AGE OF YOUTH EPISODE 10 PART 1

02:18

Episode 9 <<<
---------------------------

SELURUH GAMBAR DAN KONTEN BERSUMBER DARI : JTBC =

== EPISODE  10 PART 1 ==

 [ We believe because we want to #lie ]


Ditengah-tengah ke-hektik-an rapat klub jurnalistik, Ji Won yang biasanya paling heboh berubah lesu. Nada bicaranya yang penuh gairah, tiba-tiba berubah jadi lemah. Berkali-kali, ia menghela nafas dalam-dalam.. Pertanda, bahwasanya ada sebuah hal yang tengah mengganjal dalam pikirannya..

Tak ada hujan tak ada angin, tiba-tiba Ji Won menunjukkan jarinya kesatu arah di sisi ruangan, “Disana ada hantu..” ujarnya

1
“Hahaha…”-- “Ngomong apasih kamu?”- - - “Tugas kita masih banyak, jadi jangan mengatakan hal yang tidak-tidak..”

Mendengar respon dari teman-temannya, membuat Ji Won diam termenung.. “Benar, ‘kan? Harusnya mereka memberikan respon seperti kalian..” keluhnya yang langsung menjatuhkan kepalanya di atas meja.. lagi-lagi sembari menghela nafas dalam-dalam.

---------------------------

2

Ketika berada di rumah, Ji Won menunjukkan sikap serius. Di hadapan semuanya kecuali Jin Myung, ia memaparkan jika saat ini, dirinya ingin menceritakan sesuatu…

Bibirnya terasa begitu kaku, ia terlihat kesulitan untuk mengungkapkan apa yang ingin di-ungkapkannya. Hal itu membuat yang lainnya, merasa jika Ji Won tidak memiliki hal serius untuk diungkapkan. Eun Jae yang telah selesai melipat pakaiannya, bangkit dari kursi dan masuk kekamar untuk menyimpannya di lemari.

Selang beberapa detik kemudian, semua orang dikagetkan dengan suara jeritan Eun Jae.. Entah apa yang terjadi, namun hal itu membuat para wanita yang tengah berkumpul langsung berlari menuju kamar Eun Jae.
 
3
Ternyata,… Eun Jae menjerit histeris karena melihat Jin Myung yang masih asyik terlelap tidur. Padalah, kini hari telah malam ‘lagi’. Dan itu berarti seharian ini Jin Myung hanya tidur, hingga tak pergi ke kampusnya.

Semua keriuhan ini, membuat Jin Myung ikut terbangun. Sejenak ia terdiam, menatap teman-temannya yang juga menatapnya dengan tatapan keheranan. Namun, Jin Myung terlihat begitu santai, ia merapikan pakaiannya.. mengambil tasnya dan mengikat rambutnya.. Kemudian, pergi keluar untuk bekerja paruh waktu seperti biasanya.

---------------------------
 

4

Di tempat kerjanya, lagi-lagi Jin Myung melamun…

Dia teringat kejadian dikampus, ketika ia melihat adik kelasnya yang ternyata melamar di perusahaan yang sama dengannya dan berhasil LOLOS. Disitulah, Jin Myung merasa sangat amat down. Namun, dengan semampunya ia berusaha menyembunyikan pesaraan kecewanya dan tak lua untuk memberikan ucapan selamat untuk adik kelasnya yang berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan tersebut.

---------------------------

Sejenak kita lupakan Jin Myung,..

Kita beralih pada sosok Eun Jae yang nampaknya juga tengah dirundung masalah. Wajah polosnya tak bisa menyembunyikan, isi fikirannya yang sepertinya tengah menyembunyikan ‘sesuatu’


5

Tiba-tiba, bibi Eun Jae menelpon dan mengajaknya untuk bertemu. Mereka mengobrol berdua di sebuah kedai dekat kampus. Nampaknya, Bibi begitu perhatian terhadap Eun Jae. Namun dari reaksinya, kita bisa menebak kalau Eun Jae cenderung risih dan merasa tidak enak ketika berada di dekat bibinya.

Terlebih lagi, bibinya itu terus saja mengungkit masalah kematian ayahnya Eun Jae. Meskipun kejadian itu telah terjadi beberapa tahun yang lalu, ia tetap menyimpan sebuah kecurigaan besar terhada sosok ibunya Eun Jae. Menurutnya, pasti ada sesuatu yang salah yang berhubungan dengan kematian ayahnya Eun Jae.

Dan dengan yakinnya, Bibi mengatakan jika ia akan menyelidiki hal ini secara tuntas. Kali ini, ia ingin agar semuanya terbongkar.. Apapun itu…

---------------------------

Saat jam makan siang, Ji Won duduk dihadapan Sung Min. Ia terus saja mengeluh, mengenai sikapnya yang sangat sulit untuk bisa mengungkapkan kebenaran yang sesungguhnya. Kebetulan, saat itu Sung Min tengah membaca sebuah buku yang isinya tentang kebohongan..

“Dalam buku itu, apa yang terjadi???” - Ji Won
“Karena sebuah kebohongan kecil, seseorang mati...” -Sung Min

Sontak saja, mendengar jawaban itu langsung membuat Ji Won terdiam... Wajahnya nampak cemas sekaligus khawatir...


6

Saat kembali ke rumah, Ji Won dibuat terenyuh ketika melihat sikap aneh Yi Na yag tiba-tiba ingin menjual semua koleksi tas dan sepatu mewah-nya. Ia hanya diam di depan [intu, sementara Ye Eun yang ‘gila’ akan belanja, berusaha memelas.. meminta agar Yi Na memberikan salah satu dari sekian banyak tas itu untuknya.

Namun, Yi Na lansgung menolaknya.. Dan mengatakan, jika ia akan memberikan tas itu asalkan Ye Eun membelinya.. Wkwkwk…


7

Yi Na benar-benar menjual semua barang mewah-nya. Tak butuh waktu lama, karena meskipun bekas.. Barang-barangnya masih terawat dengan cukup baik dan sangat layak untuk dijual kembali.

Dari sekian banyak barang yang dijualnya, ia masih sempat untuk mengambil kembali sebuah heels berwarna hitam, yang tempo hari hendak diberikannya untuk Jin Myung.


Sesampainya dirumah, terlihat Jin Myung yang tengah melamun di meja makan. Yi Na mengahmpirnya dan memberikan sepatu hitam yang tak jadi dijualnya.

“Hmmm.. aku tahu, mungkin akan lucu karena mendengarnya dariku. Tetapi, aku yakin akan ada banyak pekerjaan yang menantimu diluar sana. Aku yakin, kau akan berhasil di lain waktu...” ujar Yi Na

8

Tatapan Jin Myung nampak begitu kosong, ia bertanya pada Yi Na apakah mungkin dirinya gagal karena sepatu butut yang dikenaannya tempo hari?

Yi Na mengangguk, menyatakan jika dirinya yakin akan hal itu.Tapi, Jin Myung mematahkan keyakinan Yi Na dengan menceritakan sosok adik kelas Jin Myung yang nyatanya memiliki kondisi keuangan lebih buruk darinya dan mungkin saja mengenakan sepatu yang lebih lusuh darinya. Tapi, masih bisa lolos seleksi,, “Jadi, pada akhirnya semua kejadian ini adalah salahku... bukan karena uang atau kekuasaan dan koneksi. Aku harusnya memperbaiki diri, tapi aku tak tahu bagaimana caranya...” keluh Jin Myung yang lansgung berdiri dan pergi menuju kamarnya.

Yi Na tak tahu harus berkata apa, yang jelas ia tetap meminta Jin Myung untuk menerima heels yang diberikannya, “Ini adalah hadiah.. Bentuk ucapan terimakasihku..”

“Terimakasih untuk apa?”
“Ada deh. Aku punya alasan tersendiri, jadi tolong ambilah...” Ungkap Yi Na yang lansgung masuk kedalam kamarnya.

Beberapa saat kemudian, Yi Na hanya bisa mendesah heran ketika melihat box sepatu yang diberikannya untuk Jin Myung malah tersimpan rapi di depan pitu kamarnya. Ia tak bisa memaksa Jin Myung untuk menerimanya dan ia-pun memilih untuk menaruh sepatu tersebut di rak, berjajar dengan sepatu yang lainnya.

9

Malam hari, Ji Won tak bisa tidur dengan tenang. Nampaknya, kebohongan yang disimpannya telah menghantui fikirannya..

Ia-pun berlari keluar kamar, kebetulan disana tengah ada Ye Eun, Eun Jae dan Yi Na. Mereka bisa menebak kalau Ji Won pasti baru mimpi buruk, dan dengan santainya mereka mengatakan kalau itu adalah kejadaian yang wajar. Eun Jae bahkan menceritakan pengalaman mimpi buruknya yang selalu berisi sama.. Dikejar anjing dan diselamatkan ayahnya.. (Entah apa maksud mimpi itu, karena sampai sekarang, belum ada penjelasan juga, itu kejadian asli atau cuman mimpi..)

Tak mau terus-terusan terbebani dengan kebohongannya sendiri, Ji Won memantapkan hati dan fikirannya untuk berkata jujur. Namun, lagi-lagi... ada saja gangguan yang menerpanya. Kali ini, secara tiba-tiba terdengar suara bel rumah berbunyi, pertanda ada seseroang yang datang...

Ternyata, tamunya adalah Ibu Eun Jae. Bak anak kecil yang dijahili temannya, ibu menangis tersedu-sedu seraya memeluk Eun Jae erat-erat.


10

Eun Jae mengajak ibunya untuk berbicara berdua dikamar.. Ternyata, ibu minggat dari rumahnya karena bertengkar dengan ayah tiri Eun Jae. Alasannya? Ia dicurigai menutupi sesuatu.. Tentang kejadian meninggalnya ayah Eun Jae, ibu dianggap mengetahui sesuatu tapi tak menceritakannya.


Tak tahan menjadi orang yang dituduh, akhirnya ibu memutuskan untuk pergi dari rumahnya. Eun Jae tak banyak berbicara, ia hanya mendengar semua keluh kesah ibu dan sesekali memintanya untuk tenang.


11

Karena hari sudah larut dan tak memungkinkan untuk mengantar ibunya pulang, akhirnya Eun Jae meminta izin kepada yang lainnya agar membiarkan ibunya untuk menginap malam ini. Tapi konsekuensinya, nanti Jin Myung harus tidur dikamar lain.

Serentak, mereka semua lansgung menatap Yi Na...
“Huh? Aku harus tidur seranjang dengan dia (Jin Myung)???”

Selain meminta izin mereka, tak lupa Eun Jae juga memberitahu Jin Myung. Ia mengirim pesan dan Jin Myung-pun mengizinkanya...


12


Meskipun saat dihadapan yang lain, ia menunjukkan ekspresi ketidak-mau-an, nyatanya Yi Na langsung membereskan tempat tidurnya suapaya nyaman ketika ditempati oleh Jin Myung. Berulang kali, ia menata bantal dan selimut..

Tapi pada akhirnya, ia memilih untuk membiarkannya terlihat acak-acakan begitu saja...
Saat semuanya telah tertidur, barulah Jin Myung pulang. Lampu seisi rumah telah dimatikan.. Masih dengan tatapannya yang kosong, Jin Myung terduduk lesu dikursi tengah rumah...


13

Keesokan paginya...


Yi Na terbangung, tapi tak ada Jin Myung disampingnya. Saat keluar kamar, ternyata Jin Myung telah tertidur di sofa. Dengan perlahan, Yi Na melangkahkan kakinya... Kepada Ji Won, Eun Jae dan Ye Eun yang juga baru keluar dari kamar ia meminta agar mereka tak menimbulkan suara yang bisa membangunkan Jin Myung.

Sayangnya, usaha Yi Na gagal. Karena secara tiba-tiba ibunya Eun Jae yang baru pulang berbelanja masuk kedalam rumah sambil menyapa mereka dengan suara yang lumayan kencang hingga membuat Jin Myung terbangun.

Suasana terasa sangat canggung. Namun, Jin Myung yang menjadi pusat perhatian hanya menunjukkan ekspresi datar. Ia melihat kesekelilingnya, jemudian menjelaskan bahwa tadi malam dirinya hanya ingin istirahat duduk di sofa, tapi teranyata ia malah ketiduran.

Yang lainnya meminta Jin Myung untuk melanjutkan tidurnya lagi saja.. Tapi, di dalam kamar Yi Na....


14


Jin Myung melanjutkan tidurnya,.. namun beberapa saat kemudian lagi-lagi dirinya harus terbangun. Kali ini, terdengar suara tukang pos yang mengirimkan surat untuk seseorang bernama ‘Yoon Soon Myung’

Jin Myung berjalan menuju dapur. Disana, terlihat ibunya Eun Jae yang tengah duduk sendirian sambil menikmati secangkir kopi hangat ditanganya. Beberapa kali, ibunya Eun Jae mengajaknya mengobrol, sekaligus juga meminta maaf karena pagi tadi dirinya telah membangunkan Jin Myung.

Selalu,.. Jin Myung menunjukkan raut wajah yang datar. Tapi, alisnya langsung terangkat ketika mendengar ibunya Eun Jae menyebut nama ‘Yoon Soon Myung..’

“Aku menaruh surat untuk seseroang bernama Yoon Soon Myung diatas meja. Siapa dia? Apakah dia saudaramu????”

Jin Myung tak mau menjawab pertanyaan itu, ia segera mengambil suratnya dan lansgung pergi begitu saja.


------------------------------------

15


Yi Na benar-benar ingin memulai hidupnya yang baru. Ia mencoba untuk melamar kerja di sebuah toko pakaian. Awalnya, kita melihat ekspresi pemilik toko yang nampaknya meragukan kemampuan Yi Na. Apalagi, dari data diri yang Yi Na berikan.. Tak ada pengalaman kerja apapun setelah ia lulus sekolah.

"Selama ini kamu ngapain aja? Kamu sakit?" tanyanya

Yi Na terdiam sejenak, kemudian dengan agak tergagap ia mengiyakannya. Beralasan, jika dirinya sakita yang lumayan 'parah'


Entah karena jawaban itu atau bisa jadi alasan yang lain? Pada akhirnya pemilik toko menerima Yi Na. Tak lupa, ia menjelaskan semua peraturan dan bayaran Yi Na selama bekerja di tempat ini, nantinya...

16


Di perjalanan pulang, Yi Na melihat isi dompetnya.. Ia menggerutu, mengungkapkan keluh kesahnya, yang sekarang harus bekerja 'halal' dengan gaji yang sangat amat kecil jika dibandingkan dengan pekerjaan lamanya yang bisa dibilang 'haram' itu

Masih belum bisa meninggalkan kebiasaan lamanya, Yi Na pulang mengendarai taxi. Baru juga setengah perjalanan, dirinya dikejutkan oleh nominal uang yang tertera di layar depan. Akhirnya, Yi Na memutuskan untuk tutrun dan membuatnya terpaksa untuk menaiki kereta bawah tanah, supaya lebih 'irit' tentunya.

Tapi, ada sedikit hal lucu. Yi Na yang selalu naik mobil pribadi atau taxi, ternyata tak memiliki kartu transportasi umum. Dengan pede-nya dia menaruh dompek diatas sensor khusus kartu transportasi. Tapi hasilnya tentu saja gagal,... ketika semua orang berhasil membuka gerbang.. Ia malah sibuk sendiri mengulang-ngulang kelakuan-nya yang samas sekali tak berguna.

Untunglah, datang petugas yang kemudian membantu dan menjelaskan kepadanya, bahwa hanya kartu transportasii yang bisa membuka gerbang ini...


----------------------------------------------------

17


Ye Eun apa kabar???

Menjalani hari-hari setelah putus dengan pacar yang lumayan lama dan sangat dekat memanglah tidak mudah. Seringkali menyangkal kalau dirinya sudah 'move on'. Tapi nyatanya,.. itu hanya terucap dari bibirnya. Sementara hatinya, masih saja sama seperti dahulu.

Beberapa temannya, seringkali berusaha untuk mencarikannya cowok baru. Ye Eun mengikuti saran tersebut. Tapi, secara tidak sadar... Lagi-lagi, ia selalu menyebut ciri-ciri pria idamannya yang nyatanya sama persis dengan sosok mantannya.

18


Entah kebetulan atau bagaimana?

Saat berjalan pulang, nampak sosok Doo Young yang tengah berdiri di sekitar lingkungan kampus Ye Eun. Sontak saja, Ye Eun yang melihatnya lansgung dibuat kebingungan harus bersikap seperti apa. Akhirnya, ia menarik nafas dalam-salam dan berjalan melewatinya begitu saja.

Mereka sempat bertegur sapa, bahkan doo Young mengajak Ye Eun dan yang lainnya untuk makan siang bareng. Tapi, dengan ceria dan santai, Ye Eun menolaknya dan malah berjalan begitu saja sambil tertawa lepas bak tak memiliki beban atau kenangan apapaun dengannya. 

19


Tapi, apa yang barusan kita lihat...

Ternyata hanyalah sebuah akting. Hal itu terbukti, ketika Ye Eun sudah berjalan jauh.. Ia lansgung terduduk lesu, menghela nafasnya dalam-dalam.. Sudah sangat jelas, hal ini menunjukkan kalau Ye Eun masih belum bisa move on dari Doo Young... 


20


Hubungan Eun Jae dan Joong Yeol semakin menjauh..

Ketertutupan Eun Jae, secara perlahan membuat Jong Yeol merasa dijauhi dan tak dianggap spesial lagi. Sebenarnya, ia ingin dan bahkan sangattt ingin, bertanya tentang masalah yang tengah dihadapi oleh Eun Jae. Namun ia telalau takut, jika nantinya eun Jae malah semakin menjauh darinya. 


21


Jin Myung menaiki bus menuju rumah sakit, tempat adiknya dirawat. Entah apa yang berada di fikirannya.. Karena sepanjang perjalanan kita hanya melihat tatapannya yang kosong dan tak bermakna. Nampaknya, ia tengah memikirkan sesuatu yang sangat amat berat dan membuatnya merasakan dilema yang cukup besar.

Di hadapan ibu dan adiknya yang masih tak sadarkan diri, Jin Myung memberikan surat yang dikirim tadi pagi. Ternyata, isinya adalah surat panggilan wamil untuk adiknnya itu. Jin Myung sedikit mengungkapkan keluh kesahnya. Ia memarahi ibunya, yang belum mendaftarkan kondisi ‘cacat’ adiknya itu.

Namun, ibu bersikukuh untuk menolaknya, ia masih meyakini jika kapan saja.. ada kemungkinan untuknya bisa sadar...


22

Entahlah, apalagi yang berada dalam fikirannya. Jin Myung berjalan lesu meninggalkan ruang rawat..
Ia terus melihat kedepan,.. sekali ia melihat kebelakang dan kita hanya melihat sosok ibunya yang menggelengkan kepala dengan menunjukkan raut wajah cemas dan khawatir...

---------------------------
>>> Episode 9-2

You Might Also Like

0 komentar

Don't forget to tell us what's on your mind ❤❤❤