MOON LOVERS: SCARLET HEART RYEO EPISODE 15-1

07:20

<<< Sebelumnya (Episode 14-2)

Di hadapkan pada dua pilihan yang sangatlah rumit.. Antara melindungi wanita yang dicintainya (menerima Yo menjadi raja berikutnya) ataukah mati bersama wanita yang dicintainya (sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk baginda raja)..


So terdiam sejenak.. ia berfikir sangatlah keras..


Perlahan, ia mulai menaruh pedangnya di lantai dan berlutut dihadapan Yo. Pada akhirnya, ia memilih untuk menyelamatkan Soo.

Detik itulah, secara otomatis Yo menduduki posisi sebagai Raja yang baru. Raja ketiga Georyeo yang terkenal dengan nama KING JEONGJONG.

[ FLASHBACK ]

Bertahun-tahun yang lalu.. Ketika So masih sebatas anak kecil yang polos dan periang. Ia duduk bersama pangeran mahkota dan Jimong.


Jimong melirik satu bintang yang bersinar terang,.. mengatakan jika Pangeran Mahkota memiliki bintang seroang raja. Ia kemudian bertanya, bagaimana jika ternyata pangeran mahkota memiliki umur yang pendek.

Pangeran mahkota menjawabnya dengan sangat santai. Nampaknya, ia sangatlah tidak peduli, tentang umurnya yang panjag ataupun pendek. Menurutnya hal yang lebih pentig, ialah dengan siapa dirinya akan menghabiska sisa hidupnya nanti.

Secara tiba-tiba So kecil memotong pembicaraan mereka. Ia mengatakan jika dirinya juga, ingin menjadi seroang Raja. Jimong tersenyum mendengarnya, ia mengatakan jika So juga memili bintang seorang raja...


[ FLASHBACK END ]


Jimong menatap pilu badan pangeran mahkota yang kini telah terbujur kaku,. Begitupun Jung dan Baek-A yang juga ada disana. Nampak jelas, kesedihan yang tergambar nyata dari ekspresi wajah mereka.


Masing dalam ruangan yang sama. So dan Soo hanya terdiam kaku,.. mereka saling berhadapan, namun Soo sama sekali tak berani untuk menatap mata So.


Dengan suara pelannya, soo meminta So untuk berdiri. Kemudian memintanya untuk berdiri, sembari mengataan jika semua ini adalah terjadi karenanya. Mendengar hal tersebut, malah membuat So naik pitam. Ia langsung menarik tangan Soo dan berlari keluar istana..


Langkah mereka terhenti.. Won bersama pasukan pengamanan sudah berdiri menyiapkan barisan untuk menghalangi mereka. Dengan dalih, komando dari Raja yang baru, Won menginformasikan bahwa Hae Soo sama sekali tak bisa pergi kemanapun juga.  Jika, secara tiba-tiba Soo menghilang dari Damiwon maka berita tentang racun di air mandi raja sebelumnya akan disebar luaskan.

-----------------------------------------------------------------------


Yo mulai menggertakan taringnya. Fakta mengenai dirinya yang secara tiba-tiba muncul dari kematian dan menjadi Raja, pastinya akan menimbulkan begitu banyak kontra di khalayak umum. Maka dari itu, ia menyiasatinya dengan merancang sebuah drama palsu yang menjadikan keluarga Eun sebagai korbannya.

Ia mengobrak-abrik kediaman Eun.. Menarik semua orang yang berada disana untuk dibawa ke istana. Alasannya?  Wang Yo membuat sebuah cerita, seakan-akan keluarga Eun-lah yang membuat sebuah penghianatan makanya Yo harus menangkap mereka semua.


Untunglah, Eun beserta istrinya masih sempat menyelamatkan diri dari kediamannya...


Yo memasuki runang singgasana Raja. Disana sudah berdiri Wook beserta pamannya, Wang Shik Ryeom. Dari obrolan mereka, barulah kita tahu jika ternyata Wook yang telah memberikan nasehat tentang ‘memanfaatkan Hae Soo’ sebagai umpan untuk So.

Yo tersenyum picik, mengatakan jika Wook ternyata mempunyai taktik yang lebih ‘jahat’ darinya. Meskipn mau membantunya, bukan berarti Wook telah sepeuhnya menerima Yo sebagai raja yang baru. Ia bahkan tak sudi untuk memberinya salam..


Hingga pada akhirnya, dipaksa oleh pamannya. Mau tak mau, Wook-pun berlutut dan memberikan salam kepada  Yo yan sekarang telah menjadi raja yang baru.


Semua anggota keluarga Eun yang telah dibawa ke istana, kin tengah disiksa ditengah lapangan terbuka. Tanpa alasan yang jelas, ssatu-persatu dari mereka dibantai.

Dari kejauhan, Ratu Yo tersenyum sumringah.. Seakan-akan, melihat pembantaian itu sebagai sebuah pertunjukkan seni yang begitu menyenangkan.


Senyumannya menghilang ketika Yo menghampirinya dan meminta sesuatu.. Ia meminta agar Ratu Yo tak lagi ikut campur dalam urusan kerajaan, karena dirinya sendiri-lah yang akan mengurus semuanya.


Ditambah lagi, secara tiba-tiba muncul So dengan attitude yang kasar seperti biasanya. sempat, Ratu Yo menyindirinya agar bersikap lebih sopan kepada Yo. Namun, So mengabaikan perkataan itu dan bersikap dengan cara yang diinginkannya.

Singkat cerita, Yo meminta So untuk melakukan sesuatu. Hal itu memang tak diucapkan secara jela. Pada intinya, ia meginginkan So mencari sekaligus membunuh Eun beserta istrinya. Jika tidak mau? Maka pangeran-pangeran lain, beserta Soo akan berada dalam bahaya.

Yo menatapnya tajam. Ia menyinggung tindakan So kepadanya.. Ketika mereka bertarung dipinggri tebing. Ia menyadari betul, bahwasanya So tak mengeluarkan semua kemampuannya. Alih-alih menusukan pedangnya lebih dalam, So malahan menariknya pedangnya kembali.

Hal itu setidaknya, malah membuat Yo kesal. Dikasihani oleh So, bukanlah hal yang membatnya bangga atau bahkan lega. Ratu Yo agak kebingungan.. Jika memang Yo egitu membenci So kenpa ia tak menghabisinya saja?

Yo tersenyum sinis, “Menaklukannya akan lebih menyenangkan..”


So menceritakan perintah dari Raja untuknya dihadapan Jimong dan Jendral Park Soo Kyung. Tentu saja hal tersebut, membuat jendral edikit terganggu. Bagimanapu juga, putrinya merupakan istri dari wang Eun. Ia ama sekali tak ingin jika putrinya terseret-seret dalam pertikaian diantara pangeran.


Sayangnya, So tak mau menjelaskan tindakan apa yang elanjutnya akan ia lakukan. Ia memilih untuk menutup mulutnya rapat-rapat dan pergi begitu saja.


So menemui Soo, ia pamit untuk pergi meninggalkan istana untuk sementara waktu ini. Jika nanti terjadi sesuatu, Soo bisa meminta pertolongan kepada Jimong. Sebelum pergi, So tak mengatakan banyak hal, ia bahkan tak menjelaskan alasan dirinya harus pergi. Hanya ada sebuah pelukan erat, yang menjadi penutup dari pertemuan mereka saat itu.

-----------------------------------------------------------------------


Soo nampak begitu kebingungan.. Ia berjalan kesana-kemari.. Bertanya-tanya, tentang siapa yang telah menarh racun kedalam air mandi Raja. Bagaimanapun juga, hanya ada Chae Ryung dan dirinya yang selalu berada di lokasi.

Chae Ryung nampak begitu gelisah... Meskipun Soo tak menuduhnya, ia tetap menunjukkan ekpresi penyangkalannya. Soo yang ‘polos’, sama sekali tak mencurigai Chae Ryung. Ia malah sibuk dengan teorinya sendiri yang meyakini akalau ada orang lain dibalik tragedi ini.

Untuk mengalihkan pembicaraan, Chae Ryung meceritakan tragedi berdarah yang harus diderita oleh keluarga Eun. Mendengar hal itu, membuat Soo terdiam.. Ia teringat sikap dan perkataan So kepadanya. Dan sampailah ia, pada asumsi bahsaya So pergi untuk menangkap Eun. Ditambah lagi, jauh-jauh hari sebelumnya sudah beberapa kali diriinya seakan-akan melihat sebersit adegan ketika So menghabisi Eun.

-----------------------------------------------------------------------


Soo berjalan disekitar istana, tiba-tiba muncullah Soon Deok yang mengenakan pakian dayang yang menghadang jalannya. Dan tak lama kemudian, muncul pula Wang Eun. Meskipun sempat kaget sekaligus kebingungan, akhirnya Soo lansgung bergerak cepat dengan membawa mereka masuk ke dalam kamarnya.

Sebenarnya, kedatangan mereka kesini atas ide dari Eun yang nyatanya amsih sangat mempercayai Soo. Hal itu sebenarnya agak membuat Soon Deok marah (cemburu lebih tepatnya). Namun, memang tak ada tepat lain yang bisa mereka tuju,

Suasananya nampak canggung,... apalagi Eun tiba-tiba bertanya mengenai kondisi keluarga. Soo mengetahui semuanya, begipun dengan Soon Deok. Namun, secara eksplisit mereka saling memberi kode untuk tak menjelaskan hal yang telah terjadi.


Eun sempat berfikiran untuk meminta bantuan So. Namun, Soo langsung menolaknya.. Mengatakan, jika hal ter-aman yang bisa dilakukan adalah diam dan bersembunyi dikamarnya ini selama beberapa hari. Toh, esok lusa Eun dan Soon Deok sudah berencana untuk pergi jauh dengan menaiki kapal.


Woo Hee bersama Park Soo Kyung menemui Yo. Singkat cerita, ia meminta (mengancam) Yo untuk bisa bekerja sama dengannya. Bagaimanapun juga, dirinya telah mengetahui begitu banyak kelemahan dari Yo.

Yo bukanlah orang yang dengan mudahnya mau menurti permintaan orang lain. Maka dari itu, ia meminta Woo Hee untuk menjelaskan keuntungan apa yang akan didapatkannya jika ia mau bekerja sama dengan Woo Hee.


Entah apa yang dikatakannya, yang jelas sudah telihat jika akhirnya Yo setuju dan mau untuk mengabulkan permohonan dari Woo Hee.


So mengobrol dengan Baek-A, mereka saling bertukar pendapat mengenai nasib Eun. Baek-A yang telah mengetahui misi yang tengah dijalankan oleh So nampak agak berhati-hati dalam setiap ucapannya. Hal itu, setidaknya membuat So mengernyit heran dan menyangka jika Baek-A juga mencurigainya akan membunuh Eun.

Ia-pun menceritakan, jika saat ini dirinya ingin menyelamatkan Eun. Namun sayangnya, ia belum bisa menemukan keberadaan mereka.

Baek-A berfikir sejenak, kemudian menceritakan bahwasanya lusa akan ada 4 kapal yang singgah di pelabuhan. Kemungkinan besar, Eun bersama Soon Deok akan menaiki salah satunya. Pasti... pasukan dari kerajaan, akan menggeledah satu persatu kapal tersebut, Maka dari itu, sebaiknya dan bahkan seharusnya mereka berhasil menemukan Eun sebelum hari itu tiba.

Tiba-tiba, muncullah Woo Hee yang menghampiri dan menyepa mereka berdua. Ia-pun mengabarkan jika dirinya akan pindah ke Gyobang lagi, Kali ini, bukan sebagai gisaeng,.. melainkan sebagai pelatih tari. Mendengar hal tersebut, berhasil membuat Baek-A tersenyum lega...


Dari kejauhan Park Soo Kyung terus memperhatikan interaksi diantara mereka.


So menemui Wook.. Tak ada basa-basi, karena ia langsung menjelaskan maksud kedatangannya kesini. Kejadian racun di bak mandi raja, ia menduga dan bahkan meyakini bahwa Wook berada di balik semua ini. So hanya memintanya untuk mengakui hal tersebut secara jelas dihadapannya, sekarang JUGA!

Secara sengaja, Wook malah menyindir balik So.. Bertanya, apakah So akan menjadi ‘anjing’-nya Yo dan membunuh adiknya sendiri, Eun?


Wook terdiam, bahkan sesekali ia nampak tersenyum sinis. Menurutnya, mereka berdua sama-sama ada di posisi yang mengharuskannya untuk berjuan demi bertahan hidup. Dengan suara khas-nya yang lembut namun agak tegas, ia mengatakan jika dirinya sama sekali TIDAK PERNAH meracuni raja.


Soo menyajikan teh untuk baginda raja. Suasana diantara mereka terus begitu dingin.. Ditambah lagi, sikap Yo yang terus menerus menyindiri Soo dengan perkataan ini dan itu. Soo mulai lelah, ia-pun ingin mengkonfrontir sesuatu hal yang selalu mengganggunya selama ini.


Perkataan Soo berhasil membuat Yo mulai meluluh dan setidaknya mau memberikan sedikit klu, tentang siapakah dalang dibalik tragedi racun di bak mandi raja.


Bertepatan dengan hal tersebut... Kebetulan muncullah Wook...

Yo tersenyum picik, sambil mengatakan jika Wook dapan pada waktu yang TEPAT. Soo menyadari maksud dari perkataa itu. Matanya lansgung melihat Wook dengan tatapan penuh kebencian.

Dengan sengaja, Yo bertanya secara lansgung pada Wook, “Soo ingin tahu siapa yang sebenarnya telah menaruh racun kedalam bak mandi raja. Bisakah kau memberitahunya?”


Wook mencoba untuk bersikap tegas, dari bibirnya sendiri.. Ia mengatakan jika raja meninggal karena penyakitnya!


Soo dan Wook meninggalkan ruangan bersamaan. Soo berusaha untuk menjaga jarak, ia memilih untuk berjalan beberapa langkah dibelakang Wook. Langkahnya terhenti, saat melihat Wook juga meghentikan langkahnya.

Memanfaatkan kesematan ini, Soo memberanikan dirinya untuk memastikan secara langsung apakah Wook benar-benar orang yang menaruh racun tersebut????


Entah apa yang selanjutnya dibicarakan oleh mereka, karena secara tiba-tiba kita lansgung diperlihatkan adegan ketika Wook tengah berdebat dengan Yeon Hwa dan ibunya.


Ratu Hwangbo, nampaknya sangat tidak menyetujui sikap Wook yang kini berubah menjadi dingin dam ambisius. Lantas, beliau bertanya.. Apakah semua ini karena Hae Soo?

Wook sempat terdiam.. awalnya ia ingin pergi, namun ia langsung membalikan badanya lagi dan membenarkan hal tersebut. Matanya berkaca-kaca, dengan lantang dirinya menegaskan bahwa ia telah melakukan segala hal hanya demi menyelamatkan keluarganya. Namun, hal itu malah membuat Soo menganggapnya sebagai seorang ‘penjaht’

Hal itu sangatlah melukainya.. Saat ini, dirinya sudah tak peduli akan apapun yang akan terjadi. Yang jelas, dirinya tak akan pernah mau untuk melepas lagi, apa yang seharusnya menjadi miliknya....

>>>  Selanjutnya (Episode 15-2)


You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤