuri jalanan tempat muda-muda memadu kasih.. Membeli gulali dan tak lupa untuk nonton film romantis ke bioskop. Tak seperti Jin Myung yang biasanya, karena hari ini ia terlihat begitu lepas dan bahagia. Tak memendam kesusahan, atau beban apapun dipundaknya.

35

Sementara itu, di Belle Epoque Eun Jae dan Ji Won dibuat panik setengah mati karena secara tak sengaja, melihat tempat tidur dan meja belajar Jin Myung yang sudah kosong melongpong, tak ada benda apapun yang tersimpan disana.

Berkali-kali, mereka bersusaha untuk menghubungi Jin Myung, namun... terus saja tak ada jawaban...


36

Jin Myung mengetahui jika mereka menghubunginya, ia sempat melihat layar ponselnya. Namun, dengan sengaja ia lebih memilih untuk mengabaikannya saja.

Tak lama kemudian, muncullah Jae Wan. Ia menyadari luka lecet di pergelangan kaki Jin Myung. Bagaimanapun, seorang perempuan yang biasanya berlarian memakai sepatu kets, pasti akan merasa kesulitan jika kemenganaan heels seperti ini.

Dengan penuh perhatian, Jae Wan jongkok dihadapan Jin Myung, dan memasangkan plester di tumit kakinya...

37

Sore menjelang malam, warna langit berubah menjadi semu kemerahan.. Membuat suasana dinatara mereka terasa sangat romantis. Secara tiba-tiba, Jin Myung menatap Jae Wan penuh arti, dan menciumnya..

Sejenak suasana seakan membeku, hingga Jin Myung melepas ciumannya, tersenyum dan berkata, “Mungkin, lain kali aku tak akan bisa melakukan hal ini...”

38

Di Belle Epoque, para gadis masih sibuk mencari tahu keberadaan Jin Myung. Mereka bertanya pada nenek pemilik rumah. Dan ternyata,... Jin Myung telah pamit padanya untuk meninggalkan tempat ini...

Yi Na menyadari seusatu, heels yang siberikannya untuk Jin Myung juga sudah tidak ada, “Pasti ada sesuatu yang tidak beres..”

Tiba-tiba, terdengar suara bel rumah. Ji Won membuka pintu dan itu adalah kedua rentenir yang selalu menagih hutang pada Jin Myung. Mereka datang untuk memberikan surat tanda ‘LUNAS’.

Sejenak, Ji Won merenung. Seakan menyadari sesuatu, ia-pun bertanya pada mereka, dimana Rumah Sakit tempat asiknya Jin Myung dirawat?

39

Jae Wan mengantarkan Jin Myung hingga ke halte bus. Setelah bus-nya datang, dia-pun membiarkan Jin Myung untuk pergi dan tak lupa untuk melambaikan tangan padanya.

Di dalam bus, Jin Myung berkali-kali menghela nafasnya,.. ia melihat keluar jendela dan tiba-tiba matanya berair...

Ia turun dari bis, berjalan perlahan menuju Rumah Sakit tempat adiknya dirawat....

Sesampainya dirumah sakit, Jin Myung berjalan dengan sangat tenang. Sempat terdiam sejenak, akhirnya ia menarik nafas dalam-dalam dan memasuki ruangan tempat adiknya dirawat..


Namun apa yang kita lihat? Moitor tanda-tanda vital yang sudah flat.. garis-garisnya lurus, pertanda jika orang tersebut sudah tiada...

40

Para gadis, tiba di Rumah Sakit. Mereka berlari masuk, dan ketiksa sampai di lobby, nampak beberapa orang pria mengenakan jas hitam yang juga berlari. Entah siapa yang kemana mereka pegi, para gadis-pun mengikutinya...

Hingga tibalah mereka didepan sebuah ruangan, disana nampak begitu banyak orang yang berekerumun dan sebuah bed pasien yang tengah didorong keluar. Kita tak bisa melihat wajah pasien itu karena sudah ditutupi oleh kain putih.

41

Tak lama kemudian, dari ruangan itu terlihat para pria berjas hitam tadi yang membawa ibunya Jin Myung..

Jin Myung sendiri berjalan keluar dari ruangan itu dengan wajah yang lesu, tatapannya kosong.. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya.

Para gadis, berlari menghampirinya, mereka memeluknya dan berusaha untuk menenangkannya....

42

Diluar, kita melihat ibunya Jin Myung yang dibawa masuk kedalam mobil polisi. Jin Myung beserta temannya tak bereaksi apapun, mereka hanya bisa memerhatikannya penuh pilu, tak tahu harus berbuat apa..

Sesaat setelah mobil polisi itu pergi, barulah Jin Myung mulai nampak menunjukkan perasaannya. Ia menjatuhkan kepalanya di pundak Ji Won, pertanda jika ia memang sangatlah lelah dan resah...

43

Mereka semua pulang naik bis, tak ada obrolan apapun. Suasanya terasa sangat amat hening...

Sementara itu, di sebuah gereja kita melihat Ye Eun yang tengah berdoa dengan sangat khusyuk......

44

“Tuhan, aku tahu kau sedang mencoba untuk memperkuat diriku melalu patah hati. Aku tahu kau hanya akan memberikan masalah yang bisa aku hadapi. Aku akan mencoba yang terbaik untuk menjadi orang lebih baik setiap hari. Tolong lindungi keluargaku hari ini juga. Dan mereka, Song Ji Won, Kang Yi Na, Yoo Eun Jae, dan terutama aku sangat ingin berdoa untuk Yoon Sunbae. Ia sedang membutuhkan banyak bantuan sekarang. Tolong beritahu aku, bagaimana cara untuk membantunya. Dan jika aku bukanlah orang yang bisa membantunya, tolong bantu dia, Tuhan... Amin...”  -- Ye Eun

-----------------------------------------

Interview With Ji Won

-----------------------------------------

45

Q: Mengapa kamu mengatakan kebohongan seperti itu?

A: Itu hanya.. terjadi begitu saja

Q: Bukankah semua perkataanmu selama ini terlalu berlebihan?

A: Ya, aku tahu

Q: Tapi tetap saja, selalu ada alasan terkait mengapa seseorang melakukan kebohongan, ‘kan? Kau melihat Yoon Sunbae, jadi pastinya kau menyadari kalau dia tengah menyembunyikan sesuatu darimu?

A: Bukan karena itu..

Q: Apakah kau melakukannya hanya untuk bersenang-senang?

A: Daripada mengatakan itu untuk bersenang-senang,.. Aaahh sejujurnya, saat itu aku tak tahu harus mengatakan apa..

Q: Apa kau juga memiliki rahasia?

A: Aku? Hmm.. Anggap saja tidak ada... (Tiba-tiba, Ji Won mendengar lagi suara dengungan aneh yang mengganggunya, ia melirik kesamping dan menyebut nama ‘Hyojin?’),

Q: Apa yang kau katakan?

A: Ah.. Tidak.. Aku tidak mengatakan apapun

--------------------------------------------

*Untuk Komentar dari penulis, akan disatukan di episode terakhir atau dibuat postingan khusus. TERIMAKASIH*

------------------------------

You Might Also Like

7 komentar

  1. Haloo, ini lanjutan dari web my eternal ya? Web yg lama knp?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyapsss,
      Sedih nih, blog wordpress yang lama ada masalah sama akunnya. Saya gak bisa login karena lupa password :(

      Delete
  2. kak mau nanyaa, itu ibunya yoon seonbae kenapa dibawa ke kantor polisi yaa? agak gapaham hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi gini....
      Di dramanya sendiri, enggak dijelasin secara detail, jadi pasti pada kebingungan. Tapi, asumsi penonton.. ini ada hubungannya sama tindakan Euthanasia. Ibunya Yoon Sunbae, dia kayaknya mencabut alat bantu hidup anaknya.. Nah yang belum jelas, apakah tindakannya ini dibantu dokter apa enggak. Karena Euthanasia sendiri ada beberapa jenis. Euthanasia bisa diartikan sebagai cara meninggal dengan baik atau kalau kasarnya bunuh diri dengan dibantu. Tapi, prosedurnya lumayan rumit.. Perlu persetujuan dari semua pihak keluarga dan pasiennya sendiri (kalau dia masih sadar), gak bisa tiba-tiba main lepas alat seenaknya. Meskipun, dia itu ibu kandung dari pasien sendiri.. Makanya dia harus berhadapan sama hukum, karena dalam undang-undang ini termasuk tindakan kriminal = membunuh

      Kebetulan, aku kuliah di bidang kesehatan, jadi tahu sedikit tentang Euthanasia yang termasuk dilema etik. Beberapa negara ada yang melegalkan tindakan ini, tapi kebanyakan masih belum mengizinkan termasuk Korea Selatan.

      Delete
    2. oo gitu... waa makasi banyak ya kak udah dijawab, pake dijelasin lagi����❤❤

      Delete
    3. Dan filmnya kim nam gil bahas itu hadeeeeeee kapan orang ini ga bikin mewek :(((

      Delete
    4. Film apaan? YAng judulnya apa?

      Delete

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤